Ratu yang Menangis Setiap Malam
Bak boneka hidup. Ratu harus mengabulkan semua perintah Raja. Tidak bisa berpendapat dan hidup di neraka adalah akhir dari hidup Ratu yang mengenaskan.
Ratu Catarina adalah seorang gadis yang sangat baik hati. Meskipun terlahir dari keluarga kerajaan yang sudah hancur tak membuatnya minder. Berjiwa sosial, cantik dan baik membuatnya dikagumi oleh semua orang. Aku kira kehidupannya akan sangat baik, namun tidak.
Saat Ratu Catarina menikah dengan orang yang dia cintai bukannya mendapat kehidupan yang romantis Ratu Catarina selalu mendapat siksaan dari Raja Winter. Banyak orang tidak tahu dengan sifat asli Raja Winter karena wajahnya sangat menawan. Sebenarnya sifat dari Raja Winter sangat bengis dia tidak segan membunuh siapapun yang menentang keinginan Beliau.
Satu tahu telah berlalu. Ratu Catarina setiap hari menjadi seperti mayat hidup. Ratu harus memenuhi keinginan Raja, tidak pernah mengeluh saat Raja menyiksanya, bahkan Raja tidak perduli dan berhubung dengan wanita lain. Setiap hari adalah neraka bagi Ratu Charlotte.
Bagaimana caranya Ratu bisa bertahan hidup? Ratu menerima tanggung jawab untuk menjaga rakyat. Bagaimana cara Ratu mengeluh? Ratu akan menangis setiap malam, Ratu aka menceritakan semua keluh kesahnya, dan di saat itu semua dayang akan menangis mendengar penderita Ratu.
Musim berganti Musim Ratu yang sudah rapuh tak bisa menahan diri. Karena Raja sudah muak dengan Ratu, Raja memutuskan semua hubungannya dengan Ratu dan menikah dengan pelayan yang dia cintai. Karena merasa sudah tidak ada lagi alasannya untuk hidup ratu mengakhiri hidupnya dengan menyayat kedua tangannya.
Semua orang sangat sedih karena kehilangan sosok adil, baik, dan pekerja keras seperti Ratu. Rakyat kekaisaran tidak tahu bahwa ratu sangat rapuh. Bagaimana ratu hidup dalam jurang kesengsaraan.
Saat satu bulan kematian Ratu muncul desas-desus bahwa setiap malam akan terdengar suara wanita menangis. Saat desas-desus itu menyebar rakyat kekaisaran marah karena tidak tahu penderita dari Ratu. Mereka semua memutuskan untuk menghancurkan Raja.
Saat mereka melakukan pemberontakan Raja sudah tewas dengan sebuah panah yang mencap di jantungnya. Saat kematian Raja tidak ada satupun orang yang mau mengkremasi mayatnya. Banyak orang mengatakan bahwa Ratu membalas dengan dengan memanah jantung sang Raja