Aku iri pada artis-artis muda yang wajahnya terpapar dilayar kaca setiap hari . Aku iri pada mereka yang sukses diusia yang sama sepertiku , suara mereka indah dan mereka mahir berakting dalam dunia hiburan. Sedangkan aku hanya seorang siswi biasa yang tidak dipandang oleh masyarakat .
Sehari-hari kegiatanku hanya bersekolah dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Jujur saja itu sangat-sangat 'membosankan'.
Dengan rasa iri yang terkumpul dihati ku . Aku , Riella Zasuton bertekad untuk menjadi orang yang sukses diusia muda juga. Aku juga memiliki mimpi untuk membahagiakan dan menafkahi keluargaku . Jadi mulai hari ini aku akan bekerja keras sesuai dengan kemampuan yang kumiliki.
Aku menyadari aku memiliki bakat menulis cerita dan aku mulai men-scroll aplikasi penelusuran , kemudian aku menemukan satu aplikasi menulis yang menawarkan pendapatan yang menguntungkan. Aplikasi itu bernama " Magicnens" . Kutuliskan cerita pertamaku yang berjudul Bayangan Hati.
Hari-hari berlalu , novel Bayangan Hati ku sudah mencapai episode 3 . Namun , karena emosi ibuku aku terpaksa menghentikan perkembangan novel ini .
" Seharian kerja main hp mulu ! Memang ya dasar anak zaman now , taunya malas-malasan aja " oceh ibuku . Terkadang aku selalu kesel dengan ibu yang mengatakan aku selalu bermalas-malasan tanpa tau apa yang sesungguhnya.
" Aku bukan main-main bu , lihat aja nanti kalau aku udah berhasil baru nyesal nanti karena udah marah-marah " aku berbicara dalam hati , karena jika aku mengeluarkan kata-kata ku yang ada nanti aku akan diusir dari rumah.
Aku terus dan terus mengarang novel itu dimana pun aku berada bahkan saat sekolah pun , aku tetap mengarang cerita itu dengan menuliskannya dibuku .
" Riel ! Fokus ke pelajaran! Jangan buat yang enggak-enggak" panggil Bu guru.
"Iya Bu.." jawabku
"Riel ini berangan-angan besar , katanya pengen jadi seorang penulis...mana mungkin , ya kan . Hahahaha " ejek Kila , teman sekelas ku yang kaya dan sombong. Ia sempat mengintip buku karanganku dan membocorkannya ke semua orang .
" Jangan cari masalah Lo ya ! " aku berteriak seraya melemparkan kertas yang sudah kuremes-remes ke wajahnya.
" Awh ! Lo...beraninya Elo ! " Kila menyerang balik sehingga terjadi pertengkaran diantara kita . Dan akhirnya orangtua kami dipanggil untuk datang ke sekolah . Orang tua Kila yang kaya membuat ayah dan ibuku tidak berani melawan mereka dan malahan memarahi dan mempermalukanku .
" Berlutut dan minta maaf sama Kila ! Cepat ! " titah ibuku.
Aku tidak ingin membantah lagi. Dengan berat hati aku harus melakukan perintah ibuku , tapi aku juga tidak akan membiarkan mereka yang telah menyakitiku lolos dengan mudah . "TUNGGULAH PEMBALASAN DARIKU" hatiku yang sudah berapi-api tidak akan dingin sebelum membalas dendamku.
Berbulan-bulan kemudian karyaku semakin populer, kini pembacanya sudah mencapai seribuan lebih. Terlebih sekarang aku aktif dalam mengikuti perlombaan cerpen (cerita pendek) . Beberapa karyaku berhasil memenangkan perlombaan. Aku juga tidak menyangka akan se-berhasil itu .
Magignens juga sudah membentuk ruang obrolan bagi para penulis , dan yah... aku terpilih untuk menjadi admin dari grup itu.
"Gimana perkembangan novel lu ? " tanya Mimi , teman baikku. Aku yang sedang menulis langsung berhenti dan menjawab dengan percaya diri " Udah populer dong . Karya Riella mah gak kaleng-kaleng "
"Niat banget ya lu " Mimi merebut buku yang sedang ku isi . " Iyalah , Aku kan pencinta Kesempurnaan " ujarku sombong.
_______
Perayaan tujuh belas Agustus telah tiba . Sekolah mengadakan acara untuk merayakannya dan Magicnens turut menjadi bagian dalam daftar acara.
"Magignens, aplikasi pendukung anak bangsa untuk menjadi orang yang sukses melalui karya tulisan mereka . Mari kita sambut direktur tingkat provinsi grup Magignens " seru pembina acara.
" Terimakasih banyak atas sambutannya . Dalam rangka memperingati HUT RI , saya selaku Direktur Grup Magignens ingin melantik seorang remaja berbakat menjadi manajer tingkat kota untuk mengatur Grup Magignens di kota ini . "
"Siapa dia ? " , " Wah hebatnya anak itu" anak-anak lain serta orangtua murid penasaran dengan anak yang beruntung itu.
" Mari kita sambut Manajer Utama Grup Magignens tingkat kota , Riella Zasuton ! " Ucapan dari sang Direktur mengbungkamkan seisi sekolah . Dan menciptakan kesempatan bagi diriku untuk naik ke panggung .
Flashback :
"Selamat Nona Riel , anda terpilih menjadi manajer Magignens di kota B . Selanjutnya andalah yang akan mengurus penulis-penulis di kota B " notifikasi pesan dari Magignens berbunyi . Aku membuka dan membaca isi pesan tersebut. Setelah membaca , air mata bahagia langsung mengalir dari mataku . Aku tidak menyangka , di usia muda ini aku bisa menjadi seorang manajer , apalagi beberapa hari yang lalu juga ada notifikasi kalau novelku akan diangkat menjadi sinetron . Bahkan aku yang akan memerankan pemeran utama wanitanya .
___Flashback stop___
" Terimakasih kepada Bapak Direktur karena telah mempercayakan posisi manajer ini kepada saya. Dan terimakasih banyak juga kepada Grup Magignens karena memberikan saya menjadi seorang aktris dari cerita karangan saya sendiri"
Setelah acara selesai , semua teman-temanku mendekati mereka penasaran bagaimana caraku mencapai kesuksesan itu . Lalu aku berkata pada mereka " Lakukanlah dan wujudkanlah bakat mu , tanpa rasa takut akan gagal ataupun rasa tidak percaya diri "
Kini namaku terpampang di setiap layar kaca , diseluruh media sosial , bahkan di berita luar negeri . Riella.Z , remaja multitalent dan juga aku mendapatkan panggilan "TrendGirl". Penghasilanku setiap bulannya mencapai 180 juta yang ku dapat dari hasil penjualan novel , gaji sebagai aktris , gaji menjadi manajer dan endorse-endorse yang ada tiap harinya .
"Ayah , ibu kini aku sudah sukses sekarang . Aku sudah membelikan kalian rumah dari uang hasil keringatku sendiri . Sekarang kalian tau aku tidak malas-malasan kan ? Aku selalu berusaha untuk membahagiakan kalian "
I'm Riella... I will work hard for my own future !!! Keep Fighting and try your best !