Malam ini Rizka harus kembali bekerja lembur, setelah Dia memutuskan untuk mengambil cuti tahunan yang kemarin untuk liburan. Pekerjaan nya benar-benar menumpuk.
Dan mau tidak mau gadis berambut lurus alami itu harus bekerja lembur untuk beberapa hari.
Sudah jam sepuluh malam, Rizka baru menyadari bahwa semua teman kantornya sudah pulang dan hanya tinggal dia sendiri yang ada di ruangan itu.
Rizka segera merapikan semua file-file yang ada di hadapannya dan mematikan komputer nya dia mengambil tas dan bersiap untuk pulang.
"Astaga, aku bahkan belum makan malam!" ucapnya sambil memegangi perutnya yang sudah keroncongan.
Rizka berjalan menuju ke pintu lift, tapi sepertinya sedang dipakai. Dia menunggu di depan pintu sambil memainkan ponselnya.
Ting!
Pintu lift terbuka, Rizka segera memasuki lift dan tanpa dia sadari sejak awal pintu lift terbuka sebenarnya sudah ada seseorang yang memperhatikannya.
Seorang pria yang saat ini sedang berada satu ruangan lift dengannya hanya bisa meliriknya sekilas karena fokus perhatian Rizka hanya pada ponselnya.
Ting!
Pintu lift kembali terbuka dan dengan cepat tanpa menoleh ke kanan ke kiri apa lagi ke belakang Rizka keluar dari dalam lift meninggalkan sang pria yang masih melihat punggung Rizka yang sudah berjalan menjauh.
Rizka masuk ke dalam mobilnya lalu pergi menuju ke tukang nasi goreng yang berada tak jauh dari lokasi kantor nya.
Rizka turun dari mobilnya dan memesan seporsi nasi goreng, lalu duduk dan menunggu di bangku panjang yang sudah di sediakan.
Rizka merasa rintikan air membasahi kepalanya.
"Oh tidak, hujan..." keluhnya.
"Neng, tunggu di sana, nanti Mamang anter kesana!" ucap si penjual nasi goreng yang memang terpal gerobaknya hanya mampu menutupi dirinya saja dari air hujan.
Baru saja Rizka akan berdiri, dia merasa ada yang menghalangi air hujan mengenai kepalanya.
Rizka mendongak ke atas, dia terkejut melihat tatapan seorang pria yang sangat tampan melindunginya dengan menggunakan jasnya.
Satu detik, dua detik, tiga detik, Rizka masih bengong.
"Ayo, aku antar kamu berteduh di sana!" ucap si pria tampan itu.
Baru setelah si tampan bicara, Rizka tersadar dari lamunannya karena begitu terpesona melihat pria di hadapannya itu.
Mereka berlari bersama menuju ke sebuah pos penjagaan. Si tampan pembantu Rizka membersihkan rambutnya dari tetesan air hujan.
Deg... deg... deg...
Rizka merasa jantung nya akan copot. Baru pertama kali di bertemu dengan pria yang sangat tampan dan perhatian seperti pria yang ada di sampingnya ini.
"Tunggulah sampai reda, baru pergi dari sini!" ucap si pria lalu berlari ke arah mobilnya dan pergi.
Rizka masih ternganga.
"Dia turun dari mobilnya hanya untuk..." Rizka tidak melanjutkan ucapannya dan menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.
"Astaga! apa aku sedang bermimpi?" tanyanya sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.
"Kenapa neng?" tanya si penjual nasi goreng sambil membawa payung dan memberikan nasi goreng serta teh manis kepada Rizka.
Keesokkan harinya Rizka kembali di sibukkan dengan pekerjaannya yang menumpuk.
Disela-sela dia menyelesaikan dokumennya dia meraih ponselnya dan membuka buka galeri foto yang berisi foto-foto saat dia liburan.
Matanya membulat sempurna ketika melihat sosok seorang pria yang sedang berdiri di belakangnya ketika dia berfoto selfie di tepi pantai.
"Dia..." ucap Rizka terbata-bata sambil menunjuk foto yang ada di ponselnya.
Zaskia teman kerja Rizka mendekat karena penasaran dengan apa yang membuat Rizka terkejut seperti itu.
"Kenapa Riz?" tanya Zaskia.
"Pria ini semalam..." Rizka lagi-lagi tidak dapat melanjutkan perkataannya karena begitu terkejut.
"Oh... Namanya Alex!" jawab Zaskia yang mengenal foto pria yang ada di ponsel Rizka.