Caline Anastasia
Seorang gadis Remaja korban bullying yang bersekolah di sekolah cukup ternama di Korea Selatan, Caline Anastasia atau lebih di kenal dengan nama Sia adalah murid yang bersekolah karena Bantuan beasiswa penuh dari negara asalnya. California
Tak ada yang tau asal usul gadis itu, Yang mereka tau hanyalah. Sia adalah gadis pendiam dan cukup culun atau biasa di sebut dengan sebutan Upik Abu di sekolahnya, Selalu mendapat Bully-an bahkan tak jarang Sia harus mendapatkan luka akibat perlakuan buruk yang teman-temannya berikan.
Seperti saat ini, Sia sedang berada di belakang sekolah dengan beberapa siswi yang sedang menghujaninya dengan Air dan tanah.
"Dingin... Shhhh" Rintih kecil Sia saat merasakan Hawa dingin yang sangat kerasa, Karena sekarang adalah waktunya musim dingin dan dia di paksa untuk melepaskan mantel penghangatnya dan setelah itu tubuhnya yang hanya menggunakan seragam pun di siram menggunakan Air bercampur sedikit Ice.
"Apakah dingin??" Tanya seorang Siswi sembari melihat Sia yang nampak menggigil.
"Dingin Shh" Sia hanya bisa merintih kedinginan saat Air Ice itu mengaliri Tubuhnya.
Sedangkan teman-teman nya hanya bisa tertawa menyaksikan Sia yang tersiksa dan kedinginan itu.
Setelah puas, Siswi-siswi itu Pergi meninggalkan Sia sendirian dengan Dingin yang membungkus seluruh Tubuhnya. Sia berusaha mencari mantelnya tetapi Naas, Dia melihat mantelnya sudah berada di atas sebuah Pohon.
Sia memutuskan untuk berjalan ke kamar mandi sekolah untuk membersihkan tubuhnya setelah itu dia berganti pakaian olahraga untuk tetap mengikuti pelajaran, Sia berjalan perlahan menuju ke kelas yang sudah di pastikan sudah mulai belajar sejak tadi.
"Ma-Maaf pak saya terlambat" Ucap Sia yang baru datang.
Sang guru hanya menatap sia yang berdiri di ambang pintu yang menggunakan pakaian olahraga. "Apa kau lupa jika saya mengajar Bahasa Inggris, Bukan olahraga" Ucap guru itu sembari menatap ke arah Sia.
"Maaf pak, Baju saya kotor jadi saya menggantinya" Sia terus berbicara dengan menunduk... Hawa dingin bisa menembuh baju olahraganya, sia hanya menggengam erat tangannya sendiri untuk mengurangi rasa dingin yang ada.
"Alasan Pak.. Hukum aja" Teriak salah satu murid di dalam kelas itu
"Kau benar, Sia.. Lari lapangan bola 10× Baru masuk ke kelas saya" Ucap sang guru..
"Ba-Baik pak " Sia menundukkan kepalanya kemudian berlalu pergi untuk melangsungkan hukumannya.
_ _ _
Hari terus berlalu, Bulan berganti bulan begitupun dengan Tahun.
Saat ini di dalam sebuah apartemen kecil, Sia sedang mengobati Lukanya.. Luka akibat Bukulan dari salah seorang temannya, Dan luka dalam yang ia rasakan karena Tendangan kuat dari seorang siswa yang membuat Sia sampai memuntahkan Darah karena Tendangan di perut yang sangat keras.
"Ayolah Caline.. 2 Bulan lagi.. Iya 2 Bulan lagi lalu kau akan membalaskan semuanya" Ucap Sia sembari Menatap pantulan wajahnya di cermin yang berada di Hadapannya.
Caline?? Ya... sia menyebut dirinya Caline, Begitupun dengan keluarganya, Yang Memanggil Nona Caline.
Sia Tertidur setelah selesai mengobati Lukanya.
_ _ _
1 Bulan kembali berlalu
Dengan Sia yang mendapatkan Bully-an yang lebih parah..
Saat ini, Sia sedang duduk di bangkunya.. Bangku paling ujung dengan banyaknya sampah di atas meja di hadapannya itu. Sia sudah terbiasa dengan itu, Bahkan tak jarah temannya melud+h di hadapannya.
"Sia!" teriak seorang siswa
Sia hanya mendongak, Melihat siswa yang sedang menatapnya itu.. "I-Iya" Jawab sia singkat
Siswa itu memegang tangan Sia yang masih terlihat memar "Ikut aku.. " Ucap siswa itu dengan menarik sia
"Kemana??" Tanya Sia
"Bukankah kita sebentar lagi Lulus, Jadi aku sebagai teman baikmu harus memberikan kenangan untukmu bukan??" Ucap siswa itu sembari terus menariknya.
