“ayah, hidung citra berdarah ! kenapa ya ayah?” tanya aku terhadap ayahku “yaudah besok kita ke dokter ya di periksa” jawab ayahanda.
Pagi-pagi aku udah siap siap mau berangkat sekolahh,, ehh pas lgi di sepatu loh loh kok aku pusing? Tak lama kemudian hidungku mulai meneteskan darah. Ya ampun aku kaget lagi krna darahnya lumayan banyak, tapi aku tutup aku dengan sapu tangan kesayangan aku yang di berikan ibu untuk aku. Sebelum ibu meninggalkan kita semua dulu, sebelum ibu punya penyakit leukimia.
“eh kamu kenapa cit? Lagi pilek ya?” tanya kak radit.
“haha qo’ tau kak?” jawab aku. *sengaja aku gk ngasih tau kaka aku, aku takut malah jdi khawatir, jd rahasiain aja deh*
“yaiyalah tau, kaka gitu”
“haha yaudah aku berangkat sekolah dulu ya kak.”
“iya sokk, hati hati d jalan”
#di jalan menuju ke skolah, aku terus berfikir, ya Allah ada apa dengan darah yg menetes dri hidung aku ini. Apa Cuma mimisan biasa? Atau mungkin aku mengidap Kanker Darah atau Leukimia? Ya Ampun, smua aku serahkan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
Sesampai nya di kelas, bel masukpun sudah berbunyi. Guru pun masuk ke kelas untuk memberikan pelajaran buat siswa siswi nya.
Dan belpun berbunyi, menandakan jam pulang sekolah.. semua teman teman sudah pulang hanya saja aku yang belum pulang, dan sahabat sahabat aku jga blum pulang sih cma lagi ke toilet aja bentar. Di dalam kelas hanya ada aku sendiri disana. Ya ampun terasa pusingg kepala ini, dan alhasil hidungku meneteskan darah lagi. Seketika aku berdiri untuk pergi ke toilet nyusul teman temanku dan mau membasuh darah ini, tiba tiba PRAKK. Aku menjatuhkan diri yang di sebut pingsan.
###
Ketika aku bangun tersadar dari pingsanku,, disana ada Riri,Resti kedua sahabatku. Tomi teman dekatku, dan Ayah aku.
“ayah? Kenapa aku ada di rumahsakit?”
“kamu tadi di sekolah pingsan nak”
“pingsan? Apa gara gara hidung aku meneteskan darah lagi?”
“iya sayang”
Denger pernyataan itu, aku sedih aku takut terjadi apa-apa dalam hidup aku. Aku juga takut penyakit yang aku benci selama ini, krna penyakit itu yg udah merenggut nyawa ibu aku terjadi sama aku, aku takutt bangett..
*dokterpun masuk kedalam, dan mngajak ayahku untuk berbicara sesuatu tentang penyakitku
Dokterpun mengatakan apa yang sebenrnya terjadi sama aku, ternyata iya penyakit yang aku takuti, penyakit yang aku benci, sekarang berada di tubuhku, aku positif mengidap penyakit kanker darah atau leukimia.
Saat itu betapa terpuruknya aku,ayahku, kakaku dan semua sahabat sahabatku.
Ketika suatu hari, tibanya aku di sekolah. Seperti biasa tidak ada yang aneh, aku selalu bersama sama sahabat sahabatku, dan tomi cowok yang sekarang lagi dekat denganku.
Jujur aku akui, aku mungkin suka dia, dari cara dia perhatian sama aku, selalu ingetin aku makan, minum obat, dan terutama dia juga suka ingetin aku untuk ngobrol dengan tuhan dengan cara shalat dan berdoa.
Kedekatan aku dengannya menimbulkan sebuah pertanyaan besar. Apa aku mencintainya? Dan apa aku menyayanginya? Itu smua pertanyaan yang membuat pusing. Aku takkan mungkin mencintai tomi. Karena mungkin hidup aku takkan lama lagi.. seperti halnya ibuku, ibuku dahulu mengidap penyakit ini, smpaisampai nyawa ibuku hilang. Dan aku ngerasa bahwa aku akan menyusul ibuku untuk waktu dekat ini.
