Part 1
Kadang apa yang kita inginkan berbeda dengan apa yang kita harapkan. Apa tujuan kita berbeda dengan apa yang kita bayangkan. Apa yang kita inginkan, membuat kita selalu berpikir lebih keras dari kita bayangkan. Jauh di sana banyak kesedihan yang kita tidak tau apa yang telah terjadi. Satu hal dari diriku kenapa aku memilih jalan ini sebenarnya apa harapanku, apa yang aku inginkan, apa tujuanku sebenernya. Itu yang selalu aku pikirkan dari dulu, sejak kapan aku tidak punya tujuan. Kenapa dengan diriku itu membuat aku menangis di setiap malamnya karena memikirkannya. Jadi aku memikirkan satu hal aku ingin kembali ketanah seharusnya aku berasal. Tapi itu tidak mudah dari kita yang katakan.
Dulu saat aku masih kecil aku merasa kasihan apa yang orang lain rasakan merasa ingin membantu tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa karena aku takut untuk melakukannya. Aku masih ingat dulu aku ingin membantu orang tuaku tapi aku ingin membantu apa , aku pun berkhayal nanti kalau aku sudah besar aku ingin jadi desainer, penulis, PNS, dan masih banyak lagi. Tapi kenyataannya aku tidak bisa melakukan itu semua. Karena aku sadar aku tidak bisa mengikuti orang lain karena hatiku tidak menginginkannya. Dua kali aku berkerja aku tidak merasa nyaman jadi penjahit dan aku pun keluar dan tinggal di rumah tidak melakukan apa-apa hanya membantu sedikit dari pekerjaan rumah, aku pun juga males-malas. Tidak pernah bergaul dengan dengan orang lain, karena aku malu tidak suka dengan keramaian aku pun juga pendiam. Aku tidak terlalu banyak bicara jika banyak orang, aku bicara hanya seperlunya saja. Aku tidak mengerti apa yang hatiku inginkan.
Jika aku mengetahuinya pasti aku ingin melakukannya tapi aku tidak tau apa yang aku inginkan apa tujuanku sebenarnya.
Menangis setiap kali, hatiku tidak bisa terlalu memendam perasaanku sendiri. Aku juga tidak ingin menceritakannya kepada orang lain karena aku tau pasti akan membuat mereka kepikiran dan masalah mereka sendiri pasti akan bertumpu karena masalahku sendiri karena aku menceritakannya pada mereka. Jadi aku hanya bisa berdiam diri dengan masalahku sendiri. Apa yang terjadi denganku juga tidak tau apa yang terjadi aku berusaha apa yang aku inginkan sebenernya. Semakin aku mencari semakin pikiranku kosong tidak menemukan apa-apa.
Melihat apa kita lihat , dan apa yang kita dengarkan saat aku menangisi semakin lama aku menyesali telah hidup di dunia ini dan aku memikirkan satu hal aku ingin kembali pulang dan ingin pulang seharusnya aku tinggal dan dimana seharusnya aku diciptakan itu yang aku pikirkan saat ini.
Satu hal yang tidak aku mengerti dariku sendiri, untuk apa aku hidup jika aku tidak punya tujuan dan tidak punya harapan seperti yang lain. Aku menginginkan satu hal yang ingin aku coba tapi seiringnya waktu keinginan itu menghilang karena keinginan itu tidak sekuat dengan kenyataannya. Jadi aku mencari yang lain , dengan keinginan hatiku tapi masih saja tidak aku temukan tapi malah buat beban pikiranku sampai sekarang aku tidak tau apa yang aku inginkan jadi. Apa yang aku inginkan sebenarnya, aku tidak tau apa yang aku inginkan. Melihat orang lain susah tapi aku merasa kasian dan tidak bisa membantu mereka hanya bisa melihat saja. Dan tidak bisa berkata apa-apa.
Saat orang lain menderita melihat orang lain susah hati ini ingin sekali membantu tapi apa yang bisa aku lakukan, sementara aku tida bisa membantu mereka dengan keadaanku sekarang. Melihat orang yang lebih tua dariku berusaha kerasa bekerja tapi aku Cuma bisa melihat saja dan tidak bisa melakukan apa-apa. Kenapa dengan diriku apa yang hatiku inginkan sekarang ini. Hanya bisa terdiam diri dan tidak bisa melakukan apa-apa dan tidak bisa berkata apa-apa. Hanya bisa membayangkan saja yang mungkin tidak bisa terjadi begitu saja jika tidak berusaha tapi aku tidak bisa melakukannya. Jauh dari sini aku ingin sekali melihat apa isi hatiku sendiri apa yang hatiku inginkan saat ini.
Apa yang bisa aku lakukan biar hati ini bisa terbuka dengan keinginanku yang tidak pernah ada ini. Aku hanya bisa menulis apa yang ingin aku tulis walaupun pikiranku tidak sejauh dari mereka yang berpendidikan tinggi. Aku ingin menulis walaupun tulisan ku jelek dan tidak beraturan tidak seindah kata-kata mereka yang buat dan berpengalaman dari segala hal. Melihat dunia luar yang tidak bisa aku bayangkan sebenarnya begitu luas, tapi aku hanya melihat di satu tempat di kota kecil dan berharap apa keinginanku sebenernya dan apa tujuanku sebenernya. Menangisi suatu hal yang tidak seharusnya aku tangisi seperti laki-laki yang membuat batin mu terluka walaupun aku sendiri siapa dia bagaimana suaranya dan bagaimana wajahnya sebenarnya itu karena kesalahanku sendiri aku menyukai orang yang tidak tau asala-usulnya sebenarnya melepaskan dia perlahan tapi seiringnya waktu dia menghubungiku dengan menanyakan kabar dengan waktu yang sangat lama. Dan berkata kepada dia tidak menggangguku karena aku bisa menjaga diriku sendiri dan ingin sendirian. Tapi kenyataanya aku tidak bisa apa-apa. Ternyata aku berbohong dengan diriku sendiri karena aku ingin dia mencari apa yang dia inginkan tanpa harus memperdulikan diriku yang tidak berguna ini. Aku selalu berfikir aku merasa tidak pantas untuk memiliki apa dia miliki dan aku ingin melupakan dia dangan seiringnya waktu dan mencari apa yang aku inginkan sebenernya dana tujuanku untuk hidup itu apa.
Kadang ada kata-kata yang ingin aku tulis tapi aku tidak berani untuk menulisnya, seperti apa kehidupan itu, kehidupan yang ada diluar sana apa bisa aku melihatnya sementara aku tidak berani untuk melihatnya semua. Karena aku tidak bisa apa-apa. Apa yang aku tulis itu menarik atau tidak aku juga tidak tau , kenapa aku berkata seperti itu aku juga tidak tau kenapa aku seperti ini. Satu hal yang tidak aku mengerti dari hatiku kenapa aku harus hidup sementara aku tidak punya tujuan yang jelas kemana aku ingin melangkah sebenarnya. Apa Allah akan membantuku memberikan petunjuk kemana aku harus melangkah apa itu melanjutkan sekolah kejenjang lebih tinggi dengan kemampuan pikiran ku yang lemah apa pergi menuntut ilmu agama di pondok pesantren mulai dari nol aku belajar agama, atau aku berdiam diri tanpa tujuan apa-apa.