Di sebuah acara pesta perayaan Anniversary sepasang suami isteri, tiba-tiba acara itu berubah menjadi sangat kacau dan berantakan.
Sang isteri menangis pilu meninggalkan acara itu sambil berlari mengangkat gaun panjangnya bahkan tanpa mengenakan alas kaki...
Flashback On.
"Sayang, mau pakai dasi yang kuning atau yang merah?" tanya Indah.
Indah Permata Sari, wanita cantik berusia 27 tahun baru saja menikah dengan pujaan hatinya Firman yang terpaut usia cukup jauh darinya yakni 7 tahun lebih tua darinya.
Selayaknya pasangan lain, sebelum sang suami berangkat ke kantor. Indah selalu menyiapkan segala keperluan suaminya dari mulai pakaian, tas, sepatu dan sarapannya.
"Yang mana saja sayang, semua pilihan mu pasti yang terbaik!" ucap firman mengecup kening isteri tercintanya itu.
Setelah Indah mengurus semua keperluan suaminya, baru dia mengurus dirinya sendiri. Setelah sang suami pergi dia juga bersiap berangkat mengajar les menari.
Setiap hari di lalui nya seperti itu selama hampir dua tahun.
Hari ini setelah Indah pulang dari mengajar les menari. Indah menghentikan taksi online nya tepat di depan sebuah rumah berpagar hitam dan bercat biru tua. Indah membuka kaca jendela taksi online nya dan melihat ke arah rumah itu.
Senyum Indah mengembang ketika dia melihat seorang wanita paruh baya keluar dengan membawa sebuah keranjang sampah dan keluar dari pagar.
"Mama!" lirih Indah yang air matanya sudah keluar dari sudut matanya.
Indah cepat-cepat menghapus tangisnya dan menutup kaca mobil ketika wanita paruh baya itu menyadari ada yang memperhatikannya.
Indah segera meminta supir taksi untuk melajukan kendaraannya pergi dari tempat itu.
Benar, rumah tadi adalah rumah kedua orang tua Indah. Setiap hari indah hanya bisa memperhatikan ibu dan ayahnya dari kejauhan.
Karena ibu dan ayah Indah tidak menyetujui pernikahan Indah dan Firman.
Tapi karena sangat mencintai suaminya itu Indah memilih untuk nekad menikah. Akhirnya ketika orang tua Indah mengetahui hal tersebut, Mereka pun mengusir Indah dari rumah.
Tangis Indah pecah di dalam mobil, ayah dan ibunya menurutnya telah salah paham kepada Firman. Ayah dan ibunya berkata bahwa Firman bukan orang yang baik.
Ayah dan ibu Indah bahkan pernah mengatakan kepada Indah bahwa mereka pernah melihat Firman dengan seorang wanita dan seorang anak balita.
Namun karena telah dibutakan oleh cinta, Indah lebih percaya kepada Firman dibandingkan dengan kedua orang tuanya.
Indah sudah tiba di rumah nya, dia turun dari taksi online yang tadi dia tumpangi. Lalu membayar sesuai dengan argo. Dan membuka pagar rumah lalu masuk ke dalam rumah.
"Surprise!" teriak Firman mengejutkan Indah.
Firman ternyata sudah berada di dalam rumah, dengan sebuah buket bunga di tangannya dia mendekati Indah.
Firman memeluk istrinya itu dan memberikan bunga itu kepada istrinya.
"Happy anniversary yang kedua sayang!" ucap Firman lalu mengecup kepala istrinya.
Indah dibuat menangis terharu karena kejutan yang diberikan oleh suaminya itu.
"Bersiaplah aku sudah menyiapkan sebuah gaun yang indah di dalam kamar. Dan kita akan merayakan anniversary kita bersama dengan teman-teman kita di restoran." ucap Firman.
Indah kembali memeluk suaminya itu sebelum berlari ke dalam kamar. Betapa senangnya Indah ketika melihat sebuah gaun berwarna biru yang sangat indah dia sudah tidak sabar untuk memakainya.
Setelah berganti pakaian Indah dan Firman pergi ke restoran yang sudah di reservasi sebelumnya dan di sana juga sudah ada teman-teman Firman dan Indah yang tidak sabar untuk memberi mereka selamat.
Pesta perayaan itu berlangsung dengan baik dan lancar, sebelum kedatangan seorang wanita yang membawa anak kecil kira-kira berumur 5 tahun.
"Mas Firman..." panggil wanita itu.
"Papa.." panggil gadis kecil dengan gaun hello Kitty pink itu.
Mata Indah terbelalak, dia tidak percaya apa yang baru saja dia dengar.
Indah menunggu jawaban dari Firman, tapi yang dia dapat hanya kebungkaman.
"Papa..." panggil gadis kecil itu lagi lalu berlari memeluk kaki Firman.
Dan yang lebih membuat Indah terkejut ketika Firman tidak menolaknya dan malah menggendongnya.
Indah menggelengkan kepalanya air matanya sudah tak tahan lagi untuk mengalir. Inikah akhirnya, cinta telah membutakan matanya sehingga tidak dapat melihat mana yang benar dan mana yang salah.
Bahkan dia lebih mempercayai Firman daripada kedua orang tuanya.
Flashback Off.