[ #Romansa ] Meet Again
Author: Scarlet Yue
Masihkah Aku mencintainya? atau membencinya?...
KEMBALI ...
Yelena Marissa, seorang desainer fashion muda yang bekerja di sebuah perusahaan fashion Jerman.
Keturunan Tionghoa tapi dia lahir di Indonesia dan gadis yatim-piatu yang tinggal di panti asuhan.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia langsung mendapatkan tawaran kerja karena ia termasuk mahasiswa yang hebat.
8 tahun, ia meninggalkan Indonesia, meninggalkan segala kekecewaan, kesedihan dan sakit hati karena seorang laki laki.
Berharap ia bisa melupakannya.
Pagi itu,
Yena seperti biasa berangkat dengan jalan kaki dan mengandalkan transportasi umum seperti kereta.
Sambil ia berhenti sebentar untuk membeli se cup kopi, ia mengangkat panggilan telepon yang berdering di handphonenya.
Key, sahabatnya sejak di SMA meneleponnya dengan panggilan interlokal.
Key," Lenaa. Good Afternoon!"
Yelena tersenyum geli, dan menjawab," selamat pagi Key, aku baru saja mau berangkat kerja."
Terdengar suara tertawa di sana.
Key," aku sudah setengah bekerja, dan aku akan makan pecel lele...kesukaanmu!"
Yelena ," kau selalu saja membuatku rindu pada pecel lele."
Key," kau tidak rindu padaku? Hei, aku ini sahabatmu. Kenapa kau malah rindu pada pecel lele?"
Yelena tertawa sambil ia menerima se cup berisi kopi hangat dan tidak lupa ia mengucapkan terima kasih, tentunya dengan bahasa Jerman.
Lalu ia berjalan keluar coffee shop itu.
Sambil berkata ," apakah kau sekarang kaya? Kau tahu, setiap hari kau selalu meleponku. Ini adalah panggilan interlokal. "
Key," kau benar, aku kaya. "
Yelena menggeleng kan kepalanya.
Key berkata lagi," Lena... Sepertinya aku akan memutuskan untuk segera resign dari pekerjaanku ini. Aku sudah putuskan aku akan membantu Rendy untuk membuka usahanya. Tapi...aku benar benar tidak enak dengan atasanku. Dia baik padaku dan juga..."
Yelena yang mendengar kata kata sahabatnya itu menyaut," dan juga setidaknya kau harus mencari pengganti yang baik untuknya, dengan begitu kau bisa dengan lega mengundurkan diri. "
Key ," wahhh, kau memang selalu mengerti hatiku. "
Yelena tersenyum," lalu?"
Key terdiam sebentar.
Ia sedikit ragu untuk mengatakan apa yang ia pikirkan.
Akhirnya ia memberanikan diri berkata," entah kenapa...yang ada dipikiranku hanya dirimu. Len, kau...tidak ingin kembali ke Indonesia? "
Yelena menghentikan langkahnya seketika saat mendengar kata kata Key.
Ia diam beberapa saat.
Key," Len, kau tidak rindu dengan Indoensia? Hmm tidak , kau tidak rindu denganku sahabatmu yang baik dan cantik ini?"
Yelena akhirnya dibuat tersenyum lagi.
Ia pun menjawab," aku...akan memikirkannya. Nanti malam kita berbincang lagi. Jangan tidur dulu. Mengerti? Jika kau tidur, itu artinya bisa jadi kau melewatkan kesempatan."
Key," apa?! Kau mau aku menunggumu hingga tengah malam?? Bukan lagi tengah malam. Itu subuh Len!"
Yelena kembali berjalan dan hendak masuk ke bawah tanah untuk naik kereta api.
Lena," So? Kau mau menunggu jawabanku tidak?"
Key ," kau benar benar kejam. Oke oke, aku akan menunggumu. Awas kau tidak menghubungi ku, aku akan mendatangimu... Dimimpi."
Lena tertawa mendengarnya.
Sebentar kemudian terdengar suara kereta.
Akhirnya Lena menutup teleponnya.
Ia pun masuk ke kereta dan duduk.
Sambil ia memikirkan kata kata sahabatnya.
Dalam hati, ia berkata," sepertinya...sudah saatnya aku kembali. "
Lalu ia menarik nafas panjang.
Wajahnya terlihat sendu.
Malam itu akhirnya Yelena memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan menerima tawaran sahabatnya itu.
Key benar benar gembira mendengar keputusan sahabatnya.
keesokannya, Yelena mengajukan pengunduran diri.
meski atasanya berat melepaskannya, Yelena masih ditunggu dengan senang hati jika suatu saat nanti dia kembali lagi.
Key menemui atasannya.
Hana Tan, Manager sekaligus tangan ke dua pemilik Perusahaan Desain Fashion dan Penerbit Majalah itu.
ia membantu paman dan bibinya menangani perusahaan itu.
Key pun memberitahu bahwa ia akan tetap memutuskan untuk mengundurkan diri dan sebagai gantinya ia sudah mencari penggantinya.
dan ia menceritakan seperti apa penggantinya ini.
Hana tersenyum dan berkata," aku tidak terlalu peduli dia lulusan dan bahkan sudah memiliki pengalaman bekerja di luar negeri. yang aku inginkan adalah dia mau bekerja dengan keras dan tidak pernah menyerah."
key tersenyum mengangguk, " jika itu, Bu Hana tidak perlu khawatir. dia sama sepertiku, kami sama sama bekerja keras sejak kami di SMA. dan...dia sama sepertiku, kami anak yatim-piatu. kami pekerja keras dan bersemangat, seperti yang ibu lihat tentangku selama ini. hanya saja...dia tidak galak seperti ku. "
Hana tertawa kecil.
dan ia mengangguk," baiklah. aku tunggu dia kembali. aku ingin menemuinya dulu dan memastikannya sendiri. dan jika aku setuju, kau harus mengajarinya hingga dia sepertimu. baru kau boleh meninggalkan perusahaan ini."
key melirik atasannya itu , dan tersenyum," akan kupastikan dia cepat memahami pekerjaan ku. "
~
Akhirnya, 2 Minggu Yelena kembali ke Indonesia.
terlihat sahabatnya sudah menunggunya di kedatangan Internasional.
key melambaikan tangannya dengan wajah gembira.
Yelena pun melepaskan kacamata hitamnya dan ia tersenyum lebar melihat sahabatnya.
key langsung memeluk sahabatnya.
Yelena pun membalas dengan pelukan rindu.
Di dalam mobil,
Yelena tersenyum menatap sahabatnya dan berkata," kau yang sekarang sudah benar benar orang hebat. Mobil sport ini bukankah yang kau impikan selama ini?"
Key terkekeh mendengarnya dan mengangguk.
Key," aku hanya beruntung, dan...Tuhan melihatku karena aku orang yang bekerja keras. "
Yelena tertawa geli.
Dan ia mengangguk setuju.
Key," jangan memujiku terus. Kau saja juga hebat. Lulusan mahasiswa terbaik di Jerman bahkan bekerja di perusahaan fashion ternama. Hmmm aku rasa... Kita sama-sama beruntung."
Yelena menarik nafas dalam-dalam dan tersenyum.
Yelena ," kau benar. Kita sudah melalui banyak hal dulu. "
Key terdiam sebentar. Lalu berkata,' baiklah kita ganti topik. Sebelum aku mengantarmu ke apartemenku. Kita menemui dulu bosku. Dia ingin langsung menemuimu. Dan setelah itu kita makan siang. Okey."
Yelena,' okey. Kau yang mentraktir ku. "
Key,' tidak masalah. "
Yelena," kau baik sekali. Aku akan selalu mengandalkan mu."
Key tertawa mengangguk," lakukanlah. Yang penting kau tidak kembali lagi ke Jerman. Aku benar benar kesepian 8 tahun ini."
Yelena lagi lagi dibuat geli oleh Key.
Key tidak lupa memberitahu Hana atasannya, dia akan segera meluncur ke kantor dengan Yelena untuk menemuinya.
Sampai dikantor.
Key langsung membawa Lena ke ruangan Hana.
Key mengetuk pintu.
Dan terdengar suara dari dalam, mempersilakan masuk.
Key pun masuk diikuti Lena dibelakangnya.
Ruangan itu terlihat cukup luas dan minimalis.
Di Rak kayu terlihat buku buku tentang fashion.
Seorang wanita mengenakan kemeja berwarna merah dengan modis kekinian, bibirnya mengenakan lips merah dan terlihat anggun.
Wajahnya putih dan matanya sedikit sipit seperti mata Yelena.
Ada senyuman di wajah wanita itu, meski bukan senyuman lebar.
Hana," kalian sudah datang ."
Key mengangguk," dia Yelena Marissa, sahabatku sekaligus penggantiku nanti."
Hana menatap Yelena, ada senyuman manis dibibirnya.
Mata cerdas nya terlihat membaca Yelena.
Yelena pun segera mendekat, dan mengangkat tangan kanannya untuk menjabat tangan sambil berkata," selamat siang. Saya Yelena Marissa. Senang bertemu dengan anda."
Hana pun berdiri dan membalas jabat tangan Yelena.
Ia mengangguk dan sedikit tersenyum," aku Hana Tan. Senang bertemu denganmu juga."
Key menatap mereka berdua sedikit tegang.
Hana ," duduklah."
Mereka pun duduk.
Hana menatap Yelena dan mulai berkata," baiklah. Yelena Marissa , aku tidak terlalu peduli kau adalah lulusan dari Jerman. Yang aku lihat adalah ia mau bekerja keras atau tidak. "
Yelena menatap Hana, begitu juga Key.
Suasana terlihat tiba tiba kaku.
Yelena tahu wanita yang ada di depannya ini, seseorang yang tegas dan bekerja keras. Terlihat perfeksionis.
Sedikit tidak mudah menghadapinya.
Lalu Hana dengan sedikit tegas, tapi ada sedikit senyuman dibibirnya, ia berkata lagi,"kau akan menjadi asistenku dan akan selalu membantuku. Karena aku selalu terjun secara langsung menangani semuanya baik desain fashion, pemotretan untuk majalah dan juga penerbitan. "
Yelena terlihat tenang, ia tersenyum, tapi tatapannya terlihat yakin.
Ia mengangguk," baiklah, aku akan mempelajari nya dan berusaha dengan keras. "
Hana hanya mengangguk.
Lalu ia menatap Yelena dan berkata,"
sebenarnya aku hanya ingin bertanya 1 hal padamu."
Yelena menatap Hana, begitu juga Key.
Yelena melanjutkan lagi kata katanya" kau sudah menyelesaikan kuliahmu di Jerman, bahkan kau sudah bekerja di perusahaan yang ternama disana. Kenapa kau mau kembali ke Indonesia dan memulai dari awal lagi? Tentunya bukan hanya karena bersedia menuruti dan merindukan sahabatmu bukan?"
Key ," Bu Hana..."
Yelena tersenyum.
Ia terdiam sebentar.
Ia menjawab," disini, aku dilahirkan. tentunya aku rindu dengan tanah kelahiranku. Dan hidup itu memang harus bekerja keras, jika memang harus mulai dari awal lagi. Aku akan akan berusaha lagi. Lagipula ada yang mengatakan padaku bahwa aku beruntung. Aku... ingin berhasil disini, bukan di negara lain."
Key tersenyum mendengarnya.
Hana menatap Yelena.
Jawabannya membuat cukup puas.
Ada senyuman lebar kali ini di wajah Hana.
Dari yang sebelumnya terlihat sedikit dingin pada akhirnya suasana berubah menjadi cair.
Hana pun menerima Yelena.
Dan ia meminta mulai besok Yelena bisa bekerja.
Setelah kembali dari kantor, Key mengajak sahabatnya itu makan di sebuah cafe.
Cafe tempat dimana mereka dulu bekerja sebagai pelayan disana saat kuliah.
Pemilik cafe itu masih mengenali wajah Yelena.
Mereka mendapatkan tambahan 1 porsi makanan.
Sambil menikmati makanan, mereka berbincang bincang dan bersenda gurau.
~
Diapartemen Key,
Terlihat minimalis dan bersih.
Ada 2 kamar , ruang keluarga yang menyambung langsung dapur dan meja makan.
Yelena tersenyum dan berkata," hmm apartemen mu ini benar luxury. Seperti gayamu. "
Key mengangguk," anggaplah ini seperti rumahmu juga. Tinggalah disini. Bantu aku menjaganya juga. "
Yelena tertawa geli, lalu ia melirik dan berkata," hmmm apakah aku sebaiknya juga membeli apartemen? "
Key ," Len, jangan mulai. Sudah kukatakan padamu. Aku ini keluargamu. Jika kau ingin memiliki apartemen, belilah dan sewakan. Agar kau mendapatkan uang. Kau hanya perlu tinggal disini, memasakkan untukku . Bersih bersih tempat ini. Dan jika kau mau pindah, pindahlah setelah kau menikah."
Yelena tertawa mendengarnya, ia merangkul leher sahabatnya dengan erat," kau menyuruhku bersih bersih??? Kau pikir aku Ijah?"
Key ," ampun ampun...baiklah. kau bukan Ijah. Tapi Inem."
Mereka pun bergulat di atas sofa.
Seperti jaman dulu di kost, mereka suka seperti itu.
Keesokan harinya,
Yelena sempat membuatkan sarapan untuknya dan Key.
Sederhana, hanya telur mata sapi dan roti, juga susu.
Meski begitu Key benar benar senang.
Jarang sekali ia sarapan pagi dulu.
Ia merasa terpelihara lagi.
Sampainya di kantor.
Hana menyambutnya.
Ia mengenalkan Yelena ke beberapa Manager departemen lain dan Direktur yang tidak lain adalah pamannya.
Meski baru bertemu pertama kali, paman Hana, Rudy Jayadi Lim sudah bisa melihat dari mata dan beberapa kali jawaban dari Yelena.
Yelena gadis yang cerdik dan terpelajar.
Itu cukup sebagai nilai plus.
Yelena mulai mempelajari pekerjaannya dari Key.
Tidak terlalu sulit baginya karena hampir sama dengan pekerjaannya dulu.
