Qu Xiao Tan seorang marketing perumahan abad 21 tiba-tiba terlempar ke masa lalu. Ia jatuh di masa kerajaan Dong Yue, dalam tubuh nona kedua keluarga Qu, Qu Tan Er, yang berniat bunuh diri setelah mendengar bahwa kekasihnya Mo Yi Huai akan menikah dengan kakaknya, Qu Pan Er, atas perintah raja. Qu Tan Er yang selamat dari percobaan bunuh dirinya, terbangun dengan karakter yang sangat berbeda yang sebenarnya adalah Qu Xiao Tan yang masuk dalam tubuh Qu Tan Er. Jadi, agak unik nih, Xiao Tan yang datang dari masa depan meminjam tubuh Tan Er. Satu tubuh dua jiwa dan mereka bergantian muncul kalau salah satu dari mereka berbohong. Qu Xiao Tan adalah orang yang ceria, berani, ceroboh, grasak-grusuk dan cerewet dan sebagai orang zaman modern Xiao Tan seringkali berbicara dengan bahasa yang ga dimengerti oleh orang-orang kerajaan Dong Yue tersebut. Sedangkan Qu Tan Er, kebalikannya, orang yang sangat lembut dan tenang. Sebagai nona kedua keluarga sekretaris kerajaan, Tan Er dididik dengan pendidikan yang pantas yang membuatnya berperilaku anggun dan sopan. Jadilah mereka berdua bergantian muncul, dan Jing Xin, pembantu setia Qu Tan Er, yang kena akibatnya harus mengurus keduanya dengan sabar. Tapi Jing Xin benar-benar sabar dan setia. Terhadap Qu Tan Er, Jing Xin melayani sebagai pelayan, sementara ketika Xiao Tan yang muncul, Jing Xin diperlakukan sebagai teman oleh Xiao Tan yang siap ditolong olehnya apabila ia dibully oleh yang lain (maklum zaman kerajaan yang namanya ngebully berdasarkan kasta itu wajar).
Suatu hari, datang titah kerajaan bahwa Qu Tan Er harus menikah dengan pangeran ke delapan, Mo Lian Cheng, yang juga adalah adik dari Mo Yi Huai yang dicintai oleh Qu Tan Er. Tentu aja, yang melaksanakan upacara pernikahan ini adalah Xiao Tan. Meskipun pernikahan antara Tan Er dan Mo Lian Cheng adalah titah dari mendiang raja terdahulu, tapi bagi keluarga Qu, pernikahan itu hanya alat politik untuk memata-matai pergerakan Mo Lian Cheng sebagai pangeran ke delapan yang merupakan saingan berat Mo Yi Huai, pengeran ke satu dalam perebutan tahta. Jadi, keluarga Qu adalah orang-orang pangeran ke satu, Mo Yi Huai, untuk membuatnya menjadi putra mahkota pertama-tama, kemudian naik tahta sebagai raja. Dan Tan Er karena mencintai Mo Yi Huai, ia pun bersedia membantunya merebut tahta. Namun, Xiao Tan belum tahu tentang hubungan antara Tan Er dan Mo Yi Huai ini. sedangkan Mo Lian Cheng adalah orang yang pintar sehingga ia bukannya tidak tahu tujuan Qu Tan Er mau menikah dengannya (adalah sebagai mata-mata), padahal ia tahu hubungan Tan Er dengan Mo Yi Huai yang sudah bukan rahasia umum lagi di kerajaan. Jadilah malam pertama yang heboh antara Mo Lian Cheng dan Xiao Tan yang mati-matian menjaga keperawanannya karena ingin segera kembali ke dunianya.
Namun, setelah mengenal Mo Lian Cheng lebih dalam, hati Xiao Tan luluh juga. Begitu juga dengan Mo Lian Cheng terhadap Xiao Tan yang polos dan apa adanya. Meskipun awalnya mengira Xiao Tan adalah mata-mata Mo Yi Huai sehingga ia menyuruh Yu Hao agar selalu mengawasi Xiao Tan. Lucunya yang diawasi Yu Hao adalah Tan Er edisi lemah dan selalu dibully. Yu Hao ga pernah sempat liat perubahan Tan Er menjadi Xiao Tan yang menghajar lawannya karena membully Tan Er. Makanya setelah Yu Hao lapor ke Mo Lian Cheng klo Tan Er lagi dibully, pas Lian Cheng datang menolong selalu ketemunya edisi Xiao Tan.
Sebenarnya tebakan Mo Lian Cheng benar kalo soal Tan Er sebagai mata-mata. Namun, ia sendiri lebih banyak berinteraksi dengan Xiao Tan yang ceplas-ceplos dan apa adanya, yang sama sekali ga tahu-menahu soal konflik antara keluarga Qu dengan kerajaan, sehingga membuat Mo Lian Cheng ga menaruh curiga terhadap Xiao Tan (termasuk Tan Er) lagi dan mulai jatuh cinta, padahal ia belum tahu soal keberadaan Xiao Tan dan Tan Er yang di dalam satu tubuh. Memang kadang-kadang Mo Lian Cheng bingung dengan perubahan karakter dari Xiao Tan ke Tan Er, yang akhirnya disimpulkan bahwa Xiao Tan orang yang aneh wkwkwk.
karena ada Xiao Tan dan Tan Er yang sering ganti-ganti sehingga membuat bingung orang di sekitar mereka. Tan Er mudah untuk ditindas, sebaliknya Xiao Tan malah membalas orang yang menindasnya. Xiao Tan orang zaman modern, jadi ga kenal yang namanya kasta sehingga siapa aja yang membully dirinya pasti ditindas balik, termasuk ibu suri yang ga suka kepadanya dia ga pasrah begitu aja. Xiao Tan mencintai Mo Lian Cheng sedangkan Tan Er mencintai Mo Yi Huai, endingnya Xiao Tan keluar dari tubuh Tan Er ketika diserang oleh Mo Yi Huai yang jadi jahat karena pengaruh raja iblis, yang menyebabkan Tan Er mati melindungi Xiao Tan karena dibunuh oleh Mo Yi Huai. Tapi akhirnya Mo Yi Huai juga mati menyusul Tan Er, dan kita jadi tahu bahwa cinta Mo Yi Huai kepada Tan Er juga tulus sebenarnya. Sedih sih ending Mo Yi Huai dan Tan Er. So, akhirnya Mo Lian Cheng dan Xiao Tan bisa bersama.