Gelap ...
Gelap sekali.
Hana yang baru saja membuka matanya berusaha bangkit mencari tombol lampu.
Dingin.
Kenapa ranjang yang aku tiduri ada logamnya?
Hana meraba-raba sekitarnya.
"Hana ..." Joshua memanggil Hana.
"Josh ... Aku di mana?"
"Kau di rumah sakit."
"Gelap, Josh. Apa kau bisa menyalakan lampunya?"
"Eh? Lampunya sudah menyala." Joshua tahu ada sesuatu yang terjadi pada mata Hana.
Sudah menyala?
Joshua menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Hana. Tak ada respon dari Hana. Ia lalu memanggil dokter. Dokter menyalakan senter dan memeriksa mata Hana.
"Apa yang anda lihat?"
"Tidak ada." Hana menjawab. Semuanya gelap bagi Hana. Ia memang mendengar suara dokter tetapi ia tidak bisa melihatnya.
Ada apa dengan mataku? ~ Hana mulai kawatir.
"Apa Anda bisa ke ruangan saya?" Dokter meminta Joshua mengikutinya.
Di ruangan dokter ...
Dokter itu memberitahu Joshua kalau ada kemungkinan mata Hana tidak bisa melihat lagi. Tapi ia akan tetap berusaha semampunya untuk mengembalikan penglihatan Hana.
🌼🌼🌼
"Josh ... Apa yang terjadi?"
"Hana ..." Joshua bingung harus memulai dari mana.
"Katakan saja. Lebih baik aku mendengarnya sekarang." Hana mulai menyiapkan hatinya.
"Dokter tadi bilang ... Kalau matamu kemungkinan besar buta."
Suasana menjadi hening.
"Hiks ... Hiks ... Hiks ..." Joshua menangis.
Hana meraba-raba sekitarnya. Ia mencari asal suara Joshua.
Hana meraba-raba lagi. Ia mencari wajah Joshua. Mengusap air mata yang jatuh di pipi Joshua.
"Jangan menangis."
Mereka lalu berpelukan.
Waktu berlalu. Hana mulai bisa menerima keadaannya. Indra penglihatannya memang hilang tetapi itu tidak membuatnya patah semangat.
Ia menghafal letak setiap barang di rumahnya. Melatih dirinya menggunakan tongkat untuk orang buta. Mempelajari huruf braille. Memberi label pada pakaiannya supaya ia tetap bisa mengenakan pakaian yang match. Ia selalu ditemani Joshua di hari-hari gelapnya.
Sampai akhirnya ada donor mata yang cocok dengan Hana. Hana menjalani operasi. Ia tahu ada kemungkinan ia masih tidak bisa melihat setelah operasi.
Sebentar lagi Hana akan menjalani operasi mata. Tangan Joshua menggenggam erat tangan Hana. Joshua mulai melepaskan genggaman tangannya saat Hana masuk ke dalam ruangan operasi.
Josh ...
Aku tak pernah takut menjadi buta.
Yang paling aku takutkan adalah ...
Aku tak bisa bersamamu lagi di saat aku bisa melihat kembali.