K•A•Y•A
-subur, penuh, berharga, beraneka ragam, gemuk
MACHGELHANS || MACH
[1-OCT-2021]
Sekarang tanggal 30 september, katanya..
Katanya, kita harus mengibarkan bendera. Entahlah..
Katakan aku tidak nasionalis, katakan aku tidak berperikemanusiaan, berperikepancasilaan, toh aku tidak memiliki cukup uang untuk membeli bendera. Jangankan beli bendera, nasi saja aku harus mencari di belakang warung makanan.
Kemiskinan? Kutukan Tuhan? Oh, yeah.. Mereka berdua sahabatku by the way..
Hahaha, perkenalkan.. namaku Kaya. Entah orang bodoh mana yang menamaiku seperti itu, toh nasibku juga miskin. Umurku.. yah lupa lagi deh.. Kalau tidak salah eum.. 17? Tujuh belas tahun ini..
Persetan dengan umur, aku sudah kangen tuhan.
Pagi ini, aku berjalan.. Melewati beberapa perkantoran yang menggelar upacara. Mereka melihatku, sembari berdecak sebal. Hey, apa salahku? Yah, aku tau.. Aku bahkan tak pantas untuk dilihat orang lain.. Bukan, bahkan lalat pun jijik padaku..
Netra hitam Kaya mengkilap, melihat raut sosok manusia jahat.. Manusia yang paling banyak menorehkan luka padanya.. Kaya berlari, berlari tanpa melihat sekitar..
Bukan, kalau kau pikir Kaya akan tertabrak motor, jigau yo..
Kaki miliknya berdarah, air matanya bahkan sudah mengering. Kaya benar - benar sendirian..
Berjalan gontai melewati pertokoan, ada yang memandang jijik. Ralat, banyak.
-
Kaya ingat, ingat bagaimana saat lelaki bajingan itu memerkosanya. Kaya takut.. Sangat takut..
Mungkin tuhan belum mempercayainya untuk menerima kebahagiaan, benar saja. Kaya bertemu dengannya, laki laki jahanam itu. Mengenakan seragam khas pegawai, sepatu yang akan berdecit setiap melewati ubin mengkilap. Penampilannya menarik, menarik untuk di jadikan suami, katanya..
Berusaha lari, Kaya mengerahkan semua tenaga yang masih tersisa. Tak peduli kemana, asalkan ada jalan, harus lewat.
Lelaki itu mengejar? Iya.
Kaya kehabisan tenaga, tak kuat.. Saat itu pun, ia sedang datang bulan. Sialan, pikir Kaya.
"kenapa kau lari? Padahal aku hanya ingin memberikan nasi, lho"
BOHONG
"hm?, kamu kenapa diem aja? Sakit tenggorokan? Mau kuantar ke rumah sakit?"
LIE
"Kaya, ayolah, kakak hanya mau berteman denganmu"
USO
Gemetar, Kaya tak kuat..
Tangan keras itu mulai menyentuh paha miliknya, menyentuh bagian yang harusnya tak disentuh, bahkan oleh orang tuanya.
-
Di malam itu, Kaya kembali diperkosa, untuk kesekian kalinya. Di malam itu, ia kembali ditinggalkan di lorong bangunan tua, sendirian.
Pagi menghampiri, menghampiri Kaya yang terlelap dalam kesakitan.
Darah tertoreh dimana mana, Kaya ingin menangis, Kaya lelah, Kaya tidak kuat...
Hati kecilnya pun sudah merengek, jangan menangis. Air mata Kaya yang digadang gadang kering, pun. Akhirnya jatuh.
-
Manusia itu selalu tidak puas, ya?
-
Breaking news.
"Ditemukan jasad gelandangan yang diduga tewas bunuh diri, hasil otopsi mengatakan tidak ditemukan gejala pembunuhan, murni bunuh diri dengan cara menerjunkan diri ke kali xxx"
-
Kaya tewas, tanpa ada yang peduli padanya disaat saat terakhir hidupnya. Yah, mungkin itu lebih baik, daripada ia harus memikul beban neraka dunia.
Atau mungkin tidak.
-
MACHGELHANS || MACH
[1oct21]
-hehe, maaf gaje, baru first time buat cerpen🦉