Mei seorang gadis singel yang kini sukses besar di umur nya yang ke 23 tahun, dia berhasil menjadi seorang CEO di perusahaan Entertainment dan menduduki peringkat pertama sebagai orang yang paling berbakat dan berpengaruh di dunia.
Mei bisa melakukan berbagai macam talenta di kehidupan nya dari, menyanyi, bermain alat musik,berpuisi, membuat puisi, dance, melukis, seorang fotografer dan lain lain bahkan dia juga membangun sebuah restoran yang di mana dia sendiri lah yang menjadi chef nya
Kehidupan Mei yang sukses besar sekarang pasti nya tidak luput dari penderitaan yang dia rasakan di masa remaja nya.
Mei adalah anak kandung yang di campa kan oleh ayah nya sendiri, pada saat berumur 18 tahun dia melarikan diri dari rumah yang mengurung nya bagaikan seekor burung dalam jangkar.
Kehidupan Mei saat umur 18 tahun :
"Mei jika kau berani membantah ayah, ayah akan memukul mu kali ini dan kau lebih baik tidak usah melanjutkan cita cita mu untuk kuliah lagi" Ucap sang ayah yang penuh dengan amarah
"Ayah...tapi Mei sangat ingin menjadi seorang disainer ayah tolong berikan Mei kesempatan Mei akan membuktikan nya kepada ayah" rintih Mei sambil memegang kaki ayah nya
"SEKALI TIDAK TETAP TIDAK MEI !!!" "PLAK" Satu tamparan melayang di wajah Mei, Mei pun kembali ke kamar nya dan memandangi layar handphone nya kembali selama berjam jam
"Ting" Suara sebuah pesan G-Mail
"Apa ini ?" Mei membaca perlahan isi dari pesan G-Mail tersebut
"Hallo, pengguna akun yang terhormat kami dari perusahaan novel-G telah meriview cerita online buatan anda dan kami juga sudah memeriksa beberapa info tentang data diri pribadi anda, kami memiliki penawaran yang begitu bagus untuk anda apakah anda mau bergabung dengan perusahaan kami untuk mengembangkan bakat anda. Jika anda setuju jangan lupa hubungi kami melalui nomor WhatsApp yang sudah tertera" Pesan G-Mail
"Ini kesempatan bagus !!! aku harus bergabung dengan perusahaan tersebut walaupun aku tidak menjadi seorang desainer aku masih bisa menjadi seorang penulis, jika malam ini ayah pergi aku akan melarikan diri dan aku tidak akan pernah kembali
Mei mengirimi kan pesan bahwa dirinya bersedia bergabung dengan perusahaan G-Entertainment, Mei menunggu waktu yang pas untuk melarikan diri dari rumah tersebut di saat ayah nya pergi mengunjungi istri muda nya
"Bagus ayah sudah pergi, aku punya waktu yang banyak untuk melarikan diri" Ucap Mei dalam hati nya
Setelah ayah nya pergi Mei pun bergegas keluar dari rumah dia hanya membawa berkas penting,uang yang sudah dia tabung selama 1 tahun tinggal dengan ayah nya dan beberapa lembar baju. Mei menyusul ibu kandungnya yang sudah di usir oleh sang ayah
Mei menempuh perjalanan melarikan diri selama 8 jam, di balik pelarian diri Mei ada ayah nya yang mengamuk karna melihat Mei tidak berada di rumah.
"Ting Tong" Suara bel rumah
"Ini pasti alamat rumah ibu yang baru, ini juga sesuai dengan yang di berikan ibu pada ku"Ucap Mei dalam hati nya
Dan benar saja seorang perempuan dan anak laki laki yang baru berumur 10 tahun menyambut penuh dengan senyuman rasa kehangatan yang di Rindukan oleh Mei
"Mama..." Mei langsung memeluk sang ibu dan menangis dalam pangkuan nya
"Mei... sayang apa yang terjadi pada mu ayo masuk nak... sepertinya pipi mu harus di berikan salep biar lebam nya tidak parah" Sang ibu yang selama ini tidak bisa menemui Mei karna pengawasan yang ketat dari ayah nya kini mampu melihat putri nya kembali
"Apa yang terjadi pada mu nak ?" Tanya ibu Mei sambil mengobati luka lebam di wajah Mei
"Aku lari dari rumah ayah Bu...ayah selalu memukul ku ketika dia marah Mei sudah tidak tahan dengan sikap ayah, dia selalu membanggakan anak tiri nya dan melupakan Mei, Mei bahkan tidak di izinkan untuk berkuliah lagi...." Jelas Mei dengan wajah sendu nya
"Kaka..." Sang adik tiba tiba memeluk Mei dari belakang yang membuat Mei terkejut
"Hei...hahaha adik kau jangan memeluk Kaka dari belakang ya..." Pinta Mei yang merasakan sakit luar biasa
"Kenapa Kak...?" tanya sang adik, biasanya Mei paling senang di peluk oleh nya
"Maaf luka cambuk di punggung Kaka belum sembuh sepenuhnya dan masih terasa sakit" Ucap Mei dengan senyum ringan di wajah nya
"Mana sini ibu lihat !!! HAH...ayah mu benar benar keterlaluan Mei, mulai sekarang kau akan tinggal bersama dengan ibu" Ucap Ibu Mei yang begitu emosi dengan perbuatan ayah Mei
"Tidak...ibu Mei akan pergi keluar negri satu bulan lagi, lihat lah Mei akan memberikan kesuksesan kepada ibu dan adik nanti" Ucap Mei dengan senyum bahagia nya
Keputusan Mei yang sudah bulat untuk pergi keluar negri akhirnya terlaksana selama bertahun tahun dia menghadapi hujan badai dalam kehidupan akhirnya dia berhasil menjadi seorang CEO Entertainment dalam waktu yang sangat singkat yaitu hanya 5 Tahun.
