Meski di akhir hidup nya gadis berambut pirang bermata merah jambu itu yang dikenal dengan sebutan antagonis "alicia demonic"
Dia tetap tersenyum ketika pedang bermata tajam itu menancap tepat di jantung nya
Samar samar dia melihat reaksi orang orang yang menyaksikan kematian nya
Ayah nya yang tersenyum sembari merangkul putri asli yang diakui oleh semua orang dan tunangan nya putra mahkota yang membunuh nya tanpa mengedipkan mata
Dan berakhirlah cerita tragis dari sang antagonis lalu happy ending untuk pemeran utama
Bukan kah antagonis selalu berakhir menyedihkan
"hiks hiks huaaaa hikss "gadis berkaca mata itu menangis tersedu sedu ketika selesai membaca novel berjudul akhir sang antagonis
"bukan kah ini gak adil padahal alicia itu baik hiks hiks"teriak gadis berkaca mata meringkuk diranjang kecil nya
"amelia belikan ibu garam"suara teriakan cempreng itu menggema di kamar amelia
Dengan cepat amelia memakai jaket nya pergi meninggalkan rumah sederhana memenuhi permintan ibu nya untuk membeli garam
Karena kesal bercampur kecewa dengan ending novel yang dia baca gadis itu menendang nendang batu kerikil dijalanan tanpa memperhatikan ada kulit pisang yang akan di injak nya
"akhhhh"teriak amelia
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Kamar yang begitu mewah kasur yang lebar dan empuk membuat nya tidur begitu pulas hingga tak ingin bangun
"wah empuk nya"
"lembut"gumam gadis yang masih terbungkus selimut
Brakkkk
Pintu kamar dibuka dengan kasar wanita yang mengenakan seragam pelayan itu menarik selimut yang membungkus tubuh gadis yang masih setia berbaring di tempat tidur
"hey nona bangun lah ini sudah siang jangan bermalas malasan "teriak pelayan wanita yang baru memasuki kamar mewah itu
"nona"ulang gadis itu setengah sadar
"dalam sepuluh menit jika nona belum bangun saya akan menyiram nona dengan air panas yang mendidih"ancam pelayan itu meniggalkan kamar
"apakah aku bermimpi "ucap gadis itu membuka selimut yang membungkus seluruh tubuh nya
Gadis itu meregangkan tubuh nya pertanda bahwa dia baru bangun tidur
Mata sang gadis perlahan lahan terbuka di tatap nya sekeliling yang terlihat mewah
Disudut kiri mewah Disudut kanan mewah
Atas dan bawah mewah bahkan gadis itu langsung berlari kearah kamar mandi dan alhasil kamar mandi pun terlihat mewah
Bahkan kamar mandi nya saja sudah seukuran rumah nya..
