Saat pagi hari, Hana bangun. Meregangkan badannya dan mulai keluar rumah untuk jogging.
Segarnya udara pagi.
Di kejauhan Hana melihat sesuatu.
Apa itu?
Hana yang penasaran mendekatinya. Saat Hana mendekat ia seperti tersedot oleh black hole.
"TOLONG ... TOLONG AKU ..."
Sampai akhirnya Hana terdampar di jalanan.
"Minggir ... Minggir ... Minggir ... " Semua orang meneriaki Hana. Hana shock tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Ia melihat semua orang melayang dan bergerak dengan begitu cepatnya.
Ini dunia lain?
Aku diculik alien?
"Apa sepatumu rusak?" Seseorang bertanya padanya.
Hana melihat orang tersebut.
Sangat tampan ...
Apa semua alien setampan ini?
"Iya." Hana berbohong. Walaupun sebenarnya ia baru saja membeli sepatunya kemarin.
Pria itu mengajak Hana ke rumahnya. Hendak memperbaiki sepatu Hana. Hana melepas sepatunya. Dan pria itu mengeceknya.
Aneh?
Sepatu apa ini?
Pria itu lalu menscan sepatu itu dengan kacamata canggihnya. Kemudian ia mendapat info kalau sepatu itu buatan tahun 2021.
Tahun 2021?
Eh? Tidak mungkin?
Itu 500 tahun yang lalu.
"Maaf. Aku rasa aku tidak bisa memperbaikinya." Pria itu mengembalikan sepatu Hana.
Pria itu menscan kaki Hana dengan kacamatanya dan keluar info ukuran kaki Hana yaitu 38.
"Ambilkan sepatu baru ukuran 38." Pria itu memberi perintah.
Robot datang membawa sepatu ukuran 38 untuk Hana.
"Pakailah."
Hana memakai sepatu itu. Tapi ia tiba-tiba bergerak mendekat ke pria misterius itu dan menabraknya.
"Maaf ..." Hana merasa malu.
"Ada yang ingin aku tanyakan. Kau berasal dari tahun berapa?"
"Tahun 2021."
Ada apa ia bertanya aku berasal dari tahun berapa?
"Sekarang tahun 2521."
"2521!?" Hana terkejut.
"Kau pasti bohong." Hana tidak mempercayai pria itu.
"Aku tidak berbohong. Kau datang ke sini dengan apa?"
"Aku tiba-tiba tersedot lubang hitam. Dan tahu-tahu aku di sini."
"Untuk sementara tinggallah di sini. Aku Joshua. Siapa namamu?"
"Hana."
Hana yang tidak mempunyai tempat tujuan, mau tidak mau terpaksa tinggal di rumah Joshua.
"Krukkk ... Krukkk ..." Perut Hana berbunyi.
"Kau mau makan apa?"
"Burger."
"Siapkan 2 burger dan 2 cola." Joshua memberi perintah.
Tak butuh waktu lama robot datang membawa 2 burger dan juga 2 cola.
"Kita makan dulu." Joshua mengajak Hana makan.
Sambil makan Hana melihat sekitarnya. Banyak benda asing yang belum pernah ia lihat.
Apa memang ini tahun 2521?
Atau ini cuma mimpi?
Hana mencubit dirinya.
Sakit ...
Ini bukan mimpi.
Hana bermalam di rumah Joshua. Saat keesokkan harinya Hana menemukan catatan digital dari Joshua.
Bila kau lapar, langsung minta saja.
Pakai kacamata ini bila kau ingin menghubungiku.
Hana mencoba kacamata tersebut.
Kacamata biasa.
Tapi saat Hana melihat kakinya. Ia tidak seperti memakai baju.
Eh?
Jangan-jangan kemarin?
Hana langsung menutupi dadanya.
Perut yang lapar membuat Hana ingin makan.
"Buatkan tuna sandwich dan jus jeruk."
Tak butuh waktu lama, makanan datang.
"Joshua ke mana, ya?" Hana hanya berbicara sendiri.
"Tuan Joshua sedang bekerja."
Hana mendengar suara wanita. Ia melihat sekelilingnya. Tapi tidak ada satu orang pun.
"Maaf bila telah membuat anda bingung. Saya Maria. AI buatan tuan Joshua."
Hana menganggukkan kepalanya.
Begitulah hari-hari Hana di rumah Joshua. Makan. Tidur. Makan. Tidur. Sebenarnya ia ingin kembali ke tahun 2021. Tetapi baik dirinya dan Joshua tidak tahu bagaimana caranya.
"Aku sudah satu minggu di sini. Berat badanku kayaknya nambah." Lagi-lagi Hana cuma bicara sendiri.
"Berat badan anda sekarang 52 kg."
Seminggu naik 2 kilo?
Setahun di sini bisa-bisa berat badanku jadi tiga digit.
"Jika anda ingin berolahraga, saya akan menyiapkan peralatannya."
Datang alat-alat yang akan membantu Hana berolahraga. Matras Yoga, Bola gym, pakaian olahraga. Video tentang olahraga juga diputar, Hana mengikutinya.
Aku nggak boleh gemuk.
Kalau gemuk nanti Joshua jadi nggak suka sama aku.
Saat malam hari ...
Hana tertidur di sofa. Ia hendak menyambut Joshua saat ia pulang.
Joshua melihatnya dan menggendong Hana. Ia membaringkan Hana di ranjang.
"Kau baru datang?" Hana melihat jam dinding.
"Tak usah menungguku. Tidurlah di kamar jika kau mengantuk." Walaupun dalam hatinya Joshua merasa senang ada yang menyambutnya dan menunggunya di rumah saat ia pulang. Juga ada yang bisa ia ajak bicara selain Maria, AI buatannya. Karena selama ini ia merasa kesepian.
Keesokkan harinya ...
"Hari ini aku libur. Apa kau mau pergi jalan-jalan?"
Hana menganggukkan kepalanya. Selama ini ia selalu berada di rumah. Ia ingin keluar tapi ia takut dianggap penduduk gelap.
Joshua mengajak Hana ke pantai. Mereka berlarian di atas pasir. Saling memercikkan air laut.
Sampai akhirnya mereka kelelahan dan beristirahat sejenak. Mereka duduk sambil melihat matahari terbenam.
Suasana menjadi romantis. Mereka saling berpandangan dan tanpa sadar tubuh mereka mendekat dan mereka pun berciuman.
"Hana ... Aku mencintaimu."
Tetapi ada yang aneh dengan tubuh Hana. Perlahan-lahan tubuhnya menghilang. Mulai dari kaki kemudian bagian perut.
Kedua tangan Hana menangkup pipi Joshua. Ia lalu mencium bibir Joshua.
"Aku juga mencintaimu."
Hana pun menghilang.