"Byurrr ... Byurrr ... Byurrr ..." Ombak di pantai membangunkan Hana yang sedang tertidur atau mungkin lebih tepatnya terdampar.
Aku di mana?
Hana bingung melihat sekitarnya.
Tidak ada siapa-siapa.
Hana berusaha mengingat apa yang terjadi.
Kemarin aku naik kapal. Trus terjadi sesuatu dengan kapalnya dan di sinilah aku berada.
Kemana kru-kru dan penumpang kapal lainnya?
Apa hanya aku yang selamat?
"Krukkk ... Krukkk ..." Perut Hana berbunyi.
Laparrr ...
Hana berusaha berjalan sambil menahan laparnya. Ia mencari sesuatu yang bisa dimakan. Hana tahu ia tidak boleh makan sembarangan. Sesuatu yang tampak menarik bisa jadi beracun.
Hana teringat pesan gurunya "Semua yang bisa dimakan monyet, bisa dimakan oleh manusia."
Hana berusaha mencari monyet atau sebangsanya. Ia melihat monyet kecil yang sedang memakan buah mungil yang terjatuh di tanah. Hana lalu memetik buah itu langsung dari pohonnya dan memakannya.
Lapar perutnya akhirnya teratasi.
Saat malam ia tidur di dalam gua yang tak jauh dari pantai.
Hari berganti hari. Pagi menjadi siang. Siang menjadi malam. Begitu seterusnya.
Sampai akhirnya malam itu seekor ular menggigit Hana. Hana takut. Tetapi ada yang datang dan menghisap racun di tempat Hana tergigit.
Racun yang sudah memasuki tubuh Hana, membuatnya menggigil. Ia demam. Seseorang itu menemaninya.
Saat pagi hari Hana mulai sadar. Ia melihat seorang pria berjanggut dan berambut panjang. Tapi melihat pria itu Hana tahu pria itu masih muda. Apalagi six pack di perutnya (pria itu seperti Tarzan dewasa).
Tetapi Hana melihat bekas luka di pipi kiri pria itu. Belum lagi tahi lalat di leher sebelah kiri, di ujung hidung dan di bawah mata kanan pria itu.
Josh ...
Apa orang yang di depanku ini Joshua?
Joshua adalah teman kecil Hana.Sepuluh tahun yang lalu ia hilang bersama orang tuanya saat mereka bepergian menggunakan helikopter. Dan sampai sekarang mayat mereka belum ditemukan.
Hana melihat gelang di tangan kanan pria itu.
"Joshua ..." Hana langsung memeluk pria itu. Ia senang bisa bertemu Joshua setelah sekian lama.
Pria itu hanya diam. Hidup di pulau sejak lama. Tanpa ada orang yang diajak bicara membuat kemampuan berbicaranya menghilang. Ingatannya juga sudah samar-samar.
"Ini aku ... Hana ..." Hana memperlihatkan gelang yang sama seperti milik Joshua. Gelang pemberian Joshua untuk Hana saat mereka masih bersama dulu.
Joshua melihat gelang milik Hana lalu ia menatap wajah Hana lekat-lekat. Wajah yang perlahan muncul di ingatannya.
"Hana ..."