*2015*
perkenalkan namaku.putra atmaja aku anak nomer dua dari empat bersaudara.aku terlahir dari keluarga kurang mampu.aku lahir di daerah Jawa tengah.aku sangatlah berterima kasih kepada mamahku yang rela mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan ku.bahkan katanya mamahku mengalami mati syahid setelah melahirkan ku.tapi aku bersyukur karena mamahku tidak jadi meningal mungkin mamahku kepikiran anak anaknya yang masih kecil-kecil.saat itu bertepatan dengan kelahiran sepupuku.di saat itu bayi kecil yang tidak berdosa yang sedang membutuhkan air asi.dengan suka rela tanteku memberikannya air asi kepadaku.. berterima kasih ajah tidak cukup untuk membalas jasa ku pada Tante ku.teruntuk ibu susuku aku berterima kasih kepada mu.mungkin suatu hari nanti aku bisa membalas jasamu.
hari hari terus berlalu ga terasa aku sudah menginjak usia remaja.saat itu aku duduk di kelas tiga dasar aku sangat bahagia bisa duduk dengan wanita pujaan hatiku.namun entah kenapah dia harus pindah ke jakarta.saat itu hatiku kecewa harus berpisah dengan wanita yang bikin aku nyaman.hari hari yang aku lewati begitu sepi.aku sebenarnya udah ga nyaman sekolah di situ karena aku selalu mendapatkan Buling. ada yang mengatai aku banci kalenglah.benconglah.ada juga yang mengatai cupulah.tapi aku tetap diam.
*taun dua ribu lima belas.menjadi awal kehancuran ku.saat itu aku duduk di bangku kelas lima dasar.berapa hari sebelum ulang akhir semester.aku mengalami koma berapa hari tapi entah mengapa setelah aku bangun dari koma aku merasakan ketidak nyamanan.aku minta kepada orang tua ku agar aku bisa cepat pulang dari rumah sakit karena aku ingin masuk sekolah.dan benar saja saat penampaan rapot aku tidak lulus.
deg
deg
seakan jantung ku berhenti mendapatkan kabar dari ayahku.di satu sisi teman teman ku merayakan kenaikan kelasnya.sedangkan aku harus menerima cobaan ini.ini kali keduanya aku tidak naik kelas.aku sangat sakit saat tau kepala sekolah ku tidak menaikkan aku ke kelas enam.karena dia memiliki dendam kepada keluarga ku.entah dendam apa yang dia kepada keluarga ku.di situlah aku harus putus sekolah..
hari hari yang aku jalani sangatlah hampa.jika aku tidak memandang ke dua orang tua ku dengan susah payah melahirkan.aku sudah melakukan hal gila.mimpi ku harus musnah di tengah jalan karena perbuatan kepala sekolah ku.bahkan aku sangat iri kepada sepupu sepupuku.yang menjalin tanpa beban.apa lagi jika di hari raya idul Fitri.semua anggota keluarga Atmaja pada kumpul.seakan akan aku tidak mampu menunjukkan muka pada keluarga Atmaja maupun keluarga sang ayah..karena aku yang tidak sekolah.aku sedang termenung memikirkan takdir ku.kaka sepupuku datang menghampiri ku.
"putra kenapah putra duduk di sinih sendirian."kata w kaka sepupuku.
"ga ada apah apah mba."jawabku
"putra.jika putra ada masalah cerita sama mba wiwit siapah tau mba wiwit bisa bantu."ucapnya.
awalnya aku ragu menceritakan kepada mba w tapi aku juga butuh seorang yang mau mendengarkan cerita ku.karena aku udah lelah memendam perasaan ini... akhirnya aku menceritakan semua kepada mba w akhirnya aku bisa melepaskan beban beban yang selama ini aku pendam.dan dia bilang Bakalan mencarikan aku solusi agar aku bisa keluar dari masalah ini.. perkataan mba w sukses bikin aku bahagia sekaligus senang.dan sekarang aku sudah menginjak usia 19 taun.dan aku menunggu berita dari mba w yang katanya mau membantu aku mencari kejar paket.tapi sayang.berhari-hari aku menunggu,tidak juga mendapatkan kabar darinya.
Sampai detik ini aku masih bingung,mau di bawa kemana takdir kehidupan ku.bahkan untuk keluar saja aku malu,aku terus saja menyalahkan takdir yang ada pada diriku.
Benar-benar hancur kehidupan yang ku punya.seakan-akan aku ingin mengakhiri kehidupan ku.
Mungkin berat rasanya menerima cobaan ini.tapi mau gimana lagi sang Tuhan terlah menghukum ku dengan begitu berat.
Kesendirian yang ada pada diriku.....
Saat ini aku masih memiliki dendam yang ada kepada sang kepala sekolah yang sudah membuat kehidupan ku hancur.
"Akhhhh.aku membenci takdir.kenapa Tuhan,kenapa kau membuat hidup ku jadi seperti ini,batin ku sudah tersiksa karena masalah yang ada.dan kenapa kau menambah permasalahan yang ada."Teriaknya dalam kesendirian.hanya bantal yang ada.untuk menjadi pelampiasan.
"Tuhan.aku mohon jangan uji aku lagi.aku sudah lelah sejak kecil harus mendapatkan cobaan seperti ini,Tuhan aku sudah lelah,sudah cape,dengan cobaan yang kau berikan."sambungnya.walau,aku orang ceria sering tertawa di depan keluarga.tapi tidak dengan di dalam kamar saat sendiri,ia akan menangis saat mengingat kembali kejadian terpuruk itu,dan ia juga akan merasa depresi jika memori itu terulang lagi.
Sampai suatu ketika ia menggoreskan setiap lengan tangan nya dengan menggunakan sebuah karter.
Sekiannnn