Cerpen by Asyfa
"Maaf, aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini. Rasa sakit yang kau berikan pada ku selama ini, sudah cukup membuat sadar. Tidak hanya sekali kamu menorehkan luka. Sudah berkali-kali, hingga aku seperti kebal dengan semua kelakuanmu selama ini."Ucap Ku seraya pergi dari hadapan Rendi
Kisah ini bermula sejak aku lulus SMA. Rendi adalah teman sekelas ku sejak kelas X. Karena seringnya bersama hingga membuat rasa itu ada diantara kita. Susah, sedih, senang, bahagia, kita selalu bersama.
Lima tahun, kita menjalin hubungan. Dan hari ini 22 September 2021 adalah hari terburuk yang pernah ada di hidupku.
Aku dan Rendi sepakat mengakhiri semuanya. Kita sudah tidak sejalan lagi. Dia lebih memilih orang lain dari pada Aku. Aku sadar mungkin memang aku yang salah. Menuntut dia selalu ada disampingku.
Terlalu berat aku meninggalkan semua ini dengan tiba-tiba. Hatiku bagai disayat sembilu, mungkin juga ini yang dinamakan sakit tak berdarah.
Jika aku bertahan entah apa yang akan terjadi kedepannya, aku tidak pernah tau. Mungkin hanya sakit hati dan kecewa yang akan aku rasakan, Perpisahan adalah satu-satunya jalan yang tepat buat kita saat ini. Walau sebenarnya ini terlalu berat buat ku, tapi aku sadar aku tidak bisa memaksakan keinginanku kepadanya.
Rendi tahu, akulah orang yang selama ini mendukungnya, hingga dia sukses dengan semua pencapaian-pencapaiannya. Tak hanya itu saja, rasa cinta, kasih sayang, perhatian yang selama ini aku berikan. Tak akan pernah bisa dia dapatkan dari wanita lain.
Tetapi mengapa harus aku yang mengalah, apa kurangnya aku, apa salahku, begitu burukkah aku dimatamu, sehingga kau tega melakukan semua ini? Seharusnya kau tahu, yang bisa membuatmu bahagia itu bukan dia, tetapi aku.
🐣
Song fiction tema yang aku pakai kali ini, dari sebuah lagu yang berjudul BUKAN DIA TAPI AKU, By JUDIKA