Kim Yanlin. Gadis paling kalem sekampus university A. Meski banyak banget yang kenal dia. Gak. Hampir satu univ kenal ini anak. Tapi dianya aja yang gak mau keluar dari zona nyaman. Anaknya sebenarnya asik banget. Tapi untung orng terdekat dia aja. Mungkin kalo kata orang orang, dia ini primadonanya UA. Tapi dianya aja yang bodo amat.
Hari ini seperti biasa. Yanlin jalan kaki dari apart dia ke kampus karna jaraknya lumayan dekat. Seperti biasa juga dia jalan lewatin koridor. Yg hampir seluruh mahasiswa/i nya kagumi visual Yanlin.
Seejin: Kamu ini terkenal. Kok gak mau temenan sama mereka?
Seejin. Selaku sahabat heejin sedari tk hingga sekarang.
Yanlin: Malas aja berbaur.
Seejin: Tapi kan lumayan. Memperluas pertemanan kamu juga.
Yanlin: kamu pasti bisa rasain gimana rasanya sama yanh lama dan yang baru (menyentil jidat Seejin)
Seejin: Iya sih. Hehe
Yanlin menggelengkan kepalanya. Kenapa bisa dia berteman bertahun2 dengan manusia seperti ini?
.
.
.
Mark: Lin. Besok katanya pak Kyu. Tugasnya harus di kumpulin jam 10 pagi.
Mark. Sekelompok sama Yanli Seejin. Jeno.
Yanlin: Ok (Balasnya dan kembali membaca buku.)
Seejin: Lin. Dengar dengar. Hari ni ada siswi yang mau pindah jurusan ke kita. (Dengan antusias seejin bercerita.)
Yanlin: Oh.
Balas yanlin. Seejin menyipitkan matanya.
Seejin: Apakah kau tidak tertarik?
Yanlin: Tidak
Seejin: Huuuuh. Dasar kulkas 35 pintu
Yanlin: ......
.
.
.
"Nama saya kim saerom. Dari jurusan bahasa"
"Cantik banget."
"Iya cantik banget. Tapi menurut ku cantikan yanlin sih"
"Iya sih."
Gadis bernama kim saerom itu hanya meremas baku tangannya sambil melihat Yanlin. Gadis cina korea itu.
Hwiyoung: Jangan terus melihat Yanlin. Nanti kamu insecure
.
.
.
Saerom: lin. Ayo ngantin bareng. Sklian sama teman teman kamu.
Yanlin: Aku bawa bekal. Pergi aja sama yang lain.
Yanlin membuka kotak bekalnya. Hanya nasi goreng kimchi. Dan makan dengan tenang sambil membaca buku.
Saerom: Apa hobimu membaca buku? Dari pagi aku lihat kau terus membaca buku tebal itu.
Yanlin: apa hobi mu mencampuri urusan ku? Dari pagi aku lihat kau terlalu kepo dengan segala kesibukanku.
Semua terdiam sesekali menatap Yanlin dan Saerom bergantian.
Seejin: Saerom maaf. Yanlin memang tidak suka di ganggu saat makan. Jadi menjauhlah.
Saerom: Maaf aku tidak tau. Lagi pula aneh saja saat melihat gadis kuliah membawa bekal ke kampus.
Yanlin: sepertinya kau terbiasa hidup enak dan bergantung pada orang tua. Sampai-sampai tidak tau perjuangan orang-orang yg bekerja dari sore hingga larut malam.
Yanlin: Aku saran kan. Bergantung pada diri sendiri lebih nyaman dari pada bergantung pada orang tua. Sudah beban dari tk sampai sma. Di tambah kuliah.
Yanlin: Kau seharusnya berfikir sebelum berbicara Kim Saerom.
Hening. Yanlin hanya menjawab Saerom dengan tenang. Tidak ada satupun sirat kemarahan dimatanya. Tampak seperti air yang tenang. Tapi kata-katanya sangat menusuk. Membuat Saerom mengepalkan tangannya erat.
Saerom: Ya. Mama papa ku protektif. Mendampingi ku kemanapun aku pergi. Karna aku putri satu-satu nya di keluarga mereka.
Yanlin: Ya. Maka dari itu. Pergilah dengan yang lain. Aku bukan anak manja sepertimu. Kita berbeda kasta.
Saerom: Tidak kah kau keterlaluan? Kau merendahkanku!
Yanlin: Aku tidak merendahkanmu. Aku hanya mengungkapkan apa yang aku fikirkan. Jika kau mereka direndahkan salahkan dirimu yang terlalu bawa perasaan.
Mingi: sudah Saerom. Jangan berdebat dengan Yanlin. Kuyakin kau akan kalah. Dari awal saja kau memang kalah.
Yunho: Yaa. Ku rasa iq Yanlin 3000.
San: mana ada iq 3000 bodoh. Hahahaha
Sekali lagi Saerom mengepalkan tangannya.
'Aku tidak akan berhenti Yanlin. Tidak akan. Aku tau. Kau Kim Yanlin yang aku kenal'.
.
.
.
.
.
Yanling: Aku dengar, Saerom menganggu mu di kampus?
Yanlin: itu urusannya. Tidak perduli.
Yanling: Ya. Jangan perdulikan dia. Biarkan dia melakukan apapun yang dia mau. Sampai pada batasanku. Jangan salahkan aku menghancurkannya seperti aku menghancurkan kakaknya.
Yanlin: Kau tidak usah ikut campur.
Yanling: Bagaimanapun aku ini kakak mu. Panggil aku kakak!
Yanlin: ogah! Bay. Adek mau tidur.
Yanling hanya tersenyum melihat adik bungsunya. Sudah tumbuh dewasa. Tapi kenapa masih terlihat kecil dimatanya?
..........
Seejin: Lin. Apa kau tau? Kau hari ini viral.
Yanlin: Viral kenapa?
Seejin: Kamu viral karna berani adu mulut dengan Kim Saerom. Dan ternyata Saerom itu anaknya pemilik kampus. Aku takut kau terkena masalah.
Yanlin: Saerom yang seharusnya waspada.
Seejin: kenapa dia harus waspada?
Yanlin: tidak.