Suatu malam tepatnya malam jum'at aku dan temanku libur ngaji dan berencana membuat seblak dan pastinya membutuhkan bahan bahan, kita berencana pergi ke warung, ada opsi dua jalan yaitu melewati masjid atau lewat belakang sekolah.
"Kita lewat belakang sekolah aja,kalo lewat masjid malu banyak yang ngaji"ucap temanku Dewi
"Yaudah ayok"jawabku
Sebelum melewati sekolah kita melewati kebun terlebih dahulu,
"ehh kita petik cabe dikebun nenek aku aja biar lebih irit" ucap temanku Zida yang masih umur 9 tahun
Dan kita memetik cabe itu, sambil cerita cerita dan tertawa lumayan kencang
Kemudian kita jalan ke lapang voli tepatnya belakang sekolah SD,
Dan yang pergi ke warung Zida dan Wiwin sementara aku dan Dewi menunggu di lapang, aku dan Dewi menghalangi rasa takut dengan mendengarkan lagu, entah mengapa angin hanya melewati kaki kita meskipun pakai celana panjang.Kebetulan diatas lapang itu ada rumah kosong dan penghuni nya baru saja meninggal dan diatas nya lagi adalah kuburan.
Singkat cerita aku melihat cahaya senter dari depan warung akupun berteriak "cepeeeeet"
dan itu sangat sangat kencang, aku dan Dewi berlari sambil berpegangan tangan.
"kenapa lama sekaliii?!"ucapku
"ehh tadi dibelakang kalian ada kucing yah?"ucap wiwin
"gak ada"ucap dewi
"terus tadi apa?hitam hitam?kucingkan? tapi kok besar banget"
Lalu kita semua berlari sekenceng kencengnya lewat depan sekolah dan pastinya melewati masjid.
Di jalan kresek kita jatuh dan didalamnya ada telor nya tapi aneh tidak pecah padahal jalan aspal.
kita sampai di depan rumahku dan bertemu dengan nenekku dan kita menceritakan semua yang kita alami
"Oh iya mungkin benar kalian di ganggu karena pernah ada banyak yang mengalaminya" kata nenekku
"ada yang melihat kucing tapi pas dideketin langsung menghilang, ada yang melihat kuntilanak tapi pas dikejar gak ada, ada yang mendengar orang mandi tengah malam di wc dekat sumur sekolah juga dan masih banyak lagi" sambung nenekku
Kita semua merinding dan menunda membuat seblaknya jadi besok