Kata --just here-- saja sudah membuatku berdegup kencang ketika mendengarnya. Permainan yang seharusnya menyenangkan, walau mudah di tebak, pada akhirnya meninggalkan sejumlah reaksi bagiku.
Atau bahkan... dunia ini?
-23.29.59
Sebelumnya,
Aku biasanya hanya duduk-duduk di pojok tanpa membuat orang lain menggangguku. Tak mencolok, tak bergaul atau bahkan dibuli. Aku tak pernah merasakan hal itu. Jangan tanya IQ milikku berapa. Karena aku benci mendengarnya. Kau akan tahu nanti.
10.33.49
Hari ini, banyak orang yang sedang membicarakan game offline yang akan segera rilis dengan label resmi online. Aneh, tapi itu bukan sesuatu yang harus di perdebatkan, bukan?
Lalu, semenarik apakah permainan ini? Menurutku, kalau permainannya cukup menghibur itu sudah bagus bagiku. Tak perlu grafik yang luar biasa, aku hanya memilih kalau alur dari permainan itu sendiri sangat tak terduga.
Kebetulan. Karena adanya fitur baru nanti pada game tersebut, kemungkinan alurnya akan bisa kita kendalikan dengan akhir yang tidak bisa dihindari. Tenanglah, itu hanya perumpamaan. Atau, mungkin itu khusus bagi yang online? Siapa tahu?
10.33.04
Tanpa sadar aku mengikuti permainan itu dari awal dan menunggu rilisan terbarunya. Awalnya aku tak menyangka permainan ini cukup nyaman untuk dimainkan. Cukup menghibur walau terkesan agak thriller. Hanya itu.
10.32.48
Sepulang sekolah mereka buru-buru pergi ke rumah masing-masing karena waktu hitung mundur itu. Semua itu hanya karena satu hal. Notifikasi memberitahukan untuk segera pulang dan berlindung. Kalau tidak, gadis kecil itu datang dengan mata yang tertutup. Maka, kau dinyatakan kalah sebelum versi resmi di buka.
00.09.48
Aku melakukan apa yang biasanya aku lakukan. Yah, langsung pulang tentunya. Tak terburu-buru seperti mereka. Waktuku untuk sampai rumah pun hanya kisaran kurang dari 10 menitan. Jadi aku hanya berjalan santai.
00.00.09
Saat aku menuju gagang pintu besi rumah ku. Aku mendengar sebuah teriakkan.
"Aahkk...!" Spontan aku melihat kebelakang.
Gadis itu. Yang ada di dalam game. Pikirku.
00.00.01
00.00.00
Sruuk!
"Game, just Here. Di mulai!" Suara notifikasi smartphoneku agak senyap dan bergetar. Tapi, orang itu bersimbah darah dengan tubuhnya yang terkoyak. Sementara gadis itu tak memakai senjata. Hanya gerakan tangannya saja yang kini mengarah padaku.
Aku segera menutup dan mengunci rapat-rapat pintu rumah. Naik ke atas terburu-buru dan menguncinya lagi. Aku tak bisa bernafas untuk sejenak.
Tenanglah, jangan panik! Mungkin itu hanyalah prank. Pikirku. Walau aku tahu bahwa teriakan dan darah itu terlihat nyata. Smartphone ku masih bergetar. Ada begitu banyak notifikasi dari permainan ini. Entah bagaimana aku masuk grup.
"Hah... sialan! Apa-apaan ini?!" Kataku setelah menekan notifikasi video dari permainan ini. Bukan karena malu, tapi karena reaksi dari publik.
"Haha! Luar biasa!" Kataku. Mereka menganggap semua ini lelucon.
Dalam permainan ini sendiri, aku memiliki hak istimewa. Dimana aku bisa meletakkan duplikat diriku sendiri agar aku yang asli tak bertemu dengannya. Aku hanya terdiam. Merenungkan apa yang mereka katakan disini. Dalam sebuah grup.
"-ant* : kalian tahu, aku baru dapat misi lho! Ada yang mau bergabung? Syaratnya cuma satu. Beri aku poin kalian sebesar 41!
-seir** : kau yakin itu bukan penipuan agar kau dapat poin lebih? Ada banyak orang juga disini yang ingin poin tahu!
-han** : dia ada benarnya juga.
-ant* : ayolah! Bisa jadi ini teka-teki. Butuh enam orang dengan syarat 41 poin terkumpul di setiap pemain. Apa yang akan terjadi jika kita menjumlahnya?