###
Suatu saat, ketika aku, riri, dan restu pergi ke taman, untuk refreshing. Tibatiba aku ngerasakan ada hal yang mengganjal deh.
“ri, restu. Apa kalian menyembunyikan sesuatu?”
“menyembunyikan apa cit? Haha kamu ngaco deh, langsung nanya kayak gitu” jawab riri
Riri berbisik pada restu *tu, si tomi mana sih? Jam sgni kok belum datang juga ya?* jawab restu *sabar, mngkin d jalannya macet*
“kalian udh mulai deh main bisik-bisikan, ada apa sihh? Aneeeh.”
“haha nggak ada apa apa citra sayang, cma kami berbisik. Kapan kita pulang? Haha kamu gak ngiri apa coba? Liat tuh org lain mah pada jalan sama pacarnya” jawab resty
“ahaha kamu ini.. kita masih juga kelas X masa mau pacaran sih?” jawab citra
“halaaahh,, kamu mah itu si tomi mau di kemanain? Suka kan sama tomi? Ayoo ngakuu” ledek riri
“hah? Suka? Nggak deh.. sotoy kamu mah” haha tersenyum malu
“udah jangan bo’ong sama kita kita, kita juga tau kok apa yg sbnernya terjdi sama perasaan kamu ke tomi”
Tak lama kemudian, tomi menghampiri mereka dan sepertinya ada yang di sembunyiin di balik badan tomi.. hmm
“wah.. tomi datang nihhh, yaudah cit kamu ngbrol berdua dulu yaaa, aku sama riri mau beli makanan dulu noh di sana. Hayu ri” kata restu
“yuuu”
*****
Suasana tiba menjadi hening, tiba saatnya, sesuatu yg d smbunyiin oleh tomi di keluarkan yaitu setangkai mawar merah.
“apa maksudnya?” tanya citra dengan penuh rasa heran
“hmm. Aku cinta kamu cit. Mau gak jdi pacar aku?”
“hah?” kagett
“iyaaa. Dri dulu aku cinta kamu, aku sayang kamu,, kamu juga udh tau kan kalau aku ini dulu suka kamu. Nah perasaan suka itu tumbuh menjadi rasa sayang dan cinta. Semenjak kedekatan kita rasa itu tumbuh menjadi amat dalam, tegasnya aku sangat cinta sama kamu, sayang banget sama kamu”
“hmmmm” mata citra mulai berlinang air mata
“kenapa citra?”
“maaf aku tau qo. Kamu nembak aku, Cuma karena kamu kasiankan sama aku? Kamu cinta sama aku Cuma atas dasar kasian kan? Okk tomi aku akui aku itu penyakitan, kamu itu salah kalau kamu emang benar benar cinta sama aku.. hidup aku ini sudah tidaaak lama lagi”
“sssttt, jangan bilang sperti itu. Hidup dan mati ada di tangan tuhan, bukan di tangan dokter. Aku cinta sama kamu tuluusss. Bukan atas dasar kasian”
“bohonggg, aku tau , kamu Cuma kasian kan sama aku? Okelah please jangan pernah kamu bilang kamu cinta aku, aku tau itu smua bhulsyitt.”
“kenapa kamu memvonis aku sejahat itu sih citraaa? Aku sungguh cinta kamu”
“bohonggg, aku gak percaya sma perkataan cowok terkecuali ayah dan kakakku”
Citra pergi meninggalkan tomi menggunakan taxi.
“loh tomm? Citra mana?” tnya riri dan restu
“dia pulang,”
“lah bukannya tdi sama kamu?” tanya riri
“iyaaa, tpi dia anggap, aku cinta sama dia itu atas dasar kasian sama diaa.. hmm,”
“wahh? Ywdah sabar aja ya, mngkin bkn saatnya kamu memiliki diaa sbgai kekasih, berteman masih bisakan?”
“iyaaaa”
####
Ke esokan harinya citra tidak masuk sekolah, krna harus menjalani pemeriksaan ke dokter..
Dan sejak itu juga, citra meminta ayahnya untuk memindahkan sekolahnya. Citra gak mau sesekolahan sama tomi, lakilaki yang dia cintai dan lakilaki yang mencintai dia.
