"Hana ..." Joshua melihat Hana yang mulai membuka matanya.
Joshua segera memanggil dokter.
Sedangkan Hana masih bingung dengan keadaan sekitarnya.
Siapa pria tadi?
Bukankah tadi ada ayah yang sedang memeluk ibu yang menangis saat melihat alat detak jantungku berhenti.
Apa ini surga?
Tapi kenapa seperti rumah sakit?
Dan satu lagi.
Namaku Maria.
Kenapa pria itu memanggilku Hana?
Dokter segera memeriksa Hana.
"Untuk saat ini kondisi Nyonya Hana cukup stabil. Kami akan terus memantau kondisi Nyonya Hana," kata dokter.
Dokter pergi meninggalkan Maria berdua dengan pria yang memanggilnya Hana.
Maria melihatnya dengan bingung dan bertanya "Anda siapa?"
Joshua sedikit bingung.
Mungkin karena Hana masih belum pulih betul. Hana kan kena gegar otak. ~ batu Joshua.
"Aku suamimu"
Hana ~ Suami? Kekasih aja aku nggak pernah punya dan sekarang aku langsung punya suami?
Joshua menunjukkan foto-foto mereka. Dari foto prewedding, saat mereka menikah sampai sekarang.
"Ini putri kita, Sasa." Joshua menunjukkan foto anak perempuan yang sangat manis
Hana shock ~ PUTRI!? Aku sudah punya anak?
Apa sebelumnya aku bermimpi?
Mimpi yang sangat panjang?
Dalam kehidupannya sebelum terbangun di tubuh Hana, Maria hanyalah perempuan biasa seperti perempuan-perempuan lainnya. Hanya saja tubuhnya sangat lemah dan sering sakit Jadi ia sering menghabiiskan waktunya berada di rumah atau RS. Dan sebelum dia menjadi Hana, ia menjalani perawatan di RS dan kondisinya kritis sampai akhirnya detak jantungnya berhenti. Maria meninggal.
Joshua terus menemani Maria. Sampai akhirnya Maria sudah diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter.
Di rumah ...
"Mamaaaaa ... Sasa kangen." Seorang anak perempuan berusia 5 tahun berlari menyambutnya.
"Ini Sasa, putri kita." Joshua melihat Maria yang kebingungan..
Maria hanya menganggukkan kepalanya.
"Sa ... Mama harus banyak-banyak istirahat. Mama masih belum pulih betul.' Joshua berusaha agar Sasa mengerti.
"Sasa antar ke kamar, Ma." Tangan mungil Sasa menggandeng Maria. Maria melihat Sasa dan Sasa juga melihat Maria. Sasa memberikan senyum termanisnya.
Maria lalu berbaring si ranjang.
Seorang pelayan datang memberikan susu hangat untuk Hana.
"Terima kasih."
Eh? ~ Pelayan itu terkejut mendengarnya. Baru kali ini ia mendengar ucapan terima kasih dari nyonyanya.
Apa karena kecelakaan itu nyonya jadi baik?
Maria meminum susu hangat.
Hana sangat beruntung.
Ia mempunyai suami yang baik dan juga anak yang manis.
Rumah yang ia tinggali juga besar.
Belum lagi pelayan yang selalu siap sedia.
Beberapa hari kemudian saat ia sudah cukup sehat, ia melihat Sasa bwrnaiin sendiarian.
"Mama boleh ikut main?"
Sasa terkejut. Belum pernah ibunya menemaninya bermain. Selama ini ibunya selalu asyik dengan dirinya sendiri.
Tetapi Sasa senang. Ia bisa bermain dengan ibunya sekarang. Seperti teman-temannya.
Joshua melihat perubahan dalam diri Hana. Ia menjadi pribadi yang lebih baik.
Sebenarnya Joshua dan Hana menikah bukan karena mereka saling mencintai tetapi Hana menikah dengan Joshua karena terpaksa. Ayahnya butuh bantuan keuangan dan syarat untuk mendapatkan pinjaman uang, Hana harus menikah dengan Joshua. Padahal saat itu Hana sudah mempunyai calon suami. Karenanya Hana selalu membenci Joshua.
Saat Joshua merasa Hana sudah cukup sehat, ia menginginkannya. Tetapi Maria dengan sopan menolaknya..
Tubuh ini memang tuhuh Hana, istri Joshua.
Tetapi ...
Maria tahu ia tidak mungkin menolak terus permintaan Joshua. Joshua itu suami Hana dan itu sudah kewajiban Hana.
"Josh ... Ada yang ingin aku bicarakan."
"Bicaralah ..."
"Selama ini aku selalu menolak saat malam kita karena aku ..."
"Bukan Hana."
Hana ~ Joshua tahu?
"Jadi siapa dirimu?"
"Aku Maria. Aku tiba-tiba terbangun dengan tubuh ini. Aku tak tahu di mana Hana yang sebenarnya."
Joshua diam sesaat. Sebenarnya ia tak butuh Hana yang lama. Hana yang baru yaitu Maria sudah membuatnya jatuh cinta.
"Aku ingin bertemu ayah dan ibuku." Hana memecah keheningan. Ingatah Maria tidak pernah hilang. Ia masih bisa mengingat di mana ia tinggal dulu. Siapa orang tuanya.
Maria ditemani Joshua mengunjungi rumah lama Maria. Ada kemungkinan jiwa mereka tertukar.
"Permisi ... Saya Ma ... Hana ... Saya ingin bertemu Maria."
"Silakan masuk .."
Maria dan Joshua memasuki rumah lama Maria. Maria melihat wajah kedua orang tuanya. Ia ingin segera memeluk mereka. Ia sudah sangat merindukan mereka.
"Maria ... Sudah meniggal.'
Maria dan Joshua tahu Hana yang sebenarnya mungkin juga sudah ikut meninggal.
Mereka berbincang sejenak.
Saat Maria hendak pulang "Apa saya bisa memeluk kalian berdua?"
Ayah dan ibu Maria memeluk Maria.
Air mata Maria menetes. Ia sudah sangat sangar merindukan mereka.
"Apa kapan-kapan saya boleh datang lagi?"
"Boleh .. Datanglah . Rumah kami selalu terbuka untuk kalian."
"Kami pamit pulang dulu."
Saat malan hari ...
Joshua melihat Maria dan Sasa yang tidur satu ranjang. Pemandangan yang langka karena Hana tak pernah mau direpoti oleh Sasa.
Apa ... Sudah saatnya Sasa punya adik;?
Hana ...
Bukan ...
Maria ...
Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku yakin itu.
Joshua lalu berbaring di samping Sasa.