"aahhhkk,,,,,,ahhhkkk cukup hentikan sakittt,," ujar seorang gadis kecil berambut hitam yang kira-kira berusia sekira 15th-nan, gadis itu menangis dan berteriak dengan keras didalam sebuah ruangan kedap suara, diketahui gadis itu bernama Akira, siswi lemah yang selalu ditindas oleh teman-temannya, luka lebam dan darah menghiasi kulit putihnya, darah mengalir dari tangan kaki serta kepalanya.
"C-ukup, cu-kup, a-ku mo-hon ber-henti,,," kata Akira dengan nada lirih terbata-bata, tubuhnya yang tersiksa penuh luka benar-benar membuat nya kesakitan.
"Ha,,,apa kau bilang masih kurang,,,," seringgai seorang gadis kaya bernama Lina, dengan senyuman licik ia melambaikan tangan, mengisyaratkan para bawahannya untuk memegangi tubuh mungil Akira, tubuhnya yang lemah hanya bisa pasrah dengan perlakuan para bawahan Lina.
" Kalian buka bajunya " perintah Lina dengan santainya, para bawahan Lina pun menuruti hal tersebut begitu saja.
"Aa-apa, tidak,tidak boleh jangan, jangan dibuka!!" Mohon dan teriak Akira disaat yang bersamaan.
" Cih luka apaan ini jelek sekali,,, hei gadis sialaan ayo tersenyum " Crikk, Lina memotret tubuh Akira yang hampir seluruhnya telanjang, " foto yang sangat bagus, lain kali awas saja jika aku masih melihat mu bersama dengan kakak senior, akan aku bunuh kau".
Akira hanya diamseribu bahasa, dalam diam nya api amarah mulai berkobar sifat aslinya mulai terlihat, sedangkan Lina dan bawahannya pergi meninggalkan Akira begitu saja , tubuh mungil Akira terhempas lemas ke lantai, Akira hanya bisa duduk diam dengan wajah datar tanpa ekspresi, matanya terlihat kosong seperti tidak lagi bernyawa sampai mulut kecilnya bergerak dan berkata " awas saja kau, penghinaan ini akan aku balas seribu kali lipat ".
Keesokan harinya, Akira kembali bersekolah, seragam nya yang semalam penuh noda darah telah bersih, terlihat sebuah hansaplas menempel di kepalanya, rambutnya yang tertata rapi memberikan kesan segar dan berwibawa, penampilan nya berubah tidak seperti biasanya, dengan santainya Akira berjalan melewati koridor sampai menuju kelas, dikelas Akira langsung duduk manis di kursinya.
" Cih sampah tetaplah sampah walau bagaimanapun bentuknya " sindir Lina dengan wajah iri dan dengki nya, sedangkan Akira tetap tenang tanpa mempedulikan hal itu.
Jam pelajaran selesai, dan jam pendidikan jasmani di mulai, semua siswa dan siswi pergi ke ruang ganti masing masing, begitu juga dengan Akira.
" Hei lihat siapa dia,, bukankah itu Akira, biasanya dia ganti di toilet wanita kenapa hari ini dia ganti di sini " gosip para siswi, " cih mungkin saja dia sudah tidak malu lagi memperlihatkan tubuhnya " sindir Lina dengan suara pelan dan tawa jahat nya.
Saat Akira membuka baju semua siswi nampak sangat terkejut, tubuh Akira yang putih bersih nan cantik ternyata menyimpan sejuta luka, beberapa lukanya disebabkan oleh Bulian Lina, sedangkan luka lainnya disebabkan latihan fisik yang Akira lakukan, kedua tangan mungilnya di hiasi oleh perban putih yang mengitari, punggung kecilnya, terhiasi banyak luka sayatan, dan sebuah tato berbentuk bunga sakura yang indah.
" Aa-akira darimana kamu mendapatkan semua luka ini ?" Tanya seorang siswi yang merupakan teman dekat Akira.
" Dari ujian Akhir." Kata-kata Akira singkat dan jelas, dengan nada tegas dan tatapan dingin dia menjawab pertanyaan dari teman dekatnya, " waktunya berganti pakaian sudah hampir usai, ayo kita ke lapangan " ajak Akira sambil menarik tangan teman dekat nya.
Tak terasa waktu pulang telah tiba " Lina, apa kita bisa bicara sebentar, di belakang sekolah? " Kata Akira dengan wajah dingin nya, tangan Akira mulai bergetar menahan nafsu untuk menyiksa Lina.
" Cih kau mengajakku, baiklah ayo cih merepotkan " Lina yang bodoh menyetujui ajakan Akira begitu saja.
Sampai di belakang sekolah Akira langsung mengeluarkan sebuah tongkat lipat, Brukk " akhh,,, apa yang kau lakukan ", " aku memukul mu apa lagi? " Kata Akira dengan tatapan mata bak elang menemukan anak ayam, tatapan mata Akira membuat Lina merinding ketakutan.
" Ka-kau berani memukulku, A-aku ini adalah anak dari Glen Bahara kau berani memukulku,,", "pukul ya pukul saja untuk apa aku memandang kamu anak siapa" kata-kata Akira begitu tajam dan tak berperasaan, " A-apa, awas saja kau aku akan membunuh,,,, Brukkk" ucapannya Lina terhenti karena pukulan Akira yang menuju langsung ke dadanya " uhuk uhuk uhuk kau,,, ", " apa mau membunuh ku?, Dengan senang hati akan ku tunggu" bruk bruk suara pukulan terdengar sangat keras, Akira berjalan pergi meninggalkan Lina yang terluka, " ini hanyalah permulaan! " Kata terakhir yang terucap dari mulut Akira sebelum pergi dari sana.
