"Yuri..." Panggil seorang pria dengan lembut dan langsung duduk di hadapan Yuri sambil meminum jus nya
"Ehm...Hah...ke-ketua osis !!! Apa yang kau lakukan di kelas ku ?" Yuri seketika terkejut melihat ketua osis yang paling di kagumi banyak perempuan di sekolah nya itu tiba tiba datang dan duduk di depan meja Yuri
"Mau kah kau...jadi pacar ku" Ucap nya di hadapan Yuri dengan sedikit rasa malu
"Hei ! Apa kau bercanda ? Atau jangan jangan kau buta, di sekolah kita ini begitu banyak perempuan yang mengejar mu mereka cantik dan banyak uang... atau jangan jangan kau kalah main truth or dare !!!" Sahut Yuri dengan sedikit rasa panik
"Hei ! aku melakukan nya memang aku sudah lama menyukai mu bukan karna aku bercanda apa lagi buta" Ucap nya dengan sedikit rasa malu malu
"Eh...aku-aku akan pergi ke toilet sebentar" Yuri langsung kabur meninggalkan ketua osis tersebut sendirian di dalam kelas
Yuri mencuci wajah nya di kamar mandi dan mencoba menyadarkan dirinya Yuri berkata pada dirinya sendiri bahwa itu adalah tipuan semata dari ketua osis
"Yuri" Panggil ketua osis tersebut dari balik pintu toilet
"I-iya..." Sahut Yuri dengan gugup
"Mau berapa lama lagi kau di toilet ini sudah jam 06:30 kau akan telat pulang ke rumah nanti" Ucap ketua osis sambil menunggu Yuri ke luar
"Ah...aku lupa aku harus segera pulang, malam ini harus bertemu dengan anak anak panti asuhan lagi" Yuri bergegas keluar dan tidak sengaja menabrak ketua osis yang berada di depan pintu toilet
"Aduh ! maafkan aku ketua osis, kenapa kau menunggu di sini ?" Tanya Yuri yang langsung merapikan pakaian nya.
"Aku khawatir dengan mu, aku akan mengantar mu pulang dan...jangan panggil aku ketua osis panggil saja aku Hans" ucap Hans
"Yuri ini tas mu mari kita pulang sebelum satpam menutup gerbang nya" Ajak Hans yang langsung menarik tangan Yuri dan berjalan sambil bergandengan tangan
"Dia...dia memberitahu nama nya kepada ku, dan dia...dia juga memegang tangan ku...ahh untung saja semua orang sudah pulang coba saja ini masih jam sekolah pasti aku akan di incar oleh perempuan perempuan yang mengejar ketua osis" Ucap Yuri di dalam hati nya yang merasakan detak jantung nya yang semakin berdetak dengan kencang
Hans benar benar tipe laki laki sejati dia menyatakan cinta nya kepada Yuri secara langsung, mengkhawatirkan Yuri dan mengantar Yuri pulang dengan selamat.
"Ketua...ah maksud ku Hans apa kau mau bertamu ? kau pasti belum makan malam bukan aku akan membuatkan mu omlet atau kau memiliki makanan favorit ? katakan saja aku akan membuatkan nya untuk mu" ucap Yuri sambil membuka pintu rumah nya dan melepas sepatu nya
"Eh..." Seketika Hans terpesona saat melihat rumah Yuri. "Yuri apa kau tinggal sendiri ?" tanya Hans dengan malu malu
"Iya...aku anak yatim piatu dari kecil di besar kan di panti asuhan tapi saat kelas 1 SMA aku mulai hidup mandiri dan pergi dari panti, malam ini aku akan pergi kesana" Jelas Yuri sambil mengikat rambut nya yang membuat Hans semakin terpesona
"Ehmm bolehkah aku ikut !!! kebetulan malam ini aku tidak ada kegiatan sama sekali di rumah sudah terlalu membosan kan" Ucap Hans kepada Yuri
"Benarkah !!! Baiklah kalau begitu, apa kau mau mandi dulu ? kebetulan aku rada tomboy jadi aku punya baju pria kau pakailah aku juga akan menyiapkan makan malam untuk mu" Ucap Yuri yang langsung menyiapkan air mandi buat Hans
"Ehm..." "rasa nya kami ini seperti suami istri saja..." Ucap Hans dalam hati nya
Hans begitu kagum dengan suasana yang dia dapat di rumah Yuri dia tidak seperti perempuan yang pernah dia temui sebelum nya. Yuri benar benar gadis pekerja keras dan rajin.
"Apa kau sudah selesai makan, setelah ini kita akan pergi ke panti untuk memberikan beberapa mainan dan pakaian baru untuk mereka" Ucap Yuri yang membereskan meja makan nya
Mereka berdua pergi ke toko pakaian dan mainan tidak lupa juga membelikan anak anak panti tersebut makanan kesukaan mereka. Setelah selesai menyiapkan semua hadiah mereka langsung menemui anak panti bermain bersama lalu pulang.
Di dalam perjalanan pulang Hans mencoba sekali lagi menyatakan cintanya kepada Yuri.
"Yuri..." Panggil Hans dengan nada sendu nya
"Sebenarnya di antara kita berdua siapa yang buta ? Apa selama ini kau tidak melihat perjuangan ku dalam mengejar mu, aku setiap hari mengirim kan surat cinta pada mu" Ucap Hans dengan nada sendu nya dan mata yang tak berani menatap Yuri
"Jadi kau lah laki laki yang selama ini memberi ku surat cinta ? Hans bukan aku tidak mau, tapi kau adalah seorang ketua osis dan orang yang berada aku hanya anak yatim piatu yang tomboy dan tidak cantik" Sahut Yuri sambil menundukkan kepala nya
Tiba tiba Hans memeluk Yuri dengan lembut dan berkata "Aku tidak peduli...kau adalah orang yang ku cintai jadilah pacar ku Yuri" Ucap Hans dalam pelukan nya
"Hahaha Baiklah..." Sahut Yuri dengan lembut
"Yuri..." Tatapan lembut dan bahagia dari Hans membuat Yuri terharu dan tersentuh selama dia hidup dia tidak pernah merasakan kelembutan dari orang lain
"Han terimakasih..."Peluk Yuri dengan lembut