Ya dialah amelia gadis dari abad 21
"aaaahhkkkkkkkhhh aku dimana" teriak nya keras hingga seorang pelayan memasuki kamar nya
"akhir nya nona bangun juga jika tidak saya akan benar benar menyiram nona dengan air panas"ucap pelayan itu dengan berani sambil tersenyum mengejek
"lancang sekali kamu "teriak amelia dengan sorot mata tajam hingga membuat pelayan itu gemetar ketakutan
"keluar"perintah nya dengan wajah yang tak enak di pandang
Dengan masih gemetar ketakutan pelayan itu meninggalkan kamar
"apa apaan orang itu tidak sopan sekali padahal aku tak mengenalnya"gerutu amelia dengan kesal
"oh iya kaca mata ku dimana?"kata nya meraba raba area mata nya namun tidak ada kaca mata sama sekali
Sadar akan kondisi nya Dengan cepat gadis itu beralari kearah cermin besar yang berlapiskan emas
"dimana wajah ku wajah siapa ini?"tanya nya bingung di depan cermin
"lalu apa ini apakah aku mengecat rambut"ucap amelia menyentuh rambut panjangnya yang sekarang berwarna pirang
"hohoho seperti nya aku berhalusinasi atau aku masih bermimpi"kata amelia menepuk nepuk pelan pipi mulus nya
"tapi kenapa wajah ini terasa familiar yah pernah lihat dimana gitu"kata nya sembari berfikir dengan keras
"ah sekarang aku ingat bukan kah aku sekarang mirip dengan pemeran antagonis dalam novel yang baru saja selesai ku baca"amelia berucap dengan senyuman konyol
"kalau diperhatikan aku sekarang benar benar mirip dengan nya"ucap nya masih berkaca di depan cermin
"wah cermin ini berlapis emas "kagum amelia
"tunggu sepertinya aku melupakan sesuatu"kata amelia kembali melihat ke cermin
"mengapa tubuh ku terlihat pendek dan apa apaan ini mengapa wajah ku terlihat begitu muda seperti remaja berusia 15 tahun bukankah aku sudah berusia 28 tahun"kaget amelia dengan ekspresi wajah yang sudah tak bisa dikondisikan
"ah sepertinya memang aku sedang bermimpi karena terlalu terhanyut dengan cerita novel"kata amelia kembali ke ranjang dan melanjutkan tidur nya
"baru sekarang anda memandang saya dengan tatapan membara sama seperti anda memandang wanita itu yang mulia"alicia tersenyum penuh kepedihan menatap keaerah gadis berambut perak yang dirangkul ayah nya
Wanita yang hanya bisa terlihat lemah dan kasihan itu menyeringai licik ketika alicia menatap nya dengan pandangan penuh kebencian
"alicia demonic atas kejahatan berpura pura menjadi putri grand duke dan percobaan pembunuhan pada nona rosaline demonic,dia dihukum mati"titah baginda kaisar menggema dengan lantang
Putra mahkota sekaligus tunangan nya menghunuskan pedang bersiap melaksanakan hukuman
Alicia tersenyum lepas penuh kebebasan seolah olah dia akan terbebas dari kekejaman dunia
Bahkan saat putra mahkota menancapkan pedang dijantung nya alicia sama sekali tak mengeluarkan suara rintihan kesakitan gadis itu malah tersenyum pilu semua orang yang melihat juga tahu seberapa dalam gadis itu mencintai putra mahkota
"ini adalah hukuman karena saya telah berani mencintai anda yang mulia"kata alicia menahan sakit memandang putra mahkota yang menatap nya dengan tatapan dingin
Samar samar alicia melihat orang yang menyaksikan kematian nya seolah olah dialah antagonis nya
Rosaline menghampiri alicia sebelum kesadaran nya hilang selamanya
"bukan kah ini pertunjukkan yang bagus alicia hukuman mati untuk putri asli dan kebahagiaan untuk putri palsu"bisik rosaline sangat pelan
"karena kau lah yang asli alicia"rosaline berbisik dengan senyuman licik
"kyaaaa aku tidak mau mati"teriak amelia bangun dari tidur nya
Sudah 7 hari amelia memimpikan hal yang sama lalu dia juga terbangun tetap di tempat yang sama kamar mewah milik alicia demonic
