Bumi yang terlihat begitu kesal mengajak berbicara langit yang sedang bersantai bersama para bintang dan bulan.
"Ada apa bumi? "
"Aku begitu kesal dengan manusia, langit "
Langit , bintang bulan yang tadi nya bersenggama bersama membicarakan sesuatu berhenti dan mencoba mendengarkan apa yang dibicarakan bumi kepada sang langit
"Apa yang membuatmu begitu kesal bumi, apakah manusia itu terus saja merusak mu dan akhirnya kamu menjadi murka dan kesal "
Ujar bulan melihat bumi yang bukan kedua kalinya berkeluh kesah seperti ini, langit maupun para bintang yang terlihat biasa mendengar ini pun setuju dengan ucapan bulan.
"Bukan karena itu bulan, bila emang manusia itu terlalu merusak ku aku pun bisa dengan mudah menghancurkan mereka "
Bumi yang dengan bangga berbicara seperti itu kepada mereka, melanjutkan ucapan nya dengan kesal
"Aku kesal karena manusia itu, sekarang melihatmu langit "
"Apa maksudmu bumi ?"
Langit yang namanya dibawa kedalam ucapan bumi, merasa terkejut dengan nya. Begitupun bulan dan para bintang, mereka terkejut dengan ucapan dari bumi
"Aku tidak kesal denganmu langit aku hanya kesal dengan para manusia?"
"Apa yang membuat mu kesal bumi? , biarpun manusia melihat langit mereka tetap berada di bumi, dan sekalinya pun mereka mencoba pergi kelangit mereka tidak akan mendapatkan apapun "
Salah satu bintang yang tak tahu mengapa bumi itu kesal dengan para manusia yang melihat kelangit, mencoba meyakinkan nya untuk tidak mengkhawatirkan hal yang tidak perlu.
"Langit itu terlihat indah oleh manusia , dan lagipula mereka akan perlu membaca cuaca untuk hidup mereka, kemana lagi mereka akan melihat bila kau tidak memperbolehkan nya melihat langit ,bumi kau tidak perlu merisaukan hal yang tidak perlu"
"Bukan itu maksudku bintang, aku tidak mempermasalahkan manusia itu melihat kelangit mencari tahu tentang cuaca yang akan datang, tapi aku kesal dengan mereka karena mereka terobsesi dengan langit "
Langit, bulan dan para bintang kebingungan dengan maksud dari ucapan bumi.
"Aku mengizinkan mereka tinggal diatasku, aku pun mengizinkan mereka menggunakan apa yang ada didalam diriku dan yang tumbuh dari diriku, tapi mereka tak sedikitpun mencari tentang apa yang ada didiriku ini , mereka hanya mencoba mencari sedikitnya tentang ku, tapi mereka mencari banyak hal tentang dirimu langi."
Bumi yang berbicara panjang lebar seakan akan dirinya akan meledak begitu saja kepada mereka, bulan bintang dan langit yang mendengar itu hanya bisa terenyuh dengan sikap sang bumi.
"Bumi mereka manusia memiliki rasa penasaran, dan langit yang mereka lihat tidak diketahui oleh mereka, dan manusia yang tidak mengetahui itu juga memiliki rasa takut karena tidak mengetahui nya. Sedangkan engku bumi sedikitnya kau sudah diketahui oleh mereka, dan langit sama sekali tidak ketahui"
Bulan yang merasa keluh kesah nya bumi yang berlebihan kepada manusia hanya karena manusia lebih ingin mencari tahu langit, memberikan alasan kenapa manusia berbuat seperti itu, kepad bumi .
"Tapi bulan mereka yang tinggal diatasku seharusnya mencari tahu terlebih dahulu tempat tinggal nya. "
Bumi yang menolak ucapan bulan, tetap bersi kukuh dengan rasa kesal yang dimilikinya.