Key menjelaskan untuk pemotretan majalah biasanya ia harus sendiri memilih desain fashion nya jika tidak sedang bekerja sama dengan brand fashion lain.
Dan terkadang akan ada beberapa artis yang bekerja sama dengan Brand fashion di perusahaan dan akan ada pemotretan untuk majalah iklan.
Hari itu, Yelena mempelajari dengan baik semuanya, bahkan saat pemotretan pun dia ikut membantu untuk memilih desain fashionnya.
Hana sempat mengamatinya dan ia mengakui kehebatan dan keluwesan Lena.
Beberapa saat,
Seorang laki laki masuk ke ruang pemotretan dan memanggil Hana," Kak Hana."
Hana menoleh, lalu ada senyuman lebar," Ludy, lama tidak berjumpa. Kau kemari, aku kira kau sudah sibuk dengan perusahaanmu yang baru."
Ludy tersenyum," kebetulan aku ada pertemuan di dekat sini. Dan lagipula sudah lama aku tidak bermain kemari. "
Hana mengangguk tersenyum.
Key yang baru saja masuk ke ruangan sambil membawa kertas, ia menoleh menatap Ludy.
Ia terkejut melihat Ludy.
Key," kau...masih ingat kau dengan tempat ini?"
Ludy terkekeh dan menjawab," tentu saja. Aku juga masih ingat wajah sadismu jika sedang memarahi kru lainnya, Key."
Key pun nyengir.
Hana ," sebentar lagi, kita tidak akan melihat lagi wajah sadis key. Sudah ada pengganti nya hari ini. Sebentar."
Hana menoleh ke Yelena dan memanggilnya," Yelena, kemarilah sebentar."
Ludy terkejut mendengar nama itu.
Wajahnya yang sebelumnya terlihat tersenyum lebar berubah seketika.
Sedang Key, tangan kanannya segera memegang jidatnya.
Yelena yang masih sibuk membantu merapikan baju seorang model.
Ia menjawab ,' baiklah. "
Setelah Yelena selesai, ia menoleh dan mau berjalan menuju Hana.
Tiba tiba, ia menghentikan langkahnya.
Tatapannya terpaku menatap wajah laki laki yang sudah membuatnya sakit hati, laki laki yang ingin ia lupakan dan tidak ingin ia temui lagi.
Akhirnya ia memberanikan diri untuk melangkahkan kakinya lagi dan berjalan mendekati Hana.
Hana," Lena, dia Ludy Wijaya Chow, artis sekaligus direktur Agensi artis yang baru ia buka baru baru ini. Dan..."
Hana menoleh ke Ludy," dia Yelena Marissa pengganti Key nantinya. "
Wajah Key terlihat kacau saat itu sambil terus menatap sahabatnya.
Ludy akhirnya berkata," lama tidak bertemu, Len."
Ada senyuman dibibirnya.
Hana terkejut mendengarnya.
Hana," kalian...sudah saling kenal?"
Lena dan Ludy pun menjawab bersamaan.
Lena," tidak."
Ludy," iya ."
Hana bingung mendengar jawaban keduanya.
Sedang Key lagi lagi memegang jidatnya.
Lena ," maaf jika kau mengenalku, tapi aku rasa aku tidak mengenalmu."
Lalu Lena menoleh ke Hana dan berkata," maaf Bu Hana, aku harus mengambil beberapa baju di ruang kostum. "
Lena menoleh ke Key.
Lalu ia berjalan keluar.
Key," aku harus menemaninya. Sampai jumpa Lud."
Key segera berjalan keluar.
Ludy terdiam.
Ia tahu, Lena masih sangat membencinya meski 8 tahun sudah berlalu. Ia bisa mengerti.
Hana menatap Ludy dan berkata," spertinya... hubungan kalian tidak baik, meski kau sudah kenal dengannya . Mungkinkah, dia teman lamamu atau... Mantan pacarmu?"
Ludy hanya tersenyum.
~
Key mendekati sahabatnya yang berjalan dengan cepat.
Key," Len, tunggu Len... Aku bisa jelaskan."
Lena tiba tiba berhenti dan menoleh menatap sahabatnya kesal.
Lalu ia melipat tangannya.
Dan berkata," kau tidak pernah cerita padaku, kalau selama ini kalian bekerja di perusahaan yang sama."
Key" Len, jika aku cerita padamu, apa kau mau mendengarnya. Aku yakin kau sudah tidak mau tahu tentangnya bukan?!"
Lena menatap sahabatnya.
Lalu ia menjawab," tapi, kau tahu aku akan menggantikanmu bekerja disini. Seharusnya dari awal kau memberitahuku! "
Key," tenang dulu Len. Aku mohon tenang dulu. Ludy sudah tidak bekerjasama dengan perusahaan ini lagi. Dia sudah mendirikan sendiri perusahaan agensi. Jadi kau tidak akan bertemu dengannya."
Lena tertawa kecil, ia memegang kepalanya dan berkata,"benar sekali. dia adalah seorang artis. Seharusnya sejak awal aku menyadarinya dan memikirkan lagi tentang tawaranmu untuk menggantikanmu di dunia Entertainment."
Key," Lena..."
Lena menatap sahabatnya dan berkata lagi," lalu kenapa hari ini dia datang kemari?"
Key terdiam, dia bingung harus menjawab apa, karena memang Ludy tiba tiba saja datang mengunjungi Hana.
Lena," key, kau harus pastikan kita tidak akan bekerja sama dengannya. Itu sebagai permintaan maafmu."
Lalu Lena pergi.
Key menarik nafas melihat sahabatnya pergi.
Key," aku bisa gila "
Malam itu, Lena masih lembur di kantor bersama Key.
Key memesankan makanan untuk makan malam mereka, sebagai permintaan maafnya, ia memesan pecel lele kesukaan Lena.
Saat key ke toilet.
Hana keluar dari ruangannya dan mau pulang.
Ia melewati ruangan Key dan masih terlihat lampunya menyala.
Ia berhenti dan membuka pintu.
Hana,' Lena, kau belum pulang?'
Lena ," Bu Hana, ahh..belum. ada beberapa yang ku selesaikan dengan Key. "
Hana pun masuk dan duduk di sofa.
Lena," Bu Hana mau pulang?"
Hana mengangguk.
Hana," bilang pada Key, ini hari pertamamu masuk. Jangan lembur. Masih ada banyak hari yang akan membuatmu untuk sering lembur."
Lena tersenyum mendengarnya.
Hana," Yelena, kau...sudah kenal dengan Ludy sebelumnya?"
Lena pun menoleh ke Hana.
Lena mengangguk," kami tidak akrab ."
Hana menatapnya, ia tahu dari wajah Lena yang sepertinya enggan untuk membahas tentang Ludy.
Hana," baiklah, kalau begitu, aku pulang dulu. Kau jangan terlalu malam. Sampai jumpa besok."
Lena," ya Bu. Sampai jumpa besok."
Lalu Hana berdiri dan berjalan keluar.
Lena diam beberapa saat, ia teringat saat pertemuan nya tadi dengan Ludy.
Dia menarik napas dalam-dalam.
Key pun akhirnya datang.
Dan berkata," Len, kita pulang yuk. Besok kita lanjutkan lagi. Kau tahu, kantor ini seram kalau malam malam."
Lena menoleh dan menggelengkan kepalanya.
Akhirnya mereka membereskan semua dan pulang.
Key mengajak Lena menemui seorang temannya dulu di sebuah cafe.
Jesi, pemilik cafe dan sahabat mereka juga menyambut mereka.
Ia begitu gembira melihat Lena kembali.
Tanpa diduga, Hana juga ada disana.
Hana juga adalah sahabat Jesi, key tahu hal itu.
Mereka menikmati malam itu.
Awalnya Key melarang Lena minum wine.
Tapi karena Lena bersikeras.
Akhirnya Jesi memberinya.
Jesi melirik Key sambil berkata pelan ,' apa yang terjadi padanya?"
Key menatap Jesi.
Key," Ludy...dia sudah bertemu Ludy."
Lena segera menoleh ke Key yang sebelumnya sejak tadi menikmati alunan musik gitar.
Lena," kenapa kau menyebut namanya?"
Hana menatap mereka.
Key ," baik, aku diam ."
Lena," Key, dengar, kau harus pastikan kita tidak akan bekerja sama dengannya lagi. Jika sampai kita bekerja sama, aku akan resign."
Key melirik Hana , dan Hana hanya tersenyum geli.
Rupanya Lena sudah mulai mabuk karena wine.
Key," Len, sebaiknya kita pulang. Kau sepertinya sudah mulai mabuk ."
Lena ," tidak . Aku belum mabuk."
Jesi memegang pundak Lena dan berkata," Len, sudah cukup untuk malam ini. Pulang dan istirahatlah. "
Lena," tapi kak Jes aku masih belum mabuk..."
Jesi mengangguk tersenyum," kau sudah mabuk. Pulanglah."
Lena menarik nafas.
Akhirnya ia mengangguk.
Lena," baiklah."
Key pun segera membantu Lena berdiri dan memeganginya.
Tapi karena Lena terhuyung huyung dan Key tidak kuat menahannya.
Hana pun segera berdiri dan memegangi Lena.
Hana membantu mereka berjalan keluar.
Jesi mengamati sahabatnya itu.
Tidak biasanya ia perhatian dengan orang lain bahkan yang belum terlalu kenal.
Setelah Hana kembali.
Ia duduk dan mengambil jusnya lagi.
Jesi masih mengamatinya.
Hana akhirnya menyadarinya .
Ia menoleh ke Jesi," kenapa kau menatapku terus?"
Jesi," hmm...tidak biasanya kau perhatian dengan orang yang baru kau kenal."
Hana," apa maksudmu?"
Jesi," Lena, kau membantunya tadi. "
Hana tersenyum," kau kira aku ini berhati dingin."
Jesi terkekeh mendengarnya.
Hana ," tapi Jes. Sebenarnya apa yang terjadi pada Lena dan Ludy. Dia sepertinya sangat tidak suka pada Ludy."
Jesi tersenyum, lalu ia meneguk sedikit winenya.
Ia berkata," ini yang ku maksudkan, sebegitu tertariknya kau pada Lena. Sepertinya kalian klik."
Hana," Jes..."
Jesi tersenyum.
Lalu ia berkata," baiklah akan kuceritakan padamu. 8 tahun yang lalu, aku baru kenal Lena dari Key. Lena yang saat itu sangat berbeda dengan yang sekarang."
Jesi mengingat saat 8 tahun yang lalu.
[Saat itu key mengenalkan Lena pada Jesi.
Jesi membantu Lena dan Key bekerja di tempatnya.
Suatu hari, karena uang simpanan Lena habis.
Lena dan Key terpaksa pergi dari kost nya mereka dan tinggal di tempat Jesi.
Len mengumpulkan uang nya selama itu untuk ia gunakan masuk ke universitas.
Tapi sayangnya, Ludy tanpa diduga mengambilnya secara diam diam.
Ludy dan Lena, mereka sudah berpacaran sejak di bangku SMA.
Ludy diterima menjadi artis di sebuah perusahaan Entertainment .
Sejak Ludy menjadi artis, managernya, melarang Ludy untuk tidak sering bertemu Lena.
Sampai suatu hari ada penggemar Ludy melihat mereka keluar bersama.
Akhirnya Managernya meminta Ludy untuk memilih melepaskan menjadi seorang artis atau melepaskan Lena.
Ludy ternyata memilih melepaskan Lena
Dan itulah puncaknya, managernya menemui Lena.
Dan meminta Lena untuk tidak menemui Ludy lagi, bahkan managernya menceritakan bahwa sebenarnya Ludy sudah memakai Uang simpanan Lena untuk membayar audisi menjadi seorang artis.]
Hana,"Lena tidak menemui Ludy sendiri secara langsung?"
Jesi mengangguk.
Ia berkata ," Lena menemui Ludy sendiri. Dan dari mulut Ludy sendiri, Ludy meminta untuk mengakhiri hubungan mereka.
Len benar benar terpukul saat itu.
Bahkan uang simpanan yang ia miliki untuk mewujudkan cita citanya sudah hilang. Disaat itulah, titik terendah dalam hidupnya. Dia hampir mengakhiri hidupnya... "
Hana terkejut mendengarnya.
Lena yang terlihat ceria, cerdik , dan kuat. Meski baru saja ia mengenalnya.
Ia tidak menyangka Lena yang dulu pernah kehilangan arah.
Jesi menarik nafas, lalu berkata lagi," beruntung ia mau bangkit kembali. Lalu aku membantunya untuk mencari sponsor dari kenalanku. Dan diapun juga berhasil mengikuti ujian masuk universitas di Jerman. Dia memilih meninggalkan Indonesia, dan melupakan semuanya."
Hana terdiam mendengarnya.
Ternyata, masa lalu Lena tidak jauh berbeda dengan masa lalunya.
Jesi menatap sahabatnya dan berkata," dia... memiliki masa lalu yang
Menyakitkan. Bukankah mirip denganmu. Bedanya sekarang kau sudah mau membuka hatimu lagi untuk laki laki itu. "
Hana menatap sahabatnya,
Ia tersenyum.
Lalu ia berkata pelan," pasti saat itu sangat tidak mudah baginya."
Jesi mengangguk.
Hana meminum jus nya lagi.
Ia mulai perhatian pada Lena.
Hari hari berlalu, Lena mulai mahir dengan pekerjaannya.
Bahkan Hana sudah mulai akrab dan mengandalkan Lena.
Perusahaan mereka mengeluarkan produk fashion baru.
Dan ternyata artis yang ditunjuk untuk menjadi brand ambassador mereka adalah Ludy.
Saat itu , Hana belum mengetahui hal ini.
Karena dia harus ada di Bandung bersama Lena dan Key untuk meeting dengan klien.
Saat itu mereka berhenti sebentar untuk makan siang.
Di sebuah restoran western.
Lena memesan pasta kesukaannya.
Ia makan dengan lahap tanpa malu dengan bosnya.
Key terus menatapnya.
Begitu juga Hana.
Lena pun tersadar dengan tatapan sahabatnya itu.
Lena," Key why?"
