Fatih adalah anak ke dua dari pasangan pak David dan bu Diah. Anaknya cantik, baik dan pandai, aneknya dia memiliki impian hidup di Negri dongeng.
Pagi itu Fatih berangkat ke sekolah bersama sahabatnya Bilah dan Agung
"Fatih aku dengar katanya nanti mau ada even kirim Surat ke orang Yang jau di sana" kata Bilah sambil bercerita dengan riang
"Weleh kirim Surat sama aku aja nanti pasti akan ku balas" balas Agung
"Plak" Bilah memukul agung dengan keras
"Aduh mak. Kenapa kau memukul aku sih. sakit tau.!" cercah agung sambil pegang kepalanya Yang di pukul Bilah
"Sukurin sapa suruh jawab dengan gak benar" bilah berkata dengan sewot
"Hahahaha.... kalo gitu nanti aku kirim Surat sama alam aja sapa tau aku bisa dapat jodoh" jawab fatih dengan nada berbinar binar
Sesampainya mereka di sekolah semua anak sudah pada sibuk menulis Surat mereka sendiri sendiri.
"Anak anak ayo sapa Yang sudah menulis suratnya sekarang di simpan dulu dan kita mulai pelajaran" kata bu guru Yang masuk ke dalam kelas
Dan pelajaran matematika itu pun dimulai dengan sangat tenang.
Fatih, Bilah dan Agung berjalan ke kantin dan lagi lagi semua orang sibuk dengan Surat mereka.
"Fat kau tak menulis Surat mu" Tanya agung setelah duduk dan memesan makanan di kantin
"Aku akan menulis suratku untuk dia Yang jau nan disana" jawab fatih sekenanya
"Widih Roman banget jawab mu fat" kata bilah
"Ho oh. Yang mau pacaran sama makhluk laen" timpali agung
"Ya. aku emang pingin punya pacar mermaid kan keren" jawab Fatih
*Hahaha mereka bertiga ketawa bersama
Malam hari di pantai
Malam ini pukul 21.00 udara malam itu sangat sejuk. Fatih duduk di tepi pantai dengan sebuah botol di tangannya, dia memandang jau ke arah lautan yang luas. Sinar bulan seolah menari nari di permukaan air laut. Ya fatih emang tinggal di desa Yang berada di tepi pantai.
*kepada kau Yang jau disana
Siapa pun kamu dan di mana pun kamu berada, yang mengerti dengan bahasa ku ini, mau kau manusia, jin, alien, siluman atau makhluk jadi jadian tolong jika kau menerima surat ku ini balaslah.
Aku Fatih Alfian menunggu balasan Surat dari mu.
nb. tulis kode ini jika membalas (3. .07)
Fatih memasukkan suratnya ke dalam botol kaca dan menutupnya dengan rapat lalu melemparkan botol itu dengan sekuat tenaga ke arah laut.
"Tuhan tolong kirimkan teman Yang baik untuk ku, jodoh juga boleh" fatih mengucapkan kalimat itu dengan menengadakan tangan seolah sedang berdo'a
"Fatih tolong kau kirimkan makanan ini pada abang mu ya nak" pinta bu diah ibu fatih
"Baik bu. emang abang gak pulang lagi ya bu hari ini?" Tanya fatih Yang uda gak melihat abangnya selama seminggu
Setelah mengantarkan makanan pada abangnya fatih menemui bilah dan agung temannya. Mereka selalu berenang di pantai Yang terhalang oleh batu karang jadi mereka aman dari ombak.
3 hari berlalu dari saat fatih melempar botol suratnya ke laut, dan tak ada tanda tanda balasan.
"Fatih fatih kau ini begok atau apa sih" memukul kepalanya sendiri
setelah Lama duduk di tepi pantai dia pun beranjak dan pulang.
Pagi hari di sekolah semua orang uda pada heboh dengan sahabat pena mereka.