"difikir bagaimana pun semua ini tidak masuk akal aku yang seorang karyawan swasta dari zaman modern malah berada di tubuh alicia orang yang disebut pemeran antagonis"kata amelia
"aku memang sering membaca novel gadis zaman modern yang melintasi waktu ke zaman kuno tidak ku sangka itu benar benar nyata tapi masalah nya kenapa aku malah masuk ke dalam novel dan menjadi antagonis"amelia berucap bingung bercampur kesal
"padahal antagonis sesungguhnya adalah rosaline bukan alicia"
"aku amelia mulai hari ini memutuskan menjadi alicia demonic yang sesungguhnya si antagonis tak tahu malu yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan putra mahkota "tekad nya
"mari kutunjukkan bagaimana cara menjadi antagonis terkejam dan terjahat dalam novel hahahahh"tawa alicia bangga
"sepertinya anda sangat senang hari ini nona "suara lembut seorang wanita membuat alicia menengok kearah nya
"daisy akhirnya kau datang juga aku sudah menunggumu"ucap alicia dengan senang
Sudah 7 hari semenjak berada disini hanya daisy lah pelayan yang bersikap baik dan ramah pada alicia
"ya nona segeralah bersiap karena tuan grand duke akan sarapan bersama nona"kata daisy memberitahu sembari menyiapkan gaun untuk alicia
Selesai bersiap dengan gaun yang terlihat elegan alicia melangkah kan kaki nya menuju ruang makan
"mulai lah bersikap jahat alicia bersikap jahat jahat jahat"batin alicia menyemangati dirinya sendiri
Pintu ruang makan terbuka lebar nampaklah pria gagah berambut pirang mata merah nya memancarkan aura kejam nan dingin
Glek alicia menelan selivanya gugup itulah yang dirasakan nya
"saya alicia demonic memberi salam kepada tuan grand duke"ucap alicia memberikan bowing atau tata krama ketika bertemu seseorang ala bangsawan
Grand duke langsung menatap alicia bukan dengan tatapan tajam atau dingin melainkan tatapan penuh keterkejutan
Untuk pertama kalinya alicia bersikap seperti itu biasanya dia akan langsung berlari memeluk grand duke sambil memanggilnya ayah hingga membuat grand duke merasa risih
Sudut hati grand duke vincent demonic berdenyut ada sesuatu yang hilang ketika dia menatap alicia sekarang gadis itu tidaklah merengek namun menjaga tata krama nya sebagai seorang nona bangsawan
"hm ya duduklah"grand duke berdehem mecoba menghilangkan suasana canggung
Hening hanya suara dentingan sendok saling beradu di ruang makan mewah itu
"ayo alicia kau pasti bisa mari lakukan hal hal jahat didepan grand duke "alicia membatin
Gadis itu memejamkan mata nya ketika dia mulai melemparkan piring dan gelas kelantai
Prangggg
"aku tidak suka makanan nya"teriak alicia dengan berpura pura marah
Semua mata yang ada diruangan itu tertuju pada alicia bisa bisa nya dia melemparkan makanan dihadapan grand duke
Grand duke adalah orang yang paling tidak suka ada keributan apalagi dihadapan nya
Alicia tersenyum penuh kepuasan ketika grand duke berjalan kearah nya
"marah lah"batin alicia penuh harap
Namun yang terjadi malah sebalik nya grand duke menyentuh lembut tangan mungil alicia
"jika kau tidak suka makanan nya harus nya katakan saja jangan melempar barang lihat lah tangan indah mu jadi terluka"ucap grand duke dengan lembut membuat kaget orang yang mendengarnya
Terlebih lagi alicia gadis itu hampir pingsan karena merasa terkejut bisa bisa nya laki laki kejam seperti grand duke berbicara dengan lembut itu membuat alicia semakin merinding
Tidak terasa satu tahun sudah berlalu amelia hidup sebagai alicia usaha nya menjadi antagonis sia sia saja