Key," kau tidak bisa makan pelan pelan?"
Sambil key sedikit melirik bosnya.
Lena lalu menoleh ke Hana.
Lena," oh..maaf bu."
Hana tersenyum geli.
Hana," tidak apa apa. Aku suka melihat cara makanmu. Kau seperti pembawa acara kuliner. Apa seenak itu pastanya?"
Key terkekeh mendengarnya dan Lena sedikit malu mendenganya.
Lena tersenyum," aku sangat menyukai pasta Bu. Dulu saat SMA dan kuliah, aku harus mengumpulkan uang 1 bulan untuk membeli ini. "
Key mengangguk setuju.
Hana menatap Lena ikut prihatin.
Hana," sekarang kau bisa kapan saja memakannya. "
Lena ," benar sekali."
Hana tersenyum.
Hana," jadi pasta makanan kesukaanmu."
Lena mengangguk.
Key ," sebenarnya ada yang lebih dia sukai bos, pecel lele. "
Lena menyenggol sahabatnya.
Hana menatap terkejut.
Hana," pecel lele???"
Lena pun akhirnya mengangguk.
Hana tertawa dibuatnya.
Hana ," 8 tahun saat di Jerman, bagaimana jika kau menginginkan pecel lele?"
Lena," key akan mengirim foto pecel lele padaku dan sambil dia memakan pecel lele itu."
Lagi lagi Hana tertawa.
Key menggelengkan kepalanya sambil tertawa geli.
~
Malam itu,
Lena pergi keluar sebentar ke supermarket untuk membeli Snack dan Indomie goreng.
Dia hanya sendirian, dan Key kebetulan sedang kencan dengan pacarnya Randy, yang tidak lain adalah sepupu Hana.
Jarak Supermarket cukup dekat dengan apartemennya.
Ia berjalan sebentar sambil olah kaki.
Saat dia berjalan kembali dan hendak masuk ke lift.
Tanpa diduga, Ludy berdiri di depannya.
Lena menatapnya dengan wajah dingin.
Sedang Ludy menatapnya dengan senyuman ramah.
Lena," kenapa kau ada disini?"
Ludy," aku? Aku tinggal disini juga."
Lena melongo.
Lena," apa? "
Ludy mengangguk," aku tinggal disini. Sudah beberapa hari ini."
Lena menarik nafas menahan emosi.
Lena," ada begitu banyak apartemen di Jakarta. Kenapa kau memilih apartemen disini? "
Lena menatap curiga Ludy dan berkata lagi," Kau...menyelidikiku?"
Ludy ," aku rasa ini sebuah kebetulan, kita bertemu di perusahaan kak Hana dan sekarang kita 1 apartemen. "
Lena menatap marah Ludy.
Ludy," Len...maafkan aku atas apa yang terjadi dulu. Sungguh..."
Lena tersenyum kecil dengan wajah dingin.
Lena," memaafkanmu setelah semua yang sudah kau lakukan dulu?"
Lena menggelengkan kepalanya.
Tanpa banyak bicara lagi, ia berjalan meninggalkan Ludy dan hendak masuk ke lift yang kebetulan sudah terbuka.
Saat mau masuk.
Ludy,' kita akan bertemu lagi. Aku akan menjadi brand ambassador di perusahaanmu. "
Lena terkejut mendengarnya.
Tanpa menoleh, ia tetap masuk ke dalam.
Dan segera memencet tombol tutup lift.
Pintu lift mulai tertutup, wajah mereka saling berpandangan,
Lena menatap Ludy dengan wajah dingin dan tajam.
Sedang Ludy, menatapnya dengan wajah sedih.
Pintu lift tertutup dan berjalan naik.
Lena menarik nafas dalam-dalam.
Matanya terlihat memerah dan menahan tangis.
Ia langsung ke kamarnya dan membaringkan dirinya dan menangis.
Beberapa saat akhirnya ia tertidur lelap karena lelah.
Key yang baru saja pulang, melihat sahabatnya sudah tertidur pulas.
Key," tumben dia sudah tidur. Padahal aku membelikan sushi untuknya."
Lalu key pun menutup pintu kamar Lena.
~
Keesokannya.
Lena hanya diam saja hingga di kantor.
Key merasa aneh melihatnya.
Sambil mereka mengerjakan pekerjaan mereka, Key bertanya," Len...kau kenapa sih? Dari tadi kau hanya diam saja, dan cemberut seperti itu. Hari ini kau jelek."
Lena melirik sahabatnya itu, lirikannya benar benar tajam.
Key merasa merinding, sepertinya ia merasa melakukan suatu kesalahan.
Lena berhenti mengetik, dan menatap Key.
Lena," kau... yang memberitahu Ludy bahwa aku tinggal di apartemen mu?"
Mata key terbelalak karena terkejut mendengar pertanyaan Lena," Hah??? Apa maksudmu?"
Lena menarik nafas dan berkata ," kemarin malam. Aku bertemu dengannya di loby apartemen. Ia bilang, ia juga tinggal di apartemen yang sama dengan mu."
Key masih tidak percaya dengan yang ia dengar.
Lena,' ada banyak apartemen di Jakarta, kenapa dia memilih apartemenmu?"
Key mengangguk,' kau benar. Bagaimana dia bisa memilih apartemen yang sama denganku?"
Lena menatap curiga Key.
Key menyadarinya dan menggelengkan kepalanya," ya ampun Len, aku ini sahabatmu bukan musuhmu. Bagaimana mungkin aku yang memberitahu nya. Aku lebih Takut padamu."
Ternyata, Hana sempat mendengar perbicaraan mereka beberapa saat sebelum nya .
Dan ia berjalan masuk ke ruangan mereka sambil berkata ," aku rasa Ludy sudah mencaritahu tentangmu, Len."
Lena dan Key menoleh.
Key," bos. "
Lena," Bu Hana..."
Hana lalu duduk di sofa.
Dan berkata lagi," Len, kau...ingat saat kau mabuk beberapa hari lalu? "
Lena menatap Hana bingung.
Dan key hanya tersenyum geli.
Lena," memangnya saat aku mabuk apakah aku berbuat sesuatu yang aneh?"
Hana masih diam.
Lalu Lena menoeleh menatap sahabatnya dengan wajah bertanya.
Key mengangkat bahunya.
Hana akhirnya berkata," kau...sempat bilang. key, kau harus pastikan, jangan sampai Ludy bekerjasama dengan perusahaan kita. Jika sampai dia bekerjasama, aku akan resign. "
Lena terkejut membelalakkan matanya dan berdiri dari Sofanya.
Key tertawa melihatnya.
Lena,' aku berkata seperti itu?"
Hana mengangguk.
Lena pun memegang jidatnya dengan tangan kanannya.
Lena," Bu Hana...maafkan aku. Aku...sedang mabuk saat itu. Itu bukan maksudku. Aku benar benar minta maaf Bu. "
Hana tertawa melihat wajah Lena yang memelas dan merasa malu.
Hana," tenang saja. Aku memang menganggap mu sedang mabuk. "
Setelah puas menggoda anak buahnya.
Ia berdiri dan berkata,' baiklah lanjutkan lagi pekerjaan kalian."
Saat Hana mau berjalan keluar.
Lena berkata," Bu Hana, bisakah aku bicara denganmu sebentar?"
Hana menoleh lagi dan mengangguk," tentu saja. Tapi aku harus meeting di luar. Kau ikut denganku, sekaligus kau belajar tanpa Key. "
Key melihat sahabatnya dan penasaran.
Wajah Hana terlihat serius saat itu.
Lena," baiklah."
Di perjalanan.
Hana," apa yang ingin kau bicarakan?"
Lena menoleh ke Hana.
Lalu berkata ,' aku dengar...Ludy akan bekerjasama menjadi brand ambassador di perusahaan ini untuk keluaran desain fashion terbaru."
Hana terkejut mendengarnya, justru diapun belum mendengarnya.
Hana," benarkah? Aku belum mendengar info apapun sejauh ini. Aku akan pastikan dulu. Tapi, Lena... Jika Memang itu harus terjadi. Apa yang akan kau lakukan?'
Lena diam menatap Hana.
Ia mengernyitkan alisnya.
Dan akhirnya ia menjawab," aku...akan menghadapi nya. "
Mata Hana sedikit terbuka, dan cukup tertarik dengan jawabannya.
Ia menoleh sebentar ke Lena.
Lena berkata lagi," jika memang itu harus terjadi mungkin sudah saatnya aku harus menghadapinya. Aku pikir, jika aku terus menghindar, aku akan lari dari masa laluku dan itu berpengaruh dengan hidupku sekarang."
Hana pun akhirnya tersenyum.
Lalu ia berkata," aku sedikit banyak bisa membaca, kau membenci Ludy. Mungkin kau pernah punya masa lalu yang kelam dengannya sehingga kau sangat membencinya. "
Lena terdiam mendengarnya.
Karena itu memang benar.
Mobilpun berhenti.
Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan masuk ke sebuah cafe sambil berbincang.
Cafe itu terlihat sepi dan tenang.
Lalu mereka duduk di dekat jendela.
Hana berkata lagi," dulu...aku sepertimu. Aku pernah begitu membenci laki laki.
Laki laki yang sangat ku cintai dan ku benci. Beberapa tahun, kami tidak bertemu. Aku hidup dengan kebencian. Hingga akhirnya 1 tahun yang lalu kami bertemu. Meski awalnya aku masih membencinya dan aku pikir aku tidak akan menerimanya lagi.
Tapi...ada sesuatu yang membuat terbuka.
Mau sampai kapan aku hidup dalam kebencian? Akhirnya pelan pelan aku membuka hatiku. "
Lena mendengarnya.
Ia bertanya,' bagaimana Bu Hana bisa membuka hati untuknya lagi?"
Hana tersenyum, dan berkata," itu pertanyaan yang tepat. Aku...mencoba mengingat kenangan kenangan yang manis dan baik dengannya. Setiap aku ingat hal itu, perlahan itu mengikis rasa benciku. Dan perlahan itu membuatku sadar. Aku masih mencintainya."
Lena takjub dengan penjelasan bosnya itu.
Ia terdiam dan menunduk sebentar.
Hana tahu, ini pasti berat bagi Lena.
Dia pun pernah mengalaminya.
Hana ," aku tahu dan mengerti ini pasti berat bagimu. Cobalah untuk mengingat setiap kenangan manis dan baik dengannya saat dulu. Kau...gadis yang baik Lena, paling tidak kalian bisa menjadi teman. "
Mata Lena sedikit berkaca mendengarnya.
Hana," pelan pelan saja Len. "
Lena menatap Hana.
Lalu ia akhirnya mengangguk dan tersenyum.
Hana ikut tersenyum.
Setelah meeting dengan klien.
Mereka makan siang sebentar.
Hana memesankan pasta untuk Lena dan juga untuknya dan juga bakso goreng yang terkenal di cafe itu.
Setelah makan dengan lahap.
Merekapun kembali ke kantor.
Hana menemui manager perencanaan untuk memastikan apakah benar mereka akan menjadikan Ludy sebagai brand ambassador.
Setelah memastikan bahwa itu benar.
Ia hanya duduk diam di ruangannya.
Lalu berkata pelan,' aku rasa...Lena pasti bisa menghadapinya."
~
Lena mulai mendesain lagi.
Sambil Key sesekali mengecek nya.
Key," Len, apa yang kau tanyakan pada Bu Hana?"
Lena ," kau ingin tahu ?'
Key menatap sahabatnya dengan kesal," Lena..."
Lena tertawa keci.
Lena," kau benar benar kepo. Ludy ... Dia bilang dia akan menjadi brand ambassador untuk desain baru di perusahaan ini. Karena itu aku ingin memastikan nya sendiri dengan Bu Hana ."
Key terkejut," apa?!"
~
Sepanjang hari itu, Lena merasa gatal gatal di tangannya dan suhu tubuh nya mulai terasa panas.
Key yang berjalan mendekatinya hendak mengecek desainnya lagi.
Ia terkejut melihat wajah Lena memerah.
Key,' Len?! Kenapa dengan wajahmu, kenapa merah semua?!"
Lena menatap Key, " benarkah?"
Lalu ia mengambil kaca dan menatap wajahnya. Ternyata benar wajahnya memerah dan terlihat sedikit bengkak.
Tangannya juga ada beberapa bintik merah dan juga gatal.
Key,' Len... Sepertinya alergimu kambuh. Kau makan siang apa tadi?"
Lena mengingat ingat apa yang ia makan.
Seharusnya aman.
Lena," aku hanya makan pasta dan bakso goreng. Seharusnya aman. Tidak ada kandungan seafood di dalamnya. Aku juga tidak merasakan ada rasa seafood."
Key," benarkah? Coba kau ingat ingat lagi."
Lena menggelengkan kepalanya.
Lena,' aku tidak makan apapun selain itu. "
Lalu ia mengambil tasnya dan mencari obat alerginya.
Tapi ternyata ia tidak membawanya.
Key,' kau tidak membawa obat alergimu?'
Lena mengangguk,' sepertinya aku lupa memasukkan nya ke dalam tas."
Lena memegang kepalanya yang mulai terasa pening dan panas.
Key pun memegang kepala Lena, " kau panas sekali Len. Sudahlah, aku antar kau ke rumah sakit sekarang."
Lena mengangguk karena ia merasa memang sudah tidak kuat.
Key segera menggandeng Lena keluar.
Saat keluar ruangan.
Nafas Lena mulai tidak teratur dan akhirnya ia terjatuh pingsan.
Key terkejut melihatnya.
Ia memegang kepala Lena di pangkuannya.
Key,' Len!"
Beberapa staff yang dekat di sana berdatangan.
Termasuk Hana yang ternyata sedang bersama Ludy untuk membicarakan pemotretan majalah.
Hana duduk di samping Lena yang terbaring di lantai.
Hana," Key, apa yang terjadi dengan Lena? "
Dengan wajah khawatir Key menjawab," alergi Lena kambuh Bu. Kita harus membawanya ke rumah sakit."
Hana," alergi?"
Ludy terkejut mendengar nya.
Ia tahu Lena memang punya alergi dengan seafood dan jika kambuh akan sangat parah seperti ini.
