Pada suatu hari di sebuah rumah terdapat keluarga yang kesusahan ( miskin ).Mereka hidup sederhana, mereka mempunyai satu anak perempuan bernama Sulli,walaupun hidup susah
Mereka tetap bersyukur,karna di berikan anak perempuan yang manis dan baik hati, mereka sangat senang atas anak yang diberikan oleh tuhan.saat itu Sulli pergi ke taman. “wah ada
sebuah buku”katanya “buku apa ini ya?”Tanya Sulli.Tiba – tiba buku itu bercahaya “ewahh..!!”
Sulli terkaget, tiba – tiba dia masuk ke dunia dongeng “wah,dimana aku ya?” “hai,selamat
datang di Dunia Dongeng”
“siapa kau?” “namaku Fran,aku adalah pemimpin kepercayaan Dunia Dongeng” “wah hebat,perkenalkan ya,namaku Sulli,aku dari
bumi”
“oh begitu,kamu tidak tahu?,kamu ini ada di dalam buku dongeng” “apa??,aku ada di buku dongeng yang ada di taman itu ya?” “betul sekali” “terus bagaimana
caranya aku pulang?,apakah aku tidak bisa bertemu ayah ibu ku lagi?”
Sulli berkata sambil menangis “ada satu cara, putri Labu bisa membawamu pulang,namun dia itu putri yang mengharapkan imbalan” “di mana
rumahnya?” “di pohon istana Labu itu” “di situ,baiklah aku akan ke sana” “hei,tunggu” lalu setelah Sulli sampai “Sulli,kau tahu tidak?,jika kau ingin meminta tolong padanya,kau harus bisa
menyembuhkan anak Putri Labu”
“aku tak tahu itu,tapi kita lihat saja caranya” “ok” “hai putri Labu” “hai Sulli,Fran ada apa kau ke sini?” “mengapa kau tahu namaku?” “tentu aku tahu”
“oh begitu”
“Sulli, kau tidak tahu ya kalau puteri Labu itu bisa meramal,ini Putri Labu,Sulli ingin pulang ke rumahnya di bumi,namun dia masuk ke dalam buku dongeng Putri” “oh begitu,asalkan ada syaratnya,kau menyembuhkan anakku”
“baiklah putri” “ok,kalau kau terima persyaratanku,Fran kau menemani Sulli,dan kalian berdua harus membawa campuran air,pasir,pasir,udara,dan kalian akan mencampurkan semua itu di dalam air terjun dari gunung itu. kalian mengerti??” “ya” Setelah mereka mulai
Berpetualangan “sepertinya ini kolam yang ada di peta” “ya betul” “ayo kita ambil airnya” “ok”namun ada kedua burung gagak penjaga yang menghalanginya. "aduh,bagaimana ini?,Fran apa yang harus kita lakukan?" "tenang saja Sulli,aku akan kalahkan mereka dengan serbuk pengrusak mata ini" "eh,tunggu dulu Fran,kasiankan kalau burung ini kesakitan karena serbuk itu,hai burung gagak yang baik,apakah aku boleh meminta sedikit air milikmu?,karena aku sangat membutuhkannya untuk menyembuhkan seseorang" "wah kau sungguh baik,baiklah ambilah sedikit air milikku,aku memperbolehkanmu" "wah,terima kasih burung gagak yang baik"lalu Setelah mereka mendapatkan air,mereka sampai di babak ke 2 “ini adalah istana pasir yang penuh dengan Pasir” “ya,nunggu apa lagi?,ayo kita ambil” “ok,ok,eitt..” tiba - tiba ada kura kura raksasa yang menghalangi "apa??,permisi kura kura yang cepat berlari,aku adalah Sulli, bolehkah aku meminta sedikit tumpahan pasir milikmu?,aku sangat membutuhkannya untuk menyembuhkan seseorang" "apa?? kura kura cepat berlari??!!,terima kasih baru kali ini aku dikatakan cepat berlari,oh ya ya,silahkan ambil berapapun kantung keresek untuk mengambil pasirku" "wahh terima kasih kura kura yang amat baik" "ya,sama sama"setelah itu mereka mencari tempat istana udara “hei lihat itu,itu adalah Istana udara,ayo kita ambil udaranya” “ya” "eitt... mau kemana kalian penyusuk?" "wah.. puteri burung yang amat cantik,aku tak percaya baru kali ini aku melihat puteri burung secantikmu,ohh, maafkan aku aku tak sengaja mau masuk ke sini, tadinya aku ingin berkata salam untuk masuk ke sini,tapi aku kira tidak ada siapapun di sini,sebenarnya aku ingin mengambil sedikit udara untuk dicampurkan ke ramuan pengobatanku untuk mengobati sang puteri di istana labu sana" "apa?,aku cantik.. terima kasih ya,baiklah silahkan ambil udara ini,dan aku akan memberikan kalian 1 kuda terbang untuk mengantar kalian pulang" "wah,terima kasih puteri burung yang cantik" "sama sama" Setelah mereka selesai “akhirnya kita sampai di air terjun” “ayo kita
campurkan” “ya” "syukurlah,kita berhasil mencampurkan keempat bahan untuk dimasukkan ke dalam air terjun dan yang akan diminum airnya oleh tuan puteri anak puteri labu" "ia" “sekarang kita ambil air dari air terjun itu,dan membawanya pulang” “ayo,kita naik kuda terbang” “ayo”
Setelah mereka sampai di istana Labu “hai putri,aku telah membawakan obat ini kepada anda” “terima kasih Sulli,aku tidak menyangka,padahal ada monster monster yang menjaga semua bahan yang akan dijadikan ramuan,terimakasih Sulli,Fran karna kau,anakku sembuh” “sama – sama putri” “sebagai gantinya,Fran,aku akan mengajarkan kau, jurus yang baru” “terima kasih putri,hehe” “Sulli,aku akan membawamu pulang”