Sia tau, Sia tau apa yang di maksud kenangan oleh siswa yang menariknya ini, Sia benar-benar tau apa yang dia maksut. Tetapi, Sia hanya bisa diam dan mengikuti langkah Siswa yang selalu membulinya itu.
di area renang sekolah itu, disana sudah banyak sekali siswa-siswi yang berkumpul. Bahkan ada beberapa Guru juga yang berkumpul disana.
"Pemeran utama sudah Datang yuuuuuu " Teriak seorang siswi dan di sambung dengan sorakan dari yang lainnya
"Ada Ap- Waaa... " dalam hitungan detik Tubuh Sia sudah masuk kedalam Kolam yang dingin itu karena dorongan dari orang yang membawanya.
Bukannya turun untuk menolong tetapi orang-orang disana malah mengambil ponselnya dan mengabadikan momen ini,
"To--.. Tolong.." Teriak minta tolong dari Dia tak ada yang menggubris, Mereka malah bersorak setelah itu meninggalkan sia Sendirian di dalam Kolam yang dingin itu.
1 Bulan kembali berlalu
Hari ini adalah hari kelulusan sekolah Sia, Sejak inseden kolam itu. Sia tak pernah masuk ke sekolah lagi, Ntah semuanya tak ada yang tau.
Sampai di hari kelulusan, kepala sekolah memberitahu bahwa Pimpinan utama dari sekolah itu akan hadir disini...
Semua bertepuk tangan menyambut Seorang pria gagah pemilik utama dari bangunan yang mereka pakai untuk belajar itu.
"Apakah itu Tuan besar Charlos?" Tanya seorang siswa ke teman di sebelahnya
"Iya.. Aku dengar dia memiliki seorang putri yang akan di sekolahkan di sini, Di SMA sini.. Makanya aku Sma tetap diaini dan ingin mencarinya untuk ku jadikan teman. Pasti akan sangat terkenal jika bisa berteman dengan anak pemilik sekolah bukan" Jawab temannya
"Kau sangat benar, Akupun juga ingin berteman" Ucap salah seorang siswa yang menyaut perbincangan mereka
"Aku dengar, Anaknya akan datang. Jadi kita bisa melihat, Bagaimana wajah anaknya.. Apa secantik snag ibu?" Tanya seorang siswa lagi
"Jika benar, Aku akan mendekatinya dan ku jadikan seorang kekasih.. " Ucap salah seorang siswa yang duduk di depan mereka
"Yeee... Lu mah gara-gara tau kan seberapa berkuasanya keluarga Charlos makanya oengen jadiin anaknya pacar lu" Sambung seseorang yang duduk di sebelah Siswa tadi
"Tau aje lu Hehe"
Perbincangan mereka terhenti saat Tuan besar Charlos mulai memanggil anaknya
Semua yang berada disana hanya bisa terkejut melihat siapa yang berdiri di sebelah Tuan Charlos
"Ini putri Tunggal saya, Caline Anastasia Charlos" Ucap tuan besar Charlos dengan lantang
sedangkan semua orang yang ada disana termasuk kepala sekolah pun terkejut saat melihat si Upik Abu sekolah sedang berdiri layaknya seorang putri kerajaan yang sangat berkuasa.
"I-ni putri anda??" Tanya kepala sekolah dengan sedikit ragu
"Iya.. Ini putri tunggal kami, Bukankah kalian sudah mengenalnya karena dia bersekolah disini sejak SMP" Jawab Nyonya Charlos
Banyak yang berbisik dan Banyak pula yang hanya diam sembari menundukan kepalanya.
Mungkin di otak mereka berfikir..
(Si Upik Abu adalah Seorang putri??)
"Ah I-Iya... Beri salam pada Nona Muda " Ucap kepala sekolah dengan wajah malunya
"Selamat datang Nona Muda" Ucap serempak siswa dan siswi Juga guru-guru yang ada disana.
"Terimakasih... Teman-teman" Jawab Sia dengan snyum manisnya.
"Dia adalah pewaris tunggal keluarga saya, Bahkan sekolah ini sudah resmi berada di tangannya" Ucap tuan Charlos
Sia melihat semua wajah wajah yang ada di hadapannya.. Wajah malu dan bersalah, Bahkan tak satupun berani menatap panggung untuk sekedar melihatnya.
"Angkat kepala kalian! Saya disini dan bukan di bawah kalian seperti Biasa" Ucap Sia dengan suara tegasnya.
"Ingat! Jangan pernah melihat seseorang hanya dari Covernya saja, Karena. Tak semua novel memiliki Cover dan cerita yang sama" ucap sia kembali
Wisuda itu benar-benar serasa Hancur saat ini...Tak hanya para siswa-siswi tetapu para guru juga merasa Malu karena mereka juga turut membully Sia, Si Upik abu dan najis di sekolah ini yang ternyata adalah Tuan Putri di tempat ini.
*Caline Anastasia Charlos*
Balas dendam terbaik bukanlah dengan kekerasan, Tetapi.... Kekuasaan.