*****Dimasa kekaisaran Dinasti Ming*******
Dua orang sepasang kekasih sedang menunggangi kuda berlari kencang sekali, mereka bernama Alien dan chou, mereka berusaha melarikan diri dari segerombolan prajurit kerajaan. Dimana kaisar Ming ayah dari Chou tidak menyetujui hubungan mereka.
Chou nekad pergi bersama kekasihnya, lantaran ingin dinikahkan dengan salah satu putri sahabat kaisar Ming, yang bernama shiuhu. karena merasa telah dipermalukan oleh anak kandungnya sendiri, kaisar Ming memerintahkan untuk mencari Chou sampai dapat, lalu menyuruh prajuritnya membunuh Alien dan membawa Chou hidup-hidup.
maka terjadilah peristiwa kejar mengejar diantara mereka.
Sungguh malang nasib mereka, harus tertangkap oleh para prajurit itu dan dengan teganya mereka membunuh Alien dengan menusukkan pedang tepat dijantungnya hingga Alien mati seketika. lalu membawa chou dengan paksa kehadapan kaisar Ming.
Tiba dihadapan kaisar Ming, Chou berteriak sekuat-kuatnya dengan berkata
" Sungguh biadab perlakuan mu kaisar terhadap Alien, apakah salah jika aku mencintai anak dari seorang pembantu istana ini " ucap Chou kepada ayahandanya.
" Oh jelas salah karena dia tidak sederajat dengan kita, yang pantas menikah denganmu adalah shiuhu putri kerajaan selatan sana " jawab kaisar Ming.
Tanpa banyak berkata-kata lagi, Chou pun berdiri menghampiri salah satu prajurit dan mengambil pedang dari sarungnya tersebut, lalu Chou mengancam jika dia tidak bisa menikah dengan Alien, maka wanita manapun tidak berhak menikah dengannya.
Chou pun mengucapkan sumpah serapahnya. jika dia terlahir kembali dengan jiwa yang berbeda dia akan tetap menikah dengan Alien dimasa yang akan datang. Lalu Chou pun mengakhiri hidupnya dengan menusukkan pedang ke tubuhnya, hingga menembus jantungnya dan tewas.
Kaisar terkejut seketika menyaksikan anak satu-satunya bunuh diri, dengan menghunuskan pedang ke tubuhnya hingga tewas. kaisar Ming merasa menyesal dengan perlakuannya tersebut. seminggu setelah penguburan jasad Chou, kaisar Ming frustasi berat dan jatuh sakit, lalu beliau menghembuskan nafas terakhirnya dan dimakamkan tepat disamping jasad anaknya yaitu Chou Lee.
*******Dijaman modern*******
"Alien... Alien, tolong jangan tinggalkan aku" Seorang pria bernama Jerry berteriak dan terbangun dari tidurnya. wajahnya begitu cemas bahkan mengeluarkan keringat dingin padahal dikamarnya yang begitu mewah, terdapat AC sedang menyala dan udara dikamar itu dalam keadaan dingin dan sejuk, Jerry mendadak terbangun dari tidurnya serasa mengalami mimpi yang menakutkan.
"Tok..tok...tok ( Suara ketukan pintu dari luar kamar Jerry )
" Tuan...tuan Jerry apa anda baik-baik saja " Suara pak Simon kepala asisten rumah tangga disana, memanggil tuannya yang sedang tidak baik-baik saja.
" Tidak apa-apa pak Simon, seperti biasa saya hanya terbangun dari mimpi " jawab Jerry sambil beranjak dari tidurnya dan melangkahkan kaki menuju pintu, lalu membukanya.
" Syukurlah tuan jika tidak terjadi apa-apa, saya hanya terkejut ketika mendengar teriakan tuan tadi " ucap pak Simon.
" Oh iya pak Simon kalau tidak keberatan, tolong temani saya tidur ya !, entah mengapa malam ini hati dan pikiran saya tidak tenang" pinta Jerry kepada pak Simon.
" Siap tuan saya akan menemani dikamar ini hingga esok pagi, lagipula tuan harus tidur kembali, agar esok hari tubuh tuan bisa segar bugar , bukankah besok ada jadwal meeting dengan klien? " pak Simon mencoba mengingatkan jadwal meeting tuannya, sambil mengambil segelas air putih yang berada dimeja, lalu diberikannya kepada Jerry.
" Oh iya sampai lupa saya, jika besok ada meeting dengan klien, terima kasih ya pak sudah mengingatkan dan terima kasih sudah memberikan minuman ini " dengan tersenyum ramah Jerry menjawab pak Simon, sambil menaruh gelas kosong dimeja dan melangkahkan kakinya menuju kasur. diikuti langkahnya oleh pak Simon.
Pak Simon pun membantu menyelimuti tuannya sambil berkata" selamat tidur tuan semoga mimpi indah ".
