Berawal dari tatapan aku tak sengaja jatuh hati padamu, sesak dada ku ketika rindu tak terbalaskan. Sesulit inikah mencintai tanpa dicintai? Aku sadar, aku hanya memendam rasa cintaku pada mu.
Aku memang ga bisa mengungkapkan perasaan itu. Aku bahkan tidak tau harus bagaimana jika aku ungkapkan padamu. Mungkin kita tidak akan seperti dulu lagi, candaan yang selalu kau lontarkan padaku sehingga aku selalu tertawa bahagia bila dekat dengan mu.
Biarkan aku pergi.
aku tidak ingin ada luka diantara kita, aku tidak ingin kita menjadi orang asing, tapi aku juga tidak ingin kau pergi.
Sakit.
Tolong,, cuekin aku walau satu hari.
agar aku sadar, memiliki mu hanya angan belaka.
tes..
tes..
tak kusangka air yang hangat mengalir deras di pipi.
'aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu.'
"kenapa kamu nangis?" tanya nya merasa khawatir dengan keadaan ku yang kacau.
"aku ga pa pa" ucapku lirih sambil tersenyum.
"yakin? tapi kok kamu keknya lagi banyak pikiran!" imbuhnya yang membuat diriku makin sedih.
"Iyah, pikiran ku banyak. Banyaaaakkk sekali."
jawabku seraya menahan air mata dan sesekali mengusap air mata yang hampir jatuh.
"emang apa sih yang kamu pikirin?''
ingin segera ku menjawab bahwa 'Aku memikirkan bagaimana jika aku ungkapkan cinta ini padamu'
"aku sedang memikirkan sesuatu yang indaaahh sampai-sampai aku terharu, trus nangis deh. hehehe."
hebat,, kamu sangat hebat dalam hal menipu orang yah!
"oh gitu, jangan nangis yah. walaupun itu membuat kamu terharu."
pliss, kalimat mu membuat ku merana Fik.
"karna air mata wanita itu berharga."
sambungnya yang membuat ku tak tahan ingin segera menikah dengan sahabat ku ini.
aku hanya diam dan hanyut dalam pikiran saat kalimat itu terlontarkan dari dia.
'Taufik Hidayat maukah kau menjadi milikku?'
hampir saja aku keceplosan mau bilang gitu.
ya Allah mulut tahan dikit Napa?
tahaann .. tahaann ..
hampir aja jantungku copot kalo sampe kalimat itu yang ku lontarkan padanya.
"hei.. udah yah. Jangan dipikirin"
"Iyah sayang.. eh"
"uhuk.. uhukk."
'tuhkan ga sengaja bilang, aduh ini mulut ga bisa diem apa?! ya Allah ampunilah dosaku'
batin ku bergejolak mendengar penuturan dari Mulut yang polos tak berdosa ini.
"hah?! sayang? aku mimpi apa yah semalam? tumbenan lu manggil gua sayang?"
aku hampir terkejut, Ampe muncrat, trus loncat ke pelaminan.
"heh!. nanya nya ga bisa apa satu-satu aja?" ucapkan menahan kecanggungan yang tidak bisa ku luluhkan. canda
"Iyah sayang,,, bisa kok"
'hah? apa? sayang? gua ga salah denger kan?'
oke.. okee.. tetep santuy cii.. santuyyy...
"oke, yang pertama silahkan tanya."
tuturku setenang mungkin.
"aku mau nanya nih, Kamu punya kucing dirumah?"
aelah bambank.. gua kira lu mau bertanya apaan tadi. bikin gua darting tau ga?
astagfirullah Ucii sabarr.. sabarr..sabarr..
ingatlah dia calon suami mu kelak.
Masya Allah haluan ku indah banget jika sama dia.
"Iyah." jawabku cuek.
Karena pertanyaan nya bikin darting bambank.
"kamu suka kucing?"
pertanyaan bodoh apalagi ini bambank??!!
"iyah."
"kamu suka makan?."
"Iyah."
dia gila yah?!.
kan semua mahkluk hidup butuh makan. astogeeee Sabrina lihat adikmu sungguh ter-la-lu.
"kamu suka aku?."
"Iyah. eh.."
eh tunggu dia bilang 'kamu suka aku?."
kok gua jawab Iyah. duh nyesel ga nyesel gua jawab.
"Alhamdulillah.. Uci suka Taufik."
syukur nya tanpa memikirkan apakah bersalah sama gua gitu?
akan pertanyaan konyol yang dia ucapkan?
astogeeee Taufik Hidayat...
kalo gini gua makin cinta tau ga?
isshh apa sih?! pikiran sesat dari mana tuh?
"apaan sih.. gua ga sengaja keceplosan tadi."
Ucap ku sambil netralin rasa agar ga wafer ma ni bocah.
"Hehehe... Maap ci. Yaudah pulang yokk, dah sore nih."
Jawabku dengan anggukan kepala dan segera pergi dari sana dan meninggalkan sedikit kenangan indah.
......
jika ini mimpi tolong jangan bangun kan aku.
aku bahagia walaupun sebatas mimpi.
Tak pernah bilang bukan berarti tak suka
Tak pernah menunjukkan bukan berarti tak ada rasa
Perasaan tetaplah perasaan
Ia akan tetap ada walau tanpa kata
Bukankah begitu miskah?
cinta tak dapat dilihat, namun bisa untuk dirasakan.
apakah kamu merasakan perasaan yang sama terhadap diriku?
pertanyaan yang selalu ku tanya didalam hati.
cii sadarlah,, dia cuma anggap kamu temen biasa.
tapi kalo temen biasa kenapa sikapnya begitu sungkan kepadaku?!
aiisshh pergiiii jauh-jauh.. pikiran sesat dari mana tuh. maen keluar aja.
"aiisshh mata pejam lah."
mata ku rasa sulit terpejam kan. gegara taufik nih.
"Taufik tanggung jawab Lo."
"dah ah ngantuk mo tidur."
malam sayang, MET bobo yah.
semoga aku dan kamu bisa bersama
walau hanya haluan belaka yang tercipta diruang imaji ku.
"Taufik love you."