Aku yang memaksa diriku sendiri untuk memandangmu sebagai sesuatu hal yang indah.
Indah namun sakit
...
Bukankah sudah kukatakan dengan sangat jelas bahwa aku membencimu.
Kau mengambil semuanya dariku, seharusnya kau yang terbuang, tapi mengapa berubah.
Aku kehilangan semuanya karenamu, cinta dan kasih sayang. Semuanya. Mereka terus mengucilkan ku, mereka terus memusuhiku. Berkata bahwa akulah sang pembunuh.
Tapi sebenarnya kau lah yang pembunuh. Aku adalah berlian yang mereka buang bagaikan sampah. sementara mereka memungut sampah seolah itu adalah Zamrud. Membuang mawar hanya untuk rumput.
Ck,
andai saja waktu itu mereka mendengarkan peringatanku andai saja mereka melakukannya maka semua ini tidak akan terjadi.
Mereka menganggap peringatanku sebagai rasa iri dan benci. Sementara mereka menganggap perkataan mu sebagai sebuah keharusan. Aku melakukannya karena adanya dasar.
Karenamu aku banyak kehilangan. Luka yang selalu terluka lagi dan lagi hanya karenamu. Bahkan aku terkadang meminta agar kau mati saja.
" Rion... waktunya untuk bangun" dengar, itu adalah suaranya. Yang selalu merusak hariku. Suara yang begitu menjijikkan dan menjengkelkan.
" tidak perlu berteriak " jelas, bahkan sangat jelas suaraku telah menggambarkan bahwa aku jijik dengannya.
Namun lihatlah, ia malah tersenyum. Seolah apa yang aku katakan hanyalah sebuah candaan semata.
" Ri, kakak nanti ada meeting. Mungkin akan sedikit ter-"
" bisakah kau diam " aku muak sangatlah muak. Nafsu makanku langsung lenyap.
" maaf. kakak hanya kha-"
" kau tidak pantas " jujur saat ini aku sedang menahan rasa kesal.
" aku tau aku tidak pantas. Namun bisakah kau kembali seperti dulu. Kau berubah " terangnya dengan mata yang menyendu.
" hahaha, aku berubah? "
" bukankah kau dengan jelas tau alasannya ?"
sungguh ucapan yang Arion keluarkan sangat menusuk.
" kakak minta maaf "
" berhenti menyebut dirimu sebagai kakak. Aku hanya punya satu kakak dan itu bukan kau"
" BISAKAH KAU HENTIKAN AKU SUDAH CUKUP SABAR ARION "
" HAHAHA "
" kau bilang hentikan dan kau sudah cukup sabar Lucian Roderick ? lalu bagaimana denganku ?"
" karenamu aku setiap detik terus terluka. Karena mu keluarga Roderick terpecah, karena mu ibuku pergi karena mu Kakakku Gideon Roderick harus mati. Karena kalian semua jadi kacau. Bahkan demi membiarkan mu hidup orang tua sialan itu mengorbankan nyawa Kakakku. "
" SEKARANG KATAKAN. SIAPA YANG TELAH CUKUP SABAR? KATAKAN LUCIAN RODERICK " lihat Arion telah menangis setelah sekian lamanya. Kali ini dia sudah cukup memendam semuanya.
" saat ini posisi kakakku Gideon tergantikan olehmu. Saat ini posisi ibuku Alana tergantikan oleh ibumu. Dan saat ini posisiku tidak ada lagi "
" apa itu semua belum cukup ? Aku bukan Alana Blanchard yang welcome ke semua orang. Aku bukan Gideon Roderick yang penuh dengan kesabaran. Aku hanya Arion Roderick yang penuh dengan kebencian " Arion tersenyum. Bukan senyum yang manis dan menawan melainkan senyum tanda penuh luka.
" perlu kau ingat. Aku menerima mu karena nyawamu adalah nyawa pemberian dari kakakku tuan muda Roderick yang sesungguhnya "
" dan selamat, kau berhasil. Kau menorehkan luka yang akan kuingat dalam hidupku. Aku tidak akan membunuhmu karena alasan itu " berbalik dan pergi dengan luka baru yang membuat luka lama menganga lebar.
" hiks... hiks... hiks... "
" apakah kalian puas. Dia Arion Roderick orang yang begitu ku kagumi telah pergi. KESAYANGANKU TELAH PERGI LAGI "
" Gideon aku minta maaf. Aku membuat adik kita menangis lagi " Lucian jatuh terduduk menangis dalam keheningan.
" dengar Arion tadi menyebut namaku. Ia pernah berjanji sejak saat itu dia tidak akan lagi menyebutkan namaku. Dia sudah terlalu sakit "
THE END~~~
...
Berikan dukungan ya
Heart ❤️ nya di klik ya
kalau ada kekurangan atau ada saran mohon sampaikan.
🌹Adios~~