"Terima kasih pak Simon atas doanya, demikian anda sebaliknya" jawab Jerry.
Setelah dilihat tuannya sudah nyaman pada posisi tidurnya, pak Simon pun bergegas menuju sofa, merebahkan tubuhnya sambil menyelimutinya, hingga tak terasa pak Simon pun terlelap dari tidurnya.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Jerry telah siap berangkat kekantor dan diantar oleh pak Simon sampai menuju mobilnya, dengan gagahnya dia mulai menyalakan stater mobil lalu memainkan gas dan secepat kilat meninggalkan kediamannya. Kali ini dia sengaja tidak memakai supir lantaran ingin pergi ke makam kedua orang tuanya.
Jerry adalah pewaris tunggal di keluarganya yang bermarga lee, dia mewarisi beberapa perusahaan, restauran cepat saji, beberapa cluster dan masih banyak lagi, tahun ini Jerry tepat berumur 27 tahun, bertubuh tegap, berkulit putih keturunan Chinese dan hanya pak Simon yang dia percaya sebagai pengganti kedua orang tuanya.
Sesampainya dikantor Jerry segera menaruh tasnya lalu melangkahkan kakinya keruang meeting, dan memulainya dengan penuh semangat bersama para kliennya.
Dua jam sudah waktu berlalu, jam meeting pun telah selesai, Jerry segera menyuruh sekertaris nya untuk menyiapkan hidangan untuk menjamu para kliennya.
Sungguh diluar alam pikirannya, ketika Jerry asyik berbincang dengan salah satu kliennya, dia begitu terkejut ketika melihat salah satu pelayan wanita dikantornya mirip sekali dengan wanita yang berada didalam mimpinya, yang bernama Alien.
Jerry begitu penasaran hingga pikirannya sudah tidak sehat lagi. Dengan sengaja Jerry menarik tangan wanita itu dan berkata
" Alien...kau kah itu ? " ucapnya dengan lantang tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya.
wanita itu kaget bukan kepalang, mendapati bos si pemilik kantornya menarik tangannya dengan begitu keras, dia pun menjawab pertanyaan Jerry.
" Maaf pak nama saya Sinta bukan Alien, jadi tolong bapak lepaskan tangan saya, karena bapak telah salah orang "
" Jangan bohong kamu, sudah jelas bahwa kamu adalah Alien wanita yang hadir di setiap mimpi malam ku " Jerry semakin menjadi-jadi bahkan omongannya begitu kasar, semua dilakukannya akibat rasa penasarannya yang berlebihan kepada Sinta.
"jika bapak tidak percaya bahwa saya adalah Sinta bukan Alien, ini bapak boleh lihat tanda pengenal saya" Sinta membela diri dengan menyodorkan kartu tanda pengenal kepada Jerry. Jerry pun melepaskan tangan Sinta lalu mengambil kartu tersebut dan membacanya.
Akhirnya Jerry tersadar jika memang benar yang diucapkan wanita itu, Dia memang bukan Alien tapi Sinta, sudah jelas sekali terlihat dari kartu tanda pengenal miliknya. Jerry pun meminta maaf kepada Sinta dan mempersilahkan Sinta melanjutkan pekerjaannya kembali, sedangkan Jerry melanjutkan berbincang-bincang dengan para kliennya, sambil sesekali mencuri pandang pada Sinta.
Tiga bulan telah berlalu, Jerry semakin tahu siapa Sinta, Sinta adalah Office girl dikantornya yang telah memiliki suami, Dia sengaja bekerja lantaran harus menanggung beban hidup yang begitu sulit, ditambah suaminya adalah pengangguran, kerjanya hanya mabuk-mabukan, judi bahkan parahnya lagi suka Gonta ganti perempuan, suaminya juga tidak segan memukul Sinta jika dia tidak memberikan uang yang dimintanya.
Jerry tahu dari Armand salah satu office boy teman satu teamnya Sinta. jujur saja Jerry sangat kasihan kepada Sinta, namun Jerry tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia sadar dia tidak ingin menjadi pria perusak rumah tangga orang lain.
Jerry selalu bercerita tentang mimpi nya bertemu dengan alien, kepada pak Simon orang kepercayaannya. Jerry juga sering bercerita tentang Sinta wanita yang mirip sekali dengan Alien. hingga pak Simon menyuruh Jerry untuk pergi ke klenteng menemui seorang biksu tua yang memiliki ilmu hebat, mungkin saja biksu itu bisa membantu Jerry dalam mengungkapkan rasa penasarannya selama ini. karena setelah kecelakaan dua tahun lalu, Jerry selalu bermimpi tentang masa lampau pada jaman dahulu, Dimana semuanya masih menjalani hidup kuno dengan memakai pakaian tradisional China dan pemerintahannya masih dipimpin oleh kaisar.
