Hana POV
Setiap kali ada mata kuliah yang sama dengan Seok Jin, aku selalu duduk di belakang. Mengagumi bahu lebarnya. Sebenarnya bukan hanya bahu lebarnya. Tapi juga wajah tampannya yang bak malaikat dari surga.
Dosen yang mengajar tidak aku pedulikan. Aku hanya menatap punggungnya. Saat ia menengok ke belakang. Aku buru-buru berpura-pura menulis sesuatu di buku catatanku.
Sampai akhirnya ada tugas kelompok yang harus kami kerjakan bersama. Aku bingung harus bergabung dengan siapa. Aku tidak terlalu mengenal mahasiswa yang satu mata kuliah denganku.
Seok Jin datang mendekatiku dan mengajakku bergabung dalam kelompoknya.
Aku dapat durian runtuh.
Mimpi apa aku semalam.
Orang yang aku sukai datang sendiri.
Kami akhirnya sering bertemu untuk mengerjakan tugas kelompok. Sekarang aku bisa menatapnya langsung, tidak hanya punggungnya.
"Hana ... Apa kau menyukai seseorang?" Joshua, teman satu kelompokku bertanya.
"Aku ..." Aku menoleh ke Seok Jin.
Apa ini waktunya aku mengakuinya?
"Tak usah dijawab kalau kau tak mau menjawabnya." Seok Jin menyela.
Aku akhirnya diam. Suasana di kelompok kami menjadi canggung karena pertanyaan tadi.
Sampai akhirnya Seok Jin bersuara.
"Hana ... Aku mencintaimu ... Apa kau mau jadi pacarku?"