"Aaaaahhhh....Ampunnn...Ampunnn"
"Hahahaha....dasar anak culun gak tahu diri, rasakan ini"
Bughh...Duakk...Bughh....
Terdengar laki-laki itu kembali menghajar pria culun yang saat ini kembali meringkuk di lantai berusaha untuk melindungi wajah dan tubuhnya dari amukan laki-laki di depannya.
"Ampuni aku. Ma..af aa...aku taaa..di gak senga..ja"
"Maaf kata Lo. Emang dengan kata maaf bisa langsung bersih nih baju gue gara-gara minuman Lo yang tumpah itu. Mikir dong"
"Makanya punya o**k tuh di gunain bukan di simpen di kaki"
"Ma..af"
"Males gue lihat muka Lo yang culun ini", Kata laki-laki itu sebelum pergi meninggalkan pria culun yang di ketahui bernama Arga.
Setelah kepergian laki-laki yang sudah menghajarnya yang ia kenal bernama Alex. Arga pun mulai menyenderkan tubuhnya di tembok yang ada dibelakang nya.
"Akhh...kuat Arga kamu harus kuat ssttt", semangat Arga pada dirinya sendiri.
Dan sialnya suasana gang yang Arga lalui saat ini terbilang cukup sepi, sehingga tidak ada orang yang bisa ia mintai bantuan.
Sambil tertatih-tatih Arga pun mulai berdiri sambil berpegangan pada tembok dan mulai berjalan dengan terhuyung-huyung untuk kembali pulang ke kostnya.
Butuh waktu sekitar setengah jam untuk Arga bisa kembali ke kostnya, yang jika pada biasanya hanya butuh waktu sekitar 15 menitan.
Sesampainya di kamarnya Arga langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur minimalisnya tanpa berniat untuk membersihkan diri terlebih dahulu, karena saking sudah tidak kuatnya ia untuk berdiri.
"Akhirnya sampai juga aku di kost, rasanya tubuh ku sakit sekali"
Di pikirannya saat ini, Arga hanya berpikir bagaimana cara agar ia bisa membalaskan dendamnya sehingga ia tidak di bully terus oleh teman-temannya.
"Kira-kira bagaimana caranya ya agar aku bisa balas dendam, apa ini semua gara-gara penampilanku"
Arga lalu mencoba duduk dan mengamati dirinya di depan kaca ya tepat terpasang mengarah ke tempat tidurnya. Setelahnya Arga mencoba melepas kacamatanya lalu membenarkan bentuk rambutnya, sambil melihat pantulan dirinya di kaca.
Ternyata jika tanpa kacamata ternyata dirinya lumayan bisa di bilang cukup ganteng dan keren juga.
"Lumayan juga ternyata wajahku kalau aku lihat-lihat tanpa kacamata"
Secercah ide pun lewat di pikiran Arga, ia sekarang sudah tau bagaimana cara untuk membalaskan dendamnya itu.
"Iya benar. Pertama-tama aku harus merubah penampilanku kemudian aku harus membekali diri dengan beladiri. Jadi nanti aku akan bisa membalaskan dendam ku", Semangat Arga.
Dan akhirnya pun semenjak saat itu Arga besoknya mulai merubah penampilannya dan mulai belajar beladiri agar keinginannya bisa cepat terlaksana.
Tak terasa ternyata sudah tiga bulan Arga berlatih beladiri, dan sekarang ia sudah bisa menguasai beberapa teknik untuk menghajar lawannya.
"Akhirnya hari yang aku nantikan akan tiba, tak sabar sekali rasanya aku ingin menghukum orang yang sudah membully aku dulu"
"Axel tunggu pembalasanku besok hahahaha"
_______________________________________________
Keesokan harinya seperti biasa Axel melajukan motor sportnya untuk menuju ke tempat kerjanya. Ia tidak akan pernah mengira jika hari ini mungkin akan menjadi nasib tersialnya nanti.
Dan ternyata benar, disaat Axel melewati gang yang dulu pernah ia gunakan untuk menghajar Arga si pria culun. Tiba-tiba ban motornya bocor dan mengakibatkan motornya juga ikut menjadi oleng.
Beruntung dirinya langsung sigap untuk menyeimbangkan lagi motornya itu sehingga ia baik-baik saja.
"Sial, kenapa nih ban pakai bocor segala. Telat kan gue kalau gini jadinya"
Bughh...