"Fat. bengong aja" tegur bilah Yang melihat sahabatnya itu diam merenung
"Ini para nona nona Yang cantik nan ayu rupawan, abang agung bawakan makanan pesenan kalian pada" ucap agung begitu sampek di depan meja kantin Yang di dudukin teman temannya itu sambil membawa baki berisikan makanan pesenan mereka beserta es Yang uda di siapkan
"Terima kasih abang agung Yang gagah nan baik hati" jawab fatih sambil tersenyum lebar
Bilah hanya senyum melihat merek
"Fatih nanti pulang sekolah ayok kita menyelam yok" ajak bilah
"Aku ikut dong jangan di tinggalin" agung
"Hayuk tapi aku pamit sama ibuk dulu takut nanti dicariin" jawab fatih
*OK jawab agung dan bilah barengan
Setelah pamit pada ibunya fatih dan ke 2 temannya berangkat ke pantai di mana mereka bisa menghabiskan waktu untuk berenang dan menyelam. Setelah puas mereka bertiga pulang ke rumah mereka masing masing.
"Eh. abang kok tumben pulang uda kangen sama fatih ya" Tanya fatih begitu nyampek rumah dan melihat abangnya
"Iya abang kangen banget sama adek abang yang cantik dan imut ini" jawab farid sambil mengacak acak rambut adeknya
"Oh ya ini. sepertinya untuk mu" melempar sebuah botol ke arah fatih
"Et. apa ini bang?" menangkap dengan dua tangan
"Buka aja nanti kau akan tau. tapi maaf abang uda baca isinya" jawabnya sambil duduk di kursi
"Baiklah nanti aja fatih mau makan dulu" nyelonong ke meja makan
"Fatih nanti tolong belikan bapak rokok ya, bapak tadi mau beli lupa" pinta pak David pada putrinya
"Iya pak sebentar ya" jawab fatih
Setelah membelikan rokok untuk orang tuanya fatih masuk ke dalam kamarnya dan membuka botol kaca Yang tadi di kasih abangnya
*Teruntuk Fatih Alfian
Halo aku sudah membaca pesan mu, aku senang ada orang seperti mu Yang mau berteman sama semua makhluk hidup di dunia ini.
Kamu jangan khawatir aku bisa semua bahasa dan aku orangnya cepet belajar, jadi kamu bisa menggunakan bahasa apa aja Yang kamu bisa, aku pasti akan membalasnya.
(3. .07) Fagas Fairi
"Idih sombong banget nih orang bisa semua bahasa" cercah fatih setelah membaca suratnya
"Tapi kok ada Yang balas ya siapa dia?" ucap fatih dalam hati
Hari hari telah berlalu. Fatih dan Fagas sering bertukar Surat dan mereka punya tempat mereka sendiri untuk mengirimkan Surat Surat mereka agar gak ketahuan orang lain.
Tak terasa hari dan waktu Yang telah di lewatkan dan dihabiskan bersama membuat fatih semakin nyaman dan senang dengan fagas. Fatih selalu menanti nantikan Surat balasan dari fagas.
Benih cinta pun telah tumbuh diantara keduanya. Hubungan mereka semakin dekat, Surat Yang dikirim juga semakin cepat dan sering.
Sore itu fatih duduk diatas batu karang tempat dia meletakan suratnya. Fatih bergumam dan bicara sendiri, dia bilang kalo dia akan pergi ke kota untuk melanjutkan sekolahnya.
Dan di kota besar fatih menjalankan sekolahnya dengan baik dan dia selalu pulang tiap akhir pekan, karna dia ingin bertulis Surat dengan fagas.
Dalam Surat fagas menceritakan segala kegiatannya dan juga rasa rindunya pada fatih. Dari Surat itu bisa di lihat kalo fagas sangat mencintai fatih begitu juga dengan fatih.
