Hai namaku Nathalia sering dipanggil Lia, umurku 17 tahun saat ini, aku ingin berbagi sedikit ceritaku, saat aku masih duduk di bangku SMP aku menyukai seorang Laki-laki, ya aku menyukainya tapi cintaku ternyata bertepuk sebelah tangan, aku menyukai Laki-laki itu sejak semester genap kelas delapan, aku berusaha untuk mengejarnya dengan segala cara apapun..
Dia adalah siswa di kelas sebelah, pertama kali aku bertemu dengannya saat aku terkunci di kamar mandi, aku tiba-tiba terkunci di kamar mandi saat ujian, aku tidak tahu apa penyebabnya kemudian aku menggedor pintu berteriak dari dalam kamar mandi.
"Tolong aku! apakah ada orang diluar?'' teriakku dari dalam kamar mandi
Aku kembali menggedor pintu, alhasil tidak ada jawaban, tentu saja mereka sedang mengikuti ujian, mana mungkin ada yang ke kamar mandi saat ujian.. aku hampir meneteskan air mata, bagaimana pun aku harus mengikuti ujian itu, aku tidak boleh menangis, aku pun kembali menggedor pintu..
"Apakah ada orang diluar? Tolong aku! Aku terjebak didalam!" Teriakku lagi
Aku terus menggedor-gedor pintu sampai akhirnya seseorang mendengar gedoran pintu..
"Mundurlah aku akan mencoba membuka pintunya" ucap seorang laki-laki
"Ya tuhan untung saja ada yang mendengarku dan menolong ku, jika tidak aku tidak bisa mengikuti ujian.." batinku
Brak!
Pintu kamar mandi pun terbuka, aku terkejut melihat orang itu, lalu tiba-tiba saja detak jantungku berdetak kencang, apakah ini cinta pada pandangan pertama? Ah jauhkan pikiran itu yang harus kupikirkan adalah.. adalah? Oh ujian!! Hampir kulupakan!
"Cepat keluar dari sini, atau tidak aku akan menguncimu kembali" ucap pria itu
Akupun tersadar dari lamunanku, laki-laki itupun segera pergi meninggalkan ku
"A-ah tunggu! Beritahu aku namamu!" Ucapku kembali, Laki-laki itupun menoleh kearahku
"Gibran" Ucapnya singkat lalu pergi
"Hei! Kau belum tahu namaku! Namaku Lia!" Ucap ku
hm, sepertinya dia buru-buru, aku juga akan segera menyelesaikan ujianku! Aku tidak boleh terlambat!
Ahaha apakah ini yang dinamakan cinta pandangan pertama? sejak saat itu aku menyadari aku telah menyukainya, aku selalu membuat kue coklat untuknya, meletakkannya di bawah kolong mejanya, setiap hari dan berharap dia akan menyukaiku..
setiap hari seperti itu, karena aku tidak berani mengatakan langsung kalau aku menyukainya, Gibran.. dan mungkin itu tidak berhasil? lalu aku berniat untuk mengajak nya makan siang di kantin.
Saat jam istirahat tiba aku tidak sengaja berpapasan dengannya di kantin sekolah, kebetulan sekali lalu aku berniat untuk menyapa nya
"Hai Gibran" Sapaku sambil tersenyum
"Huhh, perempuan ini lagi.. apa dia tidak bosan selalu menggangguku? seharusnya aku tidak menolong nya saat itu, sebenarnya apa maunya??" Tanya Gibran dalam hatinya terheran-heran
"Ada apa?" Ucap Gibran singkat
"Em, apakah kau mau makan siang bersamaku?" Ucapku to the point dan terus tersenyum
"Tidak, aku tidak bisa makan siang bersamamu, aku sudah ada janji bersama kekasihku, kau jangan ganggu aku lagi jika tidak ingin mendapat masalah" jelasnya dengan datar lalu pergi
Kalian sudah tau apa yang terjadi padaku kan? saat aku mendengar kata "kekasihku" itu juga hatiku hancur tak terbentuk, aku tidak mengira dia sudah memiliki pacar, aku yang mendengar itu lalu tiba-tiba tidak memiliki nyali lagi untuk berusaha mendapatkan nya, dan berhenti membuat kue, Jika aku berusaha merebutnya sama dengan aku seorang pelakor, aku juga menyadari bahwa dia menolongku saat terkunci di kamar mandi juga karena rasa kemanusiaan, tidak lebih..