Esok harinya citra pindah skolah, dan stlah tomi mengetahui hal itu, tomi menyesal, mngkin kalau dia gak menyatakan perasaannya sama citra, citra gak mngkin pindah skolah. Skrg citra pindah skolah, dan artinya smkin hilang smua harapan tomi untuk menjalin tali cinta dengan citraaa..
###
1bulan kemudian,, penyakit citra malah tambah parah.
Dia gak masuk skolah sudah tepat 1minggu.. sekarang citra hanya bisa diam saja di rumahnya,,
Dia hanya diam saja di kamarnya, teringat saat itu dia genap berusia 16tahun.. jam 9pagi tepatnya, kebetulan hari libur.
Riri dan restu datang menghampiri citraa,,
“heiii citraaa,, selamat ulang tahuunnn.. inii ada kue boluu sama kado dari kami,, selamat ya mudah mudahan kamu di beri umur panjang, sehat selaluu”
Citraa malah meneteskan air mataaa.
“hei cit kamu kenapa?” tanya restu
“ngga tu, aku Cuma terharuu ajaaa”
“yaaah udhh dongg jangan terharu terharu segalaaa,, haha ayo sekarang tiuupp lilinyaa”
Hooorrreeeee.. smua bersorak gembiraaa
Ayah citra datang menghampiri kami
“selamaaatt ulangg tahunn anaku sayang, smoga kamu panjang umur, sehat selalu, makin cantik kalau senyumm, makin baik, makin pinterr,, tapi janga pinter boongin papa yaaaa..”
“iyaaa papa, makasihh,, hmm citra akan selalu tersenyuum, meskipun citra tau umur citra udah gk lama lagi, krna kata dokterpun citra udh mengidap kanker darah stadium akhir..” meneteskan air mata tapi sambil tersenyum
“cittraaaa.. hidup kamu masih lamaaaa kok citraaa. Udh jangan gitu.. hidup dan mati ada di tangan tuhan, kita berusaha dan berdoa sjaaa”
“yaudaah iyaaa paaa”
Papa citrapun meninggalkan mereka
“yaudah citraa, kami pamit dulu yaaa, banyak tugas nihh.. jangan lupa makan,minum obaat yaaa”
“ehh ri, restu. Tomi gmna kabarnyaa?”
“ya begitulah, jdi hilang semangat dia mah”
“wah? Hm salam aja buat dia”
“gitu aja?”
“iyaa”
“ywdh kami pamit dulu yaaa”
###
Citra terdiam sendiri dikamarnyaa. Dia mulai mengeluarkan sepucuk kertas dan balpooint berisi tinta hitam..
Ditulislah sebuah surat yang entah ditujukan untuk siapaa..
###
1bulan kemudiaan.. tiba saatnya di suasana yang begitu mengharukan, dimana citra harus di bawa ke rumah sakit, karena penyakit kanker nya sudah memuncak tibaa di stadium yang sangaat akhir,, dia sudah lemas, dan tak berdaya.
Tibaa di rumah sakit, nyawa citra gak bisa tertolong, dia menghembuskan nafas terakhirnya di jalan sebelum dia sampai di rumah sakit. Sebelum dia meninggalkan kami semua dia sempat berpesan
“tolong kasihkan surat untuk tomi di laci meja belajarku.”
Surat itu pun di ambil setelah selesei proses pemakaman citraaa.
Di bacalah oleh tomi
*deaarr : tomii
Tomi, sesungguhnya aku ingin sekali menjadi pasanganmu saat saat terakhirku itu, aku ngomong bhwa aku tak percaya dengan cintamu itu, sebenarnya itu saat bohong, aku sebenarnya percaya akan cintamu itu tom, karena jujur aku juga mencintaimu, aku sayang sama kamu. Tapi kondisi aku tidak memungkinkan. Aku tidak mungkin menerima cinta kamu, jikalau aku menerima cintamu itu hanya sebuah kesalahan yang paling fatal yang pernah aku lakukan, karena aku tau hidup aku gakkan lama lagi tom, aku mengidap penyakit leukimia stadium akhir. Jika aku menerima cintamu, itu sama halnya dengan aku membiarkan kamu menangis, aku ingin melihatmu bahagia, tersnyum, bukan menangis karena aku. Maaf beribu maaf untukmu.. AKU CINTA KAMU TOMI, AKU SAYANG KAMU TOMI..*