Bruk
"Aduh sakit" pekik fatih saat ditabrak seseorang
"Maaf gak sengaja" jawab orang Yang menabrak fatih
"Gak papa" balas fatih
Orang itu langsung pergi tak menolong fatih Yang terjatuh karna ulahnya
"Idih sombong banget tak menolong. gak kayak fagasku" gerutu fatih sambil berdiri
Hari telah berganti bulan, bulan telah berganti tahun. Tahun tahun Yang di lewati fatih dan fagas pun uda terbilang Lama 5 tahun telah berlalu. Fatih menggantikan tugas abangnya sebagai tim penyelamat, karna dari kecil fatih uda pandai menyelam dan ingin sekali bisa masuk jadi tim penyelamat lautan. Dan bilah serta agung mereka uda lebih dulu berada dalam anggota tim penyelamat.
Hari itu terjadi gempa Yang bisa memicu sunami, semua orang telah bersiap namun syukurlah uda seminggu berlalu dari adanya gempa dan semua kembali aman. Hanya saja akibat gempa Yang begitu besar ada lempengan tanah Yang bergeser di dasar laut pada kedalaman 1000 kaki.
setelah dinyatakan aman tempat wisata dimana fatih bekerja dibuka lagi.
"Fatih tolong kamu ke tengah ya kayaknya di sana ada perahu yang kehabisan bahan bakar" teriak bilah Yang sedang mengawasi dari atas tower pengawas dengan agung
"Baik aku kesana"
Fatih pun bergegas menaiki sekoci dan membawah bahan bakar. setelah memberikan bahan bakar pada perahu itu fatih berkeliling dengan sekocinya.
Ada ombak besar Yang menggulung dari arah belakang fatih, dia tak bisa memburu sekocinya dan fatih pun tersapu ombak dan tenggelam. Fatih bisa mengatasi keadaan dan berenang ke atas, namun tiba tiba ada pusaran air Yang menyeretnya dan fatih sudah hampir kehabisan nafasnya.
"Fagas" panggil fatih dalam hatinya
Fatih mulai kehabisan oksigen, kesadarannya mulai hilang dan tubuhnya terbawa arus. Namun tiba tiba terasa ada seseorang Yang memeluknya dan memberikan oksigen melalui mulutnya. Orang itu membawah tubuh fatih dengan sangat cepat seperti menariknya tanpa melepas ciumannya.
"Ini dimana?" fatih tersadar dan bingung karna ada di pulau yang belum pernah dia lihat
"Kau sudah sadar fatih" suara orang dari arah belakang fatih
"Eh. iya anda siapa? apa anda Yang menolong saya?" Tanya fatih pada orang itu
"Iya aku Yang membawa mu kesini" jawab orang itu
"Terima kasih karna uda menyelamatkan aku" ucap fatih dengan tulus
"Tak perlu berterima kasih pada ku"
"Eh. bagaimana bisa begitu?"
"Tentu saja bisa. karna aku tak akan membiarkan mu celaka"
"Kenapa?" Tanya fatih bingung
"Apa kita saling kenal?" sambung fatih lagi
"Iya kita saling kenal dan karna aku mencintaimu" jawab orang itu
"Kau Fagas." ucap fatih
Orang itu mengangguk
"Lalu kenapa kau bicara dengan jarak sejauh itu, dan kenapa kau berada dalam air dari tadi" Tanya fatih yang semakin bingung
Bukannya menjawab Fagas malah menyelam dan tak muncul lagi.
15 menit kemudian tim penyelamat menemukan fatih dan membawahnya ke darat.
Sebulan telah berlalu dari kejadian itu. Fagas tak pernah lagi ada kabarnya, bahkan suratnya pun tak pernah terbalas.
*Fagas kenapa kau tak ada kabar?
apa kau kecewa sama aku? atau kau sudah tak suka lagi sama aku? Aku tak tau tempat pulau itu dan kalo harus berenang kesana aku mungkin tak akan bisa. Tolong katakan pada ku aku harus bagai mana?
Surat terakhir Yang di kirim fatih pun juga tak ada balasan.