Keesokan harinya, Akira masuk sekolah dan menjalaninya dengan biasa, tanpa ada rasa khawatir ataupun bersalah, sampai guru BK datang " Akira kemari ikut saya ke ruang BK " ajak seorang guru BK yang tidak diketahui jelas siapa namanya.
"Baik" tanpa rasa khawatir Akira berjalan melalui lorong sekolah dengan santai dan tenang, karena ia tau Lina pasti melaporkan tindakannya kepada guru, " jadi Bu untuk apa saya di panggil kemari? " Akira bertanya dengan tatapan kosong sambil memiringkan kepala.
" Akira untuk apa dan alasan apa kamu memukuli Lina? " Tanya guru dengan lantang " dia pasti tidak akan mengakui nya!" Jawab seorang pria paruh baya dengan lantang dan keras, pia itu tidak lain adalah ayah dari Lina " hanya yang bersalah, yang akan mengakui perbuatannya,,, sedangkan aku tidak bersalah" kata Akira dengan tatapan mata setajam elang.
" Ka-kau masih juga mengelak memang pantas diberi pelajaran " Ayah Lina mengangkat tangannya dan akan menampar Akira, tapi tangannya terhenti karena sebuah genggaman erat dari Akira sendiri.
Secara kebetulan Tuan Hadman ayah Akira sampai disana " permisi ada apa ya kalian memanggil Putri ku? " Tuan Hadman datang dengan senyuman manis dan ramah nya, " Akira ada apa ini?", " Hmm ayah?, Aku memukul seorang siswa " dengan santainya dia berkata demikian, " Lihat anak mu sendiri mengakui apa yang ia perbuat kepada putriku!" Kata ayah Lina dengan lantang.
" Kenapa kau memukul nya? " Tanya Tuan Hadman dengan nada lembut dan tenang, bahkan ia tersenyum setelah mengetahui putrinya memukul orang, " karna dia bertindak kelewat kepadaku, ini adalah buktinya dan ini adalah rekaman suara nya " Akira membuka bajunya dan menunjukan luka-luka yang masih terpeban erat, Akira juga menunjukan sebuah rekaman suara yang menjadi bukti kuat bahwa Akira tidaklah bersalah, " tapi kenapa kau harus memukul putriku!" Bantah ayah Lina tidak terima.
" Kebaikan dibalas kebaikan, keburukan dibalas keburukan, aku hanya membalaskan apa yang ia perbuat kepadaku dan anak lainnya, lagipula aku hanya memukul nya bukan membunuhnya seharusnya kau sudah bersyukur, karena aku telah mengampuni nyawa nya,,,, " balas Akira dengan tegas dan lantang
" Bu apa anda tau kasus matinya siswi tahun lalu juga disebabkan oleh nya, dia membully dan mengancam siswi itu, hingga mentalnya terguncang dan melakukan bunuh Kediri, hanya karena dia anak dari orang kaya bukan berarti dia bisa bertindak seenaknya, aku juga merupakan anak dari orang kaya bahkan aku adalah seorang Queen mafia, apa itu berati aku juga boleh berbuat seenaknya tidak bukan!!!"
Kata kata Akira membuat semua orang tercengang, sedangakna Tuan Hadman amalah merasa bangga dengan apa yang dilakukan anaknya, * Miranda, kau benar dia memanglah putriku * didalam hati ayah Akira berkata demikian.
" baiklah aku Hadman aryuda memohon agar kasus ini dapat di selesaikan dengan segara, dan kau Glen Bahara, status mu sebagai dewan tinggi perusahaan akan aku cabut, dan kau dipecat karena tidak korupsi dan penghianatan mu kepada ku", " tunggu ka-kau adalah bos besar King mafia Hadman aryuda!" Mendengar kata kata tuan Hadman ayah Lina terduduk lemas di lantai.
" Ayah apa yang terjadi,,,, bagaimana dengan kasus ku!? " Tanya Lina menyela nyela, " diam kau anak bodoh aku sungguh merasa malu memiliki anak seperti mu!!, Jika bukan karena kebodohanmu keluarga kita tidak akan hancur begini" Sambil mendorong Lina hingga terjatuh.
" Ayah ", " ya sayang ada apa ", " aku kasihan kepada ayah Lina bisa tolong ampuni dia, setidaknya turunkan saja pangkat nya", " apa kau masih bisa merasa kasian kepada mereka", Akira hanya mengangguk saja, " Huh,,," menghela nafas " baiklah Glen Bahara status mu akan aku turunkan menjadi karyawan biasa, jika bukan karena bujukan putriku kau pasti benar benar aku pecat !".
" Baik Tuan, terimakasih banyak, terimakasih banyak nona" tidak disangka hanya dari sebuah kasus Bulian satu keluarga menerima imbasnya, espresi Akira tetap dingin dan acuh, jika bukan karena hati malaikat nya seluruh keluarga besar Glen Bahara pasti sudah hancur hanya karena seorang putri sombong.
Satu bulan berlalu nasip buruk kini telah berbalik kepada Lina, Lina yang dulunya ratu kini hanya menjadi sasaran empuk bully dan bahan gosip, sedangkan Akira kini dikenal sebagai penyelamat dan Akira juga menjadi salah satu dewan BK yang paling tegas dan bijak dalam menyelesaikan masalah, nama baik Akira kini kembali, dan dendam nya telah terbalaskan.
Tamat