"Walau di dalam tubuh itu terdapat jiwa yang berbeda,tapi aku tetap akan menjadikanmu milikku seutuhnya.."
Seorang pria dengan paras yang begitu tampan berucap demikian membuat siapapun yang mendengarnya akan bingung.Bagaimana tidak?Kalimat "Jiwa yang berbeda" sudah pasti akan dianggap sebagai hal yang tak masuk akal di dunia modern ini tapi tidak untuk kedua orang ini.
Wanita di hadapan pria itu benar-benar tidak tahu kenapa pria itu bersikeras ingin memilikinya padahal,
"Aku sudah memanfaatkanmu dengan menggunakan tubuh kekasihmu ini,Orland.Kau..apakah kau tidak membenciku sedikit saja?Atau bahkan,apakah kau tidak merasa jijik padaku yg sudah berani menggunakan tubuhnya ini?" Ia hampir kehabisan kata-katanya menghadapi pria yg seakan sudah dimabuk cinta olehnya itu.
Orland Aureolus,nama dari pria berparas tampan itu.Ia lahir di dalam keluarga yang bisa dibilang mampu atau bahkan melebihinya.Sedari kecil ia selalu hidup dalam kemewahan tiada tara yang begitu diimpi-impikan oleh semua orang.Seperti banyaknya kisah cinta klise lainnya,Orland bertemu dengan wanita pujaan hatinya yang begitu dikasihinya tapi sampai saat ini,belum ada tanda-tanda ia akan melangsungkan pertunangan dengan wanita yang tidak lain adalah Retha Floromancy yang juga tengah berdiri di hadapannya.
"Dan bagaimana kau bisa berpikir kalau aku berasal dari dunia ini..Retha?Oh,haruskah aku memanggilmu sebagai 'Penyihir Agung'?" Orland tersenyum sambil menggenggam tangan kiri Retha dengan tangan kanannya dan yang satunya memegang pinggul dari wanita yg tidak kalah parasnya itu.
Retha tak mengeluarkan sepatah kata pun seakan lehernya dicekik oleh sesuatu dan tidak bisa mengeluarkan suaranya.Tubuhnya gemetaran karena takut kalau semisalnya jiwa yang merasuk ke tubuh Orland adalah 'Sang Raja'.Di dunia lain,bukanlah sebuah rahasia lagi kalau 'Sang Raja' mencintai dengan sepenuh hati 'Penyihir Agung' yang tidak lain adalah dirinya sendiri itu.Ia bahkan rela mengorbankan apapun untuknya sampai 'Penyihir Agung' itu merasa takut akan obsesi dari 'Sang Raja' ini.
"Tenang saja,aku sudah membuang jauh-jauh sifat burukku itu semenjak datang kesini..Retha.Aku menyesal melakukan semua hal itu." Benar sesuai dugaannya,jiwa 'Sang Raja'-lah yang masuk ke tubuh calon tunangannya di dunia ini.Dipikirnya,setelah meninggalkan jabatannya disana dan hidup di dunia ini,ia berpikir kalau dia tak akan berjumpa dengan raja yg obsesif itu tapi ternyata salah total.
"Bagaimana aku bisa mempercayainya setelah melihat apa yg kau lakukan di Magia Tero,raja?Kau membunuh semua hal yang berada di jalanmu,khususnya jika itu menyangkut diriku.Bagaimana..bagaimana aku bisa percaya sekarang?! Apakah kau tahu?Aku meninggalkan semua hal di Magia Tero,keluargaku,teman-temanku,jabatanku,BEGITU JUGA RUMAHKU,hanya untuk terlepas darimu.Tapi sekarang?Kau tahu apa yang ingin kulakukan sekarang?Aku ingin membunuh diriku sendiri dan menciptakan duniaku sendiri agar bisa lepas darimu!"
Bisa dibilang,ia bersusah payah hanya dengan ingin mengeluarkan isi hatinya selama ini.Rasanya seperti usaha yang dilakukannya sejauh ini hanya untuk menghindari 'Sang Raja', sia-sia dengan kehadirannya yang baru diketahuinya.