-art** : 246 poin"
Aku langsung menjawabnya.
"-her* : bukannya nickname ini sama dengan yang ada di video itu?
-seir** : iya juga! Lari ketakutan karena grafik saja, pakai ekspresi kaget! Hahaha!
-mein* : dia toh! Hahaha!
-del** : dia di grup istimewa? Kenapa tidak keluar saja langsung. Berhenti bermain game!
-loah* : bukannya dia itu murid di sma yang bermasalah? Dia kena mental ya? Hahaha...
-art** : diamlah!"
Aku sudah muak akan perkataan mereka. Notifikasi hanya bergetar sesekali. Di luar, aku melihat dari jendela. Mayat itu masih tergeletak di jalan. Tanpa ada seorangpun tahu bahwa itu nyata.
Grup itu sendiri juga terbagi dalam 50 bagian. Aku masuk ke dalam grup istimewa yang hanya ada 10 orang disana. Sementara grup lain dipasang secara acak. Sekarang, smartphone milikku malah bersuara. Padahal aku sudah membuatnya menjadi mode diam.
"Hidup sendiri disana akan membuatmu tertangkap. Carilah 2 orang untuk kau percayai. Tapi, ingat! Orang yang kau percayai belum tentu percaya padamu." Itulah isi dari notifikasi tersebut.
Tck. Aku hanya bisa mendecak.
"Imbalan untuk anggota yang bergabung adalah... 253 poin!" Notifikasi lainnya menyusul.
Hah?! apakah harus? Tapi, jika gadis itu mendatangiku dan membunuhku... aku berpikir keras untuk tidak mengeluh.
Apa ini sebuah misi?
"-art** : entah permainan ini mengutuku atau apa. Aku sekarang memiliki misi. Ada yang ingin bergabung? Tanpa syarat. Mungkin syaratnya hanya, kalian harus percaya padaku.
-del** : oh, terus?
-loah* : sebaiknya jangan ada yang bergabung!
-seir** : dengan orang yang mentalnya lemah seperti itu? Tidak!
-ant* : sayang sekali. Aku sudah punya misi.
-han** : apa akan ada imbalan?
-atr** : tiap anggota mendapat 250 bagi yang bergabung.
-seir** : mustahil!
-dar** : aku akan bergabung.
-her* : hah?! Serius?
-fal** : mungkin aku juga..."
Aku tak percaya mereka akan mempercayaiku.
"-mein* : apa kau bisa memilihku?
-loah* : tidak, pilih aku!
-seir** : hei, kalian! Bisa jadi penipuan lho!"
-art** : cukup sudah. Aku memilih dar** dan fal** saja. Syaratnya adalah kalian harus percaya padaku.
-del** : percaya pada hal apa?
-art** : apa kalian tahu bahwa mayat itu nyata? Masih ada di sana tanpa ada yang memperhatikan. Bahkan tukang sapu!
-del** : masa sih?! Foto saja dan kirimkan. Lebih dekat lebih bagus!"
Hah... sial. Kau menyeret seorang wanita yang tak bersalah sepertiku menuju ke sana? Umpatku.
Aku mencoba memberanikan diri untuk turun. Alasan ini membuatku berani mengambil langkah menuju mayat itu. Dengan gemetaran, aku memutar gagang pintu dan melihat dengan jelas lalat yang berterbangan. Aku mengangkat teleponku dan memotret mayat tersebut. Secepat mungkin aku mengirimnya dalam grup.
"-art** : [pictures]
-del** : tidak ada apapun disana. Kau memotret jalanan kosong.
-seir** : tuh, kan. Mentalnya kena. Dia gila sendiri.
-loah* : aku menyesal memohon untuk bergabung."
Mereka tidak melihatnya?! Lalu apa yang harus aku lakukan?
"-fal** : aku tetap percaya.
-dar** : aku juga."
Dua orang ini mencurigakan.
"-dar** : apa kau bisa datang ke gang di blok c? Aku rasa ada sesuatu yang harus kau tahu. Itu menurut notifikasi.
-fal** : oh, aku juga ada di blok b. Apa kau ingin aku antar? Bahaya jika kau mati tapi poin yang kau kumpulkan sedikit, kan?
-art** : sungguh? Kalau begitu tunggu. Aku akan ke blok b."
Tepat setelah aku mengalihkan perhatianku dari smartphone, aku melihat gadis itu tersenyum. Terlalu lebar sampai dilihat dari sudut pandangku dia adalah psikopat. Bukan! Tapi seorang monster.
