Namaku Leslay Moon, seorang peneliti sekaligus ilmuwan yang terobsesi akan misteri dibalik kehidupan orang-orang di era prasejarah.
Zaman prasejarah merupakan masa di mana manusia masih belum mengenal tulisan.
❤️
Di usiaku yang ke 25 tahun bukannya menikah, aku malah sibuk dengan kegiatanku yang keluar masuk luar negeri demi serangkaian penelitian sejarah.
Hal itu kulakukan untuk menyempurnakan sebuah buku karyaku sendiri, yang berjudul ‘The History’
❤️
Di malam yang sunyi dan senyap, tepatnya pada pukul 23.59 WIB, aku yang sedang sibuk memainkan jemari di atas keyboard laptop, tiba-tiba dikejutkan oleh suara decitan dari dalam kardus, tempat di mana penemuan-penemuan ilmiahku tersimpan.
Aku membelalakkan mata ketika sebuah batu megalit yang kubawa pulang dari luar negeri, bercahaya bagaikan kilatan petir.
Cring!
Bugh!
Uhuk, uhuk.
Ruang belajarku kini dipenuhi oleh asap yang muncul dari dalam batu itu.
Aku semakin takut saat seorang pria dengan tubuh yang hanya berbalutkan kulit domba, berjalan ke arahku.
Aku dengan paniknya langsung berteriak histeris seraya memejamkan mata dengan berkata, “Pergi! Menjauh dariku! Aku tidak punya utang padamu!”
❤️
Sepuluh detik berlalu, tidak terjadi apa-apa denganku. Hanya saja, tangan pria itu meraba-raba wajahku.
Aku pun membuka mata perlahan, dan hal itu sontak membuat dia berlari dan bersembunyi dibalik lemari.
Hah? Kenapa dia malah lari?
“Hei, kemarilah. Aku tidak akan menyakitimu.” Lirihku sembari melangkahkan kaki.
Ia menggelengkan kepalanya cepat, seakan tidak mau didekati olehku.
Sekilas aku merasakan bahwa ketakutan sedang menyelimuti dirinya.
“Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu.” Ucapku memiringkan kepala, sambil tersenyum.
“Apa kau pria yang keluar dari dalam batu itu? Siapa namamu?”
.
.
.
.
.
❤️
Namanya Momo, dan dia merupakan seorang pria misterius yang lahir dari sebuah batu, kataku.
Pria dengan tinggi 190 Cm ini, memiliki paras yang rupawan. Bahkan bentuk rahang dan model hidungnya pun tidak pernah kutemukan di dunia ini.
Sangat sempurna bak dewa-dewa di mitologi Yunani.
Aku menghabiskan waktu selama berhari-hari untuk meneliti tentang asal-usulnya.
Ternyata dia adalah manusia yang hidup pada zaman prasejarah.
Lalu, kenapa dia bisa sampai ke abad ini?
❤️
Momo tidak bisa bicara, namun ia adalah pria yang sangat patuh.
Sejak kedatangan Momo, aku mulai merasakan bahwa kehangatan kembali hadir dalam kehidupanku yang biasa-biasa ini.
Sikapnya yang lugu dan polos, membuat siapapun akan luluh.
Hari-hari terus berlalu, membuat aku dan Momo menjadi sepasang manusia yang tidak bisa terpisahkan.
Dan ya! Seperti kata orang-orang, bahwa cinta akan tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu.
.
.
.
❤️
Aku bangun dari tidurku saat tersadar bahwa Momo tidak ada di sebelahku.
Aku langsung beranjak keluar menuju halaman rumah sambil meneriaki namanya.
“Momo! Kamu dimana?!”
Tak terasa air mataku berlinang, karena khawatir akan hal buruk tentang Momo, kekasih hatiku.
Dimana dia? Kenapa tiba-tiba dia menghilang?
Aku pun terus mencari ke setiap sudut ruangan, namun hasilnya nihil.
❤️
Saat aku mulai menyerah dan pasrah dengan keadaan, suara Momo terdengar dari arah belakang rumah.
Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari kesana.
Sesampainya di belakang rumah, aku akhirnya menemukan Momo.
Ia pun berjalan ke arahku dengan tangan kirinya memegangi seekor kancil dan berkata, “Leslay, aku membawakanmu hasil buruanku.”
Deg!
Momo!
“Kau, benar-benar membuatku khawatir!” Ucapku yang langsung memeluknya erat.
“Hehehe, maaf.” Lanjut Momo.
Aku mendongakkan kepala lalu berkata, “Kau sudah bisa bicara Momo?”
Momo mengangguk cepat dengan wajah cerianya.
“Hiks, dasar manusia purba! Aku mengira kalau kau telah pergi meninggalkanku. Aku sangat takut kehilanganmu! Kau tahu?!” Ucapku penuh tangis.
Momo hanya terkekeh geli melihat reaksiku yang seperti itu.
Ia dengan cepat langsung meletakkan kancil itu, lalu kembali memelukku dan berkata, “Leslay, aku dan kamu ditakdirkan untuk bersama. Perbedaan ruang dan waktu bukanlah alasan untuk tidak saling mencintai.”
Aku mencintaimu.
~End~
Jangan lupa like and coment ya para readers.
Terima kasih.