Beberapa bulan telah berlalu kini aku sadar ternyata pria yang sudah menjadi suamiku tak pernah menganggapku ada..
Dari pertama kali dia mengucapkan janji pernikahan hingga saat ini aku tak pernah mendengar kata cinta dari mulutnya..
aku kira dia memangnya pria yang tidak romantis tapi ternyata aku salah bukan dia tidak roamntis tapi memang dia tidak pernah mencintaiku..
iya kita menikah atas dasar perjodohan tapi apa salah jika kita saling menerina bahkan saling mencintai?? tidak pernah ada jawaban dari setiap pertanyaan itu..
banyak praduga yang salah ,, hampir tiap malam dia selalu meminta haknya padaku.. itu semua slalu ku anggap bukti cintanya padaku..
tapi semuanya benar benar salah aku di matanya hanya sebagai ISTRI PEMUAS NAFSUnya saja..
sakit tentu.. sebagai seorang istri pasti kita ingin di hargai dan di cintai tapi tak pernah aku dapatkan darinya..
"mas aku ingin bicara hal penting denganmu" ku lihat dia tak bergeming tetap diam tanpa menoleh ke arahku
"mas bisakah kita bicara" ucapku lagi dan ku duduk d kursi yang ada di depannya.. tapi dia tak merespon sedikitpun
sudah cukup sudah kesabaranku sudah habis
"mas lebih baik kita berpisah saja" dan berhasil dia menatapku tanpa bicara sedikitpun
ku beranikan menatapnya pula "mas seberapa penting aku d hatimu? tidak pentingkan? bahkan aku tau kamu tak pernah menganggapku ada jika bukan pada malam hari.. kau pikir aku ini ****** yang hanya di butuhkan jika kau sedang ingin melampiaskan hasratmu saja? kau pikir aku ini tak punya hati dan harga diri? ya aku tau kewajibanku sebagai istri tapi pernahkah kau melakukan kewajibanmu terhadap istrimu?" sekuat tenaga aku menahan air mata ini tapi aku tak kuasa..
pecah sudah tangisku.. sakit yang tak berkesudahan.. ingin ku lari dari kenyataan menyakitkan ini...