Hana," aku bantu kau membawanya ke mobil."
Tanpa berpikir panjang, tiba tiba Ludy segera duduk, lalu segera menggendong Lena.
Hana dan Key menatapnya terkejut.
Ludy," dimana mobilnya?!"
Hana," mobilku siap di depan."
Mereka segera berlari keluar.
Supir Hana segera membukakan pintu.
Hana segera masuk ke dalam mobil dikursi belakang.
Hana," baringkan kepalanya di pangkuanku."
Ludy menurutinya.
Setelah membaringkannya.
Ludy menutup pintu mobil.
Dan Key segera duduk di kursi depan.
Supir Hana segera menjalankan mobilnya.
Ludy masih berdiri melihat mobil Hana pergi.
Wajahnya terlihat sangat khawatir.
Sampai di IGD rumah sakit. Dokter jaga segera menangani Lena.
Dan memang benar, alergi Lena kambuh.
Untung mereka dengan cepat membawanya ke rumah sakit.
Sambil menunggu dokter memasang infus dan juga dibantu oleh perawat.
Hana," memang Lena ada alergi dengan apa key?"
Key," Lena alergi dengan seafood. Biasanya dia selalu membawa obat. Tapi kali ini dia sepertinya lupa. Dan katanya tadi dia tidak makan seafood."
Hana mencoba mengingat ingat saat makan siang bersama Lena tadi.
Dan akhirnya ia teringat.
Hana," hah! Aku ingat, bakso goreng!"
Key menoleh menatap Hana," bakso goreng? "
Hana mengangguk,' bakso goreng di cafe itu memang ada campuran udang di dalamnya."
Key," bagaimana bisa dia tidak merasakan udangnya sama sekali?!"
Hana menarik nafas dan menggelengkan kepalanya.
Hana," jika tahu begitu, aku tidak akan memesan bakso goreng. "
Hana merasa bersalah saat itu dan juga sangat khawatir.
Key menatap wajah Hana.
Hana ingat, dia punya seorang adik yang juga punya alergi dengan seafood.
Ia merasa kasihan jika melihat alergi adiknya kambuh.
Beberapa saat dokter selesai dan berkata," dia akan segera pulih, sambil menunggu infusnya habis, biarkan dia istirahat dulu. Dan juga kalian keluarganya?"
Key," aku sahabatnya dok."
Lalu dokter itu menoleh ke Hana," dan anda kakaknya?... Jika begitu kalian bisa mengurus administrasinya dulu sambil menunggu dia istirahat. "
Hana dan key terdiam mendengarnya.
Hana ,' baiklah dok."
Dokter itu mengangguk ," kalau begitu saya permisi dulu."
Dan dokter itupun berjalan pergi diikuit perawatnya.
Key," Bu Hana, biar aku mengurus administrasi nya sebentar."
Hana," tidak apa apa. Biar aku saja. Kau tunggu disini saja. Mungkin dia akan sadar. "
Lalu Hana berjalan pergi ke kasir.
Key sedikit sungkan sebenarnya.
Tapi ia juga cukup terkejut karena bosnya terlihat berbeda, ia sangat perhatian dengan Lena.
Padahal Hana tidak pernah begitu perhatian pada bawahannya selama ini, termasuk dia. Meski hubungan mereka baik.
Setelah 30 menit, Lena akhirnya sadar. Dan setelah menghabiskan infusnya Lena pun diijinkan pulang.
Hana dan Key mengantar Lena pulang ke apartemen.
Hana lalu berpamitan pulang.
Key membantu sahabatnya tidur di tempat tidur.
Key,' Len...kau tahu, sebenarnya tadi Ludy yang menggendong mu saat kau pingsan di kantor. "
Lena terkejut mendengar nya," apa?! Ludy...yang menggendong ku? Kenapa kau membiarkan nya menggendong ku key?!"
Key," Len, Ludy tiba tiba saja menggendong mu. Dan aku melihat wajahnya yang sangat mengkhawatirkanmu. Bahkan lebih dariku. "
Lena mendengarnya.
Ia diam.
Lalu menarik nafas.
Key," baiklah kita ganti topik. Oya, Bu Hana tadi juga sangat mengkhawatirkanmu. Bahkan saat dia tahu kau alergi seafood, dia baru sadar. Bakso goreng yang kalian makan tadi siang, ternyata ada campuran udang. Karana itu ia merasa tambah bersalah. Dan ia yang membayar biara rumah sakitmu."
Lena menarik nafas lagi.
Dan berkata ," dan kau membiarkan Bu Hana membayar begitu saja?'
Key mengangguk.
Lena memukul pelan kepala sahabatnya dan berkata," kau ini memang lemot. Kau tahu bukan, aku punya asuransi, kenapa kau tidak mengambil kartu asuransi ku untuk membayar biaya rumah sakit?"
Key menggaruk kepalanya dan berkata," ah aku benar benar lupa. Aku sangat mengkhawatirkanmu sehingga aku tidak bisa berpikir jernih."
Lena akhirnya tertawa melihat wajah sahabatnya yang terlihat bodoh.
Lena " sudahlah. Aku ingin tidur. "
Key mengangguk,' tidurlah. Jika kau butuh sesuatu katakan saja. Aku ada diluar."
Lena tersenyu mengangguk,' key, terima kasih. "
Key mengangguk dan ada senyuman lebar.
Lalu ia berjalan keluar.
Lena masih menatap langit langit sambil memikirkan kata kata Key tentang Ludy yang menggendongnya dan mengkhawatirkannya.
Ia menarik nafas dalam-dalam.
Setelah itu, ia menutup matanya dan tertidur.
~
Ludy berdiri di dekat jendela ruang kerjanya.
Sambil memikirkan Lena.
Ia masih mengkhawatirkannya.
Ia ingin sekali datang ke apartemen dan memastikan sendiri bahwa Lena sudah baik baik saja.
Ia sudah dengar dari kak Hana bahwa Lena sudah diijinkan kembali dari rumah sakit.
Meski ia sudah sedikit tenang.
~
Malam itu,
Hana kembali dari kantor dijemput oleh Sammy, kekasihnya, lelaki yang pernah menyakitinya dan sekaligus membuatnya kembali lagi.
Mereka makan malam bersama.
Beberapa hari ini Sammy memang sedikit sibuk dengan pekerjaannya sebagai pengacara para artis di dunia Entertainment.
Sammy," bagaimana dengan asisten barumu? Bukankah dia sudah bekerja beberapa Minggu ini denganmu?"
Hana tersenyum dan menjawab," aku akui dia cepat mengerti dan pintar. Desain desain yang dibuatnya juga menarik. Dia juga cerdik dan rajin. Tapi ia tidak galak seperti Key. Meski begitu dia tegas."
Sammy," baguslah. Bukankah sama sepertimu tegas. Apa dia juga licik ?"
Hana tertawa, lalu ia berpikir sebentar. Dan mengangguk," dia...sedikit licik. "
Sammy tersenyum geli.
Hana,"tadi siang, aku baru mengantarnya ke rumah sakit. Aku tidak menyangka dia punya alergi dengan seafood. "
Sammy menatap Hana.
Hana ," dia...mirip dengan Sena. Sena ... Juga memiliki alergi dengan seafood. Dan...dia juga suka makan pecel lele."
Sammy bisa mengerti. Hana sangat merindukan adiknya.
Sammy," Hana..."
Hana menarik nafas.
Hana," seperti nya, Jesi benar, aku memang perhatian dengan Lena karena aku melihatnya mirip dengan Sena. "
Sammy," Han...sabar ya. Aku masih berusaha menyelidiki tentang kasus Sena. "
Hana menatap Sammy," Sam, kau juga percaya Sena masih hidup sama sepertiku?"
Sammy mengangguk," aku merasa ada sedikit kejanggalan tentang kasus Sena.. aku sedang berusaha meminta tolong temanku yang ada di lapas, untuk menyelidiki Hasan Wijaya, dan aku sedang berusaha untuk menemuinya juga .tapi dia selalu menolak untuk bertemu denganku. Dan aku dengar, dia memiliki seorang anak laki laki yang sedang menyewa pengacara untuk mengajukan banding agar mengurangi masa hukumannya. Aku rasa anak laki lakinya orang yang berduit dan menggunakan segala cara untuk bisa segera membebaskan Hasan Wijaya."
Hana terkejut mendengarnya," laki laki itu akan dibebaskan?!"
Sammy mengangguk," hasan Wijaya selama di penjara, ia menjalaninya dengan baik. Bahkan aku dengar dia sudah banyak berubah. Aku...juga sedang menyelidiki siapa anak laki lakinya itu."
Hana terdiam mendengarnya.
Sammy menatap wajah Hana.
Lalu tangan kanannya menggenggam tangan Hana yang ada di atas meja.
Sammy," aku mengerti kau masih belum terima dengan apa yang sudah dilakukan Hasan Wijaya pada ayahmu dan juga adikmu. Tapi...selama 20 tahun ini, ia sudah menjalani hukumannya dengan taat. Sudah saatnya kau melupakan dia, dan fokus untuk mencari adikmu."
Hana menatap Sammy.
Hana,' aku perlu waktu untuk bisa menerima semua ini."
Sammy mengangguk dan tersenyum lembut.
~
Keesokannya.
Seperti biasa Lena mulai bekerja kembali dengan Key.
Hari hari key untuk pergi meninggalkan perusahaan makin dekat.
Tapi Lena juga sudah semakin menguasai pekerjaan Key.
Lena punya caranya sendiri menangani pekerjannya.
Ia tidak pernah marah pada staff lainnya dan juga para kru. Hanya dia sedikit tegas saja. Bahkan ia sering membawakan makanan untuk para staff dan kru lainnya. Banyak yang menyukainya.
Malam itu, Lena pulang sendiri.
Karena Key harus meeting dengan Randy untuk membicarakan peresmian pembukaan perusahaan fashion mereka yang semakin dekat.
Sampainya di apartemen.
Ia berjalan masuk ke loby.
Tanpa diduga , Ludy sudah menungguinya cukup lama di loby.
Ludy segera mendekati Lena.
Ludy,' Lena."
Lena pun menoleh dan menatap Ludy.
Wajah Lena lagi lagi melengos dan kesal.
Lena," aku tidak ingin melihatmu. "
Ludy," Len, aku mohon maafkan aku. "
Lena," Ludy, aku juga mohon padamu. Jangan menggangguku lagi. Dan 1 lagi, jika memang kita harus bekerja sama nantinya. Aku harap kau bisa profesional. "
Ludy," Len, aku mohon beri aku kesempatan. Aku benar benar menyesal melepaskan mu dulu."
Lena menatap Ludy dan berkata,' aku menyesal karena pernah mengenalmu."
Lena pun berjalan pergi.
Ludy sedikit teriak," aku tidak akan melepaskan mu lagi. Aku akan berusaha untuk menemuimu terus sampai kau mau memaafkan ku."
Lena tidak mempedulikannya dan berjalan masuk ke lift.
Sambil ia berkata," dia sudah gila."
Tapi ia teringat dengan kata kata Hana.
[ Berusahalah untuk mengingat setiap kenangan manis dan baik saat bersama dengannya dulu.]
Ia menarik nafas.
Masih sulit baginya.
Ia memang butuh waktu.
~
Akhirnya pemotretan dengan Ludy dimulai.
Lena berusaha menghadapi Ludy dengan profesional.
Hana sesekali ada mengecek pemotretan itu.
Sambil ia mengamati Lena.
Karena ia tahu ini pasti berat bagi Lena untuk harus menghadapi Ludy.
Dan Key terus berada di samping Lena.
Lena lebih banyak diam selama pemotretan itu.
Saat bagian dimana Lena membantu merapikan baju Ludy karena kancing yang lepas.
Ludy menatap Lena sangat dalam.
Key terus mengamatiny.
Begitu juga Hana.
Ludy tiba tiba berkata dengan lembut," terima kasih Len."
Lena menatap Ludy.
Tatapan mata Ludy yang lembut seketika membuat hati Lena berdetak cepat.
Mata lembut Ludy memang selalu membuat hatinya lemah.
Lena pun akhirnya melengos kesal.
Lalu ia segera melepaskan tangannya dari baju Ludy.
Dan berkata," itu memang pekerjaan ku. "
Lena berjalan pergi.
Key pun melihatnya.
Ia menggelengkan kepalanya.
Dan Hana hanya menarik nafas.
Ia berkata pelan,' Lena...memang mirip denganku dulu."
Ternyata mereka berdua sama sama tegang karena takut jika jika akan terjadi sesuatu.
Setelah pemotretan selesai.
Lena bergegas kembali ke ruangannya. Ia sudah lelah harus menghadapi Ludy dengan berusaha menahan hatinya.
Hana mendekati Ludy yang sudah selesai berganti pakaian dan hendak pulang.
Hana,' terima kasih untuk hari ini Lud. Pemotretan selanjutnya 2 hari lagi bukan?"
Ludy mengangguk.
Hana," sepertinya akan ada 1 aktris lagi yang akan berkolaborasi denganmu. "
Ludy," baiklah. "
Hana menatap Ludy .
Lalu berkata ," apa yang harus kau bayar saat ini sangat mahal karena apa yang sudah kau lakukan padanya di masa lalumu. lena...sangat membencimu. Aku rasa...kau harus bekerja dengan keras lagi untuk mendapatkannya."
Ludy terkejut mendengarnya.
Ia tidak menduga Hana tahu tentang apa yang terjadi padanya dan Lena di masa lalu.
Ludy lalu tersenyum.
Dan berkata," aku tidak menduga, ternyata kak Hana sudah sangat dekat dengan Lena. Dan aku lihat kak Hana sangat perhatian dengannya. "
Hana menatap Ludy.
Ludy," tenang saja kak. Aku tahu apa yang harus kulakukan. Tapi, Terima kasih buat nasihatmu. Baiklah. Aku harus kembali ke kantor. Sampai jumpa lagi kak."
Lalu Ludy pun berjalan pergi.
Hana terdiam sebentar.
Lalu tersenyum.
Hana," dia memang masih belum berubah. "
Lalu Hana berjalan pergi.
