namaku putri aisyah usia ku 18 tahun aku masih sekolah Di sekolah sma negri 5 satap, kini aku duduk di kelas 2 sma atau 11 A
aku meliat Devan sedang duduk berdua dengan selly , aku sangka hanya ngobrol bersama, lama ku perhatikan Devan mengelus pucuk kepala selly
aku juga masih menggap itu cuma membuang kotoran ada di kepala selly . 15 menit aku masih betah meyaksikan melihat keduanya bercanda bersama 30 menit pun berlalu aku masih sama setia mamandang mereka sedang bercanda lama kelaman ada yang tak bisa aku bayangkan. aku menyadari perbuatan yang tak harusnya di lakukan aku memejamkan mata sembari menahan rasa sakit di hati
perlahan aku mendekat, aku berdiri didepan mereka yang sedang bercumbu. sakit rasanya orang yang di sayangi bermesraan degan teman sendiri
15 melihat aku berdiri tetepi ia tak menyadari aku sudah ada di hadapannya, karena ia sedang asik bercumbu
setelah puas ia bercumbu mereka tersadar bukan hanya ia tetapi ada orang lain yang memperhatikanya ia pun menoleh ke beradaan ku
seketika ia kaget
aku pun membuka suara " sudah puas , kalo belum puas mending pesan hotel saja. jangan di sekolah masih banyak siswa kan nanty malu ucap ku mencoba untuk bersabar menahan rasa perih dan sakit
Devan berdiri ingin memengang tangan ku , aku yang sudah mundur agak jauh
" stop , berdiri di sana. satu langkah kau maju akan ku beberkan semua apa yang kalian lakukan dan ya aku berterima kasih padamu devan selama ini kau telah menemani hari hari ku, terima kasih juga mendukung ku setiap langkah ku, kau juga memberikan kebahagian. dan kini telah berakhir di hari ini akan ku kenang masa masa indah bersama mu, akan ku kenang walau haya semata. mungkin ini lah akhir dari hubungan ini dan aku juga sudah membebaskan mu untuk mencari kebahagian mu. mungkin kau selama ini bersama ku hanya keterpaksaan, kini ku iklas kan kau bersamanya
Dan untuk mu sel aku iklaskan Devan untuk mu trima kasih kau mau menjadi teman mu
semoga kalian bagia bersama, aku pergi dulu
air mata yang tadi sudah di tahan tak bisa untuk di tahan lagi
berjalan sambil meneteskan air mata " aku tidak butuh orang peduli degan ku aku pun tidak butuh se orang teman, jika hanya untuk menusuk ku membuat ku hancur
sekian lama duduk di toilet sekolah
aku harus kuat, mungkin aku akan pindah sekolah
tok tok
permisi pak ucap ku kepada pak kepala sekolah
sialahkan duduk put ucap kepala sekolah " ada yang bisa bapak bantu? ucapnya
" gini pak saya gin pindah sekolah, karna ibu saya menyuruh saya untuk pindah ke tempat tinggalnya ucap ku