Sesampainya ayuzu di kerajaan dewa-dewi, para pemimpin dewa-dewi pun merasakan kehadiran ayuzu.
Pemimpin dewa-dewi tersebut bejumlah 4 orang di antara nya bernama dewa gelden yang memiliki pedang pembelah cahaya,
Dewa Deran yang memiliki tombak halilintar,
Dewi Rani yang memiliki panah tanpa batas
Dan terakhir Dewi Feniya yang memiliki jam pasir pengendali waktu.
Dewa gelden pun merasakan kehadiran ayuzu dan juga yang lain nya.
Gelden:"Deran apakah kau merasakan kehadiran iblis".
Deran:"ya kau benar tapi mana mungkin iblis tau keberadaan kita".
Gelden:" ya kau benar, mungkin hanya firasatku saja".
Ayuzu pun langsung memporak-porandakan kerajaan tersebut.
Tak lama kemudian prajurit dewa-dewi melapor ke pada pemimpin mreka.
Prajurit:"yang mulia Gelden, ada seorang iblis yang sedang mengamuk di pintu gerbang" dengan wajah panik.
Gelden:"benarkah... Aku akan segera ke sana.. Deran cepat beritahu Dewi Feniya dan Dewi Rani".
Deran:"baiklah aku akan menyulmu nanti".
Gelden pun segera menuju lokasi, sementara Deran pergi memberitahu pada yang lain nya.
Sesampainya Gelden di sana, Gelden pun berbicara pada ayuzu.
Gelden:"siapa kau.. mengapa kau menyerang dewa-dewi?"
Ayuzu:"dimana seseorang yang bernama Feniya"
Gelden:"hendak apa kau menemuinya"
Ayuzu:"hmm... Mungkin aku tidak hanya ingin menemui Feniya, tetapi aku ingin menemui kalian semua"
Gelden:"apa yang kau inginkan?"
Ayuzu:"aku menginginkan kekuatan kalian semua".
Tanpa basa basi lagi ayuzu pun langsung menyerang gelden dan terjadi lah pertempuran yang dahsyat.
Tak lama kemudian deren, Feniya dan Rani pun datang untuk membantu gelden. Terjadi lah pertarungan yang sangat sengit.
Gelden:"kekuatan nya seperti raja iblis bahkan senjata kami pun tidak dapat menggores kulitnya sedikit pun" (dalam hati).
Gelden:"siapa kau sebenarnya?"
Ayuzu:"aku Raja iblis ke4 yang akan menguasai dunia!"
Dewa-dewi:"Raja iblis.." ucap mereka dengan expresi tegang.
Gelden pun berunding dengan Feniya, Rani dan deren.
Gelden:"mustahil melawan nya karena raja iblis hanya dapat mati oleh pedang excalibur" (nafas terengah-engah)
Feniya:" yah.. kau benar percuma saja kita menyatukan kekuatan kita sekali pun, ia Takan bisa mati".
Deren:" lalu... Bagaimana?"
Gelden:"kita harus melarikan diri dan menemui pewaris excalibur"
Deren:"baiklah".
Feniya:"kalian alihkan perhatian, sementara itu aku akan menghentikan waktu dan kita lari dari sini".
Mereka pun membuat rencana untuk mundur terlebih dahulu.
Akan tetapi rencana itu gagal karena ayuzu dapat mendengar suara hati siapapun.
Saat mereka bertiga hendak mengalihkan perhatian, ayuzu pun langsung teleportasi ke hadapan Dewi Feniya dan menghisap kekuatan nya serta mengambil jam pasir tersebut.
Feniya:"dia berpindah tempat..gawat" (dalam hati)
Gelden:"Feniya...." Sambil berteriak.
Feniya pun mati. Dan mereka bertiga pasrah, sambil menjatuhkan senjata mereka ke bawah.
Gelden:"kita sudah gagal"
Deren:"apa yang akan terjadi nanti".
Ayuzu:"tamat lah riwayat kalian".
Ayuzu mulai menghentikan waktu.
Kemudian membunuh dan mengambil semua senjata mereka dan semua senjata yang berada dalam istana dewa-dewi.
Ayuzu pun memasukan senjata mereka ke dalam dimensinya agar dapat memakainya kapan pun.
Kemudian ayuzu langsung menuju tempat Roh untuk melakukan rencana nya mengambil kekuatan ratu Roh.
Setelah elden yang di perintahkan mencari tahu keadan di dunia, tahu bahwa pohon suci telah tidak ada, dan kerajaan peri pun telah di serang.
Elden pun bergegas menuju istana dewa-dewi untuk memberi tahu informasi yang ia dapat. Akan tetapi, sesampai nya elden di istana.
Kerajaan dewa-dewi telah hancur dan hanya beberapa yang masih hidup.
Elden pun bersedih sambil memasang expresi bingung. Dan ia melihat gelden ayahnya mati.
~Bersambung~