"Nona Mei di luar ada seseorang yang mencari mu" Ucap Asisten Mei
"Hei bukan kah aku sudah mengatakan aku sedang tidak terima tamu hari ini, aku harus menyelesaikan beberapa potret foto lagi, nanti malam harus menampilkan permainan piano dan biola, lukisan ku bahkan belum selesai apa lagi setelah ini akan ada jumpa fans novel kau siapkan semua keperluan jumpa fans dalam waktu 2 jam lagi" Jelas Mei yang masih fokus memotret model nya
"Tapi Nona...orang ini berkata dia adalah ayah mu" sahut asisten Mei
"Ayah ?" Mei pun pergi keluar gedung perusahaan nya dan benar saja seorang laki laki dengan baju kaos biasa berdiri di depan Mei
"Kau...untuk apa kau ke sini ?" Tanya Mei dengan nada ketus nya
"Nak...mohon maafkan ayah !!! bantu lah ayah nak...ayah tidak ada sepeserpun uang untuk membayar hutang ayah kepada rentenir dan ayah belum makan beberapa hari" Jelas sang ayah dengan acting sedih nya
"Tunggu lah di sini" Mei pergi ke parkiran dan mengambil mobil untuk membawa ayah nya pergi makan
"Naiklah..." Sahut Mei
Mei termasuk orang yang ceroboh dia meletakan beberapa uang di dalam mobil nya dan membuat ayah nya tergiur dan diam diam mengambil di saat Mei mulai lengah.
Mei mengajak sang ayah ke restoran milik nya sendiri dan memberikan makanan enak
"Ayah benar benar bersyukur bisa memiliki putri seperti mu, kau benar benar putri kebanggan ayah tidak seperti adik tiri mu itu...ada baik nya jika ayah tinggal dengan mu hahaha" Tawa ayah nya dengan puas
"Benarkah..." Sahut santai oleh Mei
"Nakk kenapa kau hanya memakai baju kaos biasa kalau kau seperti ini...ini tidak akan mencerminkan diri mu sebagai seorang CEO" Ucap ayah nya dengan tatapan kecewa
"Heh !" Kekeh Mei dengan ketus nya "Baju kaos yang kau lihat murahan ini hanya ada satu di dunia dan hanya aku yang memiliki baju ini aku juga yang membuat nya kau mau tau harga baju ini berapa ?" Tanya Mei dengan nada sombong nya
"Berapa ?" tanya ayah nya kembali
"Harga baju yang ku kena kan sekarang pernah di tawar oleh artis ternama dengan harga 3 Miliar, karna bahan nya yang berkualitas dan wangi yang muncul dengan sendirinya bahkan untuk perawatan baju ini saja aku harus menghabiskan setidak nya 5 Juta selama sebulan" Jelas Mei dengan tatapan tidak suka nya
"Wahhh seperti nya baju mu begitu cocok dengan ayah boleh kah ayah memakainya ?" tanya sang ayah yang begitu serakah
"Kau mau baju ini ? akan ku kirimkan ke rumah mu besok !" Ucap Mei
"Ayah...sudah tidak memiliki rumah lagi sekarang ayah hanya tinggal di kolong jembatan atau di tempat tempat yang bisa ayah tiduri..." Ucap Sang ayah dengan wajah sedih nya
"Ouhh kasian sekali ! aku akan membelikan mu sebuah rumah, memberikan mu sebuah mobil dan membuka kan mu sebuah usaha, aku juga sudah membayar semua hutang hutang mu terhadap rentenir yang mengejar ngejar mu itu" Ucap Mei dengan senyuman nya
"Benarkah ...wahh Terimakasih anak ayah tersayang" Ucap sang ayah dengan makanan penuh di mulut
"Ini adalah surat kepemilikan nya tolong ayah tanda tangani" Ucap Mei yang memberikan beberapa berkas penting
"Ehmm baiklah kemari berikan kepada ayah...hahaha" Ucap Ayah Mei yang langsung menandatangani surat tersebut tanpa membaca isinya terlebih dahulu
"Terimakasih...ini kunci mobil nya ambil lah, dan ini kunci rumah serta kunci toko yang telah ku belikan untuk mu dan ini surat kepemilikan nya untuk baju ini aku akan mengirimkan nya ke rumah mu saat aku kembali ke perusahaan nanti" Jelas Mei yang bersiap siap untuk kembali ke perusahaan nya
"Nakk yang di tangan mu itu surat apa ?" tanya sang ayah yang melihat satu surat lagi yang sudah ia tanda tangani
"Ouhh aku lupa mengatakan nya pada mu...ini adalah surat pemutus hubungan keluarga !!! Mulai sekarang aku bukan lagi anak mu dan semua barang yang ku berikan itu adalah sebuah kompensasi untuk mu termasuk uang yang telah kau ambil di mobil ku jadi mulai sekarang kita tidak memiliki hubungan apa pun dan jangan pernah muncul di hadapan ku lagi makanan ini juga sudah ku tanggung aku permisi dulu asisten ku sudah menjemput ku" Mei langsung meninggalkan laki laki yang begitu rakus dan tamak tersebut
Setelah putus hubungan dengan Mei awalnya ayah nya merasa tidak masalah karna kompensasi yang di berikan oleh Mei tetapi semakin lama dia semakin sedih karna menjelang hari tua nya dia hanya hidup sendiri bahkan tidak ada yang merawatnya di saat sakit dan Mei yang sekarang selalu merawat,menjaga dan membawa ibu nya kemana pun ia pergi.