~
Setiap hari Ludy selalu menunggu Lena di loby.
Kadang Lena tidak mempedulikannya, dan terus berjalan pergi.
Key pun hanya menarik nafas dan mengakui kegigihan Ludy.
Hingga suatu hari, saat pemotretan mereka harus berada di sport center. Dan lebih tepatnya di swimming pool.
Key dan Lena yang Baru saja sampai ke lokasi.
Key ," Len, jika kau ragu. Kau menunggu saja di ruang kostum."
Lena," aku tidak apa apa. Kau tenang saja. Paling hanya 2 jam saja bukan? Aku tidak akan dekat dekat dengan kolam."
Key ," baiklah. Kau memang keras kepala. "
Mereka berjalan masuk.
Dan Hana juga baru saja datang ke lokasi. Ia sengaja datang untuk melihat pemotretan.
Sammy mengantarnya karena mobil Hana harus dipakai untuk mengantar bibinya.
Saat di lokasi.
Key dan Lena berpapasan dengan Ludy.
Ludy," Len, kau kemari juga?"
Lena," tentu saja aku harus kemari. Ini pekerjaan ku."
Ludy," bukan begitu. Kau yakin akan baik baik saja di lokasi ini? Lagipula pemotretan nya harus di area swimming pool."
Lena pun tersenyum dingin.
Dan menjawab," kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Kenapa kau harus memikirkanku?"
Lalu Lena berjalan pergi.
Key hanya nyengir dan menggelengkan kepalanya.
Key," sadis. Lud, Lud. Kau memang gigih. "
Lalu Key berjalan pergi.
Ludy pun tersenyum.
Lalu berjalan pergi.
Hana sempat melihat mereka bertiga.
Dan ia tersenyum geli.
~
Pemotretan pun dimulai.
Awalnya berjalan dengan mulus.
Tapi saat sesi ke 2.
Lena melihat model wanita, pakaiannya ada sedikit noda hitam.
Lena segera meminta staffnya untuk mengambil kan baju yang baru.
Dan ia meminta waktu sebentar agar modelnya bisa berganti pakaian dulu.
Setelah selesai,
Dan hendak mulai.
Ada sedikit yang kurang pas.
Model wanitanya saat itu berdiri sedikit dekat dengan kolam renang.
Lena menoleh ke Key . Tapi key sedang mengangkat telepon dan sedikit menjauh.
Lena menarik nafas dalam-dalam.
Dan ia memberanikan diri untuk mendekti model wanita itu meski cukup dekat dengan kolam.
Lalu Lena membantu merapikan baju model wanita itu, dengan cekatan meski ia masih was was.
Ludy terus mengamati wajah Lena. Ia tahu apa yang ditakutkan Lena.
Tiba tiba di saat bersamaan, ada seorang kru yang berjalan mendekati Ludy untuk memberi contoh gaya.
Karena tidak hati hati, kru itu menyenggol Lena.
Seketika tubuh Lena terdorong, dan ia masih sempat dengan gesit dengan tangannya ia mendorong ke samping model wanita itu agar tidak terjatuh bersama dengannya ke kolam.
Dan diapun yang harus terjatuh ke kolam renang.
Key yang masih mengangkat telepon sempat melihat sahabatnya tercebur ke kolam.
Ia terkejut dan menjerit," Lena!"
Dan Ludy ikut terkejut.
Begitu juga Hana.
Lena tidak bisa berenang.
Ia berusaha bernafas dan meronta.
Dan akhirnya ia tenggelam.
Ludy segera terjun ke kolam renang. Dan berenang menolong Lena.
Lena masih sempat melihat Ludy menolongnya.
Perlahan, matanya pun tertutup.
Ludy meraihnya dan segera membawanya ke tepi.
Key dan staff lainnya membantu menarik tubuh Lena.
Dan Ludy segera naik.
Key," Len, Lena! "
Hana juga ikut duduk mendekati Lena.
Ludy segera memberikan BHD pada Lena agar air yang diminum Lena keluar.
Akhirnya beberapa saat kemudian, Lena pun terbatuk-batuk dan menumpahkan cukup banyak air yang ia telan.
Mata Lena perlahan terbuka.
Ia menatap wajah Ludy yang begitu khawatir dan takut.
Lalu Key segera mendekati Lena.
Ludypun sedikit menjauh.
Key," Len, syukurlah kau sadar."
Tapi perlahan, tiba tiba Lena tidak sadarkan diri.
Key," Len?!"
Hana," lebih baik kita membawa nya ke rumah sakit."
Tanpa berpikir panjang. Ludy segera menggendong Lena.
Dan berlari keluar.
Seluruh mata menatap Ludy.
Bahkan ada beberapa penggemar Ludy dan juga wartawan melihatnya.
Hana dan Key mengikutinya.
Hana," Key, kau temani Lena ke rumah sakit. Aku akan selesaikan urusan disini. "
Key mengangguk ," baiklah."
Ludy membaringkan Lena di kursi belakang diikuti key.
Dan Ludy segera berlari ke kursi supir. Kali ini ia yang menyetir.
Dan dengan cepat Ludy menjalankan mobil.
Hana menarik nafas menatap mereka pergi.
Lalu ia segera kembali ke lokasi.
Setelah memastikan semuanya aman terkendali.
Akhirnya iapun pergi menyusul ke rumah sakit.
Saat sampai di rumah sakit.
Lena sudah dipindahkan ke ruang inap.
Hana melihat Ludy berdiri di depan kamar Lena.
Hana," Lud, kenapa kau diluar saja?"
Ludy ," aku rasa Lena pasti tidak ingin melihatku jika dia sadar nanti. "
Hana pikir itu benar.
Tapi ia juga merasa kasihan.
Hana," lebih baik kau kembali, lagipula managermu juga menunggumu. Dan...aku pikir kau harus menjelaskan ke media, karena saat kau menggendong Lena, ada beberapa wartawan dan penggemar mu tadi di sana."
Ludy terdiam sebentar.
Lalu ia mengangguk, " baiklah. Aku kembali dulu kak."
Hana mengangguk.
Ludy pun berjalan pergi.
Hana masuk ke kamar Lena.
Lena masih belum sadar, Key juga menungguinya.
Hana," dia belum sadar?"
Key mengangguk.
Hana," dokter bilang apa?"
Key ," dokter bilang, Lena pingsan sebenarnya karena terkejut dan trauma. "
Hana," trauma?"
Key mengangguk," Lena punya trauma dengan kolam. Dia sangat takut dengan kolam, sungai dan laut. Dia pernah cerita dulu saat kecil pernah mengalami kecelakaan dan terdampar di tepi sungai. Dia benar benar orang yang susah. "
Hana diam mendengarnya.
Dia memikirkan cerita Key.
Hana," kenapa kalian tidak memberitahuku, jika dia ada trauma dengan kolam, aku akan memberikan kelonggaran agar Lena bisa menunggu di ruang tunggu. "
Key ," maaf Bu."
Hana menarik nafas.
Beberapa saat Lena pun membuka matanya.
Ia melihat Key dan bosnya berdiri di sampingnya.
Lena bersikeras meminta pulang.
Dan akhirnya ia pun diijinkan pulang dan istirahat di rumah.
Hana meminta Lena untuk ambil cuti dulu sehari.
Malam itu,
Lena dan Key makan malam di apartemen.
Key memesan delivery makanan.
Key," Len...tadi Ludy menggendong mu lagi dan dia menemanimu sampai ke rumah sakit."
Lena menatap Key.
Ia memang sempat melihat wajah Ludy saat ia sadar di area swimming pool tadi.
Key,' Ludy tidak peduli dengan para penggemar dan wartawan saat di sana tadi. Tapi yang aku tahu, dia sangat mengkhawatirkanmu. Aku rasa ... Beritanya akan segera viral di media. "
Lena menarik nafas.
Dia tidak menjawab, dan hanya terus makan.
Key tahu Lena sedang berpikir.
Key lalu membuka handphone nya dan melihat halaman instagramnya.
Dan benar, berita tentang Ludy langsung tersebar begitu cepat.
Key melirik Lena.
Ia segera mematikan handphonenya dan makan lagi.
Keesokannya, Lena tetap masuk ke kantor.
Key sudah berusaha memberitahu dan membujuk Lena agar mengambil cuti saja dan istirahat lagipula Hana sudah memberinya cuti.
Tapi percuma. Lena memang keras kepala.
Di kantor.
Lena mulai sibuk bekerja.
Key sudah membuatkan beberapa catatan untuk Lena.
2 hati lagi Key sudah meninggal kan perusahaan.
Hana yang sedang duduk di kursi ruangannya.
Tiba tiba ia mendapat telepon dari pamannya.
Pamannya memberitahu, berita Ludy sedang booming di media.
Bahkan beberapa wartawan sudah menyebarkan wanita yang di gendong Ludy adalah seorang karyawan desainer di sebuah perusahaan fashion ternama di Jakarta.
Hana sudah tahu hal ini akan terjadi.
Hana lalu menelepon Ludy.
Hana," Lud..."
Ludy,' aku tahu Kak Hana meneleponku karena berita itu. Tenang saja kak. Aku akan menanganinya '
Hana,' apa yang mau kau lakukan? "
Ludy terdiam sebentar.
Lalu ia menjawab," aku... sebenarnya tidak ingin diam. Tapi, aku harus membicarakan hal ini dulu dengan Lena. "
Hana mengangguk," baiklah. Aku serahkan padamu."
~
Hana menelepon ruangan kEy dan meminta Lena untuk datang ke ruangannya.
Diruangan Hana.
Lena duduk sambil menunggu Hana bicara.
Hana" Lena, kau tahu berita mengenai Ludy saat menggendong mu dan membawamu ke rumah sakit itu booming di media. "
Lena mengangguk.
Hana menatap Lena.
Hana," Aku mewakili perusahaan akan melindungi mu jika sampai itu membuat kerugian bagimu. Kita tunggu bagaimana Ludy menyelesaikan hal ini dulu."
Lena ," baiklah. Terima kasih bu Hana."
Hana," Len, apa yang kau pikirkan saat ini?"
Lena menatap Hana dengan wajah bingung.
Ia diam beberapa saat.
Lalu akhirnya ia menjawab,' aku... Sebenarnya juga tidak tahu."
Hana bisa mengerti Lena perasaan Len.
Hana," seharusnya hari ini kau istirahat saja di rumah. Bukankah sudah kuberikan cuti untukmu. Kau bisa istirahat dan berpikir dengan baik.'
Lena menundukkan kepalanya dan hanya diam.
Hana menarik nafas melihatnya.
Sore itu,Lena pulang lebih cepat.
Key yang menyuruhnya.
Saat sampai di apartemen.
Ludy sudah menungguinya lagi.
Kali ini Ludy menungguinya di depan pintu apartemen nya.
Lena terkejut melihat nya," kau ada disini? bagaimana kau bisa tahu ?"
Ludy terdiam.
Ia menatap wajah Lena dengan wajah memelas dan menyesal.
Ludy,' Len...bisa kita bicara sebentar?"
Lena menatap Ludy.
Kali ini hati Lena melunak.
Ia menarik nafas.
Dan ia mengangguk.
Lena ," kita bicara disini saja."
Ludy berpikir sebentar.
Ini sudah cukup, sudah beruntung akhirnya Lena mau bicara dengannya.
Ludy ,' baiklah."
Lena hanya diam menunggu Ludy bicara.
Ludy," aku yakin kau pasti sudah tahu tentang berita hari ini. Maafkan aku Len. Aku sudah merepotkan mu."
Lena ," sudahlah tidak apa apa. kau sudah menolongku. Lagipula hal ini pasti akan terjadi , karena kau seorang artis. Ini hal yang wajar. "
Ludy terkejut mendengar jawaban Lena.
Lena yang biasanya dingin padanya, Kali ini dia berubah.
Ia sedikit lega.
Ludy,"Len, kau tenang saja. Aku akan menangani hal ini. Berita ini akan segera hilang."
Lena mengangguk.
Ludy," terima kasih Len, kau mau bicara denganku."
Lena menatap Ludy, hati Lena sudah mulai melunak.
Lena," baiklah. Hanya ini bukan yang ingin kau bicarakan?'
Ludy diam sebentar.
Akhirnya ia mengangguk.
Lena lalu berkata,' kalau begitu aku masuk dulu "
Ludy ,' masuklah."
Lena lalu membuka pintu , tapi ia berhenti sebentar.
Dan ia menoleh lagi ke Ludy.
Lena," mengenai kemarin saat dikolam... Terima kasih kau sudah menolongku."
Ludy terkejut mendengarnya.
Suara Lena terdengar lembut dan tulus.
Ludy pun tersenyum lembut dan mengangguk," sama sama Len."
Lena melihat wajah Ludy yang tersenyum lembut.
Akhirnya Lena pun ikut tersenyum.
Lena," aku masuk dulu."
Ludy mengangguk.
Dan Lena pun masuk lalu menutup pintu.
Dibalik pintu Lena masih berdiri dan menarik nafas panjang.
Ternyata dadanya berdegup dengan kencang.
Sedang Ludy , terlihat begitu gembira.
Ia berjalan dan masuk ke lift dengan senyuman lebar.
Hari itu Lena berusaha mengingat setiap kenangan manis dan bahagia saat bersama Ludy.
Paling ia bisa menjadi teman, itu yang dipikirkan Lena.
Meski begitu setiap Lena mengingat wajah lembut Ludy lagi lagi hati berdegup kencang.
Beberapa hari berlalu, berita tentang Ludy pun mulai hilang, seperti ditelan bumi.
Ludy tahu cara menanganinya.
Ia punya pengacara yang hebat untuk menyelesaikan nya dan juga ia menyelesaikan nya dengan cara berdamai dengan wartawan dan beberapa penggemar beratnya.
Meski tidak sedikit uang yang ia keluarkan.
Ia sudah memikirkan, jika sampai ia mendapat kan Lena lagi. Ia akan memberitahu media tentang hubungannya dan ia tidak mau melepaskan Lena lagi. Ia rela melepaskan hidupnya sebagai artis.
~
Keesokkan nya,
Ludy berdiri di depan pintu apartemen menunggu Lena.
