chintia itu lah nama seorang pelajar SMP yang saat ini telah lulus sekolah, dan akan memasuki tahap mandiri.
karena dia telah mendaftar di sekolah yang jauh dari tempat tinggalnya, dan dia akan menyewa kamar kos untuk dirinya.
semua akan dia lakukan sendiri tanpa bantuan orang tuanya, di saat dia jauh dari keluarganya.
tapi bagi dirinya itu hal yang harus dia lakukan dan akan terbiasah tanpa bantuan ibunya.
hari ini penerimaan siswa baru, dan Chintia dia sangat semangat bangun pagi, mandi dan bersiap untuk ke sekolah.
sebelum melangkah kan Kaki ke sekolah dia tak lupa berdoa.
" TUHAN apa pun yang akan terjadi hari ini, aku serahkan semua ke dalam tangan mu Amin ".
thyia pun berangkat ke sekolah, sesampainya di sekolah dia mengikuti petunjuk guru tentang kedisiplinan, hari itu dia belum memiliki teman semua seperti orang asing yang belum saling memperkenalkan diri.
hari itu ibu guru menyuruh semua para murid baru harus memilih jurusan apa yang mereka inginkan masing _ masing.
dan thyia memilih jurusan yang sudah lama dia impikan, yaitu jurusan keperawatan.
dia sangat senang dengan pilihannya, karena dia memimpikan tuk dapat jadi seorang perawat nantinya.
hari itu berjalan sangat baik, dan jam sekolah pun selesai.
hari kedua masuk sekolah, semangat bangun pagi selalu dia pertahankan, hari ini semua siswa sudah di tempatkan di jurusan mereka masing masing, dan sudah mendapatkan ruangan kelas perjurusan.
di kelas keperawatan ada lima puluh tiga siswa, karena ruangan sekolah yang lain belum selesai di bangun, jadi kami semua di tempatkan di ruangan yang sama.
meskipun banyak siswa dalam satu ruangan tapi tak dapat memenuhi ruangan itu, karena terlalu besar jadi para murid duduk berdua dalam satu meja.
dan thyia memilih kursih di barisan paling depan, di sana dia kenalan dengan seorang teman wanita yang bernama Carina.
hari itu mereka berdua mengobrol dengan sangat akrab.
seminggu sudah mereka semua saling menyapa, berteman, dan pada akhirnya mereka sekelas menjadi satu keluarga yang saling melengkapi, bekerja sama dan menjadi sahabat.
meskipun mereka semua berbeda kepercayaan tapi mereka tidak mempedulikan hal itu.
sebulan telah berlalu mereka semua telah saling mengenal satu sama lain, dan thyia sudah mendapatkan sahabat sahabatnya.
bahkan teman teman sekolahnya sering pergi nongkrong ke kosannya thyia.
di balik teman yang baik ada seorang teman yang ternyata menyukai thyia, namanya Indra dia ketua kelas nya thyia.
pada pagi hari di sekolah thyia sedang menyalin catatan pelajaran yang tertinggal, dan Indra tiba tiba masuk dan langsung menggoyangkan mejanya thyia.
thyia hanya tersenyum meskipun catatannya sudah tergores, untuk yang kedua kalinya kembali Indra merampas polpennya thyia.
thyia hanya membiarkan polpennya di ambil Indra.
thyia mengambil polpen baru dan kembali menulis, dan untuk yang ke tiga kalinya, Indra kembali menjaili thyia, indra kembali menggoyangkan meja belajar thyia.
pada saat itu juga emosi thyia tak tertahankan lagi, thyia langsung melemparkan buku catatannya ke wajahnya Indra.
" Indra ada apa dengan kamu ? kamu tau aku sudah capek menyalin semua catatan ini, dan kamu merusak semua catatan ku, aku nGak mau tau pokoknya kamu perbaiki semua catatan aku yang sudah tergores".
dengan nada yang marah thyia langsung pergi meninggalkan kelas itu.
thyia pergi ke kantin di sana dia melihat sahabatnya yang sedang nongkrong, dia pun ikut mengobrol bersama mereka dan dia menceritakan betapa kesalnya dia pada Indra.
ke esokan harinya thyia sedang membersihkan ruangan kelas, tiba tiba Indra datang dan mengembalikan catatan yang sudah dia goreskan kemarin.
"pagi thyia"
sapa Indra.
thyia hanya diam memandang Indra.
" thyia ini catatan kamu yang kemarin, semuanya sudah aku catat lengkap sampai pada bab akhirnya, maaf ya sudah buat kamu mara kemarin"
melihat catatan yang di berikan Indra, thyia langsung tersenyum.
" makasih yah, tapi kamu kan yang salah, siapa yang nyuruh juga kamu Ganggu aku, ini akibatnya kamu harus tanggung jawab perbuatan kamu."
