Kibaran sehelai kain Merah menyiratkan panasnya api dan darah, seiring hasrat gelora muda yang sedang dahsyat melanda.
Dari balik kepulan debu, ditengah semua kegalauan, menembus dalamnya kalbu dan tingginya khayalan.
Apa yang bisa menghalangi, Bila cinta dan hasrat sudah menyatu. Derita dan kepedihan yang nyeri hanya menjadi tekad yang satu.
"Brengsek, semuanya brengsek!! " ricau seorang lelaki yang jelas sedang dalam keadaan stress dan mabuk.
Ditengah malam yang kelam tanpa sinar bulan dan bintang, bayangan lelaki kurus itu terlihat samar samar. Namun yang tampak hanyalah tubuh bagian belakangnya saja, sedangkan bagian depan lelaki itu sedang berhadapan dengan maut...
Yap...sang maut! Karena lelaki yang sedang porak-poranda hatinya itu saat ini sedang berdiri di puncak gedung bertingkat tiga puluh sambil terayun-ayun oleh angin, memandang dunia yang terasa sangat jauh di bawah. Ditangannya tergenggam sebotol minuman keras yang sudah hampir kosong.
"semuanya kalian rebut dariku... apa salahku kepada kalian semua... " ucap Lelaki tersebut.
Ia lalu terdiam untuk beberapa saat, termangu dengan tubuh bergoyang goyang... seakan siap ditiup angin dan terjun bebas layaknya seekor Raja Wali yang baru saja menghisap sisha.
Ia kemudian mengheningkan cipta sambil memejamkan kedua matanya dan menyanyikan sebuah lagu perjuangan untuk meyakinkan dirinya agar terus maju, tak gentar apapun yang akan terjadi.
Semakin lama angin bertiup semakin kencang dan akhirnya mendorong tubuh kurus itu bergoyang goyang.... lepas dan jatuh!
melesat dengan cepat dari ketinggian yang tak terkira, menuju kerasnya lantai beton di dasar dunia.
Plentanggg... pyarrrr!
meee.... oooongggg...
Dan pecahlah botol minuman tersebut yang terlepas dari pegangan lelaki itu. jatuh dengan begitu dahsyatnya, hingga terdengar teriakan kucing apes yang menjerit kencang karena kesakitan tertimpa botol minuman.
"Sungguh malang nasib kucing itu... semalang nasibku ini... " ucap lelaki tersebut.
Tak lama kemudian sang lelaki tersebut mengucap kedua matanya dan ia melihat seorang gadis dengan baju berwarna merah sambil menutupi kepalanya dengan kain merah.
Kemudian wanita tersebut berjalan ke sebuah pintu di ujung gedung.
"heiii.... lebih baik lompat bersamaku disini... tidak perlu kesana untuk menggantung dirimu" teriak lelaki itu.
wanita tersebut tak menyahut, ia memasuki ruangan tersebut tanpa berkata apapun.
"Haruskah aku mati bersamanya...?.... baiklah kita akan mati bersama dalam ruangan itu" ucap lelaki tersebut yang kemudian memasuki ruangan tersebut.
Tiba-tiba cahaya terpancar dengan terangnya yang membuat lelaki tersebut menutup matanya karena silaunya.
Ia pun perlahan membuka kedua matanya dan ia terkejut dengan apa yang dilihanya.
"apa ini...?.. apakah aku sudah mati... " ucap lelaki tersebut.
lelaki tersebut perlahan melangkahkan kakinya hingga ia pun terhenti di depan patung yang sangat tampak aneh menurutnya.
"apa ini.... patungnya jelek sekali... dan juga kostum yang orang-orang pakai ini.... " ucap lelaki itu.
kemudian ia menghentikan salah satu orang yang tengah berjalan.
"permisi... kenapa pakaianmu aneh sekali.. dan juga kenapa kau menutup kepalamu padahal tidak hujan" ucap lelaki tersebut.
"ini adalah pakaian di kota kami.... bagaimana kau tidak tau...? " jawab pejalan tersebut dan pergi meninggalkan lelaki itu.
Dikejauhan gadis yang ia lihat diatas gedung tengah menatapnya. kemudian lelaki tersebut berlari ke arah gadis tersebut.
"kau tidak jadi bunuh diri..?" ucap wanita tersebut.
"justru aku mengikutimu karena ingin mati bersamamu" ucap lelaki tersebut dan metap wanita didepannya.
"kenapa mengikuti kesini..? " ucap wanita itu.
lelaki itu kemudian terdiam dan terpana akan kecantikan gadis tersebut.
"apakah kau bidadari...? sepertinya aku benar benar mati" ucap lelaki tersebut
"kau belum mati dan kembalilah ke alammu sekarang juga" balas wanita itu sambil menunjukkan sebuah pintu.
"aku akan tinggal disini bersamamu... aku tidak mau ada orang lain merebut gadis yang ku idamkan lagi" ucap lelaki tersebut.
"hanya orang mati yang datang kesini.. kau mengerti.... kau melihat ini semua karena rasa keputus asaanmu dan hendak bunuh diri... itulah mengapa kau juga dapat melihatku" cetus wanita tersebut.
"Namaku Romi dan aku berharap kau akan menungguku" ucap lelaki itu dan mengecup kening wanita tersebut.
"aku akan menunggumu karena aku mencintaimu" ucap wanita itu.
"aku percaya itu... karena takdirlah yang mempertemukan kita disini, karena takdirlah aku dapat menemukanmu" ucap Romi.
wanita itu hanya terdiam, dingin dan tatapan yang kosong.
Kemudian Romi berlari menuju ke pintu yang ditunjukkan oleh wanita itu. hingga akhirnya Romi kembali ke atap gedung.
Saat Romi membalikkan badan ia pun melihat pintu itu menghilang dalam sekejap.
"tidakkkkk..... aku harus tetap kesana untuk bertemu dengannya... aku takkan membiarkan orang lain untuk memilikinya" ucap Romi sambil berjalan bolak-balik di atas gedung.
"apakah aku harus bunuh diri.... bukankah ia mengatakan hanya orang mati yang dapat kesana...? "
"aku akan menyusulnya.... aku akan menyusulnya....... " ucap Romi
Bruukkkkk......... itulah akhirnya.