Hana sedang membersihkan loteng. Ada banyak barang peninggalan kakeknya di sana.
"Uhuk ... Uhuk ..." Hana batuk.
"Hatchi ... Hatchi ..." Hana bersin-bersin. Terlalu banyak debu.
Pandangan Hana tertuju pada sebuah buku yang terlihat tua. Buku itu berjudul "Magic". Hana membuka halaman pertamanya.
Ada tertulis "Buku ini untuk orang yang ingin keinginannya terkabul."
Hana membacanya lagi.
Jika kau ingin kaya, berhematlah.
Jika kau ingin pintar, belajarlah.
Aku juga tahu itu ~ pikir Hana.
Hana terus membuka buku itu seakan-akan tersihir. Hana akhirnya membuka halaman terakhir. Halaman yang menjadi keinginannya saat ini.
Apa kau ingin orang kau cintai, mencintaimu?
Hana menganggukkan kepalanya. Ia mencintai seseorang sedari dulu. Tetapi orang itu tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kalau ia menyukai Hana.
Sesaat sebelum bertemu dengannya, minumlah ramuan ini. Ambil sepuluh cabai. Tambahkan gula, garam dan lada secukupnya. Haluskan. Kemudian dimakan.
Apa!? Sepuluh cabai? Bisa-bisa aku sakit perut.
Tapi Hana melakukannya. Demi cintanya. Hana memakan sepuluh cabai sebelum bertemu Lucas, pria pujaannya. Jujur saja, ia kepedesan.
Dan betul dugaan Hana. Ia sakit perut. Di rumah Lucas ia selalu berada di toilet karena mulas. Sampai akhirnya Hana menjadi lemas.
Lucas buru-buru membawa Hana ke rumah sakit. Dan dokter bilang Hana harus di rawat inap selama beberapa hari.
Selama beberapa hari itu Lucas selalu menemani Hana. Dari sana mereka menjadi lebih dekat dan semakin dekat. Sampai akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih.
🌹🌹🌹
Note :
Tidak untuk ditiru. Kisah ini hanya rekaan saya saja.