"Sepertinya kau sudah salah paham terlalu jauh,Retha.Semua orang yang aku bunuh saat kita berada di Magia Tero,semuanya tanpa terkecuali ingin melakukan pembunuhan atas diriku dan kau sendiri.Aku tahu kau mampu menyelesaikan mereka sendiri dengan kemampuanmu sebagai seorang penyihie agung,tapi aku benar-benar tidak ingin melihat tanganmu berlumuran darah lagi setelah peperangan besar itu." Orland memeluk Retha pelan-pelan agar tak membuat wanita yang masih agak shock itu untuk tidak terkejut.
"Perkataanmu baru bisa aku percayai jika kau mau menunjukkan buktinya,raja" Tegas Retha yang kemudian mulai menenangkan dirinya perlahan-lahan di dalam pelukan hangat Orland.
Untung saja saat ini mereka sedang tidak berada di dekat khalayak ramai jadi mereka bisa melakukan apapun tanpa takut dijadikan halaman depan berita.
Orland kemudian melepaskan pelukannya setelah itu menjentikkan jarinya.Di hadapan mereka berdua,muncul sebuah bola kristal yang begitu tidak asing dimata Retha yang sebelumnya merupakan seorang penyihir agung.Itu adalah bola kristal yang berfungsi untuk merekam segalanya.
Beberapa kejadian yang tak diketahui olehnya terekam dengan sangat jelas di dalamnya.Melihat bukti yang sudah jelas itu membuat kesalahpahaman di antara keduanya akhir selesai.Walaupun Retha sudah sedikit percaya dengan bukti itu,namun tidak bisa dipungkiri kalau Orland di masa lalu memang membunuh orang-orang itu atas nama dirinya.
"Aku tak akan memaksamu untuk mencintaiku,Retha.Tapi hal yang sudah pasti adalah perlahan-lahan kau juga akan jatuh ke pelukanku sekalipun kau bersikeras menolaknya.Aku akan dengan sabar menantikan hari itu,calon tunanganku.."
Ia lalu meninggalkan Retha sendiri di kamarnya dan menutup pelan pintu yang menjadi penghubung antara koridor rumah dan kamar Retha sendiri.
Sama seperti sebelumnya,Retha tak bisa berkata apapun dan hanya memilih untuk diam saja dan memikirkan semuanya sejenak.
Beberapa hari berlalu sudah dan kini tingkat kewaspadaan Retha pada Orland sudah sepenuhnya menghilang.Ia bahkan sudah mulai tidak menjaga jarak dengannya,salah satu alasannya adalah wartawan.Bisa menjadi sebuah hal buruk kalau wartawan sampai menyadari kalau 'Hubungan' mereka sedikit merenggang.
Saat ini,Retha sedang makan bersama dengan Orland begitu juga dengan keluarganya di ruang makan Kediaman Aureolus yang lebih seperti ball room versi lebih kecilnya saking luasnya hanya untuk makan saja.
"Ibu,bolehkah aku meminta sesuatu?" Tanya Orland pada ibunya yang duduk tak jauh darinya.
Ibunya itu mendongakkan kepalanya dan mengelap mulutnya dengan serbet yang telah disediakan untuk masing-masing orang. "Apa yang ingin kau minta,Orland?".
"Aku ingin melangsungkan pertunanganku dengan Retha 3 bulan lagi kalau ibu dan ayah mau mengabulkan permintaanku ini." Perkataannya itu langsung membuat wanita yang sedang menyantap makanannya di sebelahnya itu hampir saja tersedak.Baru beberapa hari terlewat dari hari itu dan sekarang ia ingin membicarakan soal pertunangan?!
"Nak Retha,apakah kau juga setuju dengan perkataan Orland?" Tanya ibu Orland pada Retha sambil tersenyum senang.Hal ini semakin membuat Retha merasa tidak enak untuk menolaknya karena raut wajah ibu Orland yang tampak sangat senang dengan perkataan Orland.
"Tentu saja saya setuju,nyonya.Bukankah ini merupakan sebuah kabar membahagiakan kalau pertunangan kami akan segera dilangsungkan?"