Karena apapun yang diperbuatnya malah membuat semua orang semakin menyukai nya
Mulai dari alicia yang bersikap dingin dan tidak sopan semua orang menganggap semua itu hanya wibawa nya sebagai seorang putri dari grand duke
Bahkan jika dia menghukum para pelayan pun itu hanya dianggap bentuk ketegasan nya
Pada akhir nya alicia menyerah melakukan hal hal jahat
Daisy masuk ke kamar alicia dengan wajah penuh kegembiraan layaknya orang yang sudah menang lotre
"apakah ada surat lagi untuk ku "tanya alicia karena sudah seminggu terakhir semenjak upacara kedewasaan nya banyak surat beradatangan untuk nya
"kali ini dari siapa"ucap alicia the de point
Daisy menjawab dengan wajah yang merona"dari tunangan anda yang mulia putra mahkota nona"
Alicia langsung bangun dari duduk nya lalu berkata dengan angkuh nya "daisy mulai hari ini tugas mu adalah menolak semua undangan dan surat yang datang padaku tak terkecuali siapapun itu termasuk putra mahkota "ujar nya
"apa kah tidak salah nona"kaget daisy akan petintah majikan nya
"ya biarkan semua orang mengenal ku dengan sebutan nona bangsawan yang sombong karena menolak semua undangan mereka"kata alicia
"jika romur itu menyebar maka itu akan lebih baik dan aku bisa menjadi antogonis yang sesungguh nya hahhah"kata alicia yang mulai berkhayal
"persiapkan aku daisy tapi jangan memakai gaun tapi pakaikan aku ini"perintah alicia memberikan pakaian nya pada daisy
"tapi untuk apa nona memakai baju ksatria"tanya heran daisy
"karena mulai sekarang aku akan jadi kesatria wanita"ucap alicia dengan senyum devil nya
"hanya empat tahun lagi alicia aku berjanji akan membalaskan semua nya kali ini akan kupastikan pedang itu menancap dijantung rosaline"janji alicia pada dirinya sendiri
4 tahun kemudian....
Trang trang ting tring sring
Ayunan pedang saling beradu berirama ditengah bau amis darah satu tikaman belati beracun mengenai punggung tangan orang yang sedang mengayunkan pedang di medan peperangan
"nona "teriak para prajurit ketika orang itu ditikam dengan belati beracun
Orang yang memakai baju zirah berwarna hitam itu membuka penutup kepalanya
Rambut panjang berwarna pirang itu terurai dengan indah nya mata merah jambu nya memancarkan keanggunan
"kau seorang wanita"ucap gugup lawan dihadapan nya
Saat musuh lengah ketika menatapnya gadis itu tersenyum devil satu tebasan pedang nya membuat musuh dihapan nya kalah telak
Kali ini pun kemengan menjadi milik nya sudah 4 tahun semenjak dia memutuskan menjadi ksatria wanita tidak pernah sekalipun kemenengan lepas dari genggaman tangan nya
"saya arbert vito tangan kanan grand duke vincent demonic memberi salam kepada nona alicia demonic"kata laki laki paruh baya memberikan bowing
"ada apa baron vito "tanya alicia dengan dingin nya
"saya ingin memberikan kabar bahwa seorang wanita seumuran nona muncul di kediaman grand duke wajah nya sangat mirip dengan mendiang grand duchess"kata baron vito menyampaikan dengan gugup
Untuk pertama kalinya selama 4 tahun di medan perang alicia menampilkan senyuman nya
"akhir nya hari ini tiba juga ini lah saat nya aku menjadi sang antagonis "ucap alicia sembari membalut luka nya dengan perban
"sampaikan pada tuan mu bahwa alicia demonic akan hadir di pesta pengenalan putri baru nya"ucap tegas alicia baron vito langsung meninggalkan alicia sendirian
Hanya karena wajah nya mirip mendiang ibu alicia grand duke langsung menerima nya sebagai putri padahal putri yang asli adalah alicia
"kali ini aku akan membalasmu rosaline karena aku bukan alicia yang dulu"kata nya dengan penuh semangat
Hari pesta perkenalan tiba
