POV Aksa
Aku membencinya namun saat bersamaan aku juga sangat mencintainya. Membenci fakta bahwa Aru dengan mudah melepaskan hubungan kami yang telah berjalan hampir 3 tahun hanya karena ia mengetahui fakta bahwa teman dekatnya yaitu Cella menyukaiku. Dia bahkan mendorongku dan memaksaku untuk berkencan dengan Cella padahal Aru tahu jelas bahwa aku hanya ingin dekat dengannya. Sudah ku Jelaskan berkali-kali namun tetap saja dan lagi yang namanya Cella itu membuatku sangat muak padanya dan ingin segera menjauhkan diri darinya namun gimana?? kalo Aru saja malah mendesak ku agar berpacaran dengannya.
POV Aru
Aku mencintai Aksa namun aku juga menyayangi teman dekatku dan ingin yang terbaik untuk teman dekatku yaitu Cella. Jika yang terbaik untuknya adalah Aksa maka aku akan memberikannya. Bahkan jika aku harus sakit hati saat melihat dan melakukan itu namun aku tak bisa membiarkan cintanya bertepuk sebelah tangan, karena Cella juga berhak mendapatkan cinta orang yang ia cintai yaitu Aksa.
POV Cella
Aku suka, nggak-nggak.. aku cinta sama Aksa. Sangat mencintainya sampai-sampai aku tak tahan lagi untuk tidak mengungkapkannya, sudah 1 tahun lamanya aku memendam ini. Aku bingung ingin bilang ke Aru atau tidak, jika iya aku takut dia akan marah dan membenciku namun jika tidak.. aku tidak mempunyai kesempatan untuk menjadi pacar Aksa dong!? Akhirnya aku memberi tahu nya dan luar biasanya ia malah memutuskan Aksa dan men comblangin aku dengan Aksa. Apakah ini termasuk rencana Tuhan agar aku dapat lebih dekat ke jodohku? Aku benar-benar berterima kasih ke Aru karena telah mengalah untukku, aku tak menyangka akan memiliki teman yang sangat pengertian seperti dia. Aku tak salah kan? Aku tak menyuruh Aru untuk memutuskan Aksa, aku hanya bilang jika aku mencintai Aksa lalu dia dengan segera memutuskan Aksa untukku. Berarti aku tak salah kan? Jika kalian menghujat ku aku yakin kalian pasti pendusta, Jika kalian sendiri yang di posisiku pasti akan melakukan hal yang sama denganku. Tak mungkin kan aku melewatkan kesempatan untuk lebih dekat dengan sang pujaan hati benarkan? Lagian mencintai bukan sebuah kesalahan!!
POV normal
"Aku nggak mau Aru!!"tolak Aksa dengan tegas. Lagi dan lagi Aru memaksa Aksa melakukan sesuatu untuk Cella.
"Kamu nggak kasian sama Cella? dia cinta kamu dari 1 tahun yang lalu! Aku cuma ingin memberinya kesempatan untuk bahagia Aksa!"balas Aru, ia hanya ingin Aksa memahami maksudnya. Walau ia sekarang tak sadar bahwa ia juga tak memahami Aksa.
"Kesempatan buat bahagia? kamu konyol Ar!! Dia yang buat kita kayak gini!! jadi aku harus kasih di kesempatan buat bahagia gitu? disaat aku nggak dapat kesempatan buat bahagia sama kamu!?"jawab Aksa dengan diliputi rasa kesal di hati.
"STOP!! stop.. jangan bertengkar lagi!!"Cella menghentikan berdebat itu dan berjalan mendekat ke Aksa.
"Beri aku kesempatan buat buktiin kalau aku adalah sumber kebahagian mu bukan Aru atau yang lain!!"dengan hati yang bersungguh-sungguh ia mengatakan itu tanpa merasa takut kalau kalau kata itu akan menusuk hati Aru.
'Deg' Seperti ada seseorang yang menghantam dada Aru namun ia tak tahu siapa itu. Hatinya terasa pedih saat mendengar perkataan Cella, namun ia menepis semua perasaan itu dan mencoba mengerti keadaan Cella.
"Nggak akan pernah buat orang kayak lo!!"Aksa menjawabnya tanpa mempedulikan siapapun.
"Alasan!! beri aku alasan Aksa!! jangan cuman nolak aja"mata Cella mulai memanas.
"gak perlu ada alasan buat nolak lo!"jawabnya langsung tanpa berpikir.
hiks.. sumpah lo jahat banget Sa.. aku punya salah apa sama kamu sampai-sampai kamu dengan teganya bilang gitu?"tanya Cella karena ia bingung dengan Aksa. "APA AKU SALAH CINTA SAMA KAMU? APA MENCINTAI ORANG LAIN SEKARANG SALAH? JAWAB AKU AKSA!!"teriak Cella dengan suara yang sedikit bergetar.
"Gue nggak perlu jawab pertanyaan lo, karena jika lo punya hati nurani lo bakal ngerti njing!!"balas Aksa.
"udah Aksa, kamu mau bikin Cella nangis?"tanya Aru yang dari tadi diam aja. Aru mulai mencoba merangkul Cella agar Cella bisa tenang. Namun sayangnya Cella menepis tangan Aru.
"Munafik lo Ar!! benci gue sama lo, nggak usah pura pura baik deh di depan Aksa ama gue!! Sebenarnya lo seneng kan gue di tolak mentah-mentah sama Aksa!?"seru Cella.
"Gue nggak abis pikir sama orang kayak lo, masih ada ya orang egois kayak lo!!"
"Kurang baik apa coba Aru ke lo, gara gara lo kita putus. Kalo lu nggak cerita ke Aru soal perasaan bangsat lo ke Aru, Aru juga nggak akan mutusin gue!! Orang paling bangsat ya elo!"
Aksa benar benar membuat Cella bungkam dan menangis.
"Cel aku nggak ada maksud gitu sama kamu sumpah!"Aru harap dengan kata kata itu Cella akan mempercayainya.
"Dasar play victim!!"dengan lantang Aksa menghina Cella.
"Aku nggak Play Victim Sa, yang gitu tuh Aru!"balas Cella.
••••••••••••••••••••••••••••••End•••••••••••••••••••••••••••••••