Di sebuah kota yang sering dijulukin sebuah kota “HEARTY”, ada seorang gadis dewasa yang hidup bersama keluarga sang kekasih, dia adalah Kelly.
Kelly hidup bersama keluarga sang kekasih karena dia bingung harus pergi kemana setelah nenek kesayangannya telah meninggal dunia.
Dia hidup dalam sebuah kedilemaannya yang harus dia pikirkan dan jalani setiap harinya.
Kelly terlahir dari keluarga yang dulunya adalah keluarga yang selalu dianggap harmonis bahkan bisa dibilang seperti keluarga "CEMARA". Akan tetapi semuanya telah usai, tak ada lagi kebahagiaan dan keharmonisan dalam keluarganya semenjak ada orang ketiga di dalamnya.
Singkat cerita dia bertemu dengan seorang laki-laki yang bernama Ardi Nareswara yang tak pernah dia cintai, tapi laki-laki tersebut selalu berusaha membuktikan akan keseriusaannya, bertahun-tahun lamanya akhirnya Kelly menerima laki-laki tersebut karena Ifta sadar akan semua perjuangan yang dia berikan untuk Kelly selama ini.
Selama ini hanya Ardi dan keluarganya yang dapat menerima Kelly mengerti Kelly.
Semakin hari Kelly semakin yakin dengan Ardi yang selalu ada untuknya dalam keadaan apapun. Kelly dan Ardi selalu bersama seperti sepasang sepatu yang tak bisa dipisahkan, mereka selalu bersama untuk melewati semua perjalanan hidup yang menurut Kelly adalah sebuah kepedihan yang tiada akhir.
Akan tetapi sangat disayangkan semua telah berubah, kini Kelly selalu merasa Ardi tak lagi sama, entah apa yang terjadi dalam hubungan mereka? semakin hari mereka semakin renggang dan Ardi yang biasanya selalu tidak pernah bisa melihat Kelly bersedih, kini dia hiraukan Kelly dan itu sangat membuat Kelly begitu dilema dalam mejalani semua yang terjadi.
Kini Kelly selalu merasa tak ada lagi yang peduli sama dia setelah Ardi orang yang dia anggap satu-satunya orang yang peduli sama dia pun berubah.
Kelly hanya bisa bersabar dan lewati semuanya penuh kesabaran dan keyakinan “bahwa ini hanyalah sementara” ujar Kelly di dalam hatinya
Kelly selalu yakin pada TUHAN, bahwa Tuhan akan memberikan kebahagiaan setelah ini, setiap hari itulah yang ifta ucapkan dalam hatinya dan dalam pikirannya.
-THE END-