"Hey bumi, kalau begitu aku bertanya kepada kamu, siapakah dirimu itu? "
Ujar langit yang diam dari tadi mendengarkan dialog diantara mereka
"Apa yang kamu maksud langit, sudah jelas bukan ,aku bumi, planet hijau yang ditinggali oleh banyak makhluk hidup, aku subur dengan pepohonan yang memberikan mereka napas nya untuk hidup dan tinggal, aku memiliki bebatuan yang kaya akan kecantikan nya, untuk mereka menghias diri , aku memiliki laut yang sangat dalam dengan warna yang indah, begitupun sungai dan gunung yang ada didiriku untuk mereka manfaatin dan tinggali "
Langit mendengar ucapan yang panjang lebar dari sang bumi malah menanyakan kembali pertanyaan awal nya kepada sang bumi
" Hey kamu , aku bertanya kepadamu siapa dirimu itu? "
Bumi yang sudah menjawab panjang lebar ditanyai lagi seperti itu dengan nada yang menantang dirinya berkelahi, menjadi begitu kesal karenanya
"Kalau begitu aku bertanya kepadamu langit siapa dirimu? , bila kamu sama menjawab seperti ku, kamu hanyalah langit yang sok bijaksana "
Bumi yang menantang langit membalikan pertanyaan nya kepada langit, bulan dan para bintang yang melihat bersi tegang nya mereka berdua menjadi sangat was was dan mencoba menenangkan keduanya
" Sudah bumi, langit kenapa kalian malah jadi bertengkar hanya karena manusia itu "
Bulan yang ingin meleraikan keduanya mencoba melimpahkan kesalahan nya kepada manusia , tapi bumi yang kesal mencoba melawan kembali argumen itu sedangkan itu langit pun memotong kedua nya dengan ucapan nya
"Aku tidak tahu siapa diriku "
Bumi dan bulan yang sedikitnya hampir berargumen terhenti dengan ucapan langit, dan para bintang yang diam dengan panik nya terkejut dengan ucapan langit
"Hahahaha, langit apa kah perlu diriku ini memberitahu siapa dirimu? "
Ujar bumi yang tertawa sambil meledek langit, bulan yang tidak bisa berkata apa apa memilih diam menunggu langit menjawab apa maksud dari perkataan nya sedangkan itu para bintang yang masih terkejut perlahan tenang, terlihat para bintang itu sendiri ada yang menjadi terang karena nya ada pula yang meredup dalam diam.
"Bilapun kamu memeberi tahu ku, apa yang kau bisa berikan kepada ku hanyalah penilaianmu tentangku, bukan jati diriku "
Bumi yang terlihat akan mengucapkan sesuatu kembali, tapi ia menahan dirinya dan menunggu dengan penasaran apa maksud dari langit.
"Bumi kamu memanggilku langit begitupula dengan para bintang dan bulan, nama yang diberikan manusia kepadaku, kalian gunakan untuk memanggilku, tapi aku sendiri tak tahu siapa namaku sebenarnya"
Bumi dan para bulan terdiam merenungi ucapan dari langit, sedangkan itu para bintang kini makin bersinar dengan sangat terang benderang.
"Langit ini emang luas berisikan dengan para bintang serta benda lainnya, tapi apa kamu tahu dimanakah ujung dari luas nya diriku? , dan apa kamu tahu untuk apa juga aku menampung dirimu serta benda lainnya didalam diriku? "
"Intinya bumi, kamu perlu mengenal dirimu sendiri dengan baik "
Bintang yang bersinar menyela ucapan dari langit, menasihati bumi yang teridiam dan termenung, bumi yang tak terima dengan ucapan tiba tiba dari bintang ingin membalas jawaban nya sampai saat langit melanjutkan kembali ucapan nya.
"Bilapun kamu tahu jawaban dari itu, Kamu tetap tidak akan mengetahui sedikitnya tentang jati diriku, diriku yang luas begitupun denganmu , serta bulan dan para bintang, tidak akan bisa ditemukan jawabannya bila hanya dalam bentuk dua pertanyaan atau tiga pertanyaan "
"Tapi apa hubunganya itu dengan kekesalan ku dengan para manusia langit? "
Bumi yang kesal sejak dari tadi omongan nya dipotong serta disalahkan menjawab balik kepada langit, tapi dengan itu pula langitpun tersenyum
"Jika sedikitnya kamu mengenal dirimu, kamu marah hanya akan menjadi sementara, kamu sedih hanya akan menjadi sementara, kamu ,benci maka itu pun hanya berlangsung sementara, dan bila kamu mengenal dirimu sepenuhnya aku menjamin nya, kamu akan hidup dengan penuh kebahagiaan ."
"Bagaimana mungkin aku mengenal diriku bisa membuatku menjadi bahagia?, kamu hanya mengada ngada saja, ucapan mu yang berbelit hanya ingin dilihat bijaksana didepan lainya bukan? "
"Tak apa bagimu untuk tidak percaya, Aku hanya memberi tahu mu, dirimu yang sudah lupa akan jati dirimu "
Bumi seakan meledak dengan ucapan dari langit, bulan dan para bintang yang panik meleraikan bumi untuk tidak berkelahi dengan langit, tapi langit yang sudah selesai dengan semua ucapan nya dengan bumi langsung pergi meninggalkan bumi tanpa menghiraukan nya.
Tamat.