Seisi ruang makan sangat senang mendengar jawaban Retha yang setuju saja dengan pembahasan mengenai pertunangan ini.Dan lagi,mereka semakin terkesan akan tata krama Retha yang sangat baik di hadapan mereka.Tidak ada sedikitpun kekurangan,semuanya sangat sempurna sampai orang-orang pun akan heran.
Seusai makan siang di hari itu selesai,Retha menarik tangan Orland ke arah sebuah jalan yang jarang dilalui oleh pelayan sambil berkata, "Kau benar-benar licik ya?Kau sangat tahu kalau aku lemah akan hati seorang wanita sepertinya.Belum lewat 1 minggu setelah hari itu tapi kau sudah membahas soal pertunangan sampai menentukan kalau kita akan bertunangan dalam 3 bulan lagi!" Orland terkekeh melihat sikap Retha yang begitu imut baginya sampai-sampai ia tak bisa menahan tawanya.
"Sebelum hari itu kan kita sudah menjalin hubungan selayaknya pasangan lain?"
"Tapi sekarang..berbeda karena aku terus mengingat akan Magia Tero kalau melihatmu sebagai 'Sang Raja'.." Retha ingin menangis rasanya disaat itu,tapi kemudian ia terkejut karena sebuah tangan hangat yang berasal dari Orland menyentuh kepalanya dengan lembut.Ia mendongakkan kepalanya dan mendapati bahwa pria itu tengah tersenyum tapi juga sedikit khawatir.
"Sekalipun aku bukanlah raja di kehidupan kali ini,tapi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadikanmu satu-satunya ratuku.Perlu kau tandai kalau aku tak akan memaksamu untuk terus menjalin ikatan ini jika setelah pertunangan kau masih merasa kurang nyaman,Retha."
Wajah Retha langsung merona disaat itu juga karena perkataan Orland yang begitu manis.
"Haha,baiklah." Baru kali ini setelah hari itu,Orland melihat senyuman Retha yang tulus itu.Ia sangat yakin kalau Retha perlahan-lahan akan membuka hatinya padanya.
Setiap harinya sebelum hari pertunangan yang telah direncanakan tiba,Orland terus menerus mendekati Retha dengan berbagai cara sampai wanita itu hanya bisa pasrah ketika Orland mendekatinya setiap jamnya.Perlahan tapi pasti,Retha mulai membuka hatinya kembali untuk 'Sang Raja' aka Orland seperti saat sebelum identitas masing-masing dari mereka diketahui.
Hari pertunangan antara keduanya pun tiba,Orland dan Retha mengenakan set pakaian serasi berwarna hijau tua.Orland dengan jas hijau tuanya dan 1 bunga mawar putih di saku kemejanya membuat dirinya tampak begitu bersinar di bawah cahaya Chandelier.Sama halnya seperti Orland,penampilan Retha pun tak kalah bersinar dikarenakan rambutnya yang sebersinar kaca yang memantulkan cahaya matahari.Ia mengenakan gaun hijau tua yang berhiaskan jahitan bunga mawar putih sepanjang mata kakinya.
"Aku sudah bilang kan kalau kau akan jatuh hati juga padaku?" Ucap Orland sambil tersenyum dengan tangan kirinya yang diulurkan pada Retha.
"Kau tak perlu..mengulanginya,Orland" Jawab Retha sembari memalingkan wajahnya karena malu yang tak tertahankan.
Pintu ball room lalu dibukakan untuk keduanya dan mereka secara bersamaan memasukinya.Pasangan yang sekarang sudah resmi bertunangan dan dalam 5 bulan lagi akan menikah itu menuai banyak pujian dari berbagai penjuru dunia saking indahnya perawakan mereka yang terkesan 'Tak Nyata'.Memang benar,paras mereka itu tak bisa dibandingkan dengan siapapun dan dalam beberapa jam saja,keduanya sudah masuk ke urutan nomor 1 sebagai 'Pasangan Berparas Indah' mengalahkan semua pasangan yang ada di penjuru dunia lain.
~THE END~