Aku, seorang siswi menengah atas kelas 2 jurusan MIPA.Hobiku menari,tetapi ayah melarang aku menyalurkan hobi aku tersebut dengan alasan takut mengganggu belajar aku.
"Bu,Sarah ke mana? jam segini belum pulang dari sekolah?" tanya ayah kepada bunda.
" Paling juga ada kegiatan di sekolahnya,yah tutur bunda kepada ayah".
" Apa ayah mau bunda buatkan kopi?'tanya bunda kembali.
"Boleh bun, sekaligus cemilannya seloroh ayah kepada bunda".
"Baik jawab bunda dengan tersenyum".
Di sekolahan,arah menuju pulang ke rumah.
" lu, pasti ga bilang kan sama bonyok lu..ikutan latihan menari buat nanti lomba?"tanya Rina kepada sahabatnya.
Sarah pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudah ku duga,ucap Rina"
" Andaikan aku bilang pun, ayah akan tetap tidak akan mengijinkan aku menari dan alasannya pun tetap sama " aku harus fokus belajar" jawab Sarah dengan nada sedih.
" Gue kasihan lihat keadaan lu", tutur Rina kembali.
Sarah dengan refleks melirik ke arah sahabatnya itu dan kemudian berkata " jangan pernah lu kasihani gue, kalau lu masih mau gue anggap sahabat gue "ucap Sarah dengan nada ketus kepada sahabatnya itu.
"Lu jangan salah paham dong" ucap Rina kepada sarah sambil menepuk pundaknya berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu.
"Yang gue heran bonyok lu tuh ngga ngedukung lu, padahal anaknya punya sejuta talenta dalam dirinya dan bonyok lu kaga menyadari itu".
"Entahlah "ucap Sarah sambil mengangkat kedua tangannya.
Aku sering bertanya kepada ayah tapi jawabannya selalu sama " harus fokus belajar" ungkap Sarah.
" Sabar lu yah",ungkap rina sambil memeluk Sarah.
"Tenang aja stock sabar gue banyak ucapnya sambil diiringi tawa,btw thanks lu emang sobat paling the best,selalu ada di saat gue suka maupun duka dan Sarah pun membalas pelukan sahabatnya itu".
Waktu yang di nantikan pun tiba di mana Sarah dan beberapa temannya yang lain akan mewakili sekolahan menuju taman mini Indonesia indah karena acara perlombaan akan di gelar di sana.
Di rumah....
Terdengar seseorang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
" tok..tok.. permisi, assalamu'alaikum".
"Wa'alaikumussalam jawab bunda dari dalam rumah dan bergegas menuju ruang depan dan membukakan pintu".
"Oh, ternyata Bu guru ucap bunda Sarah'.
"Silahkan masuk dan bunda Sarah pun mempersilahkan Bu guru untuk duduk dan memasuki rumahnya".
"Terimakasih bunda Sarah,saya tidak akan lama saya hanya akan mengajak ibu dan bapak Sarah untuk melihat perlombaan dari sekolahan yang di wakilkan Sarah dan temannya yang lain".
Alangkah kagetnya ibu mendengar penuturan sang guru.
"Siapa yang memberi ijin ya Bu?" tanya bunda Sarah kepada ibu guru
"Untuk itu saya kemari bunda Sarah,agar tidak terjadi kesalahpahaman dan saya ingin meluruskan kalau Sarah punya talenta di bidang ini,dan apabila menjadi juara nanti Sarah akan mendapatkan beasiswa tegas Bu guru kepada bunda Sarah".
" Bagaimana Bu,apa tidak ingin melihat anaknya menari mewakili sekolahan?"tanya Bu guru kepada bunda Sarah.
Bunda Sarah pun terdiam beberapa saat kemudian
"Baiklah,saya ingin melihat kemampuan anak saya dalam bidang menari yang di sukai nya itu asalkan tidak menggangu pelajaran yang lain".
"Setahu saya sebagai wali murid Sarah,Sarah anak yang bertanggung jawab mempunyai nilai yang bagus di mata pelajaran dan masuk 5 besar di kelas".
Bunda Sarah pun terdiam.
" Baik saya akan ikut, tinggu sebentar saya akan menghubungi suami saya dan akan mengganti pakaian".
Selang beberapa saat kemudian bunda sudah rapi dan siap pergi untuk melihat anaknya menari.
Di tempat perlombaan....
Detik-detik yang sangat mendebarkan di mana pengumuman siapa yang menjadi jawaranya dan akhirnya sekolah sarah menempati juara pertama perlombaan menari tersebut.
"Ahh...kita berhasil seruku kepada teman-teman sambil berpelukan dan menangis haru".
Dan betapa kagetnya aku ketika aku Melihat bunda dan ayah yang berjalan ke arahku.
"Selamat ya nak, selama ini ayah selalu mengekang apa yang kamu sukai,tanpa melihat hasilnya".
Aku pun memeluk mereka berdua dengan tangisan haru.
Tidak sia sia ternyata pengorbanan aku selama ini.
_______END_______
Nb : bonyok Bokap nyokap atau ibu dan ayah.
Selamat membaca.