" eehh Indra tumben kamu masih pagi sudah ada di sekolah, biasakan kamu paling terlambat ke sekolah meskipun kamu ketua kelas,"
mendangar perkataan thyia, Indra langsung tertawa,
" emang kenapa kalo aku datang se pagi ini, kan ini juga demi kebaikan kamu, catatan yang aku kasih ke kamu itu, tugasnya di kumpul hari ini tau, sehabis apel pagi,".
mereka berdua saling memandang dan tertawa.
tapi thyia tidak tau sama sekali kalo Indra menyukai thyia.
sikap Indra juga biasa saja, tidak terlihat jika dia menyukai thyia.
sepualang sekolah Indra mengajak thyia untuk pergi ke pantai, bertepatan hari itu ulang tahunnya Deni, teman sekelas Indra dan thyia.
jadi sepulang sekolah thyia dan sahabat sahabatnya pergi bersama Indra ke pantai, di sana sudah ada Deni yang sedang duduk, dan Indra langsung memukul kepala Deni pake telur ayam busuk.
mereka semua terlihat bahagia, tak terasah waktu menunjukan pukul empat soreh, thyia langsung mengajak teman temannya pulang ke kos.
sebelum beranjak pulang, indra memanggil thyia dan mereka berdua pergi menjauh dari teman teman yang lain.
" Indra kenapa harus pergi menjauh dari mereka ?
apa yang ingin kamu omongin ?
kelihatan serius banget ndra, perasaan aku jadi nGak enak nih .
tanya thyia ke Indra".
jawab Indra.
" tenang aja aku nGak bakalan macem macem sama kamu ko, kamu pikir aku gila apa, aku punya impian yang harus aku wujudkan."
" ya udah cepetan kamu mau ngomong apa, bentar lagi sudah mau malam, ibu kos dari tadi telfon aku terus, aku takut nantinya dia ngaduh ke mama aku, aku belum pulang sekolah udah jam segini."
desak thyia.
thyia sebenarnya aku suka sama kamu, kamu mau nGak jadi pacar aku?
mendengar pengakuan Indra, thyia sangat terkejut jantung thyia berdetuk sangat kencang tidak tau apa yang harus dia jawab atas pertanyaan Indra.
Indra kembali bertanya.
apa kamu mau jadi pacar aku thyia ?
dengan tersenyum tulus thyia menjawab pertanyaan Indra.
" ia aku mau jadi pacar kamu, tapi boleh kan jangan beri tahu teman kita yang lain, aku malu kalo sampai mereka tau kita berdua pacaran, pasti kita akan selalu di jaili teman teman."
ia aku tau apa maksud kamu thyia, tapi kita udah jadian kan ?
Indra kembali bertanya.
ia Indra kita sudah jadian, Indra tersenyum sambil menGengam tangan thyia.
dan pergi dari pantai itu.
setelah di depan teman teman, mereka berdua bersikap biasa saja seperti teman.
mulai hari itu mereka berdua sudah berpacaran, dan tak ada orang lain yang tau tentang hubungan mereka berdua.
setahun sudah mereka berpacaran, dan kini mereka sudah berada di kelas dua belas.
hubungan mereka tetap bertahan, mereka berdua tetap saling menyayangi.
hingga pada akhirnya mereka berada di kelas tiga belas.
di saat itu hubungan mereka sudah mulai di ketahui, oleh teman teman sekelas tapi karena semua sudah mulai beranjak dewasa, mereka tidak sama sekali menjaili hubungan Indra dan thyia.
Indra memperlakukan thyia dengan baik, begitu pun sebaliknya thyia sudah memperkenalkan Indra pada kedua orang tuanya, hubungan mereka berdua sudah dapat restu dari kedua orang tua mereka masing masing.
tinggal menunggu mereka berdua lulus sekolah,
melanjutkan kuliah, atau berhenti di pelaminan.
tak terasah saat ini ujian kelulusan sudah tiba, Indra dan thyia tidak lagi bertemu seperti biasanya ke duanya sepakat, untuk saat ini mereka harus memfokuskan di ujian kelulusan.
hanya boleh bertemu saat di sekolah, dan saat pulang tak lagi boleh bertemu, harus giat belajar agar bisa lulus dan kuliah.
seminggu ujian nasional di laksanakan dan mereka berdua tidak lagi sibuk berpacaran, mereka sibuk dengan belajar.
dan pada akhirnya ujian pun selesai, tinggal menunggu hasil, mereka berdua kembali bertemu, dan bersama kembali.
dua Minggu telah berlalu pengumuman kelulusan pun sudah di tampal di Mading sekolah, semua siswa berkumpul sambil berdesak desak kan untuk melihat hasil yang mereka dapatkan.
