Cerita ini sangat membag*ngkan. Begini ceritanya!
Aku sedang memasak untuk sarapan di dapur, dan ditemani dua anak-anakku. Kami tinggal di rumah yang mana bangunannya itu panggung. Lantai papan gitu, jadi kalau ada yang jalan kita seakan-akan men-DJ.
Dapur bersebelahan dengan WC, jadi kalau ada yang mandi ataupun aktivitas lain pasti kedengaran.
Lagi asik rajangin bawang ada Bang Edi, kebelet membuang sisa-sisa makanan di dalam perut. Tidak ada yang janggal memang.
Brak!
Pintu WC ditutup, hening hanya ada suara air mendidih di atas kompor yang menyala. Tapi ....
Brobot ... Brot!
Santai, seolah-olah tak dengar anggap saja tak terjadi apa-apa. Tapi tidak dengan anakku si Kakak.
"Suara apa tuh, Ma?" tanya Kakak sambil asik memainkan kulit bawang.
"Ehmm ..." jawabku hanya itu. Bingung mau jawab apa, takut yang di dalam WC malu.
Mungkin sesuatu yang encer itu menyakitkan, jadi terdengar lagi.
Brot! Brebet!
Astaga aku malu mendengarnya. Kuharap kakak tidak menanyakan pertanyaan yang sama. Cuma harapan!
"Ma! Suara apa, itu?" Kentut ya, Ma!" ucap Kakak keras.
Aku? Nahan ketawa dong. Cepat-cepat kumatikan kompor dan menyudahi rajang-merajangnya. Aku seret Kakak, lalu kugendong sibayik. Lekas menuju kamar menumpahkan tawa yang tertunda.
"Hihihi ... Hahahaha ....!" Aku membekap dengan bantal biar tak terdengar suaraku sampai keluar. Biar nggak malu yang di dalam WC!
"Mama kenapa sih, ketawa sendiri?" tanyanya kemudian. "Tadi suara kentut Om Edi 'kan, Ma?" Masih penasaran Kakak.
"Iya, Kak," jawabku.
"Oh. Kok, bunyinya gitu, Ma?"
"Terus, Kakak maunya bunyi yang seperti apa?" Aku semakin terpingkal-pingkal.
Tamat
Siapa di sini pernah ngalamin seperti di cerita? Aku? Pernah!
Hahahahhahaa