Di dunia ini semua orang ingin terlihat sempurna. Yang sudah cantik ingin bertambah cantik. Yang sudah tampan ingin terlihat lebih tampan.
Seiring waktu ketampanan dan kecantikan itu akan punah seiring waktu. Maksudnya bukan punah lenyap seketika, hanya saja jika kita bertambah tua atau jika manusia bertambah tua tentu saja kulit mereka juga akan mengalami penuaan.
Hal itulah yang ditakutkan oleh seorang wanita cantik yang punya profesi sebagai seorang model terkenal.
Juliana Evra, wanita cantik tinggi putih berusia 34 tahun itu karirnya saat ini sangat cemerlang.
Namun seiring pertambahan usianya tentu saja banyak kritikan yang datang kepadanya.
"Juli, coba lebih banyak istirahat saat kamu akan menjalani pemotretan, lihat kantung mata mu hitam!" keluh manager Agency tempatnya bekerja.
Juliana mulai kehilangan rasa percaya dirinya, dia bercermin didepan kaca besar di ruang rias. Dan tatapannya tertuju kepada kantung mata di bawah matanya.
"Oh tidak..." ucapnya kesal pada dirinya sendiri.
Juliana keluar dari ruang rias nya jangan Betapa terkejutnya ketika dia melihat manager agensinya menggandeng seorang wanita cantik yang lebih muda lebih tinggi lebih putih bahkan tidak ada kantung mata di bawah matanya.
Juliana merasa sangat kesal, dia sudah banyak berpikir yang tidak-tidak. Jangan-jangan manajernya akan menggantinya dengan model baru yang lebih muda itu.
Juliana mengambil tasnya lalu pergi dari studio pemotretan. Dia memasuki mobil nya dan menyetir dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Dia sungguh kesal, sepanjang jalan dia berfikir bagaimana caranya agar dia tetap bertahan dalam karirnya dan bagaimana caranya supaya dia tetap dalam kecantikan yang sekarang atau bahkan lebih cantik lagi.
Karena terlalu fokus memikirkan bagaimana dia selalu terlihat muda dia sampai tidak menyadari bahwa sekarang dia sudah berada di jalan yang tidak seharusnya.
Juliana menghentikan mobilnya. Dia membuka kaca mobil dan melihat ke kanan dan ke kiri.
Tidak ada satupun orang yang berlalu lalang di sana tempat itu sepi. Hanya ada sebuah rumah tua yang terlihat sangat unik karena rumah itu begitu terang.
Juliana membuka pintu mobilnya lalu mengarahkan langkahnya ke arah rumah itu.
Juliana masuk ke dalamnya,
"Selamat datang, selamat datang!" ucap seorang nenek tua yang membuat Juliana terkejut.
Suaranya memang terdengar seperti nenek-nenek yang sudah renta tapi wajahnya Astaga secantik Cinta Laura.
"Kenapa bengong, kamu heran kenapa wajahku bisa terlihat awet muda seperti ini?" tanya si nenek.
Juliana mengangguk dengan cepat.
"Ha ha ha ha, kemarilah!" ajak si nenek.
Juliana mengikuti langkah si nenek yang membawanya ke sebuah ruangan kecil lain di dalam rumah itu.
Si nenek mengambil sebuah buku mantra dan sebotol ramuan berwarna hijau lalu memberikannya pada Juliana.
Juliana menerimanya.
"Apa yang harus aku lakukan dengan kedua benda ini?" tanya Juliana.
Si nenek kembali tertawa.
"Ha ha ha... minum seteguk ramuan itu dan baca mantra di halaman 99. Maka wajah mu akan terlihat selalu awet muda akan terlihat sama seperti usiamu saat ini selamanya!" ucap si nenek.
Juliana begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh si nenek. Ada rasa tidak percaya mana mungkin dalam zaman yang modern seperti ini masih ada hal-hal seperti itu.
Tapi ketika Juliana memandang wajah si nenek dia mulai memikirkan hal ini lagi buktinya sudah ada di depan mata apalagi yang harus diragukan.
Wajah si nenek benar-benar terlihat seperti usia 25 tahun.
Juliana sangat senang, dia segera beranjak dari duduknya lalu keluar dari ruangan kecil milik si nenek.
Juliana kembali ke dalam mobilnya dan sudah tidak sabar untuk mempraktekkan apa yang tadi diberitahukan dijelaskan oleh si nenek.
Setelah Juliana menghilang dengan mobilnya dari pandangan si nenek si nenek tersenyum miring.
"Akhirnya, aku akan lepas juga dari kutukan ramuan dan buku mantra itu!" ucap si nenek.