Di saat Axel sedang sibuk-sibuknya memaki motornya itu, tiba-tiba ada yang memukul kepalanya sehingga ia pun pingsan tak sadarkan diri.
___________________________________________________
"Ukhhh....dimana aku"
Saat terbangun ternyata Axel sudah dalam keadaan hanya memakai celana panjangnya ditambah dengan posisi tangan terikat diatas tiang dengan kaki yang juga sama di ikat ke sisi kanan kiri tiang. Sehingga bisa di gambarkan jika posisinya Axel sekarang membentuk huruf Y yang terbaik.
"Sudah bangun ternyata. Bagaimana nenyak tidur mu", Tanya sosok misterius berbaju serba hitam yang kini sedang duduk membelakangi Axel.
"Siapa kamu? Dimana aku? Cepat lepaskan aku baji**an", Teriak Axel ke arah sosok misterius itu.
"Suttttt.... Ternyata mulutmu itu kasar sekali ya, memanggil orang dengan sebutan. Apa tadi?...emmm...nah iya B-A-J-I-*-*-A-N, miris sekali"
Kata sosok misterius itu yang mencoba mengeja panggilan dari Axel kepadanya tadi.
"Banyak omong .... cepat lepaskan gue dan tunjukkan wajahmu", geram Axel.
"Tak segampang itu. Kamu belum menerima hadiah istimewa dari ku", Sambil menyeringai.
Setelahnya sosok misterius itupun membalikkan tubuhnya dan berjalanvmendekat menghampiri Axel.
"Siapa kamu?", Tanya Axel yang ternyata tidak mengenal sosok misterius itu.
"Kamu sama sekali tak mengenalku", ledek sosok misterius itu kepada Axel
"Memangnya siapa kamu, apa masalahku padamu sehingga kamu mengikat ku seperti ini"
"Coba ingat baik-baik pria culun yang dulu pernah kamu hajar habis-habisan di gang, sampai tak berdaya dan kamu tinggal begitu saja"
Axel sejenak berpikir dan kemudian dia langsung teringat akan pria culun bernama Arga yang memang dulu pernah ia hajar gara-gara tidak sengaja menumpahkan minuman ke bajunya. Dan parahnya Arga ini adalah temannya sekantor.
Tetapi sehabis kejadian itu Axel sudah lama tidak melihat Arga bekerja selepas ia pukuli,.
"Ohhh....gue ingat, atau jangan-jangan Lo si Arga itu. Mau apa Lo culik gue kayak gini, mau balas dendam"
"Bingo...benar sekali tebakanmu itu, ternyata kamu cukup pintar"
"Dasar culun. Walaupun kamu udah merubah gayamu tetap menurut ku kamu orang terjelek dan terculun di dunia ini"
"Tutup mulutmu", Marah Arga
"Kenapa, emang Lo bisa apa beladiri aja ga becus", hina Axel ke Arga.
"Sudah cukup kesabaran ku, aku tak mau berlama-lama, langsung aku mulai saja permainan ini", menunjukkan wajah sangar.
"Kamu tahu ini apa?" tanya Arga sambil menunjuk kan pisau lipat yang ia bawa.
"Mau apa Lo"
"Tenang Axel aku cuma mau menunjukkan kepada mu saja kok", balas Arga
Akhhhh.....
"Ternyata memang benar tajam pisau lipat ini wkwkwk", ujar Arga setelah berhasil menggores wajah Axel dengan pisau lipatnya.
"Lo,...awas saja Lo beraninya rusak muka gue"
"Jangan marah... atau kamu mau langsung ke acara intinya aja. oke aku turutin", kemudian Arga langsung mengambil kayu balok dan memukulkannya ke tubuh Axel secara membabi buta.
Bughh....Duagg...Duarrr.....Bugghhhh
"Akhhhh.... ampun.....akhh.... berhenti....akhhh"
"Apa aku tak mendengarnya, coba katakan lagi"
Bugghh...Dughhh...Duarrr....
"Akhhh.... ampun...sa..kitttt.....aaa..mm..puu..nnn"
"Gimana apa ini sepadan dengan apa yang kamu lakukan dulu kepadaku"
"Ma..af..kan a..ku"
"Tapi ini belum ada apa-apanya. Jadi selamat tinggal Axel", kata Arga sebelum memukul Axel dengan keras.
BUAGHH
"Aaaaaaakkkkkhhhhhhh"
Dan satu pukulan keras itu berakhir dengan teriakan keras Axel sebelum matanya terpejam untuk selamanya.
Tamat.