#Pertemuan Pertama Dengannya
***
Bruak!
Tubuh ini tak sengaja bertabrakan dengan seseorang. Hingga membuat buku-buku yang kubawa jatuh berserakan di lantai.
Gegas, aku berjongkok ingin mengumpulkan buku-buku itu. Namun, tangan seseorang menghalangi pergerakanku.
"Biar aku saja," Suara seseorang lelaki pertama kali menyentuh telinga. Sangat manis didengar.
Aku mendongak ke asal suara. Sosok lelaki hitam manis, alis tebal dan tinggi kisaran 175 cm tersenyum padaku.
Aku melihat wajahnya tanpa berkedip, seakan dunia ini tiba-tiba terhenti. Saat diri ini menatap mata hazelnya.
"Menawan," lirihku
'Aku baru percaya, bahwa cinta pada pandangan pertama itu memang ada, dan kini aku merasakannya. Tampaknya, aku jatuh cinta kepada pria yang pertama kali kutatap beberapa detik ini,' batinku.
"Selesai," ucapnya menyerahkan semua buku-buku itu ke tanganku, membuat lamunan ini buyar seketika. "Maaf ya, aku tidak sengaja menabrak tubuhmu."
''I-iya," ucapku gugup. "Tidak apa-apa, padahal tak perlu repot-repot membantu. Ini semua sudah jadi tugasku," jawabku tersenyum ramah.
''Tapi tetap saja ini salahku."Pria itu tersenyum manis ke arahku.
Membuat tubuh ini kaku, ingin pingsan di tempat rasanya. Terlalu manis lekukan bibir pria yang kini berdiri mengikutiku itu.
Namun, percakapan ini tiba-tiba saja terhenti.
"Beib, sudah ketemu bukunya?" Perempuan berkulit putih dengan pakaian modis mendekati kami berdua. Dan menggandeng tangan pria manis itu. Tatapannya beralih sinis kearahku. Aku yang di tatapnya merasa risih dan takut.
"Oh iya, sudah ketemu kok," jawab lelaki itu.
"Ayo kita pergi makan, aku sudah lapar." Suara perempuan itu makin manja.
"Ya!" Pria itu pamit pergi padaku. Kemudian setelah dia jauh.
Aku mengutuki diriku yang mudah sekali jatuh cinta pada sembarang orang. Dan, sekarang aku merasa kecewa ternyata pria itu telah punya seseorang yang spesial.
"Dasar! Alunna Wulandari kau terlalu bodoh," batinku.
Dari kejauhan aku menatap belakang tubuh pria itu, sambil tersenyum kecut.