Ada yang bisa dirasakan namun tidak dapat diutarakan.
Mulut tertutup rapat, sedangkan hati hendak menyampaikan banyak hal.
Disaat itulah, pena bergerak sebagai pengiring sebuah rasa.
Diambilnya lah selembar kertas putih kosong sebagai tempat mendaratkan tinta-tinta hitam.
Kata demi kata terangkai menjadi satu kalimat.
Jadilah sebuah cerita yang menyejukkan mata.
Tak ada yang istimewa.
Hanya saja, ketika sebuah rasa menyatu kedalam kalimat dan menjadi tulisan, rasanya sangat menyenangkan.
Waktu menunjukkan pukul 12 malam. Dan sang penulis memutuskan untuk rehat sejenak menikmati mimpi indah yang tiada batasnya.
Masih ada esok yang menanti dan masih ada kemarin yang menunggunya.
Sungguh malam yang indah.
Thank you.