Grand duke vincent demonic berdiri dengan gagah di tengah pesta wajahnya masih tetap sama kelihatan awet muda gadis berambut perak itu bergelanyut manja di lengan nya dialah Rosaline
Seorang gadis melangkah dengan anggun nya semua mata tertuju pada nya
Rambut pirang nya disanggul keatas gaun hitam elegan membuat alicia tampak anggun tak ada senyuman diwajah cantiknya
Baru pertama kali alicia menghadiri pesta karena selama 4 tahun dia sibuk berperang
Bisik bisik terdengar ke telinga alicia rupanya dia lah yang menjadi bahan gosip para putri bangsawan alicia yang dikenal kejam di medan perang putri bangswan sombong yang tak pernah menghadiri undangan
"baginda kaisar ziones ingrid dan putra mahkota Calistine ziones ingrid memasuki ruangan"
Semua orang yang hadir langsung membungkukkan badan grand duke berjalan menuju kearah kaisar diikuti rosaline
"saya rosaline demonic memberikan salam pada baginda kaisar"ucap rosaline dengan senyuman
"sepertinya nona belum belajar tata krama dengan baik yah"ucap kaisar menatap sinis kearah rosaline
"ku fikir pesta ini digelar untuk menyambut calon menantu ku "kata kaisar dengan senyuman hangat
Alicia melangkah dengan mantap menuju tempat kaisar berada
"saya alicia demonic memberikan salam pada matahari kekaisaran dan putra mahkota Calistine ziones ingrid"ucap alicia dengan penuh wibawa sembari memberikan bowing
"hoho ksatria wanita pertama di ke kaisaran akhir nya menampilkan wujud nya seperti yang dirumorkan wajah permaisuri masa depan memang lah cantik"puji kaisar terang terangan
"hm anda terlalu memuji baginda"ucap sungkan alicia dengan sopan
Alicia melirik sekilas kearah rosaline nampak di raut wajah nya penuh amarah dan kekesalan
Pesta dansa pun dimulai dengan cepat rosaline menawarkan diri untuk berdansa dengan putra mahkota berbeda dengan di novel putra mahkota malah berjalan kearah alicia dan mengabaikan rosaline
"saya Calistine ziones ingrid apakah bisa mendapatkan kehormatan untuk berdansa dengan anda lady alicia "ucap putra mahkota mengulurkan tangan nya
Deg jantung alicia berpacu kencang bukan karena dia jatuh cinta melainkan karena reaksi asli tubuh alicia
Tangan nya yang sering mengayunkan pedang itu gemetar ketika menerima uluran tangan putra mahkota
Dada nya tiba tiba terasa sesak jantung nya berdenyut sakit seperti ada benda tajam yang menusuk
Alicia meraskan perasaan ketika dia dibunuh oleh putra mahkota belum selesai berdansa dia langsung berlari tanpa pamit
Akhir nya air mata nya tumpah tak bisa dicegah dipukul nya pelan dada nya yang terasa sesak padahal dia sudah menyiapkan hati untuk bertemu putra mahkota namun tetap saja perasaan nya tak baik baik saja
Dari lahir dia sudah di takdirkan untuk menjadi tunangan putra mahkota ingin membatalkan pun sudah tak bisa
Di dalam novel alicia sudah mencintai putra mahkota sejak kecil namun di abaikan oleh nya hingga wanita itu datang merebut semua nya
Padahal kesalahan alicia hanya satu yaitu karena telah mencintai putra mahkota itu lah sebab nya dia menjadi antagonis dalam novel
Tapi kali ini akan berbeda karena alicia tak mencintai putra mahkota lagi namun sekeras apapun amelia menolak mencintai putra mahkota tetap saja hati manusia sama amelia menolak mencintai nya tapi alicia berbeda dia mencintai putra makhota dengan sepenuh hatinya
Setelah bertemu putra mahkota perasaan alicia menjadi tak karuan kini alicia sudah membulatkan tekad nya dia tak boleh mundur karena tujuan utama nya adalah mengubah akhir cerita nya
Hari hari sudah berlalu kini rosaline sudah menampakkan taring nya Sudah sering kali gadis itu mengeluarkan trik trik licik nya