Malam itu fatih nekat, dia menaiki sekoci dan menuju ke tengah laut.
"Fagaaaass" teriak fatih saat dia menghentikan sekocinya di tengah laut
"Fagas kau dimana?"
"Fagas kau pergi kemana?"
"Tim penyelamat uda ku suruh untuk mencarimu. tapi mereka tak menemukan mu"
"Fagas" air mata fatih mulai menggenang dan menetes ke dalam air laut
Cukup Lama fatih menangis, tiba tiba sekocinya bergerak terbawah arus dan sampi di pulau Yang waktu itu fatih terdampar.
Fatih Yang melihat pulau itu dia langsung turun dan meneriakkan lagi nama fagas, berharap dia bisa menemukan sosok Yang dicarinya.
"Fagaaaasss" triak fatih sambil berlari kesan kemari
"Kau mencariku fatih" suara seseorang Yang sudah di kenal fatih
"Fagas.!" fatih lari hendak masuk ke dalam air saat melihat orang Yang dicarinya
"Berhenti disana.!" teriak fagas dan langsung menghentika langkah fatih
"Kenapa?" pandangan fatih nanar dan air matanya semakin deras
"Jangan menangis dan berjanjilah kau tak akan takut melihat ku" kata fagas dan berhasil membuat fatih menatapnya bingung
"Tidak akan. tolong katakan padaku kenapa?"
Fagas berenang mendekati pulau dan fatih menatapnya tanpa berpaling sampai fagas benar benar dekat dengan pantai.
Jantung fatih berdetak kencang saat dia melihat fagas merayap ke daratan. Fatih tertegun dan kaget melihat sosok fagas yang selama 5 tahun ini dia cintai dan dia rindukan sosoknya.
"Fatih inilah aku Yang sebenarnya" suara fagas membuyarkan ketegunanya.
Fatih melihat fagas tertunduk dan tak berani mengangkat kepalanya, dia duduk di pasir meringkuk kayak anak kecil Yang takut dipukul karna telah melakukan kesalahan.
Perlahan fatih mendekati fagas dan duduk di samping fagas. fagas tak menyadari kalo fatih suda berada disampingnya. Fatih memeluk tubuh fagas Yang basah dan terasa sangat dingin.
"Fatih" panggil fagas liri dalam dekapan fatih
"Aku gak mau terpisah lagi" jawab fatih
"Maafkan aku" kata fagas dan membalas pelukan fatih
"Jangan pergi lagi gas" pinta fatih sambil menagis dalam pelukan fagas
"Maafkan aku, aku janji" ucap fagas yang masih memeluk fatih
"Aku mencintai mu fatih" sambung fagas dan mengeratkan pelukannnya.
Malam itu fatih dan fagas saling melepas rindu, dan fagas memilih jujur akan dirinya pada fatih.
"Berjanjilah kau tak akan melakukan itu lagi dan tak akan tiba tiba menghilang lagi" pinta fatih pada fagas
"Iya aku janji" jawab fagas dengan nada serius
"Hehehe... terima kasih, ini janji kita" ucap fatih Yang malu malu
"Iya ini janji kita berdua" jawab fagas
"Aku tak sanggup kalo harus kehilanganmu" sambung fagas
"Melihat mu tenggelam waktu itu membuat ku takut" ucap fagas sambil membelai rambut fatih dengan lembut
"Iya.? tapi setelah itu kau menghilang sangat Lama dan membuat dada ku sesak" jawab fatih Yang langsung mendorong fagas dan memeluknya erat
Pagi hari saat fatih terbangun dari tidurya dia melihat fagas tertidur disampingnya. Dia mencium pipi fagas dan bangun untuk mengelus ekor fagas
"Ekornya terasa sangat licin" gumam fatih
"I love you mermaid man" bisik fatih Yang bisa di dengar fagas karna dia sudah bangun saat fatih mengelus ekornya
"Hem I love pen pal" balas fagas dan membuka matanya