Saat Lena keluar bersama Key.
Mereka berdua terkejut melihat Ludy.
Key," Ludy, kau hanya berdiri saja sejak tadi disini?"
Ludy mengangguk," aku tidak enak mengganggu kalian sedang bersiap siap untuk ke kantor."
Key menggelengkan kepalanya dan berkata,' kau benar benar seperti orang bodoh."
Lena menatap Ludy
Begitu juga Ludy.
Key yang melihat mereka berdua tersenyum dan berkata,' hah...baiklah aku beri waktu kalian bicara. Aku akan tunggu di basemen ya Len."
Lena mendorong lengan sahabatnya sambil dengan wajah kesal.
Key hanya terkekeh geli dan ia pergi.
Lena," kenapa kau menunggu disini?"
Ludy," Len...boleh aku meminta nomormu?"
Lena menatap Ludy dengan wajah terkejut.
Ia sedikit ragu. Apakah ini begitu cepat?
Ludy," aku...selalu menunggumu pulang di loby dan kadang aku berdiri disini. Terkadang aku ingin mengajakmu makan atau jika kau masih belum mau. Aku bisa membelikan mu makanan kesukaanmu. Setidaknya kita bisa menjadi teman."
Lena mendengarnya.
Ia berpikir sebentar.
Akhirnya ia mengangguk," baiklah. Kau benar setidaknya kita bisa menjadi teman. "
Lalu Lena pun mengambil bolpen di tasnya.
Dan ia menulis no handphonenya di kertas notes yang selalu ia bawa.
Setelah itu ia berikan pada Ludy.
Lena," simpanlah. Kau bisa mengirim wa padaku jika ingin bertemu denganku. Kasihan juga kau menunggu lama di loby atau berdiri saja disini. Yang tadinya gendut, kau bisa bertambah kurus."
Ludy tertawa geli mendengarnya.
Rupanya Lena sudah mulai bisa bercanda dengannya.
Ludy," makasih Len. Aku akan menyimpan nya."
Lena mengangguk,' baiklah, aku harus berangkat ke kantor dulu. Sampai jumpa."
Ludy tersenyum mengangguk,' sampai jumpa . Hati hati Len."
Lena pun tersenyum manis.
Dan berjalan pergi.
Hati Ludy berdetak cepat, saat melihat senyum manis Lena.
Sudah lama sekali ia tidak melihatnya.
Ia menarik nafas panjang dan tersenyum senang.
Lalu ia melihat kertas notes itu, dan meletakkannya di dadanya.
~
Dimobil,
Key melirik sahabatnya.
Lalu ia berkata," hmm... sepertinya cinta lama bersemi kembali."
Lena menoleh dan wajah kesal," kau mulai peperangan di pagi hari."
Key ," baik baiklah. Aku akan diam."
Mereka diam, semenit kemudian, key bicara lagi," tapi Len. apapun keputusanmu Aku akan selalu mendukungmu. Asal kau bahagia. "
Lena," aku terharu. Pagi pagi kau sudah membuat kata kata mutiara. "
Key," aku baik bukan?"
Lena mengangguk.
Lena, ' traktir aku makan Sunda siang ini. "
Key menoleh terkejut," wah kau preman?"
Lena ," kau baru tahu? ...lagipula besok kau terakir di kantor. Aku akan merindukanmu."
Key meliriknya ," Len...Len, kita masih sering bertemu di apartemen. Kau lebay. "
Lena tertawa mendengarnya.
~
Akhirnya,
Tiba hari terakhir Key bekerja di kantor Hana.
Acara farewell pun diadakan untuk melepaskan Key.
Hana memberikan sebuah kenang kenangan sendiri saat mereka berdua sedang berbincang.
Sebuah pena cantik didesain khusus dengan tulisan nama Key berwarna gold.
Key tidak menduga akan mendapat gift kenang kenangan dari bosnya yang selama ini memang baik tapi jarang sekali memberikan perhatian seperti ini.
Ia terharu dan mengucapkan terima kasih.
Hana tersenyum geli mendengarnya.
~
Hari hari berlalu,
Ludy sering datang membawakan makanan untuk Lena.
Dari sejak saat itu, mereka berdua mulai akrab lagi.
Lena mulai mau menerima ajakan makan Ludy di cafe milik Ludy. Jadi itu aman dari paparazi, kadang mereka makan di cafe milik Jesi.
Jesi sempat terkejut melihat kedekatan Lena dan Ludy lagi. Meski begitu Jesi ikut senang melihat nya.
Karena ia bisa melihat lagi senyuman bahagia Lena.
Ludy pun mengajak Lena untuk memulai hubungan lagi dari awal.
Meski awalnya Lena sempat ragu dan memikirkannya beberapa hari.
Akhirnya ia memutuskan untuk mau menerima Ludy lagi.
Hubungan mereka semakin dekat lagi.
Dan Ludy memutuskan untuk mengumumkan hubungan mereka karena media sudah beberapa kali memergoki mereka berdua.
Kali ini Ludy benar benar serius dengan Lena dan tidak mau melepaskan Lena lagi. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua ini.
~
Ludy pagi itu pergi dengan mobilnya.
Ia mengenakan topi hitam dan kaca mata hitam.
Mobilnya berhenti di depan lapas.
Ia turun dan masuk ke dalam.
Ia menemui seseorang di lapas.
Terlihat seorang bapak bapak dengan wajah sedikit keriput, matanya terlihat sipit, rambutnya terlihat beberapa memutih, dan ia mengenakan baju biru seragam lapas.
Ia duduk di depan Ludy.
Dengan wajah lembutnya ia tersenyum pada Ludy dan berkata," papa senang melihat mu datang Lud. "
Ludy tersenyum mengangguk," papa sehat?"
Hasan Wijaya mengangguk," bagaimana denganmu?"
Ludy ," aku sehat pa. Papa...sabar ya. Sebentar lagi papa bisa keluar dari sini. Pengajuan banding kita disetujui. Lagipula selama ini papa sudah menjalani dengan baik disini. "
Hasan Wijaya tersenyum lega.
Ia mengangguk," syukurlah. Terima kasih Lud. Papa senang, akhirnya kita akan segera berkumpul lagi."
Ludy mengangguk.
Hasan wijaya menatap putranya.
Ia pikir, sepertinya sudah saatnya ia harus memberitahu anaknya.
Akhirnya ia membuka mutulnya meski sedikit ragu , tapi ia memberanikan diri.
Hasan Wijaya," Lud, ada yang ingin papa beritahu padamu."
Ludy diam menunggu papanya bicara.
Hasan Wijaya," ini mengenai anak perempuan yang mengalami kecelakaan karena papa dulu. "
Ludy menatap ayahnya," anak perempuan ... "
Hasan Wijaya mengangguk," anak perempuan itu sebenarnya masih hidup."
Ludy terkejut mendengarnya.
Hasan Wijaya berkata lagi," saat itu, sebenarnya papa kembali lagi ke jembatan itu. Papa turun ke bawah dan menyusuri sungai itu. Papa terkejut saat melihat anak perempuan itu terdampar di tepi. Papa segera mendekatinya. Papa mengecek dan ternyata dia masih bernafas. Saat menatap wajah ana perempuan itu. Papa teringat sesuatu. Papa mengenalinya. Dia adalah putri ke dua Daniel Setiawan Tan. Putri dari seseorang yang telah membohongi papa dan menbuat usaha papa bangkrut. Saat itulah...papa sangat marah. Papa hampir berpikir untuk meninggalkannya."
Hasan Wijaya terdiam sebentar.
Ia menarik nafas dan berkata lagi," tapi...papa merasa tidak tega. Akhirnya papa membawanya. Dan membawanya ke daerah lebih jauh di puncak dan meletakkannya di tepi sungai dekat sebuah panti asuhan. Papa memastikan dari jauh sampai ada orang dari panti asuhan itu menolongnya dan membawanya ke panti asuhan. "
Ludy," pa kenapa kau diam selama ini?"
Hasan Wijaya menatap putranya, ia terlihat menyesal," papa melakukannya agar dia tahu merasakan kehilangan. Meski begitu, papa selalu mengawasi anak perempuan itu sampai beberapa tahun lalu. Managermu, Wisnu , papa pernah memberitahunya dan meminta tolong padanya untuk memastikan dia baik baik saja."
Ludy,' Wisnu? Papa memberitahu nya?!"
Hasan Wijaya mengangguk.
Ludy,' papa tahu? Selama ini aku selalu merasa bersalah pada kak Hana karena harus menyembunyikan semua ini. Sekarang, papa baru memberitahu bahwa adik perempuan dari Hana Tan
Masih hidup dan selama ini ada di panti asuhan?!"
Hasan Wijaya terdiam.
Ia memang sangat menyesalinya.
Ludy menarik nafas panjang.
Lalu ia berkata," dimana panti asuhan itu?"
Hasan Wijaya menatap wajah putranya.
Iapun memberitahu panti asuhan itu.
~
Ludy duduk di mobilnya lama sekali.
Ia benar benar tidak menduga papanya akan menyembunyikan hal ini.
Akhirnya, ia memutuskan saat itu juga ke panti asuhan itu.
Ia ingin melihat seperti apa anak perempuan itu, adik dari Hana Tan.
Sementara itu,
Di kantor.
Marta Oktavia Lim, bibi Hana , datang ke kantor.
Biasanya ia sibuk dengan boutique nya sendiri.
Saat dia masuk ke ruangan keponakannya.
Hana sedang bersama Lena membicarakan desain baru yang akan masuk untuk penerbitan majalah edisi bulan depan.
Marta," Hanaaa, Tante datang..."
Marta berhenti bicara ketika melihat seorang wanita muda yang terlihat manis dan cantik.
Hana,' Tante Marta kau datang. "
Lena pun berdiri dari kursinya.
Marta tersenyum pada wanita muda itu dan berkata,' siapa wanita manis ini?"
Hana tersenyum geli.
Sedang Lena tersilu malu karena pujian itu.
Hana,' dia asistenku Tante, pengganti Key. Namanya Yelena Marissa. "
Hana lalu menoleh ke Lena dan berkata,' dia Tante ku Len. Marta Oktavia Lim"
Lena menatap Marta dengan senyuman manis, ia berjalan sedikit mendekati Marta sambil berkata,' senang bertemu dengan anda."
Dan setelah ia mengangkat tangan kanannya untuk menjabat tangan memberi salam pada Marta.
Marta benar benar suka gadis ini, ia segera menggenggam tangan Lena dengan kedua tangannya, dan berkata," Tante juga senang bisa bertemu denganmu Yelena. Hmmm, nama yang manis seperti wajahmu. "
Lena tersipu malu lagi dan menjawab sambil tersenyum ,' terima kasih. Bu Marta."
Marta,' panggil saja aku Tante Marta. Jangan Bu yah."
Hana tersenyum geli mendengar tantenya.
Lena pun mengangguk,' oh, baiklah Bu...eh Tante Marta.'
Marta tersenyum senang," Good. "
Marta menggandeng tangan Lena dan mengajak Lena duduk di sofa.
Marta,' jadi kau pengganti Key..."
Marta mengajak Lena berbincang cukup lama.
Hana menatap mereka berdua sambil menggelengkan kepalanya.
Beginilah jadinya jika bibinya sudah menyukai seseorang.
Akhirnya 30 menit kemudian, Hana menyelamatkan Lena.
Dan Lena kembali ke ruang kerjanya.
Meski begitu, Lena sebenarnya sangat senang saat berbincang dengan Tante Marta tadi.
Ia merasa, Tante Marta memang orang yang supel dan hangat. Bahkan seperti menyebarkan aura gembira.
Di ruangan Hana,
Marta," Lena ... Gadis itu membuat Tante teringat pada almarhum mamamu Han."
Hana menoleh menatap bibinya.
Marta menarik nafas dan berkata lagi, " senyuman manisnya, Wajahnya, cara bicaranya...mirip dengan mamamu. Tante jadi rindu pada mamamu."
Hana terdiam mendengarnya.
Akhirnya bicara," sebenarnya...Hana juga merasa begitu Tante. Sejak awal bertemu dengan Lena. Dia membuatku ingat pada mama. Bahkan membuatku ingat pada Sena. Dia...mirip dengan Sena. Karenanya, aku memiliki perhatian yang beda dengan Lena. "
Marta memegang tangan keponakannya dan berkata," Han...Sena sudah tenang di sana dengan mama dan papamu. Tante bisa mengerti kau pasti rindu dengan adikmu."
Hana berusaha tersenyum.
Ia mengangguk.
Marta,' kau mau makan siang dengan Tante? Pamanmu ternyata sedang ada meeting. "
Hana ,' baiklah."
Akhirnya mereka berdua keluar kantor dan makan siang bersama.
~
Ludy menghentikan mobilnya di depan sebuah bangunan yang cukup besar.
Di kelilingi dengan kebun dan tanah lapang yang hijau. Begitu asri tempat itu.
Lalu ia keluar dari mobilnya dan berjalan masuk.
Ia disambut dengan seorang ibu mengenakan terusan coklat dan memakai kacamata. Rambut nya pendek seperti laki laki dan berwarna putih karena sudah beruban semua. Tapi wajahnya masih sangat segar dan kuat.
Mereka pun berbincang di sebuah ruangan, seperti sebuah ruangan kantor yang cukup lebar dan ada beberapa Rak kayu jati , dipenuhi dengan banyak foto anak anak dan juga piagam.
Ibu Rut namanya.
Ibu itu berkata," jadi anda seorang karyawan dari sebuah kantor di Jakarta untuk mencari orang hilang?"
Ludy mengangguk,' benar Bu. "
Ludy mengeluarkan sebuah kartu nama dari dompetnya.
Kartu nama itu lalu ia berikan pada Ibu Rut.
Ibu Rut menerima nya dan membacanya.
Tertulis nama : Ludy Wijaya Chow.
CEO Avenue Wijaya Office.
Ibu Rut pun mengangguk.
Ia tidak merasa curiga lagi.
Lalu ia bertanya," baiklah nak Ludy, anda ingin mencari siapa di panti asuhan ini ? Semoga saya bisa membantumu ."
Ludy menatap Bu Rut.