Mulai dari pura pura ditindas oleh alicia sampai memprovokasi alicia agar berbuat jahat pada nya
Tentu saja trik trik itu tak mempan pada alicia karena dia sudah mengetahui semua nya
Kini saat nya lah alicia membalas trik trik licik rosaline rencana yang begitu rapi tanpa celah sudah disiapkan gadis itu
Alicia terbaring lemah tak berdaya di tempat tidur nya wajah nya pucat pasi grand duke yang mengkhawatirkan nya dan para dokter yang panik mengobati nya
Rencana alicia berjalan sesuai rencana
"syukurlah tuan grand duke nyawa nona alicia terselamatkan jika terlambat sedikit saja saya tidak tau harus bagaimana untung penawar racun nya ada"khawatir dokter menjelaskan kondisi alicia
Itulah rencana alicia memasukkan racun kedalam minuman yang diberikan rosaline pada nya tentu saja alicia kebal terhadap racun
Kini posisi rosaline sedang terjepit balasan yang alicia berikan sungguh luar biasa mulai dari racun sampai orang dari pusat informasi kekaisaran yang mengatakan bahwa rosaline adalah penipu
Rosaline gadis itu bukan lah putri dari grand duke dia hanya lah putri dari baron miskin yang wajah nya kebetulan mirip dengan mendiang ibu alicia
Dengan licik rosaline memanfaatkan situasi nya bermodalkan wajah nya untuk menaikan status nya
Dan inilah ganjaran atas perbuatan nya
" Rosaline atas kejahatan berpura pura menjadi putri grand duke dan percobaan pembunuhan terhadap tunangan putra mahkota dijatuhi hukuman mati"titah kaisar menggema di telinga alicia
Putra mahkota langsung menancapkan pedang nya dijantung rosaline tanpa basa basi tak sampai disitu kini grand duke menebas leher rosaline dengan kejam nya
"aa yyaaah"ucap alicia gugup dengan wajah pucat
Pupil mata grand duke bergetar mata nya berkaca kaca sudah semenjak lama dia ingin mendegar kata ayah dari bibir alicia entah mengapa gadis itu malah menjauhi nya
Tanpa basa basi grand duke memeluk erat alicia gadis itu pun membalas nya
1tahun kemudian...
"yang mulia kaisar Calistine ziones ingrid
dan permaisuri alicia demonic memasuki ruangan"
Putra mahkota Calistine ziones ingrid sudah diangkat menjadi kaisar ketika kaisar terdahulu meninggal 6 bulan yang lalu
Wajah tampan calistine membuat alicia malu malu selama satu tahun laki laki itu tak menyerah mendapatkan hati alicia dan akhir nya gadis itu luluh juga
Calistine berjalan menuju singgasana kaisar sembari menggandeng erat tangan alicia
" Jika saya katakan saya adalah gadis lintas dimensi dari abad 21 lalu tiba tiba masuk ke dalam novel yang saya baca apakah yang mulia akan percaya" alicia berbisik kepada calistine
"jika permaisuri yang mengatakan nya maka tentu saja saya mempercayai nya"kata calistine dengan penuh kepercayaan
"tidak peduli permaisuri berasal dari mana cinta saya untuk permaisuri akan tetap sama tidak akan ada yang bisa mengubah nya"ucap calistine membuat alicia tersipu malu
Berakhir lah cerita sang antagonis yang sesungguh nya dan bahagia lah untuk gadis lintas dimensi bernama amelia sebagai alicia demonic si antagonis dalam novel
Kini mereka hidup dengan bahagia memimipin kerajaan dengan adil dan makmur
Tamat
"Amel bangun"suara khawatir sang ibu
Amelia terbangun diliriknya sang ibu yang tampak khawatir
"amel kenapa bu"tanyanya heran
"kamu tadi pingsan "sahut sang ibu
dengan cepat amel berlari ke kamar nya mencari novel yang dia baca jelas jelas amel berada di dalam novel kenapa sekarang dia ada di dunia nyata
ajaib nya alur cerita novel nya berubah seperti yang dialami amel ketika menjadi alicia
"berarti ini bukan mimpi"pekik amel keras