Perkenalkan namaku adalah alex, Cowek SMA Kelas 2, yang kini menjalani hubungan dengan perempuan pujaanku Naura. Bisa dibilang kami serasi dalam melakukan segala hal, dan saling support. Dan tak lupa gombalan mautku yang mampu membuatnya klepek-klepek.
Sering kuajak dia jalan-jalan keliling kota saat hari Minggu, bersama kawan-kawan motorku. Dia sangat imut jadi ya, meski kawan-kawan motorku mayoritas cowok, tapi dia tidak terganggu.
Ketika sedih, tidak lupa ku hibur dirinya dengan rayuan maut ku. Kalau tidak berhasil maka akan terus kulakukan sampai dia bisa tersenyum kembali.
Karena senyumnya selalu terbayang, di fikiranku, sebelum tidur hingga terbawa mimpi. Rasanya dirimulah jodohku yang kucari selama ini, ingin rasanya diriku menikahimu, namun masih terbatas dengan masa SMA.
Suatu hari, Naura tidak masuk sekolah karena dia sakit, aku pun juga tidak ikut masuk sekolah dengan alasan menjaga Naura. Naura sudah berada di tempat paling khusus dihatiku. Tidak kubiarkan dia jauh dariku meski hanya sehari.
Karena hal itu, aku juga sering masuk BK karena sering bolos , ya itulah indahnya masa-masa SMA. Kuhadapi masalahku dengan santai tanpa beban. Meskipun sering bolos tapi diriku ini tetap peringkat satu dikelas karena kepopulerannya.
Bahkan 1 sekolah tahu siapa diriku, karena kenakalannya. Tapi khusus untuk Naura, aku tak akan macam-macam pada calon istriku untuk masa depan.
Sikapnya yang periang, dan lugu membuatku menjadi lebih senang berada didekatnya. Sudah banyak cowok di SMA ku mencoba untuk menyatakan cintanya kepada Naura, namun tidak ada yang diterimanya.
Tapi, diriku pria yang benar-benar beruntung mendapatkan Naura sebagai pacarku. Benar benar gadis pujaan, itulah yang kufikir sebelum mempunyai hubungan dengan Naura.
Awal mula aku mengenal Naura, dimulai pada tanggal 10 November 2009, saat itu aku pergi ke kantin. Setelah membawa makanan di piring, tidak sengaja seorang perempuan menabrakku karena terburu buru. Dan akhirnya makanannya tumpah.
Dengan perasaan panik, dia meminta maaf dan saat itulah aku menanyakan namanya. Setelah dia mengatakan namanya, aku membiarkan pergi.
Keesokan harinya, saat itu aku berada di kantin, lalu didatangi oleh Naura. Dia ingin minta maaf soal kejadian kemarin, dan ingin ganti rugi atas apa yang telah dia perbuat.
Aku pun sontak menolak niatannya untuk ganti rugi, justru aku berterima kasih karena dia telah jujur, dan sudah memberitahu namanya.
Benar benar wanita yang unik, ku ingin mendapatkannya karena tidak banyak perempuan yang kutemui itu polos dan Jujur seperti dia.
Benar benar paket komplit, selain dia polos dia juga imut. Dan kini dia menjadi pacarku, tidak akan kubiarkan dia direbut oleh yang lain. Karena dia adalah bidadariku yang ditakdirkan turun dari surga untuk menemuiku dan menjadi milikku.
Setelah lulus dari sekolah kisah cinta kami pun terus berlanjut. Bahkan kami kuliah di universitas yang sama, banyak sekali konflik yang terjadi saat itu karena kami sulit untuk sering bertemu karena tugas skripsi yang banyak.
Namun itu bukan sesuatu yang dapat memisahkan cinta kami, yang sudah kuikrarkan. Sampai pada akhirnya menikah dengannya. Bukan mimpi tapi kenyataan, bahagianya diriku mendapatkan istri seperti dia.