Ia mulai bicara," sebenarnya, saya kemari karena mendapat laporan dari sebuah keluarga , yang kehilangan adik perempuan nya sekitar 20 tahun lalu. Adik perempuannya hilang karena menurut laporan, kemungkinan mengalami kecelakaan dan hanyut di sungai. Mungkinkah...Bu Rut 20 tahun lalu pernah menemukan seorang anak perempuan yang hanyut di sungai di dekat sini?"
Bu Rut menatap Ludy.
Matanya sedikit menipis seakan ia berusaha mengingat kejadian lalu.
Beberapa saat ia membuka matanya dan mengangguk.
Bu Rut," 20 tahun lalu... Sepertinya malam itu memang sudah berlalu sekitar 20 tahun lalu.
Tukang bersih bersih yang bekerja di panti asuhan malam itu seperti biasa mengecek semua tempat hingga ke tepi sungai dekat panti asuhan ini. Dia yang menemukan pertama kali anak itu dan membawa nya kemari. "
Bu Rut menarik nafas panjang sambil ingatannya melayang ke 20 tahun lalu.
Bu Rut,' anak itu sepertinya terbawa arus sungai. Ada beberapa luka di tangan dan kepalanya. Setelah dia sadar. Aku bermaksud untuk menanyainya siapa namanya dan dimana ia tinggal. Tapi...ternyata dia tidak ingat dimana ia tinggal. Dia hanya ingat namanya. Sena. Aku sempat melaporkan hal ini ke kepolisian desa. Tapi tidak ada tanggapan apapun. Karena sudah berminggu Minggu akhirnya aku memutuskan untuk merawatnya dipanti ini. Dan...aku memberi nama baru untuk nya."
Bu Rut menoleh ke Ludy dan berkata,' Yelena Marissa. Aku memberi namanya itu."
Ludy terkejut mendengar nama itu.
Matanya terbelalak.
Ludy," Yelena Marissa?..."
Bu Rut mengangguk,' mungkin bisa jadi dia yang kau cari Nak Lud."
Ludy terdiam.
Ia masih sangat terkejut.
Dalam sehari ia mengetahui kebenaran yang tidak terduga selama 20 tahun ini.
Bu Rut," sebentar, aku ambilkan datanya dan foto fotonya."
Bu Rut berdiri dan berjalan ke sebuah lemari.
Ia membukanya dan mencari cari dokumen.
Beberapa saat ia berjalan kembali dan duduk.
Ia membuka dokumen itu dan setelah ia mendapatkan file data diri Yelena.
Lalu ia perlihatkan ke Ludy.
Ludy pun melihatnya.
Sambil Bu Rut menunjuk foto Yelena saat masih kecil ,' ini foto yang diambil kira kira setelah 2 Minggu aku memutuskan untuk merawatnya disini. "
Lalu bu Rut mengambil sebuah foto lagi dan ia tunjukan pada Ludy.
Bu Rut," dan ini foto Yelena saat ia lulus kuliah di Jerman. "
Bu Rut tersenyum bangga sambil berkata,' Yelena gadis yang cerdas. Ia mendapatkan beasiswa kuliah di Jerman bahkan menjadi mahasiswa terbaik disana. "
Ludy melihat foto Yelena.
Ia hanya diam.
~
Ludy kembali ke apartemennya dan hanya duduk diam di dekat tempat tidurnya.
Ia sangat merasa bersalah pada Yelena dan juga kak Hana.
Dulu ia sudah melukai Yelena dan sekarang kenyataan ini membuatnya tambah merasa bersalah.
Padahal hubungannya dengan Lena sudah membaik dan mereka sudah menjalin hubungan lagi.
Ludy sengaja tidak mengangkat telepon dari managernya berkali kali bahkan Lena sekalipun yang menelepon ia tidak menjawabnya.
Padahal malam itu mereka janjian untuk makan malam bersama.
~
Lena yang pulang dari kantornya dengan naik taksi diam menatap handphonenya.
Ia penasaran kenapa Ludy tidak menjawab teleponnya bahkan Ludy juga lupa bahwa mereka akan makan malam.
Lena berkata pelan," apa mungkin...dia meeting mendadak? ..."
Lena menarik nafas.
Sampainya di apartemen.
Lena sempat mendatangi apartemen Ludy.
Ia mencoba beberapa kali memencet bel tapi tidak ada jawaban.
Sepertinya memang benar Ludy belum pulang.
Akhirnya Lena pun kembali ke apartemennya.
Ia mandi dan menyiapkan masakan untuk makan malam.
Dan key pun pulang.
Mereka makan malam dengan Indomie goreng dan telur mata sapi.
Makanan yang membuat menambah nafsu makan.
~
Pagi itu,
Ludy keluar dari kamarnya.
Setelah berganti pakaian.
Ia menelepon Lena.
Hari itu weekend.
Ludy mengajak Lena untuk pergi.
Mereka pergi ke taman bermain.
Memberi makan hewan.
Makan bersama.
Ludy menikmati kebersamaannya dengan Lena.
Siang itu saat makan.
Ludy terus menatap Lena dengan lembut.
Lena benar benar membuatnya jatuh cinta.
Ludy," Len...aku bersyukur kita bisa dekat lagi. Aku bersyukur kau mau menerimaku lagi dan mau memaafkan ku. Terima kasih ya Len."
Lena menatap Ludy dan tersenyum geli, " Lud , kamu ini kenapa sih tiba tiba bicara puitis seperti itu. "
Ludy tersenyum dan menjawab,' Len... Aku sedang serius seriusnya. Aku benar bersyukur ."
Lena akhirnya menatap Ludy dengan wajah serius.
Ia tersenyum mengangguk," aku juga bersyukur Lud. Kamu mau berubah dan masih tetap mencintai ku."
Ludy tersenyum senang.
Ia mengangguk.
Dan menggenggam tangan Lena.
Mereka makan sambil berbincang manis.
Suasana nya terlihat indah saat itu.
Sore itu, Ludy mengajak Lena ke cafe miliknya.
Cafe Ludy terlihat sepi.
Ludy dan Lena duduk sambil memesan kopi.
Ludy diam sebentar,
Ia berkata dalam hati," setidaknya aku sudah menikmati saat saat bahagia denganmu Len. Aku sangat bersyukur pernah memiliki mu."
Lalu Ludy menatap Lena dan berkata," Len tunggu sebentar ya aku mau ke toilet."
Lena pun mengangguk.
Ludy berjalan ke ruangannya.
Lalu ia menghubungi Hana.
Dan mengajak Hana untuk bertemu di cafe nya.
Hana kebetulan perjalanan pulang bersama Sammy .
Ludy mengajak Hana bertemu di cafe milik Ludy.
Hana pun menyetujuinya.
~
Beberapa saat Ludy kembali lagi dan duduk.
Sambil berbincang dengan Lena.
Ludy mengulur waktu untuk menunggu Hana
Beberapa saat Hana datang bersama dengan Sammy.
Hana ," Lud, kau sudah menunggu lama? Oo Lena kau juga disini?"
Lena," Bu Hana?.."
Ludy berdiri dan berkata," tidak kak Han. Duduklah."
Lena terkejut melihat Hana datang bersama dengan seorang laki laki yang tinggi dan tampan.
Sepertinya ia bisa menebak, laki laki ini adalah laki laki yang pernah diceritakan oleh Bu Hana.
Hana mengangguk, Ia duduk bersama Sammy .
Sammy tersenyum," hai Lud. Lama tidak berjumpa."
Ludy tersenyum dan mengangguk," iya kak Sam. Senang melihatmu lagi. Maaf merepotkan kalian, meminta kalian untuk datang kemari."
Sammy," tidak apa apa. Santai saja. Lagipula kebetulan kami memang sudah mau pulang. "
Hana mengangguk setuju.
Sammy pun memberi salam pada Lena.
Ia menjabat tangan Lena dan berkata," kau pasti Yelena Marissa. Senang bisa bertemu denganmu. Aku Sammy Allinski. "
Lena pun tersenyum manis sambil membalas jabat tangan Sammy," benar.
Aku Yelena Marissa. Senang bertemu denganmu juga."
Lalu,
Hana,' baiklah Lud. Apa apa kau ingin bertemu denganku?"
Ludy menatap Hana.
Hana menunggu Ludy bicara.
Begitu juga Lena menoleh ke Ludy yang duduk di samping nya.
Sammy," apa aku tidak apa apa ada disini?"
Ludy ," tidak apa apa kak Sam. Aku rasa kau juga perlu tahu. Karena...selama ini aku tahu, kau sedang menyelidiki sesuatu."
Sammy menatap Ludy terkejut.
Ludy akhirnya memberanikan diri bicara.
Ludy,' aku...harus memberitahu ini padamu Kak Han. Meski aku tahu, setelah ini kau mungkin akan membenciku. Tapi setidaknya aku bisa hidup tenang setelah ini."
Hana mulai penasaran dengan Ludy, begitu juga Sammy.
Sedang Lena yang tidak tahu apa apa. Ia memilih untuk tetap diam dan mendengar saja.
Wajah Ludy mulai terlihat serius.
Ia menatap mata Hana.
Dengan sedikit gemetar.
Ia bicara," sebenarnya selama ini papaku ada di penjara. Kak Hana mengenalinya."
Hana menatap wajah Ludy.
Lena terlihat terkejut mendengar nya.
Ludy," papaku...adalah Hasan Wijaya. "
Hana sangat terkejut mendengar nya. Matanya terlihat terbuka.
Begitu juga Sammy.
Ludy," selama ini, aku hidup dengan rasa bersalah padamu kak Han. Maafkan aku kak Han"
Wajah Hana mulai dingin dan berbeda.
Sammy sudah mulai berjaga jaga saat itu.
Lena melihat wajah Hana yang terlihat beda.
Hana," bagaimana bisa...selama ini kau berpura pura diam?"
Hana tertawa kecil dan berkata lagi,' aku benar benar tidak menyangka, selama ini aku bisa akrab dengan anak dari seseorang yang telah membunuh adikku , bahkan membunuh ayahku!"
Sammy segera memegang pundak Hana.
Ia berusaha membuat Hana tenang.
Sammy,' tenang Han. Tenang dulu."
Lena," Lud...?"
Ludy hanya diam.
Hana ," tenang? Sam, laki laki ini ... Aku benar benar tidak percaya, aku bisa gila dengan semua ini."
Wajah Ludy begitu menyesal.
Ia berkata," maafkan aku kak Han, sungguh..."
Hana," jangan panggil aku kak! Memaafkanmu? Kau ingin aku memaafkanmu?! Jangan harap Lud."
Hana berdiri dari kursinya dan berjalan mau pergi.
Sammy pun ikut berdiri dan mengikutinya.
Dan Lena ikut berdiri.
Ia tahu suasana sudah menjadi runyam.
Ia tidak tahu harus bagaimana.
Ludy ikut berdiri dan berkata," kak Han, tunggu! adik perempuan mu masih hidup!"
Hana seketika menghentikan langkahnya saat mendengar kata kata Ludy.
Sammy juga terkejut dan menoleh menatap Ludy.
Hana menoleh dan menatap Ludy.
Hana,' apa kau bilang?"
Lena menatap Ludy.
Ludy menarik nafas dan berkata,' aku juga baru mengetahuinya kemarin saat aku menjenguk papaku. Dia baru menceritakan semuanya padaku. "
Mata Hana mulai memerah.
Matanya berkaca kaca.
Ia berjalan sedikit mendekati lUdy dan berkata," adikku ...benarkah dia masih hidup?"
Ludy mengangguk," benar kak. Adikmu masih hidup. Aku sendiri sudah memastikannya. Selama ini dia ada di panti asuhan. "
Hana," bagaimana bisa dia masih hidup?"
Ludy," papaku.. sebenarnya setelah menabraknya . Ia kembali lagi ke jembatan itu. Dan menyelusuri sungai itu. Dan ternyata adikmu terdampar di tepi sungai. Dan ia masih hidup. Lalu...papaku sebenarnya mengenali adik mu. Kalian...adalah putri dari seseorang yang telah membuat usaha papaku bangkrut. Membuat ibuku jatuh sakit karena serangan jantung setelah mengetahui papaku bangkrut dan hutang pun menumpuk. "
Hana terkejut mendengarnya.
Begitu juga Sammy.
Sedang Lena memegang lengan Ludy.
Ia tahu ini juga berat bagi Ludy.
Ludy berkata lagi,' akhirnya, papaku membawa adikmu ke sebuah panti asuhan. Dan ia meninggalkannya begitu saja."
Hana ,' karena itulah, papamu membalas dendam pada keluargaku?"
Ludy terdiam mendengarnya.
Hana ," sekarang...dimana adikku? Dimana panti asuhan itu? Katakan padaku!"
Ludy menatap Hana.
Ludy menelan ludahnya.
Lalu ia menjawab," kau mengenalinya kak Han... "
Wajah Hana terlihat bertanya tanya.
Ludy diam sebentar.
Tiba tiba ia menoleh ke Lena.
Wajahnya terlihat begitu menyesal.
Lena menatap Ludy.
Ludy dengan mulut sedikit gemetar akhirnya ia bicara ," dia...Lena. Yelena Marissa adalah adikmu.'
Hana sungguh terkejut.
Matanya berkaca kaca.
Hana menatap ke arah Lena.
Ia tidak pernah menduga, Lena adalah adiknya.
Meski selama ini ia memang merasa Lena mirip dengan adiknya.
Bahkan ketika bersama dengan Lena ia merasa begitu dekat.
Sedangkan Lena, ia sangat terkejut.
Matanya terbelalak.
Perlahan ia melepaskan tangannya dari lengan Ludy.
Ia masih menatap wajah Ludy.
Apa yang ia dengar baru saja, benar benar membuatnya terkejut.
Dengan suara kecil, Lena berkata ," benarkah...benarkah itu Lud?"
Ludy menatap sedih wajah Lena. Ia mengangguk, Ia merasa tidak tega.
Ludy ," benar Len. Aku sendiri datang ke panti asuhan. Dan...aku sudah memastikannya sendiri. "
Sammy memegangi pundak Hana.
