Pada suatu hari inak (ibu) Lembain dan anak-anaknya tiba di sebuah rumah penduduk yang tampak sibuk menumbuk padi, inak Lembain menghampiri pemilik rumah tersebut. "Bu..bolehkah saya ikut bekerja membantu menumbuk padi?"
"Boleh, kebetulan yang kami tumbuk cukup banyak, kau bisa membantu kami."
"Terimakasih Bu," kata inak Lembain dengan hati senang.
Ketika menumbuk padi, kedua anak inak Lembain diletakkan di sebuah batu ceper yang tidak jauh dari tempat ia menumbuk padi, batu itu bernama batu golog.
"Kalian tunggu di sini, jangan nakal ibu sedang bekerja agar nanti kita dapat upah untuk makan," pesan inak Lembain.
Kemudian inak Lembain bekerja menumbuk padi. Tidak beberapa lama, kedua anak anak nya berteriak-teriak memanggilnya.
"Ibu... Ibu..!" teriak kedua anak inak Lembain.
Si ibu menganggap anak-anaknya hanya iseng memanggilnya. Tanpa menoleh ia meneruskan pekerjaannya.
"Ibuu...Ibuuuu.!"
"Tunggulah kalian di situ sebentar! Ibu bekerja," ucap inak Lembain tanpa menghiraukan teriakan kedua anaknya.
Sebenarnya anak-anak itu tidak sedang merajuk, batu yang mereka duduki tiba-tiba bergerak naik ke atas. Kedua anak itu ketakutan sehingga memanggil manggil Ibunya.
Karena dipikir nya sang anak sedang bercanda, inak Lembain tidak melihat batu semakin lama semakin tinggi. Dan tingginya melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu berteriak ketakutan.
"Ibu... Ibu.. tolong!" jerit anaknya dari ketinggian.
"Tunggu, Ibu sedang bekerja," Ucap inak Lembain.
Tanpa disadari, teriakan anak-anaknya terdengar semakin sayup. Sekali lagi ia tidak menggubris teriakan sang anak. Semakin lama, ia tidak mendengar teriakan anak-anaknya, ia berfikir sang anak pasti terlelap tidur.
Sementara batu golog itu semakin lama semakin tinggi. Kedua anak inak Lembain sudah terbawa oleh batu golog sampai menembus awan. Betapa terkejutnya inak lembain melihat kedua anaknya sudah tidak terlihat lagi.
Inak Lembain sangat bingung untuk menyelamatkan kedua anaknya. Ia menangis dan memohon kepada sang maha kuasa untuk bisa mengambil anaknya yang berada di atas awan. Doa inak lembain pun terkabul. Ia diberi kekuatan ghoib oleh sang maha kuasa. Dengan sabuknya, ia dapat membelah batu golog cukup sekali pukulan saja. Batu golog itu terbelah menjadi 3 bagian, bagian bagian batu golog tersebut terlempar cukup jauh.
Batu golog memang sudah terpecah menjadi 3 bagian. Tapi inak Lembain tidak bisa mendapatkan anak-anaknya. Karena anak inak Lembain sudah berubah menjadi 2 ekor burung yang terbang bebas di angkasa (kek lagu Doraemon wkwk).
Sang kakak berubah menjadi burung kekuwo, sedangkan sang adik telah berubah menjadi burung kelik.
----- TAMAT ----
*
*
*
Jangan lupa dukungannya ya guys