Tanpa pikir panjang Jerry pun pergi menuju klenteng yang diberi tahu oleh pak simon. untuk menemui Biksu tersebut dan menceritakan semua tanpa ada yang ditutupinya sama sekali.
udah udah udah malam ini udah tidur
Biksu tua itu pun mulai memejamkan mata seolah dia sedang pergi menuju ke alam luar sadar kita. Jerry hanya terdiam saja, menuruti perintah si biksu untuk menunggu sesaat sambil membaca doa-doa.
Tak lama si biksu selesai dan menceritakan apa yang telah dilihatnya. ternyata mimpi Jerry itu adalah nyata. Dimana Jerry memiliki hidup dimasa lampau dengan menjadi anak tunggal dari seorang kaisar, dia bernama Chou.
Jerry juga pernah menjalin kasih dengan seorang anak pembantunya di zaman itu, yang bernama Alien. tapi sayang ayahnya tidak setuju malah menyuruh prajuritnya untuk membunuh Alien, agar Jerry mau dinikahkan dengan wanita pilihan ayahnya.
Tidak lama setelah kematian alien, Jerry melakukan bunuh diri dengan menusukkan pedang ke tubuhnya hingga menembus jantungnya lalu tewas seketika dan kaisar pun mengalami depresi lalu sakit , tak lama kaisar pun sama mati dalam keadaan frustasi.
Dalam peradaban China manusia masih percaya dengan namanya reinkarnasi. Jerry dan Sinta bisa jadi adalah reinkarnasi dari Chou dan alien yang terlahir kembali dengan jiwa yang berbeda.
Setelah mendengar cerita dari biksu itu, Jerry pun mulai tenang dan sedikit berkurang rasa penasarannya, pantas saja selama ini dia merasa ada yang berbeda dengan dirinya ketika melihat Sinta, seperti ada rasa cinta dan kasih sayang kepadanya, namun rasa itu terhenti setelah tahu jika Sinta sudah memiliki suami.
Satu bulan sudah waktu berlalu, Jerry mencoba melupakan kisah masa lalunya. dia hanya ingin hidup tenang dalam menjalani hidupnya. walau terkadang rasa sayang itu hadir ketika melihat Sinta dihadapannya.
Suatu hari Jerry mengadakan acara ulang tahun kantornya. namun sayang Sinta tidak dapat hadir lantaran sakit dan sedang dalam perawatan di salah satu Rumah Sakit. entah mengapa perasaan sedih dihari Jerry hadir kembali, seolah-olah dia merasakan sakit yang diderita oleh Sinta. akhirnya setelah acara kantornya selesai, Jerry bersama Armand pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk Sinta.
setibanya disana Jerry terkejut ketika melihat dan mendengar secara langsung, ucapan kasar suaminya Sinta
" Dasar wanita tidak berguna, kerjamu hanya santai saja disini, buat apa aku harus mempertahankan dirimu untuk terus menjadi istriku, mencari uang saja kamu sudah tidak mampu, lebih baik kita berpisah saja ok " ucap suaminya sinta.
Sinta tidak menjawab hanya menangis seperti menahan sakit. Jerry melihat jika wajah Sinta terlihat lebam seperti terkena pukulan. tanpa berpikir panjang Jerry menjawab ucapan suami Sinta.
" Iya benar ucapan mu bajingan, lebih baik kalian berpisah saja, nanti aku yang mengurus semuanya dengan bantuan pengacaraku, tidak pantas Sinta menjadi istri seorang bajingan, dia wanita baik dan pekerja keras, lebih pantas dia dengan laki-laki baik juga, sekarang lebih baik kamu pergi sebelum saya laporkan kepada pihak kepolisian jika Sinta telah dianiaya oleh mu " ucap Jerry dengan lantangnya.
Suami Sinta segera pergi tanpa berkata-kata lagi. dia takut jika Jerry benar melaporkannya. setelah kepergian suaminya Jerry dan Armand menemui Sinta. tanpa rasa malu Sinta memeluk erat tubuh Jerry dengan linangan air mata, dia menceritakan semuanya, hatinya begitu sakit, hancur dan kecewa bahkan dia meminta bantuan kepada Jerry untuk mengurus surat cerainya dan mengucapkan banyak terima kasih. Jerry begitu senang ketika dipeluk oleh Sinta, dalam hatinya berkata
" Tenanglah Sinta aku akan selalu menjagamu dan akan selalu ada kapanpun kamu membutuhkan aku, boleh saja dimasa lampau kita tidak dapat bersatu dalam ikatan pernikahan, namun saat ini aku akan berusaha semaksimal mungkin memilikimu walau jiwa mu sudah berbeda "
akhirnya setelah Sinta bercerai dengan suaminya, Jerry berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengambil hati Sinta dan Sinta pun luluh akan kesabaran Jerry selama satu tahun menunggunya untuk move on kembali. merekapun menikah dan memiliki rumah tangga yang harmonis.
___________selesai___________