Indra dan thyia saling berpelukan mereka berdua sangat bahagia, karena ternyata mereka berdua lulus dengan nilai yang sempurna.
thyia membereskan semua barang yang ada di kosan nya, dan membawa pulang ke rumah.
malamnya thyia kaget karena Indra datang ke rumah thyia bersama dengan ke dua orang tuanya, ternyata malam itu adalah malam yang terakhir thyia dapat melihat Indra.
orang tua Indra datang ke rumah thyia, dengan maksut ingin melamar thyia, dengan senang hati ke dua orang tua thyia menerima lamaran itu, dan acara pertunangan itu di lakukan pada malam itu juga, yang tak di hadiri oleh orang lain, hanya ke dua orang tua Indra dan kedua orang tua thyia.
Indra memberitahu pada thyia dan orang tua thyia, bahwa besok Indra harus pergi kuliah di Jakarta dan apa bila sudah selesai kuliah, Indra akan datang dan langsung menikahi thyia.
thyia pun mengiyakan kemauan Indra, karena thyia juga harus melanjutkan kuliah di Manado, thyia ingin mengejar impiannya.
kedua orang tua mereka sudah setujuh.
besok pun tiba, dengan berat hati thyia mengantar Indra ke bandara, sepanjang perjalanan mereka berdua saling berpelukan seperti tak relah untuk berpisah.
tibanya di bandara pesawat yang akan di tumpanginya Indra akan segera berangkat, Indra langsung terburu buru pergi.
sebelum pergi, Indra memeluk dengan erat tubuh thyia, dan berkata pada thyia.
" tunggu aku pulang ya yang, baik baik ya di sini, jangan nakal ya"
thyia hanya bisa menangis dan menganggukkan kepalanya.
Indra pun berangkat.
tiga tahun sudah mereka tidak bertemu, hanya melalui Wa, mereka berdua bertatap menahan kerinduan.
dua bulan sebelum wisudah, Indra menghilang tanpa kabar, thyia sangat kawatir thyia menghubungi ke dua orang tua Indra, tapi thyia tak dapat jawaban dari orang tua Indra.
semenjak kehilangan kabar dengan kekasihnya thyia tak lagi dapat tidur dengan nyenyak, setiap malam thyia selalu berdoa, agar Indra baik baik saja di sana.
dua bulan telah berlalu thyia dan Indra telah hilang kontak sama sekali, namun thyia dengan setia menunggu Indra datang menemuinya dan mereka berdua akan menikah.
hari ini, hari paling bahagia dalam hidupnya thyia karena dia wisudah hari ini, dengan gelar sebagai seorang perawat.
betapa bahagianya dia, karena dapat membahagiakan kedua orang tuanya.
tiba tiba ke dua orang tua Indra datang untuk memberi selamat kepada thyia,
thyia langsung memeluk ibunya Indra,
ke dua orang tua Indra terlihat sangat tidak bahagia mereka berdua terlihat sedih.
dari kejahuan thyia melihat Indra yang sedang tersenyum padanya, dengan membawa se ikat bunga di tangannya.
dengan sangat bahagia karena sudah lama tidak melihat kekasihnya itu, thyia langsung berlari menujuh Indra, tiba tiba langkah thyia terhenti.
saat dia melihat seorang wanita cantik di belakang Indra yang sedang hamil.
Indra dan wanita itu menghampiri thyia,
karena rindu sudah tak tertahankan thyia langsung memeluk Indra, dan menangis di pundaknya Indra.
tiba tiba Indra melepaskan pelukan thyia, dan memberikan surat undangan pernikahan, thyia kebingungan siapa yang akan menikah ?
atau mungkin ini hadiah dari Indra, contoh undangan pernikahan kami berdua pikir thyia.
dengan bahagia thyia membuka undangan itu, betapa kagetnya dia, ternyata nama dan foto dari isih undangan itu bukan, wajah dan namanya.
dengan sekejap suasana di tempat itu menjadi hening, air mata thyia langsung menetes, dengan sekejap dunianya benar benar hancur.
orang yang selama ini dia tunggu, ternyata menghancurkan hatinya.
thyia mendekati Indra dan menyandarkan kepalanya di pundak nya Indra.
" aku pinjam yah sebentar pundak kamu, aku lelah, aku capek, sebentar saja, aku hanya ingin menenangkan hati ku,"
mendengar perkataan thyia, Indra langsung menangis dan memeluk thyia dan meminta maaf se dalam dalamnya.
Indra meminta maaf pada ke dua orang tua thyia.
begitu pun orang tua Indra meminta maaf juga pada thyia dan orang tuannya, atas perlakuan anak mereka.
mulai hari itu, thyia tak lagi bertemu dengan Indra maupun keluarga Indra.
hubungan yang sudah di bangun selama bertahun tahun, hancur dengan sekejap hanya karena ada orang ke tiga di dalamnya.