Rasa sakit itu terulang kembali saat aku mengenalnya. Dan aku pun jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Ini lah kisah saat aku mengenalnya.
Namanya Rizky, nama yang mana buat aku merasakan sakit yang amat pedih.
Hubungan aku sama dia sudah 1 tahun lebih kita lalui dan disitu lah sifatnya mulai berubah.
Sifat yang mana dulu dia yang sangat perhatian hingga berubah menjadi cuek.
Pesan demi pesan aku kirim ke dia dan dia pun tidak membalas pesan tersebut hingga 2 hari kemudian dia pun membalas dengan nada cuek.
"Hey.. kamu lagi apa?"
.
.
.
.
.
"p"
"p"
2 hari kemudian pun berlalu.
"Ada apa,?"
"Kamu kenapa,?"
"Nggak kenapa-kenapa."
Kring.. kring.. kring..
"Nggak usah nelfon lagi gak pengen telfonan, nggak apa-apakan kita chatan aja?"
"Ya udah, emang kamu lagi dimana?" ( Dengan suara lirih).
Kenapa tidak ada balasan dalam hati pun bertanya-tanya. Dan pikiran negatif pun mulai masuk dalam pikiran ku.
Dan hari pun berjalan seiring waktu.
Waktu dimana 3 hari sudah gak ada kabar dari dia.
Dan hati aku pun mulai resah dan jari pun tanpa sadar mengambil hv dan mulai menelfon nya.
Kring.. kring.. kring..
Dan tiba-tiba nada tersambung pun putus dan panggilan aku dirijek sama dia ..
Dan entah kenapa air mata pun mulai mengalir tanpa aku sadari.
Dan suatu hari aku pun bertemu dengan nya .
Tanpa ada penjelasan yang keluar dari mulutnya.
Dan aku pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Hey, maksud kamu apa gak ada kabar selama ini. Kamu anggap apa hubungan ini?"
"Lah kamunya yang kenapa tiba-tiba nanyak gak jelas gini."
"Aku butuh penjelasan kenapa kamu gak ada kabar selama 3 hari ini? Pernah gak kamu nanyak tentang kabar aku tentang apa yang aku mau gimana perasaan aku selama ini hiks hiks hiks."
"Sudah dong aku minyak maaf karna gak ada ngechat kamu, aku lupa."
"Lupa kamu bilang?"
"Iya namanya lupa kan jadi ya wajar lah."
"Untuk ngechat dan ngasih kabar ke aku saja kamu lupa, padahal kamu stanbay dengan hv tapi kenapa sama aku lupa. Kita sudah 1 tahun hubungan kenapa lupanya baru sekarang?"
" Ya kalau orang lupa gimana, apa yang mau aku bilang sama kamu."
"Jadi mau kamu apa, mau gimana aku supaya kamu gak lupa? Kamu sudah banyak berubah kamu dulu gak seperti ini ."
"Aku gak berubah kamunya saja yang merasa aku berubah. Gini aja aku gak mau buat kamu nangis lagi kita sudahi saja kamu carik yang lebih baik dari aku Mungkin kamu bisa nuntut apa yang kamu mau.
"Bukan itu maksud ku ki hiks hiks."
"Kita putus aja kita udahin ini semua, aku pigi dulu hati-hati pulang nya."
"Ki bukan gitu maksud ku, aku gak mau kayak gini aku minyak maaf ki. Rizky hiks hiks hiks."
Hati ku seakan rapuh seketika, hubungan yang aku jalin selama 1 tahun lebih kandas gitu saja tanpa ada rasa cinta itu lagi.
Air mata ku pun mengalir tanpa henti seakan apa yang aku pikirkan gak akan pernah terjadi.
Dan rasa sakit itu pun menghantui aku hingga aku gak pernah percaya lagi apa kata lelaki..
Awal dimana aku terpuruk paling dalam dan kamu pun hadir seketika membawa secerca harapan..
Tapi nyatanya maka kamu yang memperdalam luka itu dan menjatuhkan aku kedalam luka yang sama hingga kini aku gak percaya lagi dengan namanya lelaki hingga rasa benci itu pun mulai ada dalam hati.
Hari ini dan selamanya rasa benci terhadap lelaki itu akan selalu ada dalam benak ku.