Aku berlari sejauh mungkin darinya. Tapi, aku berlari ke arah yang berlawanan dari blok b. Sekarang bagaimana aku harus kesana? Pikirku. Aku mengintip tempat dimana gadis itu berada. Tapi, yang ada kekosongan dan keheninganlah yang ada.
Hah... tunggu. Aku merasa tak sendirian. Aku melihat ke kanan untuk memastikan tak ada yang aneh. Saat aku melihat ke kiri, ada wajah terpatri disana. Dan wajah itu manis kalau dipandang dari sudut pandang iblis.
"Aaaaahhkkk!!!" Aku berteriak dan berlari entah kemana.
Dia terus mengejarku. Lalu notifikasi sekarang bersuara.
"Hak istimewa telah dimuat! Kau bisa memanggil duplikat dari suara saja! Tapi, resikonya akan amat sangat besar. Mohon pertimbangkan kembali!" Suara tersebut hampir sama seperti robot.
"Lakukan saja sekarang!" Kataku tak peduli pada apapun.
"Duplikat pertama di sebelah barat. Pergilah ke arah timur untuk menghindari ancaman." Aku langsung menurutinya.
Saat aku melewati gedung apartemen yang mengerikan, ada seseorang disana. Aku tanpa pikir panjang menarik tangannya menghindari gadis dalam game itu lalu berlari secepat mungkin. Sesekali juga aku melihat ke belakang.
"Hah... hah... hah... sebaiknya kau harus bersembunyi. Tak aman disini." Kataku. Saat aku berhenti melihat kebelakang dan ingin melihat seseorang yang tentunya kaget setelah aku menyeretnya, yang aku lihat cukup berbeda.
Aku masih disini.
Ditempat mayat itu berada. Tapi, mayatnya menghilang tanpa jejak atau bekas apapun. Aku jatuh terduduk melihat usahaku sia-sia. Aku baru sadar kalau aku terkena jebakan mereka. Mereka mempermainkanku.
Notifikasi bergetar kembali.
"-her** : hei loah*! Kau berhasil! Menjebaknya memang susah ya!
-loah* : ini berkat ant** tentunya. Tak sia-sia aku memberi begitu banyak poin.
-seir** : kau memang miskin ya, loah?
-loah* : kau ini!
-ant* : mana pujian untukku?
-han** : apa ini baik-baik saja? Poinku memang nambah banyak tapi...
-mein* : lupakan saja! Lagipula grup ini dibuat untuk menjatuhkannya bukan?
-del** : lihat! Dia punya banyak poin juga ya? Tapi, pada akhirnya poin itu akan kembali ke nol deh... hahaha!
-ant* : punya dua akun itu ternyata tak sia-sia juga ya?
-seir* : yah, begitulah! Hahaha..."
Kalian brengs*k! Umpatku dalam hati. Aku melempar smartphoneku dan mendongak ke atas. Yah, inilah akhirnya.
Sreek! Brugh!
"Game over!" Suara yang paling tak ingin aku dengar langsung masuk ke otakku.
Ting!
"Selamat! Kau sudah masuk ke dalam sistem! Kau bisa melakukan apa saja sekarang. Segalanya! Semua kendali ada di tanganmu sekarang. Kecuali aturan mutlak. Sebut 'aturan mutlak' untuk informasi lebih lanjut!" Suara robot itu kini menghilang.
"Hei! Jangan takut! Aku juga korban dari mereka." Dan suara gadis itulah yang berganti. "Kau lihat? Mereka hanya ingin kesenangan yang merugikan orang lain. Mari kita ajari mereka apa itu arti 'kesenagan' tentunya!" Sambungnya dengan riang.
"Mari." Kataku setuju dan tersenyum.
"Kau punya 24 jam untuk bermain dengan sistem! Kita mulai dari mana?" Tanyanya.
"Kalau begitu grup istimewa." Kataku.
Kalian tahu mengapa aku tidak pernah mencolok? Itu karena jika sekalipun aku mencolok, maka aku akan sangat mencolok.
Ah, apa aku menceritakan kekesalan dan umpatan dengan sangat nyata? Maaf tapi, aku berakting terlalu baik untuk hal ini. Karena inilah aku mengapa aku terus berpura-pura ketakutan dan menjadi bodoh. Mendapatkan sistem dan memenangkan jackpot secara bersamaan.
Jangan membangunkan kucing yang sedang tidur. Itulah yang terjadi.