Ia bisa mengerti Hana pasti benar benar terkejut dengan semua ini.
Lena terdiam.
Ia menunduk kan kepalanya.
Ia masih merasa bingung.
Ludy," kau... mengalami hilang ingatan. Pemilik panti asuhan itu memberitahu ku bahwa saat menemukanmu, kau tidak ingat apapun. Kau hanya ingat namamu, Sena...dan Akhirnya pemilik panti asuhan memberi nama baru untukmu. '
Lena mendengarnya.
Itu memang benar. Ia hanya ingat nama itu.
Matanya mulai berkaca-kaca.
Pelan pelan ia menoleh ke Hana.
Ludy mengeluarkan sebuah foto kecil dari dalam sakunya.
Dan ia memberikan pada Hana.
Ludy,' aku memintanya dari pemilik panti asuhan . Foto ini, foto Lena saat masih kecil. Diambil setelah 2 Minggu Lena ditemukan. "
Hana melihat foto itu.
Akhirnya airmatanya mengalir.
Ia mengangguk dan berkata pelan,' benar...ini Sena. "
Hana lalu menoleh ke Lena.
Ia berjalan mendekati Lena.
Hana," Sena...kau Sena adikku. "
Airmata Lena mengalir dipipinya.
Lena ," kau...kakakku? "
Hana mengangguk," aku kakakmu Len."
Hana akhirnya memeluk Lena.
Lena pun menangis.
Meski ia tidak ingat apapun. Tapi ia benar benar bahagia karena akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan keluarganya.
Ludy dan Sammy berdiri melihat mereka berdua.
Mereka ikut terharu.
Hana melepaskan pelukannya.
Lena," aku masih tidak ingat apapun..."
Hana," tidak apa apa, kita akan pelan pelan membantu mu ingat kembali. Dan kita juga bisa membuat kenangan baru lagi."
Lena mengangguk.
Lena pun memeluk kakaknya lagi.
Hana benar benar lega dan bahagia.
Akhirnya , adiknya masih hidup dan mereka bisa berkumpul kembali.
Beberapa saat setelah itu.
Hana menoleh ke Sammy dan berkata," Sam...Sena masih hidup . Selama ini Aku benar bukan? Sena masih hidup."
Sammy mengangguk tersenyum ikut bahagia.
Ludy menarik nafas dalam dalam.
Ia ikut merasa sedih melihatnya.
Hana menoleh ke Ludy dan berkata pada Ludy," aku...tidak tahu harus berterima kasih padamu atau tidak. Tapi ... Papamu memang layak menerima hukuman selama ini. Meski begitu, terima kasih kau sudah memberi tahuku semua ini dan membuatku bisa bertemu lagi dengan adikku."
Ludy terdiam mendengar kata kata Hana.
Ia menarik nafas lega setelah nya.
Meski harus kehilangan Lena lagi. Setidaknya , ia sudah lega, karena Lena bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan keluarganya.
Ludy menatap Lena.
Begitu juga Lena
Ludy," maafkan aku Len..."
Lena mendekati ludy.
Lalu berkata," Lud...terima kasih kau sudah membuat ku bertemu dengan kakakku dan keluarga ku. Hanya saja... Beri aku waktu untuk kita berdua."
Ludy tahu hal ini akan terjadi.
Ia mengangguk dan berkata ," baiklah. Aku bisa mengerti Len. Meski begitu, aku ikut bahagia untukmu."
Lena menatap Ludy.
Ia hanya diam.
~
Hana akhirnya membawa Lena menemui bibi dan pamannya.
Tante Marta dan paman nya begitu terkejut mendengar bahwa Adik Hana masih hidup bahkan Yelena adalah Sena.
Tanta Marta begitu bahagia, bahkan memang sebelumnya ia sudah merasa Yelena mirip dengan kakaknya, Lidya .
Lena disambut dengan bahagia oleh keluarga nya.
Malam itu, Lena tidur dirumah Hana.
Lena sempat memberi kabar pada Key dan nanti dia akan menceritakan semuanya pada sahabatnya itu.
Lena dan Hana tidur bersama.
Mereka berbincang berdua, Hana menceritakan tentang Lena saat masih kecil, tentang papa mama mereka.
~
Keesokannya,
Lena kembali ke apartemen Key .
Ia akhirnya menceritakan semuanya pada Key.
Key benar benar dibuat terkejut.
Ia tidak menyangka Lena adalah adik bu Hana.
Dan juga, ia tidak menyangka tentang Ludy.
Meski begitu, Key salut pada Ludy.
Ludy mau memberitahu semuanya pada Lena dan Hana, walaupun ia harus mengambil resiko akan kehilangan Lena lagi.
Lena pun akhirnya mengambil baju dan barang barangnya untuk pindah ke rumah keluarganya.
Mau tak mau key melepasnya.
Key," Len, siapa yang menemani ku disini? Trus siapa yang memasak untukku?"
Lena tertawa geli, lalu menepuk kepala Key dan berkata," segeralah menikah dengan Randy. Dan kau harus belajar memasak."
Key melirik Lena," Lenaaa..."
Key pun memeluk sahabatnya itu.
Dan berkata,' aku ikut senang untukmu. "
Lena mengangguk,' kau tetap sahabatku dan keluarga ku Key."
Key tersenyum haru.
~
Siang itu Hana mengajak Lena pergi.
Mobil Hana berhenti di sebuah pemakaman umum.
Lena mengikuti kakaknya hingga berhenti di depan 2 nisan.
Terlihat ada foto kecil di nisan itu dan nama.
"Daniel Setiawan Tan dan Lidya Oktavia."
Lena menatap kakaknya.
Hana," ini makam papa dan mama Len."
Lena mendengarnya , wajahnya berubah menjadi sedih.
Hana meletakkan 2 bouquet bunga Lili segar di atas nisan papa dan mamanya.
Hana," Pa, ma...Hana datang sama Sena. 20 tahun ini, terima kasih papa sama papa sudah melindungi Sena dari atas sana dan membiarkan kami bertemu lagi. Hana pasti akan jaga Sena."
Sena menatap kakaknya tersenyum haru.
Sena," pa...ma...Sena belum ingat apapun. Tapi...Sena yakin suatu hari Sena bisa ingat. Dan makasi ya pa ma. Sena akan selalu menjaga kakak juga."
Hana merangkul pundak adiknya.
Mereka tersenyum haru bersama.
20 tahun adalah waktu yang tidak sebentar. Selama itu mereka berpisah.
Bahkan Hana bisa tahu bagaimana hidup adiknya yang susah selama ini.
~
Mereka berdua makan siang bersama.
Lena meminta Hana menceritakan apa yang terjadi pada papa dan mamanya.
Mamanya memang sudah lama menderita penyakit jantung, dan saat mengetahui papanya harus mendekam di penjara karena sudah menjebak beberapa teman pengusahanya, mamanya meninggal. Dan saat itulah, Sena hilang karena menyusul untuk ke Jakarta menemui kakak dan papanya.
Papanya meninggal 3 tahun di penjara karena sakit dan pikiran.
Lena bisa tahu, selama ini bukan hanya dia yang menderita, kakaknya pun juga.
Hana menatap Lena.
Lalu dengan hati hati ia bicara,' Len...kau dan Ludy bagaimana?"
Lena terdiam karena bingung harus menjawab apa.
Ia masih memikirkan itu.
Hana," kakak tahu kau masih mencintainya. Kakak...butuh waktu untuk bisa menerima nya. Kakak hanya merasa selama ini, dia dan papanya seperti mempermainkan kakak. Dalam pikiran kakak , selalu bertanya tanya apakah mereka tidak punya perasaan?...meski kakak juga tahu, apa yang terjadi pada keluarga juga karena papa."
Hana menggenggam tangan adiknya, dan berkata," maafkan kakak ya Len. Beri kakak waktu. Kakak...tidak memintamu untuk putus dengan Ludy. Kakak akan selalu mendukungmu apapun itu. "
Lena mengangguk dan tersenyum.
Ia bisa paham.
Lena," aku mengerti kak. Memang tidak mudah. Kakak tenang saja. Aku sendiri yang menyelesaikan nya dengan Ludy. Kakak tidak perlu mengkhawatirkanku."
Hana menatap mata adiknya.
Ia tahu, memang Lena masih sangat mencintai Ludy.
~
Keesokannya,
Lena mengajak Ludy bertemu di cafe Jesi.
Mereka memesan makanan.
Dan Lena membiarkan dia dan Ludy untuk makan lebih dulu.
Lena," kita makan dulu ya Lud.'
Ludy mengangguk.
Jesi pun memberi ruang privasi untuk mereka berdua.
Ludy," Len..aku senang saat kau menghubungi ku tadi pagi. Beberapa hari ini, aku memang sengaja membiarkan mu untuk bersama dengan kakak dan keluargamu. Aku tahu kau pasti ingin bersama dengan mereka. "
Ada senyuman dibibir Lena.
Ia mengangguk," terima kasih Lud."
Sambil Ludy mengiris daging steiknya.
Ia tersenyum menatap Lena dan berkata," kau bahagia Len?"
Lena mengangguk tersenyum.
Ludy," syukurlah. Aku ikut bahagia untukmu."
Lena menatap Ludy.
Hatinya tambah sedih.
Setelah mereka selesai makan.
Ludy akhirnya berkata," baiklah Len. Aku tahu kau pasti ingin bicara sesuatu."
Lena masih diam menatap Ludy.
Wajahnya terlihat sedih tapi ia berusaha tenang.
Ludy juga berusaha tenang dan menerima apapun keputusan Lena.
Ludy," Len, kau tenang saja. Apapun keputusan mu aku akan mendengarnya dan menerimanya. "
Lena menarik nafas , lalu akhirnya ia mulai bicara," aku ... Perlu waktu untuk bisa menerima semua ini Lud. Begitu juga kakakku. Ada banyak yang terjadi antara kita Lud. Sejak perpisahan kita, bahkan antara keluarga kita. Meski aku berterimakasih pada papamu, waktu itu ia tidak meninggalkanku begitu saja di tepi sungai itu. Tapi 20 tahun papapmu membuat ku berpisah dengan kakakku dan keluargaku. Dan...juga kau hanya diam selama ini di depan kakakku bahwa kau adalah putra penyebab aku dan kakakku berpisah. "
Ludy terdiam mendengarnya.
Ia tahu ia memang salah.
Lena," aku tidak bisa tidak memaafkan mu. Tapi ... Untuk saat ini aku juga tidak bisa meneruskan hubungan ini. Beri waktu untuk kita semua Lud. "
Ludy menatap Lena.
Walaupun ia sudah tahu bahwa ia akan kehilangan Lena.
Hatinya tetap merasa sedih.
Dengan wajah menyesal.
Ia mengangguk dan berkata," baiklah Len. Aku bisa mengerti. Maafkan aku ya Len. Maafkan papaku."
Lena menatap wajah laki laki yang ia cintai, tapi juga adalah laki laki yang pernah menyakitinya, dan takdir sepertinya berkata lain untuk hubungan mereka.
Ludy mengajak Lena untuk berjabat tangan.
Beberapa saat mereka saling berpandangan.
Dengan berat akhirnya Ludy melepaskan tangannya.
Melepaskan wanita yang ia cintai.
Ludy pun berjalan pergi.
Lena hanya diam melihat Ludy pergi.
Beberapa saat ia berdiri dan berjalan keluar ruangan.
Lena menatap Jesi.
Akhirnya airmatanya mengalir.
Jesi terkejut melihatnya.
Ia segera berjalan mendekati Lena dan memeluknya.
Jesi tidak banyak bertanya.
Ia hanya diam dan memeluk Lena.
Tangisan Lena pecah saat itu.
Jesi tahu, sepertinya terjadi sesuatu dengan Lena dan Ludy.
~
Malam itu, Hana terus menemani adiknya di kamar.
Lena hanya tidur di dekat kakaknya.
Hana tahu, Lena pasti memilih untuk putus dengan Ludy.
Dan itu pasti berat bagi Lena.
Hana Menepuk pundak Lena dan hanya diam menemani adiknya.
~
1 Minggu setelahnya,
Terdengar berita bahwa Ludy dengan resmi mengundurkan diri dari dunia Entertainment.
Dan ia memutuskan untuk meninggalkan Jakarta setelah papanya dinyatakan bebas.
Ia mengajak papanya untuk pindah.
Tidak ada yang tahu Ludy pindah kemana.
~
1 TAHUN BERLALU...
Lena pergi ke Bandung untuk keperluan pekerjaannya.
Ada pemotretan untuk majalah di sana.
Setelah selesai pemotretan,
Lena berhenti sebentar di sebuah coffee shop.
Tempatnya benar instgramable, dan bergaya alam.
Sangat sejuk dan teduh.
Lena berjalan masuk ke dalam untuk memesan coffee.
Terdengar suara laki laki yang familiar di telinganya," selamat siang."
Lena menghentikan langkahnya.
Ia menatap wajah laki laki yang ia cintai.
Begitu juga Ludy.
Ludy pun menatap Lena.
Menatap wajah wanita yang membuatnya jatuh hati sejak pertemuan mereka pertama kali di bangku SMA.
Mereka sama sama terpaku saling menatap.
Ada getaran cinta dan rindu di hati mereka dan kembali bersemi.
Beberapa saat ada senyuman di bibir manis Lena.
Dan Ludy pun menyambutnya dengan senyuman hangat.
Lena," Hai Lud..."
Ludy," Hai Len..."
~
~
~
Pagi pagi sekali.
Lena membuka matanya.
Meski masih mengantuk.
Suara kicau burung burung membuatnya nyaman di atas tempat tidur yang empuk.
Di sampingnya seorang laki laki yang sangat ia cintai masih tertidur pulas seperti seorang bayi.
Lena tersenyum menatapnya.
Dan ia mengelus pipi laki laki itu.
Beberapa saat Ludy terbangun.
Dengan mata masih sipit, ia tersenyum lembut menatap pujaan hatinya.
Dan berkata dengan lembut," pagi sayang..."
Lena tersenyum manis menatapnya.
❤️
Happy Ending
Terima kasih
Selamat membaca dan jangan lupa kasih vote ya.